
Tak berapa lama setelah kepergian delia, rena dan gavril datang ke restoran tersebut. Mereka ingin menyelesaikan sekripsi mereka hari ini juga karena beberapa hari lagi mereka akan sidang.
"Ren kita duduk dimana nih?". Tanya gavril saat di pintu masuk restoran.
"Di dekat jendela sana saja gav". Jawab rena sambil menunjuk meja dekat jendela.
"Boleh juga tuh". Kata gavril.
"Ya sudah lo ke sana dulu, gue panggil naura di belakang". Kata rena.
"Wokey". Kata gavril lalu pergi meninggalkan rena.
Setelah itu rena pergi ke dapur untuk memanggil naura. Tapi saat di perjalanan tidak sengaja dia berpapasan dengan mita, mita yang memang sedikit akrab dengan rena dan gavril pun menyapa rena.
"Eh nona rena, mau cari naura ya non?". Tanya mita.
"Iya mit, dimana ya nauranya?". Kata rena.
"Naura di dapur non, dia juga baru selesai berbicara dengan nyonya delia kok. Baru saja dia kembali ke dapur". Kata mita.
"Apa yang tante delia bicarain? Apa soal kenzo?". Batin rena bertanya-tanya.
"Non, kok malah melamun. Ya sudah nona ke dapur saja saya mau mengantar makanan dulu". Kata mita.
"Iya mit". Kata rena.
Setelah itu rena melanjutkan perjalanannya ke dapur, sepanjang perjalanan ia masih memikirkan untuk apa delia menemui naura. Disisi lain naura sedang menyusun makanan pesanan para pengunjung di atas nampan.
"Nay". Panggil rena saat sudah sampai di dapur.
"Selamat sore nona rena". Sapa para pelayan yang ada disana, naura berbalik menghadap ke arah rena.
"Lo sudah datang? Gue kira masih nanti". Kata naura.
"Lo masih sibuk?". Tanya rena.
"Tidak juga, sebentar lagi selesai kok. Lo duduk dulu saja sama gavril nanti gue akan menyusul jika sudah selesai". Kata naura.
"Ya sudah, oh iya kita duduk di meja nomor 12". Kata rena.
"Baiklah". Kata naura.
Setelah itu rena pergi meninggalkan area dapur, sedangkan naura kembali melanjutkan pekerjaannya. Saat sedang asik menyusun hidangan para pengunjung rasya datang menyindir naura.
"Enak ya berteman dengan orang kaya, jadi bisa kerja sesuka hatinya". Sindir rasya, naura tau rasya menyindirnya tapi ia tidak menghiraukannya.
Rasya adalah salah satu pelayan di sana juga, dan dia salah satu orang yang tidak menyukai naura. Tapi naura tidak pernah menganggapnya musuh. Setiap rasya menghina atau menyindirnya naura hanya diam saja.
"Lo itu dengar nggak sih, gue itu lagi bicara sama lo". Kata rasya kesal.
__ADS_1
"Tapi lo tadi tidak menyebut nama gue, jadi mana gue tahu lo bicara dengan gue". Kata naura santai.
Lalu naura pergi meninggalkan dapur untuk mengantarkan makanan. Hari ini dia sedang tidak ingin menghadapi atau mendengarkan setiap hinaan rasya. Setelah semua tugas naura selesai ia kemudian menghampiri rena dan gavril.
"Maaf ya lama". Kata naura lalu duduk bersama mereka.
"Tidak apa kok, kita tau jika resto lagi rame". Kata gavril.
"Oh iya ini tadi kita sudah pesankan minuman untuk lo, minum dulu baru kita lanjut selesaiin sekripsi". Kata rena.
"Makasih". Kata naura tersenyum.
"Gue mau tanya sesuatu sama lo". Kata rena pada naura.
"Tanya apa?". Kata naura saat selesai minum.
"Tadi mita bilang tante delia menemui lo, apa yang tante bicarain? Apa soal kenzo?". Tanya rena.
"Ya begitu lah ren. Tante delia meminta gue membujuk kenzo agar mau pulang ke masion. Tapi lo tahu sendiri kan selama ini gue udah bujuk kenzo, tapi kenzo tetap tidak mau". Kata naura.
"Tapi gue salut sama kenzo, sebegitu cintanya dia dengan lo hingga rela jauh dari keluarganya". Kata gavril.
"Jauh apanya sih gav. Jarak antara apartemen kenzo dan masion itu hanya beberapa mater". Kata rena.
"Maksud gue itu bukan seperti itu ren, haduh gimana ya jelasinnya". Kata gavril bingung sendiri.
"Udah tidak usah jelasin, lebih baik kita selesaikan skripsi kita. Keburu malem nanti". Kata naura.
@My_Mam♥
Sayang mamah dan yang lain berangkat ke bandara dulu. Kamu jaga diri baik-baik, jangan telat makan.
^^^@Renata_Violeta.^^^
^^^Loh bukannya nanti malam mah perginya, kenapa sekarang sudah ke bandara?^^^
@My_Mam♥
Tante delia mengajukan keberangkatan kita karena semua urusan sudah selesai.
^^^@Renata_Violeta.^^^
^^^Tapi rena masih ngerjain tugas mah belum selsai ini nanggung.^^^
@My_Mam♥
Kamu selesaikan saja tugas mu, mamah tidak apa tidak kamu anterin ke bandara. Yang penting jaga diri kamu baik-baik di sini. Jika kamu kesepian di rumah sendiri ajak saja naura dan gavril menginap.
^^^@Renata_Violeta.^^^
__ADS_1
^^^Kalau rena yang menginap di rumah naura boleh nggak mah? Rena ingin sekali menginap di rumah naura mah.^^^
@My_Mam♥
Jika naura tidak keberatan mamah tidak masalah sayang. Tapi ingat tetap dengan pengawasan para bodyguard.
^^^@Renata_Violeta.^^^
^^^Siap mah. Makasih mamah qu sayang😘mamah hati-hati ya semoga kalian sampai dengan selamat.^^^
@My_Mam♥
Amiinn. Sama-sama sayang😘
Gavril yang melihat rena senyam senyum sendiri pun mengreyitkan dahinya.
"Lo kenapa ren? Salah makan lo? Senyam senyum sendiri kek orang gila". Kata gavril. Naura yang mendengar pertanyaan gavril pun menatap rena.
"Sialan lo, gav. Gue itu seneng karena mamah gue akan pergi ke malaysia sekarang". Kata rena terpotong.
"Beneran gila lo, orang tua mau pergi ke luar negeri malah seneng". Kata gavril memotong perkataan rena.
"Dengerin gue ngomong dulu ngapa. Gue belum selesai ngomong main potong aja". Kata rena kesal.
"Nah kesal kan dia". Kata naura tertawa kecil, melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.
"Hehehe, yayaya lanjutkan". Kata gavril mencengir kuda.
"Sudah nggak mood cerita gue, oh iya ra. Gue boleh nggak nginep di rumah lo selama orang tua gue di malaysia. Kesepian gue jika harus di masion sendiri, gue bisa aja sih ajak lo dan gavril tinggal di masion. Tapi bosen sekali-sekali gue mau sensasi yang berbeda gitu". Kata rena panjang lebar.
"Oh jadi yang buat lo senyam senyum kek orang gila itu karena nyokap lo izinin lo nginep di rumah naura". Kata gavril menyela naura yang akan mengatakan sesuatu.
"Woy kampret bisa nggak sih lo tidak menyela orang mau berbicara". Kata rena ngegas.
"Hahaha, santuy ngapa ren nggak usah ngegas. PMS lo?". Kata gavril sedikit bercanda, rena hanya memutar bola matanya malas.
"Gimana ra?". Tanya rena pada naura.
"Gue sih boleh-boleh aja ren, tapi lo kan tau rumah gue tidak sebesar dan semewah rumah lo. Fasilitas di rumah gue juga terbatas apa lo yakin akan nyaman tinggal di rumah gue". Kata naura.
"Lo tidak usah berpikir seperti itu ra. Gue pasti nyaman kok tinggal di rumah lo, boleh ya". Kata rena.
"Ya sudah, kapan lo akan mulai menginap di rumah gue?". Tanya naura.
"Malam ini". Jawab rena dan naura hanya mengangguk.
"Gue tidak di ajak ni?". Tanya gavril.
Rena dan naura lalu menatap gavril.
__ADS_1
Bersambung.