
Saat chris akan berbicara lagi ia mendengar suara mobil, saat melihat kebawah ternyata mobil rena yang berjalan pergi meninggalkan masion. Kamar kenzo memang berada di bagian depan. Yang langsung menghadap ke gerbang, jadi jika di lihat dari balkon kamar kenzo semua terlihat sampai di gerbang.
"Lo tidak mau keluar, dia sidah pergi?". Tanya chris membuyarkan lamunan kenzo.
"Nanti saja jika sudah selesai". Jawab kenzo lalu mulai mengecek berkas-berkas lagi.
Di kediaman melvin, arya dan yang lain sedang membahas mengenai putra-putra mereka. Hanya putra, untuk putri nanti belakangan.
"Kalian itu dari tadi yang di bahas putra mulu, sekali-sekali putri kenapa biar gue bisa ikut nimbrung". Kesal rico yang memang dia tidak memiliki putra dan hanya memiliki putri saja.
"Hahaha, kenapa gue lupa ya jika sahabat gue yang satu ini tidak memiliki putra tapi hanya memiliki putri saja". Kata melvin tertawa mengejek.
"Sialan lo vin". Kata rico.
"Meskipun lo hanya memiliki putri, lo harus bersyukur ric. Gue lihat rena itu menuruni sikap mamahnya, jadi dia bisa lah memimpin perusahaan lo". Kata arya.
"Benar tuh, seharusnya kalian bersyukur memiliki 2 anak. Lah gue 1 saja tiap hari ngajak ribut mulu". Kata andra.
"Lo jangan putus asa ndra, kan lia hanya di vonis sulit memiliki anak lagi. Bukan tidak bisa memiliki anak lagi". Kata rico.
Andra hanya mengangguk, setelah itu mereka membahas hal yang lain. Sedangkan di masion delia, kenzo dan cris baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Akhirnya selesai juga ni berkas". Guman chris sambil membereskan map-map.
"Jangan lupa untuk laporan yang tadi gue tandai suruh perbaiki lagi. Dan beri tahu para kepala devisi besok pagi ada rapat". Kata kenzo.
"Iya". Jawab chris.
Saat mereka sedang sibuk membereskan pekerjaan mereka, tak sengaja mereka mendengar sebuah keributan di bawah. Kenzo yang penasaran pun melihatnya, kenzo menyipitkan matanya karena melihat tidak terlalu jelas.
"Siapa dia?". Tanya chris ikut melihat.
"Entahlah". Jawab kenzo tanpa mengalihkan pandangannya.
"Bukan cewek lo kan?". Tanya chris dengan nada bercanda. Kenzo hanya menatap chris sekilas, lalu kembali melihat ke arah gerbang. Kemudian ia juga melihat sang mommy yang menghampiri wanita itu, karena penjaga belum membukakan gerbang.
"Lo mending turun temani mommy". Kata kenzo.
"Wokey". Kata chris lalu ia pergi meninggalkan kamar kenzo.
Di bawah delia yang memang tadi mendapat panggilan dari penjaga mendekat ke arah gerbang. Tapi tidak langsung menyuruhnya membuka.
"Ada apa pak?". Tanya delia saat sudah sampai di depan penjaga gerbang.
"Maaf nyonya, nona ini memaksa masuk untuk bertemu tuan arya. Saya juga sudah bilang jika tuan sedang tidak ada, tapi nona ini bersih keras untuk masuk". Kata penjaga.
__ADS_1
"Ada urusan apa anda ingin menemui suami saya?". Tanya delia.
"Oh jadi ini wanita yang udah rebut tuan arya dari mami, biasa aja sih". Batin wanita itu.
Delia yang tidak mendapat jawaban dari wanita itu pun sedikit kesal, lalu chris datang. Delia hanya menatap chris sekilas, dia tahu pasti ken yang meminta chris menemaninya.
"Wah tampan sekali pria itu, apa dia putra tuan arya". Batin wanita itu lalu memotret chris.
Chris yang di potret oleh wanita itu merasa bingung, begitupun delia. Mereka hanya saling pandang, setelah memotret chris wanita itu pergi begitu saja.
"Lah kenapa dengan tuh cewek, aneh banget". Guman chris.
"Kamu mengenal wanita tadi chris?". Tanya delia.
"Tidak tan". Jawab chris.
"Lalu kenapa dia memotret kamu lalu pergi?". Tanya delia lagi.
"Chris juga tidak tahu tan". Jawab chris.
"Ya sudah kita masuk saja, untuk kalian jika lain kali kejadian seperti ini terjadi langsung usir saja". Kata delia pada penjaga.
"Baik nyonya". Kata para penjaga.
Setelah itu delia dan chris kembali ke dalam masion, sesampainya di dalam masion ternyata kenzo dan kedua adiknya sedang duduk di ruang tamu.
"Entahlah sayang, tadi penjaga bilang wanita itu mencari daddy. Tapi saat chris datang wanita itu hanya memotretnya lalu pergi begitu saja". Kata delia.
"Mungkin pengagum rahasianya kak chris". Kata quena.
"Tidak mungkin lah, tapi jujur otak kakak masih belum memahaminya twins". Kata chris.
"Bagaimana otak lo bisa memahaminya, IQ lo kan minim". Kata kenzo.
"Emang lo mengerti soal kejadian tadi?". Tanya chris.
"Sudah jelas gue mengerti, wanita itu hanya ingin mencari tahu siapa putra daddy". Kata kenzo.
"Mommy masih belum faham bang". Kata delia.
"Begini ya mom, penjaga bilang dia ingin bertemu daddy bukan?". Tanya kenzo.
"Iya". Jawab delia singkat.
"Itu hanya alasannya saja untuk bisa masuk kedalam masion, atau lama-lama di depan. Lalu saat dia masuk dia akan cari tahu siapa putra daddy yang selama ini menyembunyikan identitasnya, dan saat chris keluar tadi dia mengira chris adalah putra daddy. Makannya dia langsung memotret dan pergi begitu saja". Kata kenzo panjang lebar.
__ADS_1
"Jadi menurut abang dia paparazi gitu?". Tanya qila.
"Bisa iya bisa tidak". Jawab kenzo.
"Lalu apa motif dia cari tahu soal lo?". Tanya chris.
"Lo kan tangan kanan gue, jadi itu tugas lo untuk mencari tahu alasan tuh orang mencari tahu soal gue". Kata kenzo lalu berdiri.
"Kamu mau kemana bang?". Tanya delia.
"Ken mau ke kamar mom, ken lelah ingin istirahat". Kata kenzo dan di anggukin kepala oleh delia.
"Jika begitu chris juga pamit dulu tan". Kata chris.
"Tidak mau sekalian makan malam di sini?". Tanya delia.
"Lain kali saja tan, chris masih ada urusan". Jawab chris.
"Ya sudah kamu hati-hati di jalan. Salam untuk mamah kamu". Kata delia.
Chris hanya tersenyum dan mengangguk, setelah itu ia pergi dari masion delia. Setelah kepergian chris, qila dan quena pergi ke kamar masing-masing. Sedangkan delia pergi ke ruang keluarga untuk menonton tv sekaligus menunggu arya pulang.
Sedangkan di suatu tempat, seorang wanita sedang menghadap orang tuanya untuk memberi tahu informasi yang dia dapat.
"Bagaimana?". Tanya seorang wanita.
"Aku sudah mendapatkan fotonya mah". Jawab seorang gadis.
"Coba mamah lihat". Kata wanita itu.
"Ini mah". Kata gadis itu sambil memberikan ponselnya.
Wanita itu pun melihatnya, lalu ia mengreyitkan dahinya. Dia lalu menatap putrinya dengan tatapan yang penuh amarah. Sedangkan putrinya yang di tatap seperti itu langsung menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu tidak becus baru di beri pekerjaan seperti itu". Bentak wanita itu.
"Maaf mah, apa kesalahanku?". Tanya gadis itu lirih.
"Kamu tahu siapa yang kamu potret? Dia itu putra andra bukan putra arya". Kata wanita itu.
"Maaf mah, aku kira dia putra tuan arya. Karena dia sedang berada di rumah itu". Kata gadis itu mulai menangis.
"Sudahlah mah, adik kan tidak tahu. Jangan memarahinya seperti itu". Kata kakak dari gadis itu lalu memeluk sang adik.
"Tapi jika dia bisa menjalankan perintah dari mamah dengan baik kamu bisa tahu sayang siapa laki-laki yang akan kamu dekati". Kata wanita itu.
__ADS_1
"Biar besok aku mencarinya sendiri mah di kampus, kamu jangan menangis lagi masuklah ke kamar dan bersihkan diri kamu". Kata sang kakak.
Bersambung.