KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 85


__ADS_3

2 tahun kemudian.


Pagi hari di sebuah masion mewah di London seorang gadis cantik masih terlelap di dalam kamarnya. Sudah menjadi kebiasaan beberapa tahun terakhir ini gadis itu selalu bermalas-malasan setiap libur kuliah. Karena kuliahnya saat ini sudah mau memasuki semester akhir jadi dia sangat sibuk dengan tugas-tugasnya. Ya, dia adalah quena.


"Quen, ayo bangun sudah pagi". Kata seorang perempuan yang selalu membangunkan sang adik, siapa lagi jika bukan Naura.


"5 menit lagi kak, aku masih mengantuk". Jawab quena dengan mata yang masih tertutup.


"Apa semalam kamu begadang lagi?". Tanya Naura sambil mendekat ke arah quena setelah membuka gorden. Dia paham betul jika sang adik akhir-akhir ini suka lembur mengerjakan tugas, apalagi saat libur kuliah. Biasanya sampai pagi quena tidak tidur.


"Hm". Jawab quena sekenanya.


"Ya sudah, istirahatlah. Nanti saat bangun langsung turun ke bawah untuk sarapan, oke". Kata Naura yang hanya di jawab deheman oleh quena karena gadis itu sangat mengantuk.


Naura hanya bisa mengelus puncak kepala sang adik ipar lalu pergi ke luar meninggalkan kamar quena. Ia pun menuju ruang makan yang ternyata Kenzo sudah menunggunya di sana, Chris sendiri sudah membeli apartemen sendiri satu tahun yang lalu, karena takut mengganggu waktu kenzo dan Naura.


"Quen belum bangun nay?". Tanya Kenzo yang melihat Naura datang sendiri.


"Biasa, dia semalam begadang lagi mengerjakan tugas". Jawab Naura lalu duduk di sebelah kanan Kenzo.

__ADS_1


"Aku menghawatirkan kesehatannya jika dia terus seperti ini". Kata Kenzo.


"Terus kita harus gimana, ini kan demi masa depan dia juga. Lagi pula sebentar lagi dia akan lulus". Kata Naura. Kenzo hanya diam, sedangkan Naura melayani sang suami.


"Nay". Panggil Kenzo tiba-tiba.


"Hm". Jawab Naura.


"Setelah quen lulus apa kamu ingin kembali ke tanah air?". Tanya Kenzo hati-hati karena setelah kejadian satu tahun lalu selain quena Naura juga sedikit sensitif jika di ajak kembali ke tanah Air.


Naura hanya diam, ingatan satu tahun lalu kembali teringat di benaknya. Dimana dia harus kehilangan ibunda tercinta, saat itu baru beberapa bulan Naura di London dan dia mendapat kabar dari sang mertua jika ibunya masuk rumah sakit. Dia ingin pulang tapi karena quena tidak mau pulang ke tanah air jadi dia mengurungkan niatnya. Dia meminta sang mertua untuk selalu mengabarinya tentang kondisi sang ibu, hingga satu bulan keadaan sang ibu semakin drob dan menghembuskan nafas terakhirnya tanpa Naura disisinya. Dan saat itu Kenzo mengajak Naura untuk kembali ke Indonesia tanpa mengajak quena dan quena ia serahkan kepada Chris untuk menjaganya. Yang menjadi penyesalan Naura adalah kenapa saat dia mendapat kabar ibunya sakit tidak pulang saja sendirian. Selain itu beberapa bulan setelah kepergian ibunda Naura, keluarga javas juga kembali berduka atas meninggalnya kedua orang tua Arya. Mereka meninggal karena kecelakaan saat akan pergi berlibur ke puncak.


"Aku ikut quen saja, Jika dia ingin pulang aku juga akan pulang". Kata Naura.


"Baiklah. Oh iya, aku berniat memindahkan kamar kita di kamar bawah, kehamilan mu sudah cukup besar nay bahaya jika kamu naik turun tangga". Kata Kenzo.


Ya, Naura saat ini memang sedang mengandung. Dan usia kandungannya berusia 7 bulan. Beberapa bulan lalu Kenzo seperti mendapat hadiah yang tidak ada habisnya, bagaimana tidak? Setelah ia mendapat kabar jika orang yang menembak adiknya tertangkap ia juga mendapat kabar jika Naura positif hamil. Setelah duka yang teramat banyak di keluarganya akhirnya semua mulai kembali ceria akan kehamilan Naura. Delia dan Arya sendiri sering pulang pergi dari Indonesia ke London hanya untuk menjenguk anak, menantu, dan calon cucu mereka.


"Tapi nanti yang bangunin quena siapa?". Tanah Naura.

__ADS_1


"Kamu tenang saja aku sudah bicarakan ini dengan quena, dia sudah mengerti kok jika nantinya kamu tidak bisa bangunin dia seperti biasanya". Kata Kenzo.


"Tapi Ken...". Kata Naura terpotong.


"Quena tidak akan merasa kekurangan kasih sayang nay, dia sudah dewasa sekarang". Kata Kenzo memotong perkataan Naura.


"Baiklah". Kata Naura pasrah.


Memang selama ini ia khawatir jika nantinya quena merasa dia tidak di pedulikan lagi jika Naura sudah punya anak. Itu sebabnya dulu Naura diam-diam meminum pil untuk menunda kehamilannya.


"Aku berangkat dulu, sepertinya Chris sudah datang". Pamit Kenzo setelah menyelesaikan sarapannya.


"Hm, hati-hati". Kata Naura yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Kenzo. Sebelum pergi Kenzo selalu menyempatkan mencium kening dan juga perut Naura.


Setelah kepergian Kenzo Naura pergi ke taman samping, karena dia tidak diizinkan mengerjakan pekerjaan rumah seperti dulu lagi keseharian Naura hanya duduk ditaman sambil memandang bunga-bunga yang ia tanam dulu. Sambil mengingat kehidupannya dulu, dia yang awalnya susah semua mulai berubah setelah mengenal Rena dan yang lain. Sampai saat dia mengenal Kenzo dan jatuh hati pada Kenzo. Dia sangat bahagia dan beruntung bisa bertemu mereka semua, bersyukur bisa jadi bagian dari mereka yang baik dan dermawan meskipun dari kalangan atas tidak membeda-bedakan derajat orang lain.


"Mamah dan papah yang tenang disana, nay dan Aurel sudah bahagia disini jadi mamah dan papah tidak usah khawatir". Batin Naura.


Dia sangat berterima kasih pada keluarga Kenzo yang sudah merubah derajatnya dan sang adik. Dan dia akan semakin bahagia atas kehadirannya malaikat kecil di dalam rahimnya yang akan semakin memperkuat hubungannya dengan Kenzo.

__ADS_1


...-TAMAT-...


__ADS_2