KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 84


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana quena akan berangkat ke London, tapi quena akan berangkat hanya bersama Naura dan juga Chris. Karena Kenzo harus terbang ke Jerman kemarin. 2 hari lalu Will mengabari Kenzo jika dia belum bisa pindah tugas ke perusahaan pusat karena perusahaan di sana lagi ada masalah. Mau tidak mau Kenzo harus turun tangan. Nantinya setelah mengantar Naura dan quena Chris juga akan menyusul ke sana agar masalahnya cepat selesai.


"Jaga diri kalian baik-baik disana, quena harus nurut dengan kak Naura dan juga Abang". Kata Delia sambil memeluk putri dan menantunya bergantian. Mereka saat ini sedang berada di bandara.


"Iya mom". Kata quena, sedangkan Naura hanya menjawab perkataan Delia dengan anggukan kepala.


"Mommy dan Daddy akan usahakan menjenguk kalian disana jika ada waktu luang". Kata Arya.


"Iya dad, mommy dan Daddy tidak perlu khawatir. Lagi pula nanti Abang juga kesana kan". Kata quena.


"Belajar yang pintar. Ingat quen, jika ada apa-apa bilang sama Abang atau kak Naura, jangan sampai buat Abang marah". Kata Delia.


"Iya mom". Jawab quena.


"Chris, tolong anterin mereka sampai masion ya. Tante khawatir soalnya". Kata Delia.


"Iya tan, Tante tenang saja. Aku akan mengantarkan mereka sampai masion dengan selamat". Kata Chris.


"Kenapa kamu diam saja, nay?". Tanya Arya pada sang menantu.


"Tidak papa, dad. Nay hanya merasa khawatir meninggalkan mamah sendiri, besok Aurel akan berangkat ke Korea soalnya". Kata Naura jujur.


"Bukannya mommymu sudah menempatkan satu pelayan di sana. Jadi kamu tidak perlu khawatir, jika ada apa-apa kami akan mengabari kalian". Kata Lia yang memang ikut mengantarkan sang putra.


"Iya aunty". Kata Naura


Memang dia dari kemarin merasa cemas akan keadaan ibunya, setelah Aurel diam-diam menceritakan keadaan ibunya setelah pesta pernikahannya waktu itu. Ibunya jatuh sakit beberapa hari, tapi tidak mau memberi tahu Naura takut membuat Naura khawatir.


Setelah selesai berpamitan mereka akhirnya mulai memasuki pesawat, mereka akan berangkat menggunakan pesawat pribadi milik Delia karena pesawat pribadi milik keluarga Arya di gunakan Kenzo kemarin dan saat ini belum bisa kembali. Para orang tua pun pulang ke rumah masing-masing. Di perjalanan pulang Delia hanya menatap ke luar jendela. Dia merasa masion akan sepi kembali setelah beberapa tahun masion ramai akan kehadiran qila dan quena waktu itu.


"Kita akan tinggal di masion utama agar kamu tidak terlalu kesepian". Kata Arya yang membuyarkan lamunan Delia. Delia yang mendengar perkataan Arya pun menatapnya.

__ADS_1


"Terserah kamu saja". Kata Delia lesu, dia hari ini benar-benar sedang tidak ingin berbicara atau melakukan apapun.


Arya hanya diam, ia memahami apa yang di rasakan oleh Delia karena ia pun merasakan kesepian setelah keberangkatan sang putri. Di pesawat Naura sedang menatap quena yang ada di sampingnya.


"Quen, are you okey?". Tanya Naura saat melihat quena menatap keluar jendela.


Quena yang mendapat pertanyaan tersebut pun menoleh ke arah Naura, dan bukannya menjawab quena malah berhambur ke pelukan Naura.


"Ada apa? Apa ada masalah?". Tanya Naura lagi sambil mengusap pucuk kepala quena. Sedangkan quena hanya diam saja, entah kenapa setiap kali pelukan dengan Naura ia merasa tenang seperti saat bersama sang mommy.


"Baiklah jika kamu belum mau cerita kakak tidak akan memaksamu". Kata Naura.


Lalu mereka kembali diam sambil memeluk satu sama lain. Naura merasa memang suasana hati quena saat ini sedang tidak baik-baik saja, jadi dia membiarkan quena tenang dulu.


"Nay, sepertinya perjalanan kita akan cukup lama. Lebih baik kamu dan quena istirahat". Kata Chris tiba-tiba datang. Karena mereka menggunakan pesawat pribadi jadi di dalamnya ada ruang pribadi untuk istirahat.


"Baiklah Chris". Kata Naura.


"Boleh kok quen, kalian istirahat saja di ruang pribadi milik Kenzo". Kata Chris, dia tidak menyuruh tidur di ruang pribadi milik quena karena ruangan itu juga dulunya tempat qila takutnya quena semakin sedih.


"Ya sudah Chris aku tinggal dulu, kamu juga jangan lupa istirahat". Kata Naura.


"Iya nay, kalau ada apa-apa bilang saja pada pramugari atau cari aku di ruangan sebelah ruangan milik Kenzo". Kata Chris yang di jawab anggukan oleh Naura, setelah itu Naura pergi ke ruangan pribadi Kenzo.


Sedangkan Chris duduk di sambil mengerjakan beberapa pekerjaan. Di Jerman Kenzo baru saja selesai mengadakan pertemuan dengan semua kepala devisi. Masalah kali ini cukup rumit karena ada yang korupsi di perusahaannya. Ini membuat dia jadi berfikir dua kali untuk memindahkan Will ke tanah air.


"Bagaimana? Apa sudah ada info siapa akarnya?". Tanya Kenzo pada Will sambil membelak balik kan kertas.


"Belum tuan muda, sepertinya kali ini akarnya bukan orang sembarangan. Makannya sedikit sulit mendapatkan informasi tentangnya". Kata Will.


"Sepertinya setelah masalah ini selesai kamu tidak perlu pindah ke tanah air Will, saya akan fikirkan lagi nanti siapa yang akan berada di perusahaan pusat". Kata Kenzo.

__ADS_1


"Memang kenapa tuan?". Tanya Will.


"Baru ada rencana kamu akan saya pindah tugaskan saja sudah ada yang berani cari masalah, apalagi jika kamu benar-benar jadi saya pindah tugaskan". Kata Kenzo.


"Kamu terus cari tahu siapa akarnya, sambil menunggu Chris menyusul kesini, dan kerahkan beberapa orang kita untuk mengawasi orang-orang yang ikut campur dalam masalah ini". Lanjut Kenzo.


"Baik tuan". Kata Will.


"Kamu bisa kembali ke ruangan mu, dan terus kabari Chris agar dia juga bisa membantu dari sana. Karena dia mungkin lusa baru bisa datang". Kata Kenzo.


"Baik tuan". Kata Will.


Setelah itu Will kembali ke ruangannya, sedangkan Kenzo mencoba menghubungi orang tuanya untuk membicarakan masalah ini. Mungkin selama dia di London sang Daddy bisa turun tangan dulu memantau perusahaan pusat.


"Halo, ada apa bang? Apa masalahnya sudah selesai?". Tanya Arya di sebrang sana.


"Belum dad, aku telfon Daddy cuma mau bilang kalau sepertinya Will tidak jadi aku tempatkan di perusahaan pusat". Kata Kenzo.


"Oh begitu, Daddy faham maksud kamu. Memang sebaiknya Will biar di sana saja. Masalah perusahaan pusat nanti Daddy akan coba tanyakan pada Rena apa dia bisa menghandle sekalian apa tidak". Kata Arya panjang lebar.


"Bukannya aku tidak percaya Rena, dad. Tapi perusahaan Rena juga tak kalah besar dengan perusahaan kita, pasti dia sudah sangat sibuk memantau perusahaannya sendiri". Kata Kenzo.


"Kamu benar bang, lalu bagaimana solusi yang kamu buat?". Tanya Arya.


"Kalau menurut aku, Daddy tolong handle dulu selama aku menemani quena. Tidak terlalu sering ke perusahaan juga tidak apa dad, nanti aku akan usahakan sering datang kesana untuk pengecekkan". Kata Kenzo.


"Em iya-iya Daddy paham, baiklah Daddy akan memantaunya kamu tenang saja." Kata Arya.


"Makasih, dad. Kalau gitu Kenzo tutup dulu telfonnya". Kata Kenzo yang hanya di jawab deheman oleh Arya.


Setelah itu Kenzo pun melanjutkan pekerjaannya .

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2