KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 59


__ADS_3

Chris memberi tahu kenzo bahwa mereka tidak bisa mengadakan rapat sekarang karena para dekan sudah ada jadwal rapat untuk membicarakan ujian semester para mahasiswa. Jadi rapat baru bisa dilakukan besok siang, kenzo pun menyetujuinya.


"Baiklah tidak masalah, kamu atur saja semuanya". Kata kenzo.


"Baik tuan". Kata chris.


"Duduklah chris ngapain berdiri terus". Perintah rena. Chris lalu menatap kenzo, kenzo yang faham maksud dari tatapan chris pun mengangguk.


"Segitu takutnya lo sama kenzo, sampai mau duduk saja minta persetujuan". Kata gavril.


"Dia sendiri yang mau, gue sih sudah berulang kali bilang untuk biasa saja saat sedang berdua". Kata kenzo.


"Tapi kan gue berusaha profesional dalam bekerja". Kata chris.


"Eh buseet, tadi formalnya minta ampun sekarang friendly". Teriak carlo membuat yang lain kaget.


"Nggak usah teriak anj*r, gue kaget". Kata dezon.


"Tau ni anak, bikin orang jantungan aja". Kata vania.


"Ya sorry gue terbawa suasana soalnya". Kata carlo sambil cengengesan.


Yang lain hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah carlo. Sebenarnya masih ada sih teman cewek qila dan quena tapi dia masih di perpustakan. Entah apa yang tuh anak lakukan hingga suka sekali berjam-jam di perpustakaan. Padahal sedang tidak ada tugas mencari referensi.


"Twins kalian sudah selesai belum makannya, jika sudah ayo kita pulang. Soalnya abang harus mampir ke toko kue aunty evelin". Ajak kenzo pada kedua adiknya.


"Kami sudah selesai kok bang". Kata quena.


"Kenapa tidak kurir saja yang nganterin kak?". Tanya dezon.


"Kurirnya sedang bertugas semua". Jawab kenzo.


"Kalian jangan lupa, nanti malam datang ke masion utama. Mau datang sekarang juga tidak masalah". Tambah kenzo.


"Kak ken, key bareng dezon ya?". Kata kayla.

__ADS_1


"Iya, nanti langsung pulang jangan kluyuran dulu". Kata kenzo.


Kayla hanya mengangguk, setelah itu kenzo, chris, dan juga kedua adiknya pergi. Setelah kepergian kenzo dan yang lain, rena juga mengajak vania untuk pulang karena ia juga akan bersiap ke tempat kenzo. Dan akhirnya yang lain juga ikut pulang ke rumah masing-masing. Gavril janjian dengan naura untuk datang bareng, dezon juga sudah memberi tahu carlo dan alex bahwa dia akan menjemput mereka.


Waktu berlalu begitu cepat hingga waktu sudah menunjukkan sore hari, kenzo sendiri semenjak siang tadi belum keluar kamar. Padahal di bawah semua sudah berkumpul, meskipun gavril dan naura belum datang. Tapi mereka sudah di jalan menuju tempat kenzo. Carlo dan alex sendiri saat baru sampai mereka merasa takjub dengan masion keluarga javas. Para ibu sedang menyiapkan beberapa camilan di dapur, dan para ayah sedang membicarakan soal bisnis di teras samping. Sedangkan para anak-anak sedang berkumpul di ruang tamu. Mereka sibuk dengan dunianya sendiri. Ada yang bermain game, bermain ponsel, baca buku, dan menggosip.


"Teman kamu mana ren?". Tanya rey.


"Masih di jalan kak, katanya sudah masuk ke perumahan sini sih". Jawab rena.


"Kak ray jika bosen susul saja abang di kamar". Kata qila.


"Males lah qil, paling juga tuh anak sibuk dengan laptopnya". Kata rey.


"Kan siapa tahu kak rey mau bantu gitu, bisa mengurangi pekerjaan ku". Kata chris sambil mencengir kuda.


"Gue lagi nggak mood melihat berkas-berkas". Kata rey lalu kembali memainkan ponselnya.


"Van, ambil cemilan lagi gih. Dah mau habis ni yang di sini". Perintah dezon pada vania.


"Tapi si alex maunya lo yang ambilin". Kata dezon, alex yang namanya di bawa-bawa pun melotot karena terkejut.


"Gue udah diam ya dari tadi masih aja kena". Kesal alex, yang lain hanya tertawa kecil mendengar protes alex.


Di sisi lain gavril dan naura sudah sampai di depan gerbang masion utama, gavril bingung bagaimana caranya masuk. Karena dia tahu pasti tidak mudah masuk ke dalam masion utama. Lalu naura turun untuk menemui satpam yang sedang berjaga, satpam yang melihat naura pun membukakan gerbang karena mereka sudah pernah melihat naura waktu itu saat bersama kenzo. Setelah naura berbincang dengan satpam akhirnya gavril pun diizinkan masuk.


Gavril yang baru pertama kali masuk ke area masion utama keluarga javas tak kalah takjub dengan yang lain. Ini bukan masion tapi istana. Ia juga melihat banyak pengawal yang berlalu lalang di sekitar masion.


"Sumpah ini mah bukan sultan lagi namanya, tapi di atas sultan". Batin gavril.


Mobil gavril berhenti di depan pintu masuk, lalu salah satu penjaga membukakan pintu mobilnya. Naura dan gavril lalu keluar dari mobil.


"Nona bisa langsung masuk karena yang lain sudah menunggu". Kata penjaga tersebut, yang sudah tahu pasti mereka tamu majikannya.


"Tapi mobil saya gimana pak?". Tanya gavril.

__ADS_1


"Biar kami yang memarkirkannya nona". Jawab penjaga tersebut. Gavril mengangguk lalu mereka masuk.


Di dapur para ibu sedang menyiapkan makan malam, sambil bergosip. Sedangkan oma gina hanya duduk, biasalah orang tua tidak bisa terlalu lama berdiri.


"Oh iya del, gue denger ajeng mau tunangan ya?". Tanya flora.


"Iya minggu depan, lo pasti sudah mendapatkan udangannya kan". Kata delia.


"Lalu lo akan ke sana del? Bukannya minggu depan anak-anak pada ujian ya?". Tanya lia.


"Gue kesana tidak dengan anak-anak li, kenzo kan sudah pulang jadi nanti dia yang menemani adik-adiknya di rumah". Jawab delia.


"Lo mah enak, del. Anak pertama lo laki-laki terus sudah lulus pula. Jadi bisa jagain adiknya, lah gue siapa yang akan jagain". Kata flora.


"Bukannya di rumah kak flora juga banyak pengawal ya?". Tanya kelyn.


"Kamu benar key, tapi masih nggak tenang gue jika biarin kedua gadis gue di masion sendiri tanpa orang tua". Jawab flora.


"Kirim saja mereka ketempat delia kan bisa,ngapain pusing coba. Gue tidak menyarankan ke rumah gue atau lia karena anak-anak kita laki-laki takutnya nanti ada apa-apa. Kalau di tempat delia kan ada qila, quena, dan kayla". Kata evelin.


"Nah bener tuh yang di bilang nak evelin, tapi sepertinya kayla bakal ikut. Karena itu anak mana bisa jauh dari mamahnya". Kata oma gina.


"Iya deh nanti gue bicarain dengan kedua putri gue". Kata flora.


"Del, kenzo kemana dari tadi siang gue tidak lihat?". Tanya lia.


"Di kamar, tuh anak mana mau keluar kamar jika di masion utama. Paling keluar pas makan saja, gue juga heran sama anak gue satu itu". Jawab delia.


"Hubungan kenzo dan naura bagaimana? Gue denger dari rena katanya mereka sudah tidak hubungan lagi, gara-gara naura balikan sama mantannya". Tanya flora.


"Entahlah, gue juga tidak tahu. Masalah pasangan hidup kenzo, gue serahkan pada anaknya. Tapi jika nantinya bersama naura gue bersyukur banget". Kata delia.


"Tapi meskipun diserahkan pada anaknya tetap di awasi, del. Nanti malah salah pilih seperti daddynya dulu". Kata oma gina.


"Iya-iya mah". Kata delia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2