
Ya, pria tersebut adalah kenzo, ia baru saja tiba dan langsung di sambut oleh sultan dan chris di lobby.
"Kenapa muka anda pucat tuan lion?". Tanya kenzo yang sudah berada di atas panggung.
"Saya rasa kado pertunangan yang saya berikan cukup membuat anda terkejut". Lanjut kenzo tersenyum mengejek.
Lion hanya diam saja mendengar perkataan kenzo, mungkin dia bisa menyanggah jika menghadapi orang selain kenzo. Tapi jika menghadapi kenzo seketika dia mati kutu.
"Ken, bisa kamu jelaskan maksud dari semua ini pada kami?". Tanya rina.
"Apakah tuan lion ingin menjelaskan semua sendiri?". Tata kenzo. "Tapi sepertinya anda sedang kurang sehat jadi biar saya bantu jelaskan". Lanjutnya. Lalu kenzo mengambil microfon dari pembawa acara.
Kemudian kenzo menjelaskan dari awal sampai akhir, orang tua ajeng benar-benar tidak menyangka lion orang yang sangat licik. Sedangkan ajeng sudah sangat kecewa dengan lion dan dia memilih pergi meninggalkan aula acara. Avram pun pergi mengejar ajeng, tapi sebelum pergi dia memberi peringatan pada lion.
"Urusan kita belum selesai". Kata avram lalu pergi.
"Biarkan saja mereka berdua menyelesaikan urusan mereka, aunty". Kata kenzo yang melihat rina akan mengejar ajeng dan avram.
"Tapi ken". Kata rina ragu. Karena dia sangat menghawatirkan keadaan putrinya.
"Percaya pada kenzo, kak avram pasti bisa menenangkan kak ajeng". Kata kenzo. Dan rina hanya mengangguk, lalu ia turun dari panggung dan menghampiri suaminya.
Sedangkan kenzo masih di atas panggung bersama lion. Melihat lion yang diam saja membuat kenzo tersenyum miring. Lalu ia membubarkan para tamu undangan yang hadir di acara tersebut. Para tamu undangan keluar dari hoten dengan saling berbisik membicarakan lion. Keluarga ajeng merasa malu dengan kejadian ini. Setelah membubarkan tamu undangan kenzo dan yang lain pun pergi meninggalkan aula pertunangan. Dan kembali ke kamar masing- masing.
Setelah membersihkan dirinya kenzo pun merebahkan tubuhnya di ranjang. Kemudian ia mengambil ponselnya untuk menghubungi naura. Ia lupa seharian ini belum menghubungi naura. Kenzo pun mengreyitkan dahinya, karena sudah berulang kali ia menelfon naura tapi tidak ada jawaban. Kemudian ia menghubungi rena, tapi juga tidak di angkat.
"Kemana sih sebenarnya mereka, kenapa tidak ada yang menjawab telfon dari gue". Guman kenzo masih dengan mengotak atik ponselnya.
Kenzo pun akhirnya memutuskan untuk beristirahat. Tapi baru saja ia memejamkan matanya ada yang mengetuk pintu kamarnya.
__ADS_1
"Siapa sih ganggu orang mau istirahat saja". Guman kenzo sambil berjalan menuju pintu.
"Daddy". Kata kenzo saat pintu terbuka tenyata arya lah yang datang.
"Apa daddy mengganggu kamu bang?". Tanya arya.
"Tidak kok, dad. Emang ada perlu apa daddy menemui kenzo?". Kata kenzo.
"Ada yang mau daddy tanyain ke kamu, ini soal proyek yang di jerman". Kata arya.
"Oh itu, lebih baik kita bicarain di dalam saja dad". Kata kenzo dan di jawab anggukan kepala oleh arya.
Jika kenzo sedang sibuk membicarakan masalah kantor dengan sang daddy. Di sisi lain qila dan quena sedang meminta pendapat sang mommy. Mereka terus saja bertanya tentang ulang tahun mereka berdua nanti. Mulai dari konsepnya, dreescodenya, kue ulang tahun, dan lain sebagainya.
"Mom, apa abang akan pulang saat ulang tahun kita nanti?". Tanya qila pada sang mommy.
"Mommy belum tau kak, coba nanti kalian tanya sendiri ke abang". Jawab delia.
"Abang sedang bicara dengan daddy quen, nanti saja menemui abangnya. Lebih baik sekarang kalian istirahat dulu, sebelum kita kembali ke masion nanti". Kata delia.
"Oke mom". Kata qila dan quena serempak.
Setelah itu qila dan quena kembali ke ke kamr masing - masing untuk beristirahat. Delia yang merasa jenuh pun pergi ke kamar rina untuk bertanya soal ajeng. Tapi saat baru keluar ia melihat rina juga keluar dari kamarnya.
"Kakak mau kemana?". Tanya delia.
"Kakak mau kembali ke masion dulu del, tadi avram telfon katanya ajeng pingsan dan avram langsung membawanya ke masion". Kata rina.
"Baiklah kak, nanti delia menyusul. Sekalian delia selesaiin yang di sini dulu". Kata delia.
__ADS_1
"Iya makasih del, kakak duluan ya". Kata rina dan di balas anggukan kepala oleh delia.
Setelah kepergian rina delia pun pergi ke kamar qila dan quena untuk memberi tahu bahwa mereka akan kembali ke masion sekarang. Tak lupa delia juga memberi tahu yang lain juga mengenai keadaan ajeng. Setelah urusan di hotel selesai mereka semua pun kembali ke masion. Sesampainya di masion dokter masih memeriksa keadaan ajeng.
"Bagaimana keadaan putri saya dok?". Tanya rina setelah dokter memeriksa.
"Nona ajeng hanya kelelahan dan syok, keadaannya tidak terlalu menghawatirkan. Setelah sadar nanti tolong berikan obat ini padanya. Dan jika bisa buat dia selalu bahagia, itu akan membuatnya cepat membaik". Kata dokter dengan memberikan sebuah resep obat.
"Stukurlah jika keadaannya tidak menghawatirkan". Kata delia.
"Baiklah jika begitu saya permisi dulu". Pamit sang dokter.
"Baik dok, terima kasih atas bantuannya". Kata avram.
Dokter pun pergi, begitu pun semua keluarga yang ikut meninggalkan kamar ajeng. Agar ajeng bisa beristirahat. Tapi avram sejak tadi tidak mau meninggalkan ajeng sedikit pun. Jadi rina membiarkan avram tetap menemani ajeng.
Di sisi lain kenzo sedang berpamitan dengan semua keluarga karena saat itu dia harus kembali ke jerman. Delia sendiri meminta kenzo untuk kembali besok karena dia masih kangen dengan kenzo. Karena semenjak kenzo memutuskan untuk kembali menempati apartemen ia sangat jarang ketemu dengan kenzo.
"Jika sudah sampai jangan lupa kabari mommy, bang." Kata Delia sambil memeluk sang putra.
"Iya mom". Kata Kenzo.
"Abang nanti pulang kan saat kita ulang tahun?". Tanya qila pada sang kakak.
"Abang usahakan ya, nanti jika Abang tidak bisa pulang, Abang akan minta Chris untuk menyiapkan kado untuk kalian". Kata Kenzo pada kedua adiknya.
"Tapi yang kita mau Abang pulang, dari dulu setiap kita ulang tahun Abang tidak datang karena alasan takut di lihat publik. Tapi sekarang kan semua sudah tau siapa Abang jadi tidak ada alasan lagi untuk Abang menghindari publik". Kata quena panjang lebar.
"Semua tergantung pekerjaan Abang twins. Jika tidak banyak bisa lah Abang tinggal sebentar." Kata Kenzo membujuk sang adik.
__ADS_1
Qila dan quena hanya bisa diam mendengar jawaban sang kakak. Dia merasa sedih karena Kenzo seperti tidak ingin datang di hari ulang tahun mereka. Padahal bukan karena tidak ingin datang tapi memang karena pekerjaan Kenzo yang mungkin akan menumpuk nantinya. Setelah berpamitan dengan semua orang Kenzo pun pergi menuju bandara. Begitupun Chris yang harus ikut kembali ke Indonesia. Karena perusahaan di sana tidak ada yang memantau.
Bersambung.