KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 58


__ADS_3

Kenzo dan chris hanya menanggapinya dengan anggukan kepala, lalu yang lain juga ikut menyapa. Tapi naura tidak, ia hanya diam saja sambil terus menatap kenzo.


"Lo kenapa sulit di hubungi ken?". Tanya rena.


"Sibuk dengan kerjaan". Jawab kenzo.


"Jangan dingin-dingin kenapa kak pada kita". Kata dezon.


"Di kira kulkas kali dingin". Guman chris.


"Nah itu kak chris tahu". Kata kayla.


"Ada kayla toh, kakak kira tidak ada". Kata kenzo.


"Ish kak ken mah, masak kay sebesar ini tidak kelihatan". Kesal kayla.


"Wajar jika abang berkata seperti itu kay, kamu kan biasanya langsung heboh jika melihat abang. Lah ini kamu tenang dan tidak berhambur ke pelukan abang". Kata qila.


"Kak qila mah jangan buka kartu di sini dong kak". Kata kayla.


"Sudah-sudah jangan bertengkar". Kata carlo, kenzo mengreyit heran karena merasa asing dengan dua orang di sana.


"Mereka teman baru dezon kak, namanya carlo dan alex". Kata vania memperkenalkan.


"Pantes terasa asing". Kata kenzo.


"Ken..". Kata naura terpotong.


"Tuan, anda masih ingin berbicara dengan mereka atau pergi sekarang? Jika tuan masih ingin berbicara dengan mereka saya akan menemui pak regan terlebih dahulu nanti jika semua sudah siap saya akan memanggil tuan". Kata chris memotong perkataan naura. Rena memegang pundak naura, pertanda menguatkan. Naura tersenyum pertanda ia tidak apa-apa.


"Baiklah kamu bisa menemui pak regan terlebih dahulu, saya akan ke kantin sekaligus melihat-lihat suasana di sini". Kata kenzo.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu". Kata chris dan di anggukin kepala oleh kenzo.


Setelah itu chris pergi menuju ruangan pak regan, sedangkan kenzo dan yang lain pergi ke kantin. Sepanjang perjalanan kenzo hanya diam saja sambil melihat suasana sekitar. Ternyata semua tidak ada yang berubah dari satu tahun yang lalu. Banyak yang menatap kenzo dengan kagum, sudah tampan berwibawa banget lagi.


"Bang". Panggil quena.


"Hm". Jawab kenzo sekenanya.


"Abang mau ngapain ketemu pak regan, tidak mungkin kan abang mau pindah kuliah. Secara abang kan sudah selesai kuliahnya". Tanya quena.


"Ada yang ingin abang bicarakan dengan para dekan". Jawab kenzo dingin.

__ADS_1


Setelah sampai di kantin, kenzo dan yang lain duduk di bangku tempatnya dulu berkumpul. Seisi kantin terpesona dengan aura yang di miliki oleh kenzo. Meskipun tadi mereka sudah melihat kenzo saat di parkiran.


"Kalian makan lah, nanti abang yang bayar". Kata kenzo.


"Wah beneran kak?". Tanya dezon dan kenzo mengangguk.


"Oke kita harus pesan yang banyak". Kata kayla. Kenzo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik sepupunya itu.


Mereka pun mulai memesan banyak makanan, sedangkan kenzo hanya memesan minum saja lalu ia mengotak-atik ponselnya. Ia mengecek beberapa email yang dikirim oleh sultan.


"Sebelumnya gue mau tanya ni sama lo ken". Kata gavril membuat kenzo mengalihkan pandangannya dari ponsel. Begitupun yang lain, mereka langsung melihat ke arah gavril.


"Tanya apa?". Tanya kenzo sambil meletakan ponselnya.


"Dunia kan sudah tahu tuh siapa lo sebenarnya? Nah pertanyaan gue, gue itu manggil lo gimana? Tuan muda? Tuan kenzo? Atau panggil nama seperti sebelumnya". Tanya gavril.


"Panggil nama saja". Jawab kenzo.


"Tapi kenapa chris manggil lo tuan?". Tanya rena dia memang tidak tahu jika chris sudah jarang memanggil kenzo dengan nama saja.


"Gue sudah pernah bilang ke chris untuk memanggil nama saja saat tidak ada clean atau karyawan lain. Tapi dia tidak mau, alasannya karena ingin menghormati gue". Kata kenzo.


"Kak naura tidak makan?". Tanya vania, yang melihat naura diam saja dari tadi. Kenzo pun melihat ke arah naura.


"Tidak, van. Kakak masih kenyang kok". Jawab naura tersenyum.


"Tidak perlu, qil. Nanti kakak pesan sendiri jika lapar". Jawab naura.


"Dia pasti selalu telat jika makan, seandainya lo tidak kecewain gue nay. Pasti saat ini gue tidak bersikap acuh ke lo, jujur gue kangen dengan lo. Tapi rasa kecewa gue lebih besar". Batin kenzo sambil terus menatap naura.


"Sebenarnya ada apa sih, gue merasa ada sesuatu antara tuan kenzo dan kak naura". Bisik carlo pada dezon.


"Kapan-kapan gue ceritain". Kata dezon tak kala berbisik.


"Semua gue ke toilet sebentar ya". Pamit naura, dan dianggukin kepala oleh semuanya.


"Jika lo masih mencintainya cobalah untuk memaafkannya, ken". Kata rena yang melihat kenzo terus memperhatikan kepergian naura.


"Gue sudah tidak mencintainya, ren". Kata kenzo lalu mengambil ponselnya.


"Gue kenal lo tidak sehari dua hari ken, jadi gue tahu kalau lo itu sedang berbohong". Kata rena.


"Dari tatapan abang saja sudah kelihatan bang jika abang masih memiliki perasaan dengan kak naura". Kata qila menimpali.

__ADS_1


"Apa salahnya memberikannya kesempatan lagi ken". Kata gavril. Kenzo diam saja tanpa berniat ingin membalas perkataan mereka.


Tak lama naura kembali dari toilet, naura melihat kenzo sekilas lalu duduk. Kenzo menyadari kehadiran naura tapi dia tetap fokus pada ponselnya.


"Em, ken". Panggil naura.


"Hm". Sahut kenzo tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


"Kenapa gue merasa auranya jadi menegangkan begini ya". Bisik gavril pada rena.


"Apa tidak sebaiknya kita pergi dari sini kak". Bisik quena pada qila.


"Gue ingin...". Ucapan naura terpotong, karena ponsel kenzo berbunyi. Naura hanya menghembuskan nafasnya pelan, lalu ia menunduk. Sedangkan kenzo mengangkat panggilan pada ponselnya.


"Ya hallo mom". Kata kenzo, ternyata delia yang menelponnya.


"Kamu lagi dimana bang?". Tanya delia di sebrang sana.


"Di kampus menjemput twins, mom". Jawab kenzo.


"Nanti kamu langsung pulang ke masion kan?". Tanya delia.


"Iya, kenapa". Kata kenzo.


"Nah kamu nanti mampir ke toko kue aunty evelin ya, terus nanti langsung ke masion utama saja pulangnya". Kata delia.


"Kenapa tidak minta kurir saja sih mom yang anterin?". Tanya kenzo.


"Aunty kamu bilang kurirnya lagi anterin pesanan semua, udah kamu tidak usah ngebantah. Dan jangan lupa undang naura sama gavril dan juga lainnya ya". Kata delia.


"Memang mau ada acara apa mom pakek undang mereka?". Tanya kenzo.


"Oma berniat buat syukuran kecil-kecilan atas kepulangan kamu, jika kamu mau protes sama oma saja jangan sama mommy". Kata delia.


"Kenapa undang mereka juga, katanya kecil-kecilan?". Tanya kenzo.


"Biar rame, udah pokoknya kamu ingat kata-kata mommy tadi ya. Acaranya nanti malam, jika mau datang sekarang juga tidak apa. Mommy mau lanjut masak dulu". Kata delia lalu mematikan panggilannya sepihak.


"Untung mommy gue jika tidak sudah gue omelin karena mematikan panggilan sepihak". Guman kenzo.


"Ada apa kak?". Tanya vania.


"Tidak ada, nanti malam kalian di suruh ke masion utama. Mommy mau mengadakan syukuran kecil-kecilan katanya". Kata kenzo.

__ADS_1


Saat mereka ingin bertanya chris datang, jadi mereka mengurungkan niatnya untuk bertanya.


Bersambung.


__ADS_2