KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 31


__ADS_3

Di bandara arya dan yang lainnya sudah datang, tadi mereka tidak pulang dulu dan langsung meminta misha dan suaminya datang ke bandara di antar supir agar tidak banyak buang waktu.


"Bagaimana keadaan kamu ken?". Tanya misha.


"Seperti yang kakak lihat". Jawab kenzo.


"Dimana twins?". Tanya suami misha.


"Dia sedang dalam perjalanan". Jawab arya.


"Aunty, uncel misha kembali dulu ya. Maaf sudah merepotkan kalian selama misha disini". Kata misha.


"Kamu itu, kita tidak merasa di repotkan kok". Kata delia memeluk keponakannya itu.


"Kak misha". Teriak seseorang yang ternyata quena, ia sedang berlari ke arah mereka sedangkan qila berjalan cepat.


"Lain kali jangan lari-lari seperri itu, nanti jatuh". Kata misha saat quena sudah sampai di depannya.


"Hehe, takut kakak keburu pergi makannya aku lari". Kata quena mencengir kuda.


"Kamu kenapa qil, mukanya ditekuk gitu?". Tanya misha saat qila sudah di depan mereka.


"Tidak apa kak". Jawab qila.


Misha yang sudah mau berangkat pun tidak bertanya lagi, sedangkan kenzo yang sudah tahu kenapa qila tidak semangat seperti itu pun hanya menyunggingkan senyumnya di dalam masker. Setelah kepergian misha dan suaminya mereka ke parkiran untuk pergi ke tujuan masing-masing.


"Qila dan quena ikut abang, biar mobil kalian pengawal daddy yang bawa". Kata kenzo saat ini mereka sudah di parkiran.


"Kamu mau kemana lagi bang?". Tanya delia.


"Abang mau ke restoran mom, kemarin kenzo sudah bilang pada panitia dan anggota yang berpartisipasi di acara kemarin akan mentraktir makan mereka di resto". Kata kenzo.


"Pulangnya jangan larut, kamu masih harus banyak istirahat". Kata delia.


"Baik mom". Kata kenzo lalu mencium punggung tangan delia kemudian arya.


"Jaga adikmu baik-baik bang". Kata arya saat kenzo mencium punggung tangannya.


"Baik dad". Kata kenzo.

__ADS_1


Setelah itu mereka pergi ke tujuan masing-masing, sepanjang perjalanan hanya ada keheningan di dalam mobil chris. Hingga kenzo memulai pembicaraan untuk memecahkan suasana.


"Chris, gue minta lo ajuin cuti gue selama satu minggu di kampus". Kata kenzo.


"Memang lo mau kemana kok tumben ngajuin cuti di kampus?". Tanya chris mengreyitkan dahinya.


"Mommy meminta gue pulang ke masion selama luka gue belum sembuh, dan mommy juga tidak mengizinkan gue mengendarai sendiri. Jika gue pulang pergi menggunakan supir atau nebeng lo itu akan membuat anak-anak kampus curiga. Jadi gue putuskan untuk di masion dulu selama luka gue belum membaik". Jawab kenzo panjang lebar, sedangkan qila dan quena hanya mendengarkan saja pembicaraan mereka sambil bermain ponsel.


"Tapi bagaimana dengan laporan acara kemarin, kita panitia inti masih harus mengerjakannya kan? Jika lo di masion bagaimana kita bisa mengerjakannya?". Tanya chris.


"Lo bisa atur di mana tempat pertemuan itu yang jelas jangan di tempat gue". Jawab kenzo.


"Baiklah-baiklah gue mengerti maksud lo". Kata chris.


Selesai berbicara dengan chris, kenzo mengingat informasi yang tadi di katakan chris saat perjalanan menuju bandara mengenai adiknya.


"Qila". Panggil kenzo, qila yang namanya di panggil pun mengalihkan pandanganya.


"Iya bang". Jawan qila.


"Ada masalah apa lagi kamu dengannya?". Tanya kenzo.


"Maksud abang?". Tanya qila pura-pura tidak tahu malsud dari pertanyaan kenzo, padahal dia sendiri tahu pertanyaan kenzo itu menjurus kemana.


"Dan qila juga sudah tahu abang sudah mengetahui semuanya". Kata qila.


"Abang sudah sering bilang dengan kamu qila, kontrol emosi kamu. Jika kamu begini terus, abang akan pisahkan kamu dengan quena dan mengirim mu ke tempat kak rayhan". Kata kenzo.


Quena yang namanya di bawa-bawa pun mengalihkan pandangannya dari ponselnya. Kenzo tahu kelemahan kedua adiknya adalah tidak bisa berjauhan dengan waktu yang cukup lama, setiap mereka berjauhan dengan waktu yang cukup lama salah satu dari mereka pasti akan sakit.


"Loh bang, quena kan tidak salah kenapa di bawa-bawa". Kata quena.


"Abang mah tega, abang tahu jika kita tidak bisa berjauhan kenapa mengancam seperti itu". Kesal qila.


"Abang tidak mengancam qila, abang hanya memberimu peringatan agar kamu bisa mengontrol emosi kamu. Cara abang mendidik dan menjaga kamu itu berbeda dengan kak rayhan kamu tahu itu. Kamu juga tahu siapa yang paling sangat marah jika terjadi sesuatu dengan kalian berdua, kak rena, dan juga vania. Abang memintamu mengontrol emosimu agar kamu tidak kenapa-napa". Kata kenzo panjang lebar.


Qila hanya diam, benar yang di katakan kenzo. Reyhan memang sangat keras mendidik para adiknya agar bisa mengontrol emosinya. Dan dia juga orang pertama yang sangat marah jika melihat adik-adiknya tersakiti, apalagi adik perempuannya.


"Abang minta kamu pertimbangkan perkataan abang, jika kamu masih seperti ini abang benar-benar akan menghubungi kak rayhan". Kata kenzo lembut, sebenarnya ia juga tidak ingin memarahi qila seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi jika tidak seperti itu adiknya tidak akan mengerti. Mereka akhirnya sampai di parkiran restoran, sepertinya yang lain belum datang.

__ADS_1


"Lantai berapa yang kita gunakan?". Tanya kenzo pada chris.


"Lantai 2". Jawab chris.


Saat kenzo akan berbicara lagi ia melihat mobil rena memasuki area resto di ikuti mobil anak-anak yang lain.


"Twins kalian ke ruangan abang saja dulu, nanti abang menyusul". Kata kenzo.


"Baik bang". Kata mereka serempak.


Setelah itu qila dan quena masuk ke dalam resto dengan beberapa pengawal yang mengawal mereka. Rena dan anak-anak lain yang sudah memarkirkan mobil mereka pun menghampiri kenzo dan chris.


"Apa semua ikut?". Tanya kenzo saat mereka sudah di depannya.


"Gavril tidak ikut ken, dia ada urusan di luar kota". Jawab rena.


"Tidak masalah nanti kita kirim bingkisan ke rumahnya, chris bawa mereka masuk nanti gue nyusul". Kata kenzo.


"Siap ken". Kata chris.


Mereka akhirnya pergi mengikuti chris masuk ke dalam restoran, sedangkan rena dan naura masih di luar bersama kenzo.


"Bagaimana keadaan lo ken?". Tanya naura.


"Seperti lo lihat, maaf tadi tidak bisa jemput lo". Kata kenzo.


"Tidak masalah, kan sudah ada rena. Jika lo sakit kenapa tidak istirahat dulu". Kata naura.


"Berasa kek obat nyamuk gue disini". Kata rena.


"Kalian masuklah gue masih ada urusan sebentar". Kata kenzo. Naura mengangguk lalu berjalan terlebih dahulu.


"Dimana qila dan quena?". Tanya rena.


"Dia di ruangan gue, vania jika ingin bertemu mereka ikut kak ken saja". Kata kenzo.


"Iya kak". Kata vania.


"Iya udah gue masuk dulu, nitip adik gue". Kata rena lalu pergi.

__ADS_1


Setelah kepergian rena kenzo memanggil salah satu pengawal qila dan quena, untuk mengumpulkan yang lain dan meminta mereka menemuinya di ruangannya. Setelah itu ia mengajak vania ke ruangannya, yang lain tidak ada yang tahu karena letak ruangan kenzo di lantai paling atas sedangkan acara di lantai 2.


Bersambung.


__ADS_2