KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 23


__ADS_3

Hari -hari terus berganti tak terasa besok adalah hari dimana acara pesta amal tahunan berlangsung semua persiapan sudah selesai dilakukan. Dan hari ini kenzo meliburkan semua panitia dan juga para anggota yang ikut adil dalam acara ini. Agar besok mereka bisa melakukan pekerjaan mereka dengan baik, dan karena hari ini libur kenzo pulang ke masion mengingat kakaknya misha masih di sini dan juga merindukannya.


"Kamu besok berangkat dari sini bang? ". Tanya arya saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga, kecuali qila dan quena. Mereka sedang mengerjakan tugas kampus di kamar masing-masing.


"Iya dad". Jawab kenzo.


"Kamu mau bawa mobil ke kampus bang? ". Tanya delia.


"Tidak mom, mobil ken biar disini. Besok ken berangkat bareng dengan chris". Kata kenzo.


"Acaranya malam kan, seandainya kamu ke apartemen dulu kan tidak masalah". Kata misha.


"Kenzo kan panitia kak, jadi datangnya pagi untuk ngecek semua persiapannya". Kata kenzo.


"Oh iya lupa kakak ken". Kata misha menyengir kuda.


"Kak misha sendiri masih lama di tanah air? ". Tanya kenzo.


"Lusa mungkin kembali". Jawab misha.


"Tidak jadi di jemput Mis? ". Tanya delia.


"Jadi aunty besok siang mungkin suamiku sampai sini". Jawab misha. Delia hanya ber oh ria.


Di rasa sudah cukup lama mereka mengobrol akhirnya kenzo memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Sedangkan misha dan delia pergi ke dapur untuk memasak makan siang dan arya masih di ruang keluarga menonton tv. Tak selang berapa lama pun qila turun ke bawah lalu menghampiri arya yang sedang menonton tv.


"Sepi amat dad, pada kemana yang lain? ". Tanya qila sambil duduk di samping arya.


"Abang lagi ke kamar, mommy sama kak misha ke dapur. Kamu sudah selesai mengerjakan tugasnya? ". Tanya balik arya.


"Sudah dad". Jawab qila.


"Kamu sudah ada gaun untuk acara besok? ". Tanya arya.


"Lah, bukannya mommy yang nyiapin dad? ". Tanya balik qila.

__ADS_1


"Tapi daddy tidak melihat mommy mu keluar rumah akhir-akhir ini. Tapi kemarin ada yang nganterin barang dari butik mommy mu, itupun hanya dress code daddy dan mommy". Kata arya.


"Qila tidak belanja karena qila pikir semua sudah di sediakan mommy". Kata qila.


"Kamu tanya saja dulu ke mommy, siapa tahu memang sudah di siapkan tapi datangnya terlambat". Kata arya.


"Iya sudah qila temuin mommy dulu, dad". Kata qila dan arya mengangguk.


Qila pun pergi meninggalkan arya sendiri di ruang keluarga. Di dapur delia dan misha memasak sambil bercerita soal masa kecil misha yang sangat manja pada delia. Misha juga bercerita soal pertama kali ia bertemu dengan delia saat di mall. Saat itu dia sudah merasa punya kedekatan tersendiri dengan delia.


"Mom". Panggil qila sesampainya di dapur. Delia yang merasa di panggil pun menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"Oh kamu kak, ada apa? ". Tanya delia lalu melanjutkan sesi masaknya setelah melihat siapa yang memanggilnya.


"Jika kamu lapar masakannya belum matang qila, atau mau bantuin iya sini". Kata misha.


"Tidak kak, qila kesini hanya ingin bertanya pada mommy". Kata qila.


"Tanya apa kak? ". Tanya delia.


"Sebenarnya mommy sudah pesankan tidak hanya kalian tapi abang juga, tapi beda butik. Seharusnya hari ini sudah di antar, tapi kok belum ada ya". Kata delia.


"Mommy sudah tanyakan? ". Tanya qila.


Saat delia ingin menjawab ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Delia pun menghentikan aktifitasnya sebentar lalu melihat siapa yang mengiriminya pesan. Ternyata pesan dari butik tempat gaun qila dan quena pesan. Mereka mengatakan belum bisa mengantarkan karena kurir masih sibuk mengantarkan pesanan yang lain.


"Gaun mu sudah jadi, tapi tidak ada yang mengantar. Kamu minta abang sana suruh anterin kamu dan quena. Sekalian dia ambil pakaiannya". Kata delia.


"Memang abang mau mom? ". Tanya qila yang merasa ragu mengajak kenzo.


"Bilang saja mommy yang suruh". Kata delia.


"Ya sudah qila pergi bersiap dulu mom". Kata qila dan delia hanya menganggukkan kepalanya.


"Kenapa qila seperti ragu gitu mengajak kenzo, aunty? ". Tanya misha.

__ADS_1


"Tanpa aunty jawab kamu pasti tahu lah alasannya, kak". Kata delia.


"Lagian tuh anak aneh, sudah sultan dari lahir malah tidak mau mengakui". Kata misha.


"Adikmu itu hanya ingin mendapatkan pasangan yang menerimanya apa adanya, kak". Kata delia.


"Seperti daddynya yang menerima mommynya apa adanya, benar tidak aunty". Goda misha.


"Hais, kamu itu sudah lanjutin tuh masaknya nanti hangus baru tahu". Kata delia sedikit malu-malu.


Misha hanya tertawa kecil melihat aunty-nya merasa malu, setelah itu mereka melanjutkan sesi masak mereka. Sedangkan di sisi lain tepatnya di sebuah mall rena, gavril, dan naura sedang berbelanja untuk keperluan mereka besok. Awalnya naura menolak di samping ia ingin beristirahat ia juga sedang berhemat. Tapi bukan renata namanya jika apa keinginannya tidak terpenuhi. Dia tidak menyerah membujuk naura agar mau ikut. Dan alhasil naura pun ikut pergi.


"Habis ini kita kemana lagi? ". Tanya gavril pada kedua sahabatnya.


"Huff, kalian ini apa tidak lelah dari tadi mengitari ini mall. Lihat belanjaan kalian juga sudah banyak masih ingin mencari apa lagi". Kata naura yang merasa kesal karena sudah lelah mengikuti kedua sahabatnya.


Rena dan gavril pun melihat para bodyguard yang sedang membawakan belanjaan mereka, benar saja kata naura belanjaan mereka sudah banyak tapi mereka masih merasa ada yang kurang. Sedangkan belanjaan naura hanya beberapa paper bag saja. Itupun kedua sahabatnya yang memaksa membelikannya.


"Tapi masih ada barang yang kurang naura, benar tidak ren? ". Tanya gavril.


"Benar, tapi apa ya". Kata rena lalu ia tampak sedang berfikir.


"Gaun". Kata rena dan gavril serempak. Dan naura hanya menghembuskan nafas kasar.


"Ini yang terakhir ra, okey". Kata rena yang melihat naura mulai lesu.


"Benar, setelah ini kita makan lalu kita pulang". Kata gavril.


"Iyalah iyalah, terserah kalian". Kata naura pasrah.


Rena dan gavril pun tersenyum, lalu mereka pergi ke butik yang ada di mall tersebut. Di sisi lain kenzo dan qila baru saja sampai di parkiran. Quena tidak ikut karena tugasnya belum selesai. Mereka turun dari mobil, kenzo tak lupa memakai masker tapi tidak dengan qila wanita itu sudah terbiasa jadi pusat perhatian. Mereka berjalan masuk ke dalam mall, tak lupa dengan beberapa bodyguard mengikuti mereka di belakang. Setelah beberapa menit mereka berjalan akhirnya mereka sampai di depan butik. Kenzo dan qila pun langsung masuk ke dalam butik tersebut dan tanpa mereka sadari rena dkk sedang di sana.


"Selamat siang tuan muda dan nona muda". Sapa salah satu pegawai butik. Karena memang sudah tahu siapa qila, soal kenzo pegawai itu memang belum tahu tapi dari penampilannya ia bisa berpendapat jika itu kekasih qila atau bahkan putra pertama tuan arya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2