
Kenzo mulai menghitung, dan saat hitungan ketiga pita pun terputus dan semua tamu bertepuk tangan. Qila dan quena kembali memeluk sang Abang. Mereka merasa sangat senang dengan hadiah dari sang kakak.
"Terima kasih bang". Kata mereka berdua.
"Kelolah baik-baik hotel ini, Abang membangun ini untuk kalian agar kalian tidak hanya mengandalkan pemasukan dari rumah sakit saja nantinya". Kata Kenzo. Setelah itu Kenzo kembali melanjutkan memberikan pengumuman yang tadi sempat tertunda.
"Sebelum saya lanjutkan perkataan saya tadi, saya meminta untuk Naura bisa naik ke atas panggung". Kata Kenzo.
Naura merasa ragu untuk naik ke atas panggung, tapi dengan paksaan dari Rena akhirnya ia naik ke atas panggung dan berdiri di depan Kenzo.
"Informasi yang ketiga atau yang terakhir adalah tepat dihari spesial kedua adik saya ini, saya ingin melamar Naura untuk menjadi istri saya. Naura Will you marry me?". Tanya Kenzo sambil berlutut di depan Naura dan menyerahkan sebuah cicin permata yang di pesan khusus olehnya.
Naura hanya bisa menutup mulutnya karena merasa terkejut dengan tindakan Kenzo. Berbeda dengan keluarga dan para tamu undangan yang lain, mereka merasa iri, bahagia, dan juga terkejut juga. Naura merasa ragu untuk menjawab lamaran Kenzo karena dia bukan orang yang setara dengan Kenzo. Dia menatap ibunya dan juga keluarga Kenzo lainnya. Mereka semua menganggukkan kepala tanda bahwa mereka menerima Naura sebagai bagian dari keluarga mereka.
"Ya aku mau". Kata Naura yang langsung di sambut tepuk tangan semua orang.
Kenzo pun langsung memasang cincin tersebut di jari manis Naura. Lalu ia memeluk Naura dengan bahagia. Saat semua orang sedang terlena dengan keharmonisan pasangan tersebut, tiba-tiba....
Doooorrrr
"Qila, kak qila". Teriak quena dan Delia saat sebuah peluru mengenai qila.
Kenzo yang mendengar terikan mommy dan adiknya pun melepas pelukannya dan melihat ke arah qila. Dan benar saja qila sudah ambruk dengan berlumuran darah. Dan tamu undangan yang lain berhamburan keluar dari gedung. Arya pun langsung mengangkat putrinya itu ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit. Sedangkan Kenzo tidak ikut ke rumah sakit karena dia sedang mengejar seseorang yang dia curigai pelaku dari penembakan adiknya itu. Tapi dia kehilangan jejak orang tersebut.
"Tuan". Panggil Chris yang baru datang.
"Semua sudah pergi?". Tanya Kenzo dengan berusaha tenang.
"Sudah tuan". Kata Chris.
__ADS_1
"Kumpulkan semua pengawal dan keamanan yang bertugas malam ini di lobi". Kata Kenzo lalu pergi.
Chris hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, dia tahu Kenzo sedang marah besar sekarang. Kemudian ia menjalankan tugas dari Kenzo. Setelah 15 menit semua sudah berkumpul di lobi hotel. Kenzo datang dengan di dampingi Chris disampingnya.
"Maaf tuan ada beberapa pengawal yang sedang mengejar orang yang anda curigai tadi tuan". Kata Chris, dan Kenzo hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Kalian semua pasti tahu kenapa kalian dikumpulkan di sini bukan?". Tanya Kenzo dengan dinginnya.
"Kami tahu tuan". Jawab mereka serempak dengan rasa takut karena mereka melihat jelas raut wajah kemarahan Kenzo.
"Lalu apa gunanya saya menugaskan kalian semua disini jika kejadian ini tetap terjadi". Bentak Kenzo.
"Saya memperkerjakan kalian disini untuk menjaga keselamatan keluarga saya dari suruhan orang itu, tapi kenapa masih kecolongan. Bukannya kalian sudah memeriksa setiap tamu yang masuk". Kata Kenzo penuh amarah.
"Saya ingin kalian temukan pelaku dari penembakan ini bagaimana pun caranya. Jika perlu temukan juga siapa dalangnya. Meskipun saya sudah tahu siapa dalangnya". Lanjut Kenzo.
"Siap tuan muda". Jawab mereka serempak.
"Baik tuan". Kata Chris.
Kenzo pun pergi meninggalkan area hotel dan meluncur ke rumah sakit. Setelah beberapa menit ia pun sampai di rumah sakit dan langsung bergegas ke UGD. Dari kejauhan ia melihat sang mommy yang menangis di pelukan sang Daddy dan adiknya quena di pelukan Naura. Sebenarnya ada keluarga yang lain juga tapi mereka berusaha menenangkan pasangan masing-masing.
"Dad". Panggil Kenzo. Arya hanya menoleh dengan menganggukkan kepala dengan tanda bahwa adiknya qila akan baik-baik saja.
Kenzo mengerti jika dokter belum memberikan informasi mengenai keadaan qila. Kemudian ia mendekati quena dan Naura.
"Twins". Panggil Kenzo.
"Bang, huuuwwaaa". Tangis quena pecah di pelukan Kenzo.
__ADS_1
"Kamu yang tenang kak qila pasti baik-baik saja". Kata Kenzo berusaha menenangkan adiknya. Padahal dia sendiri juga ingin menangis melihat kondisi adiknya yang satu lagi.
"Aku tau kamu sebenarnya juga merasa sedih Ken, tapi kamu berusaha tegar untuk keluarga kamu". Batin Naura sambil melihat Kenzo yang sedang menenangkan quena.
"Bagaimana keadaan cucuku, ric?". Tanya opa addi saat Rico keluar dari UGD.
"Saya dan tim dokter lainnya minta maaf om, tapi nyawa qila tidak bisa tertolong". Kata Rico dengan sedih.
"Tiiiidaaak, qqqiiiilllaaa". Teriak Delia histeris, begitupun quena dan mamah Arya. Kenzo pun langsung menerobos masuk ke dalam UGD mendengar kabar duka tersebut. Sedangkan Naura dkk mengambil alih untuk menenangkan quena.
"Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi peluru yang mengenai qila tepat pada jantungnya. Sepertinya penembak tersebut memang sudah alhi dalam menembak". Kata Rico.
"Apa kami bisa melihatnya?". Tanya Arya.
"Silahkan, saya permisi dulu mau mengurus untuk pemulangan jenazah qila". Pamit Rico.
Semua pun masuk untuk melihat jenazah qila, di dalam terlihat Kenzo yang sudah meluapkan kesedihannya dengan memeluk jenazah sang adik.
"Twins, bangun. Abang tau kamu kuat, kamu pasti hanya tidur kan. Kamu dah janji kan sama Abang jika kamu akan jadi pengiring pengantin saat Abang nikah nanti dengan kak Naura. Abang juga sudah berikan kado yang kamu minta untuk melamar kak Naura. Abang mohon bangun lah twins". Kata Kenzo berusaha membangunkan sang adik.
"Ken". Panggil Naura dengan mengelus pundak Kenzo.
"Ra, qila Ra". Kata Kenzo dengan air mata yang terus mengalir.
"Kamu yang sabar ya, kamu harus kuat demi keluarga kamu, ingat masih ada quena yang harus kamu jaga". Kata Naura.
"Kak bangun kak, kamu tega banget sih tinggalin mommy. Ayo bangunlah kak, apa kamu nggak kasihan lihat mommy dan adik mu quena menangis seperti ini. Bukannya kamu paling tidak suka jika melihat mommy ataupun adik mu menangis. Bangun lah kak". Kata Delia.
Semua orang merasa sedih dengan kepergian qila, terutama quena yang memang saudara kembarnya dan kemanapun selalu bersama qila. Saking capeknya menangis quena sampai pingsang.
__ADS_1
Pagi harinya semua orang pergi ke masion utama untuk mengurus pemakaman qila, Delia dan Arya sendiri masih di rumah sakit untuk mengurus kepulangan qila. Quena pun sudah di bawa ke masion utama oleh Kenzo saat sudah sadar tadi. Dikamarnya quena menangis tanpa henti. Rena dan yang lain berusaha terus menengkannya.
Bersambung.