
Sore harinya sepulang dari kantor kenzo memutuskan untuk pulang ke masion terlebih dahulu karena pakaian yang akan dia kenakan di antar ke masion oleh kurir mommynya. Sedangkan rena dan yang lain saat ini sudah dalam perjalanan menuju lokasi.
"Bagaimana dengan perusahaan cabang ken?". Tanya arya yang saat itu berada di ruang tamu.
"Masalahnya cukup serius dad, besok kenzo akan ke sana". Jawab kenzo.
"Lalu bagaimana dengan kuliah kamu?". Tanya arya, karena dia tahu menangani masalah yang cukup serius tidak bisa dalam waktu singkat.
"Mungkin kenzo akan pindah kuliah ke sana dad, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Ken akan ke sana beberapa hari dulu, jika dalam beberapa hari sudah bisa di tangani ken akan kembali ke tanah air lagi. Tapi jika tidak terpaksa ken pindah kuliah ke sana". Kata kenzo.
"Daddy tahu ini berat untukmu, di satu sisi cintamu dan di sisi lain tanggung jawab mu". Kata arya. Kenzo hanya tersenyum menanggapi perkataan arya.
Memang benar ini berat untuknya, bagaimana tidak?. Di saat dia ingin menjalin sebuah hubungan di saat itu juga perusahaannya mengalami masalah yang mengharuskan dia pergi lama. Dia ingin membatalkan acara malam ini, tapi itu tidak mungkin karena rena sudah dalam perjalanan ke sana. Tapi jika dia tetap melanjutkan acara ini, sia-sia juga jika nanti naura menerimanya dia harus pergi jauh.
"Ken ke kamar dulu dad". Pamit kenzo dan arya hanya mengangguk. Tak lama setelah kepergian kenzo delia datang dengan membawa secangkir teh.
"Tadi aku seperti mendengar suara kenzo sayang". Kata delia.
"Iya, dia sedang bersiap di kamarnya". Kata arya.
"Lalu bagaimana dengan masalah perusahaan?". Tanya delia.
"Katanya besok dia akan ke sana". Jawab arya sambil menikmati tehnya.
"Apa tidak sebaiknya kita saja yang ke sana?". Tanya delia.
"Kamu tahu sendiri bagaimana kenzo, perusahaan sudah tanggung jawabnya. Dia tidak akan mengizinkan kita ikut campur lagi". Kata arya.
"Kamu benar". Kata delia.
Setelah semua siap kenzo pergi meninggalkan masion bersama dengan chris. Tadi dia bilang pada chris untuk menjemputnya karena dia malas menyetir sendiri. Rena dan yang lain saat ini sedang berada di sebuah restoran tak jauh dari lokasi.
"Ren masih lama tidak?". Tanya naura.
"Bentar lagi, kenapa?". Tanya balik rena.
"Gue takut pulang kemalaman". Kata naura.
"Tadi gue kan udah izinin ke ortu lo". Kata rena.
"Tapi ren...". Kata naura terpotong karena suara dering ponsel rena.
"Bentar ra, ada pesan gue lihat dulu". Kata rena memotong ucapan naura.
__ADS_1
Naura hanya menghembuskan nafas kasar, sedangkan qila, quena, dan vania menahan tawanya karena melihat naura kesal. Naura hanya tidak nyaman memakai gaun seperti itu, karena itu ia ingin buru-buru pulang. Rena melihat siapa yang mengiriminya pesan, ternyata chris.
^^^@Chris_Nyebelin.^^^
^^^Gue dan kenzo sudah di lokasi, lo bisa bawa naura ke sini. Jangan lupa tutup matanya dan tuntun dia sampai di meja. Qila dan yang lain suruh saja menghampiri gue.^^^
@Si_Rena.
Lo di mana?
^^^@Chris_Nyebelin.^^^
^^^Lo ikutin saja arah karpet, nanti juga lihat gue.^^^
@Si_Rena.
Oke.
Setelah berbalas pesan dengan chris, rena langsung mengajak naura dan yang lain ke lokasi. Sedangkan chris dan kenzo yang sedang menunggu kedatangan mereka melihat sekitar. Tiba-tiba ponselnya berdering, kenzo pun melihat siapa yang menelfon. Ternyata orang kepercayaannya yang berada di malaysia. Kenzo pun menjauh sedikit dari tempatnya berada. Chris hanya melihatnya sekilas lalu memperhatikan rena dan yang lain yang mulai mendekat.
"Rena lo mau bawa gue kemana sih? Pakek acara tutup mata segala lagi". Omel naura.
"Gue mau kasih kejutan buat lo, jadi lo nurut saja ma gue". Kata rena.
"Udahlah kak nurut saja dengan kak rena". Kata qila menimpali.
"Iya deh iya". Kata naura pasrah.
Rena yang melihat chris pun memberi kode pada qila dan yang lain untuk menghampiri chris. Mereka hanya mengangguk tanda mengerti. Rena terus menuntun naura hingga sampai di samping meja yang sudah di siapkan.
"Kak chris, dimana abang?". Tanya quena saat sampai di depan chris.
"Tuh, lagi terima telfon". Jawab chris sambil menunjuk ke arah kenzo.
"Dekorasinya bagus kak". Kata vania.
"Jelas dong siapa dulu yang menyiapkan". Kata chris dengan sombongnya.
"Mulai deh sifat sombongnya muncul". Kata qila memutar bola matanya malas, sedangkan chris hanya mencengir kuda.
"Kalian sudah sampai". Kata kenzo tiba-tiba datang dan langsung memeluk dan mencium kening adiknya. Itu sudah kebiasaan kenzo jik sedang bersama kedua adiknya. Kecuali di area kampus, atau saat kenzo tidak menjadi orang kaya.
"Baru sampai kok kak". Kata vania.
__ADS_1
"Mending lo ke sana deh ken". Kata chris.
"Ya sudah, gue ke sana dulu. Oh iya nanti ada yang mau gue bicarain dengan lo". Kata kenzo.
"Gue suruh nungguin kalian selesai gitu?". Tanya chris.
"Jika kalian mau pulang duluan tidak apa, tapi nanti mobil lo tinggal sini buat gue bawa". Kata kenzo.
"Oh oke gue paham". Kata chris.
Setelah itu kenzo menghampiri naura dan rena. Rena pun mengentikan langkahnya saat sudah di dekat meja. Lalu ia melihat kenzo yang sedang menghampirinya, rena hanya tersenyum dan kenzo menanggapinya dengan anggukan.
"Setelah gue lepas tangan gue, lo bisa buka mata oke". Kata rena.
"Iya-iya ren". Jawab naura.
Rena menggeser tubuhnya sedikit, lalu kenzo berada di belakang naura. Setelah itu rena melepas tangannya yang menutup mata naura, lalu ia pergi meninggalkan mereka. Naura mulai membuka matanya perlahan, setelah matanya terbuka betapa terkejutnya dia melihat dekorasi yang ada di pantai tersebut.
"Apa kamu menyukainya?". Tanya kenzo yang membuat naura kaget lalu berbalik.
"Kenzo". Kaget naura. Sedangkan kenzo hanya tersenyum tipis.
"Apa kamu menyukai dekorasinya?". Tanya kenzo lagi.
"Apa semua ini lo yang nyiapin?". Bukannya menjawab naura malah balik bertanya.
"Bukan gue, tapi chris yang nyiapin atas permintaan gue". Kata kenzo jujur.
"Lalu dalam rangka apa lo menyiapkan ini semua?". Tanya naura.
"Gue hanya ingin makan malam sama lo, sekalian mengingat sebuah kenangan". Kata kenzo.
"Kenangan?". Tanya naura mengreyitkan dahinya.
"Oh iya gue ingat, kita pertama kali bertemu di pantai ini kan". Lanjutnya.
"Bukan pertama kali nay, tapi yang ke dua kali". Batin kenzo.
"Ya sudah ngobrolnya sambil duduk saja". Kata kenzo menarik bangku dan mempersilahkan naura duduk.
Setelah itu kenzo pun ikut duduk di depan naura, karena memang hanya ada 2 bangku di sana. Mereka berbincang sambil menikmati hidangan yang sudah di sediakan. Terkadang kenzo juga menyuapi naura, dan kenzo juga membersihkan bibir naura jika ada bekas makanan yang belepotan. Hal itu membuat naura merasa baper, karena belum pernah ada cowok yang memperlakukannya seperti itu.
"Jangan seperti ini ken, jantung gue beneran tidak aman jika lo bersikap manis terus seperti ini dengan gue. Gue rasa gue sudah mulai jatuh cinta dengan lo". Batin naura tersenyum.
__ADS_1
Bersambung.