
Setelah makan siang qila dan quena langsung di antar pulang oleh ray dan dezon. Karena mereka berdua masih butuh banyak istirahat agar lebih pulih lagi.
"Kak ray beneran tidak mau mampir dulu?". Tanya quena.
"Tidak sayang, kak ray masih harus kembali ke kantor soalnya. Salam saja buat om dan tante ya". Kata ray.
"Ya sudah, makasih udah mau jemput kita ya kak". Kata qila.
"Iya, kalian jangan lupa langsung istirahat. Jika mau kemana-mana hubungi kakak, jika kakak tidak sibuk pasti kak ray anterin". Kata rey tersenyum sambil mengelus pucuk kepala qila dan quena.
"Iya kak, dezon makasih udah anterin pulang". Kata quena.
"Sama-sama". Kata dezon tersenyum.
"Nggak mau mampir ke masion utama dulu lo?". Goda qila.
"Apaan sih qil, udah ah ayo kak pulang". Kata dezon malu lalu masuk ke dalam mobil duluan.
"Ya udah kak ray pulang dulu, jaga kesehatan kalian". Kata ray sambil mencium kening qila dan quena lalu masuk ke dalam mobil.
Setelah memastikan mobil ray meninggalkan masion, qila dan quena pun masuk ke dalam masion. Di ruang tamu delia dan arya sedang bersantai karena memang mereka sudah jarang ke kantor. Delia sendiri keseringan pergi ke butik dari pada kantor, karena menurutnya kantor sudah bisa di handle oleh suami dan putranya. Awalnya memang mereka ingin tinggal di masion utama setelah kenzo di publiskan, karena masion delia akan di tempati oleh kenzo. Tapi, mengingat kenzo sedang tidak di tanah air arya memutuskan untuk kembali menempati masion itu. Kenzo sendiri tidak berharap ia menempati masion itu, ia malah menyuruh orang tuanya untuk memberikan masion itu kepada qila atau quena.
"Kalian sudah pulang? Masuk ke kamar bersihkan diri kalian lalu turun makan siang". Kata arya.
"Kita sudah makan siang tadi bersama kak ray dan dezon, dad". Jawab quena.
"Lalu kenapa tidak di ajak masuk tadi mereka, sayang?". Tanya delia.
"Kak ray buru-buru kembali ke kantor mom". Jawab qila.
"Ya sudah, sekarang kalian bersih-bersih lalu istirahat". Kata delia.
"Oh iya mom, apa abang sudah bisa di hubungi?". Tanya quena sebelum pergi.
"Tadi mommy sudah menghubungi kak chris katanya abang masih sibuk makannya belum bisa berbicara dengan kita". Kata delia.
"Padahal kita kangen banget dengan abang". Kata quena sedih. Qila yang melihat adiknya sedih merasa tidak tega. Memang selama ini kenzo sulit sekali di hubungi, delia saja harus melalui chris dulu jika ingin berbicara dengan kenzo.
__ADS_1
"Nanti kakak coba hubungi lagi abang. Jadi jangan sedih lagi okey". Kata qila membujuk quena.
"Kamu hubungi kak chris aja dulu kak, nanti biar kak chris bilang ke abang". Kata arya.
"Iya dad". Kata qila.
"Ya sudah sekarang kalian istirahat sana, jangan lupa obatnya di minum". Kata delia.
"Baik mom". Kata qila dan quena serempak, lalu mereka pergi menuju kamar masing-masing.
"Sampai kapan kenzo akan seperti ini, dad?". Tanya delia sambil memandang punggung kedua putrinya yang mulai menjauh.
"Sampai hatinya tenang, kenzo tipe cowok yang jika sudah mencintai wanita akan sulit melupakannya". Kata arya.
"Iya aku tahu, karena sifat itu menurun dari kamu". Kata delia sambil memandang arya.
Arya hanya diam tanpa berniat sedikit pun menanggapi perkataan delia itu, karena dia tahu jika dia menjawabnya akan menjadi masalah baginya yang menjurus ke masa lalu mereka.
Di negara lain seorang pria tampan sedang berkutat dengan laptopnya di ruangannya. Siapa lagi jika bukan kenzo, hari-harinya ia habiskan dengan bekerja dan kuliah tanpa memikirkan hal lain. Chris sendiri merasa heran dengan perubahan kenzo yang sekarang.
Tok...tok...tok...
"Permisi tuan muda, saya ingin memberi tahu jika rapat sudah siap". Kata orang yang baru saja datang, siapa lagi jika bukan tangan kanannya yaitu chris.
"Baiklah". Kata kenzo sambil berdiri dari kursi kebesarannya.
Sepanjang perjalanan menuju ruang rapat banyak karyawan yang mengangumi ketampanan bos mereka itu. Meskipun kenzo jarang senyum, dan selalu memperlihatkan ekspresi datarnya itu tidak mengurangi sedikitpun ketampanannya. Setelah sampai di ruang rapat chris langsung membuka rapat setelah kenzo duduk di kursi kebesarannya. Saat di tengah-tengah rapat ponsel chris berdering setelah melihat siapa yang menghubunginya chris izin untuk keluar sebentar pada kenzo.
"Halo kak". Suara sapaan di sebrang sana.
"Iya nona muda, ada yang bisa saya bantu?". Tanya chris to the point, ya yang menelfon adalah qila.
"Tidak usah terlalu formal kak, oh iya apa kakak sedang bersama abang?". Tanya balik qila.
"Tuan muda sedang memimpin rapat, nona". Kata chris.
"Oh begitu ya, kalau begitu tolong nanti sampaiin ke abang ya kak jika qila telfon ingin berbicara dengan abang". Kata qila.
__ADS_1
"Baik nona". Kata chris.
"Ya sudah kak, qila tutup dulu telfonnya. Bye kak chris". Kata qila lalu mematikan panggilannya sepihak.
"Apa keluarga kenzo semua seperti itu, suka sekali mematikan panggilan sepihak. Lagian si kenzo kenapa sih marah sama naura kenapa keluarganya juga di diemin. Jika begini kan aq juga yang repot". Gerutu chris.
Setelah itu chris masuk kembali ke ruang meeting untuk mendampingi kenzo. Sudah berjam-jam meeting berlangsung tapi kenapa tidak selesai-selesai. Padahal dari tadi yang di bahas kenzo hanya itu-itu saja. Kira-kira begitulah batin chris, dan akhirnya setelah menyampaikan masukan terakhirnya kenzo menutup meeting tersebut. Setelah itu ia keluar dari ruang meeting menuju ruangannya.
"Apa jadwal saya setelah ini?". Tanya kenzo pada chris yang berjalan di belakangnya.
"Untuk beberapa jam ke depan anda hanya di ruangan tuan, lalu nanti malam anda ada undangan makan malam bersama tuan Marga". Jawab chris.
"Kau saja yang menghadiri undangan tersebut, jika kau tidak mau bisa batalkan saja. Malam ini saya mau bertemu oma, ada yang ingin saya bicarakan dengan oma". Kata kenzo.
"Baik tuan". Kata chris.
"Kamu bisa kembali keruangan mu". Perintah kenzo.
"Baik tuan, oh iya tuan tadi nona qila menelfon. Nona berpesan jika tuan sudah selesai rapat, tuan di minta menghubungi nona. Katanya ada yang mau nona bicarakan dengan tuan". Kata chris, kenzo hanya mengangguk
Setelah itu chris pergi meninggalkan ruangan kenzo. Dan kenzo langsung mengambil ponselnya yang dia simpan di dalam laci. Setelah membuka ponselnya ternya banyak sekali pesan dan juga panggilan tak terjawab dari adiknya dan juga dari naura juga tentunya. Kenzo pun menghubungi nomor qila, tapi tidak di jawab. Kemudian dia juga menghubungi quena, dan sama saja tidak di jawab.
"Katanya suruh menghubungi, giliran di hubungi malah tidak di angkat". Gerutu kenzo.
"Aku hubungi mommy saja". Lanjutnya.
"Halo bang, ada apa tumben hubungi mommy". Tanya delia di sebrang sana.
"Kenzo cuma mau tanya mom, qila dan quena kemana tadi chris bilang mereka telfon dan ingin bicara dengan kenzo. Tapi ini kenzo hubungi kok tidak di angkat". Kata kenzo.
"Mungkin mereka tidur, adikmu baru saja pulang dari kampus soalnya". Kata delia.
"Begitu ya, ya sudah mom. Nanti kenzo akan hubungi mereka lagi jika sudah bangun". Kata kenzo.
"Baiklah". Kata delia.
Setelah itu panggilan pun terputus, dan kenzo kembali melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Bersambung.