KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 22


__ADS_3

Kenzo hanya mengangkat bahunya acuh, melihat respon kenzo misha hanya bisa menghela nafasnya. Sepupunya satu ini memang sulit di bujuk jika soal urusan kemewahan, meskipun begitu dia bangga pada orang tuan kenzo karena berhasil mendidik kenzo menjadi sosok yang tidak manja dan sombong.


"Tapi ken juga tidak melarang jika daddy dan mommy ingin pindah sekarang kak, jaraknya kan tidak terlalu jauh juga dengan masion mommy". Kata kenzo.


"Tapi keluarga yang lain juga ingin kamu segera mempubliskan identitas kamu yang sebenarnya. Kamu tahu grandma gina dan grandpa addi sangat senang mendengar kabar dari uncel jika kamu sudah mau turun ke perusahan". Kata misha.


"Tunggu sebentar lagi kak". Kata kenzo.


Misha mengangguk dan tersenyum dia menghargai keputusan kenzo. Setelah itu hanya ada keheningan di dalam mobil tersebut. Akhirnya mereka sampai di masion saat sampai halaman masion kenzo melihat semua mobil masih berada di tempatnya begitupun mobil ke dua orang tua dan adiknya.


"Apa kak misha yang meminta agar kenzo menjemput kakak?". Tanya kenzo setelah mengerti semuanya.


"Maaf, kakak hanya ingin bertemu kamu. Sudah lama kita tidak ketemu, karena kamu jarang ikut jika ada acara keluarga". Kata misha.


"Ya sudah, tidak apa". Kata kenzo.


Mobil berhenti di depan pintu masion, kenzo meminta pengawal untuk menurunkan barang misha. Dia tidak ikut turun karena harus kembali ke kampus.


"Kamu yakin tidak ikut masuk dulu?". Tanya misha memastikan.


"Tidak kak, salam saja untuk semua. Kenzo harus segera kembali ke kampus". Kata kenzo.


"Baiklah, hati-hati di jalan". Kata misha.


Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sedangkan misha ia masuk ke dalam masion setelah kepergian kenzo. Di ruang tamu arya dan yang lain sudah menunggu kedatangan misha sambil menikmati secangkir teh. Sedangkan qila dan quena sibuk dengan ponsel masing-masing.


"Aunty misha yang cantik sudah datang". Teriak misha dari arah pintu.


"Misha ini masion bukan hutan". Tegur arya sedangkan yang di tegur hanya menunjukkan deretan giginya. Arya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah keponakannya itu.


Sudah menikah pun tingkah misha kepada delia maupun arya masih seperti anak kecil yang manja. Mungkin karena arya adalah pamannya satu-satunya jadi misha bersikap seperti itu.


"Aunty misha kangen". Kata misha langsung menghambur ke pelukan delia.


"Aunty juga kangen kamu sayang". Kata delia membalas pelukan misha.


"Kamu itu keponakan uncel loh mis, bukannya uncelnya dulu yang di sapa malah auntynya". Kata arya.


"Uncel itu selalu saja seperti itu, kan sama saja siapa yang misha sapa terlebih dahulu. Lihat twins saja tidak mempermasalahkannya". Kata misha melepas pelukannya.

__ADS_1


"Terserah kamu, dulu saja kamu nempel terus dengan uncel, tapi semenjak auntymu datang kamu melupakan uncel". Kata arya cemberut.


"Utututu, uncel ku ngambek". Goda misha langsung memeluk arya.


"Kamu itu sudah menikah tapi masih saja manja dengan kami". Kata arya membalas pelukan misha.


"Tidak apa dad, lagi pula kamu kan pamannya satu-satunya. Buktinya dengan kelyn juga tidak semanja ini kan". Kata delia.


"Betul tuh kata aunty, kalian dari tadi diam saja tidak kangen dengan kakak?". Kata misha melepas pelukannya.


"Salah sendiri kakak melupakan kita". Kata quena.


"Jangan ngambek dong adik kakak yang cantik nanti kalau ngambek cantiknya hilang loh". Kata misha lalu berpindah duduk di tengah-tengah qila dan quena.


"Oh iya kak, apa kak misha lama disini? ". Tanya qila.


"Mungkin 1 minggu, oh iya depan tidak kuliah?". Kata misha.


"Lagi libur kak". Jawab quena.


"Apa kenzo marah tadi menjemputmu?". Tanya arya.


"Tidak uncel, tapi tadi saat di depan dia sempat bertanya apa aku yang minta dia yang jemput". Kata misha.


"Dia mungkin sedikit kesal karena dia kan memang sedang sibuk mempersiapkan untuk acara kampus minggu depan, misha istirahat dulu saja pasti kamu capek kan". Kata delia.


"Iya aunty". Kata misha.


Setelah itu misha pergi ke kamar tamu yang sudah di siapkan. Sedangkan delia pergi ke dapur untuk membantu pelayan menyiapkan makan siang. Arya sendiri pergi ke kamarnya, qila dan quena tetap di ruang tamu dengan aktifitas mereka masing-masing.


Di sisi lain kenzo baru saja sampai di parkiran kampus, setelah itu ia bergegas menghampiri panitia yang lain. Dari kejauhan terlihat dekorasinya sudah hampir selesai di pasang.


"Nih kunci lo". Kata kenzo saat sudah di depan rena dan yang lain.


"Lh kenapa muka lo seperti kesal gitu?". Tanya rena yang melihat wajah kenzo kesal.


"Paling juga di bohongi orang tuanya ren, seperti tidak tahu saja bagaimana dia jika di suruh menemui keluarga jauhnya". Kata chris.


"Dah lah tidak usah bahas lagi, gimana apa sudah semua?". Tanya kenzo.

__ADS_1


"Untuk dekor tinggal sedikit lagi, untuk panggung tadi naura yang di sana dan dekorasi di dalam". Kata rena karena saat ini mereka sedang di luar aula yang akan di gunakan untuk acara.


"Si gavril belum kembali?". Tanya kenzo.


"Belum sepertinya". Kata rena.


"Ya sudah gue masuk dulu mau lihat yang di dalam". Kata kenzo dan rena mengangguk sedangkan chris dia dari tadi fokus mengarahkan orang yang sedang memasang dekorasi.


Kenzo masuk ke dalam aula, dan mencari keberadaan naura. Setelah menemukan keberadaan naura ia pun menghampirinya.


"Ra". Panggil kenzo membuat naura kaget hingga dia akan terjatuh dari atas kursi. Karena naura sedang memasang hiasan di dinding. Dengan sigap kenzo langsung menangkap tubuh naura.


Naura jatuh dalam dekapan kenzo, jarak wajah mereka sangat dekat. Pandangan mereka saling terkunci, tapi hanya beberapa detik karena kedatangan seseorang mengganggu moment romantis mereka.


"Oh good mata gue ternodai chris". Kata orang tersebut yang ternyata rena.


Ya, rena dan chris menghampiri mereka karena pekerjaan di luar sudah selesai. Tapi saat masuk mereka malah di suguhkan dengan adegan romantis antara kenzo dan naura.


"Gue mencium bau-bau aneh di sini ren". Goda chris.


"Bau apa itu chris? ". Tanya rena menahan tawanya.


"Bau cinta yang akan bersemi". Kata chris tertawa.


"Kalian jangan mikir yang tidak-tidak, gue hanya membantunya tadi dia akan jatuh". Kata kenzo.


"Benar apa yang di katakan si ken, dia hanya membantu gue. Lagi pula mana mungkin kita jatuh cinta kita berbeda". Kata naura.


"Jangan ngomong begitu ra, kemakan omongan sendiri baru tahu". Kata rena.


"Oh iya ken, lo tadi manggil gue ada apa? ". Tanya naura pada kenzo tanpa menanggapi perkataan rena.


"Gue hanya ingin tanya soal persiapan disini". Kata kenzo.


"Oh itu, kalau dekornya mungkin hampir selesai tapi untuk panggung tidak bisa selesai hari ini mungkin. Mengingat yang kita butuhkan sedikit luas". Kata naura.


"Tidak apa, kan acaranya juga masih minggu depan". Kata kenzo.


"Oh iya ken, lo tidak melihat para pendukung acara ini latihan?". Tanya chris.

__ADS_1


"Baiklah gue akan ke sana". Kata kenzo.


Bersambung.


__ADS_2