
Mendengar perkataan avram kenzo langsung memicingkan matanya.
"Kapan yang konfirmasi?". Tanya kenzo.
"Sebenarnya sudah dari tadi pagi aku bahas dengan petinggi perusahaan, tapi baru 5 menit yang lalu di konfirmasi ke pihak yang ikut pertemuan tahunan nanti". Kata avram.
"Pantes william belum memberi tahu gue". Guman kenzo.
Makanan yang di pesan avram pun datang, kenzo yang memang sudah selesai makan siang hanya menemani avram dengan menikmati segelas jus.
"Memang kenapa kakak undur? Jika alasannya karena kak avram mau menghadiri tunangan kak ajeng itu tidak mungkin". Kata kenzo.
"Memang itu alasannya ken". Jawab avram di sela-sela makannya.
"Sebegitu tidak maunya kakak di bilang nggak bisa move on sampai-sampai jadi bodoh". Kata kenzo tersenyum mengejek.
"Untung yang ngatain lo, jika orang lain sudah gue hukum". Kata avram.
"Memang kenyataannya gitu kan?". Kata kenzo.
"Yaya terserah lo ken, lalu maksud lo ngatain gue bodoh apa?". Tanya avram.
"Kakak kan tau acaranya itu beberapa jam lagi, jika kak avram ke sana sekarang kenzo pastikan acaranya sudah selesai". Kata kenzo menjelaskan, avram hanya diam sambil memikirkan perkataan kenzo. Menurutnya benar juga kata kenzo.
"Toh kakak kan tahu kak ajeng itu masih membenci kak avram atas kejadian beberapa tahun lalu". Lanjut kenzo. Avram hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
Setelah mengatakan itu kenzo pun pamit pergi. Avram sendiri hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Kenzo tahu kakaknya itu sedang memikirkan perkataannya tadi. Tapi mau bagaimana lagi sudah nasib sang kakak harus merasakan sakitnya mencintai.
__ADS_1
"Semoga setelah ini kalian berdua bisa kembali bersatu kak, disini kak avram tidak salah atas kejadian beberapa tahun lalu. Aku juga tahu jika kak ajeng juga masih memiliki perasaan yang sama seperti kak avram". Guman kenzo dari dalam mobil saat melihat avram keluar dari restoran dan masuk ke dalam mobil miliknya.
Setelah melihat mobil avram pergi dari area restoran kenzo pun ikut pergi untuk kembali ke apartemennya. Ia tidak kembali ke kantor karena dia sedang ingin beristirahat sekarang. Dia juga ingin tahu rencana yang sudah dia buat untuk mengembalikan nama baik sang kakak. Rencana di mana ia membongkar kebusukan calon tunangan ajeng yang tak lain adalah teman baik dari avram. Teman baik yang sudah avram anggap sebagai saudara tapi malah menghianatinya.
Tapi saat di perjalanan pulang ia seperti melihat sosok seseorang yang seharusnya pergi ke malaysia untuk membantunya menjalankan rencananya itu.
"Sepertinya tadi gue melihat wanita itu. Tapi bukannya wanita itu sudah berada di malaysia saat ini". Guman kenzo.
Saat sedang sibuk memikirkan orang yang baru saja dia lihat ponsel kenzo berbunyi tanda ada pesan masuk. Kenzo pun langsung melihat siapa yang mengiriminya pesan. Ternyata itu pesan dari sultan.
@Sultan_NA.
Tuan maaf mengganggu waktu anda, saya hanya ingin memberi tahu jika nona Divsha sampai sekarang belum sampai juga.
Setelah membaca pesan dari sultan, kenzo yakin jika wanita tadi beneran Divsha wanita yang membantu Lion untuk merusak hubungan ajeng dan avram dulu.
Beberapa tahun lalu saat di mana kenzo masih remaja. Ia di ajak sang daddy untuk menjamu patner bisnisnya yang datang dari luar negeri. Saat itu sang patner yang sekaligus sahabat arya juga membawa keluarga kecilnya. Keluarga yang di maksud tak lain adalah tuan Alexander beserta keluarganya. Saat itu putra pertama tuan alexander yang tak lain adalah Harri sudah memimpin perusahaan, sedangkan putra kedua yang tak lain Avram sedang kuliah. Saat kedua orang tua mereka sedang berbincang kenzo memilih berkumpul dengan Harri dan Avram yang sedang bercanda gurau dengan kedua adiknya. Harri dan Avram merasa senang bisa bertemu sekaligus berkenalan dengan keluarga pamannya arya. Mereka juga merasa bangga dengan kenzo yang memilih hidup sederhana dan menyembunyikan identitasnya sebenarnya.
Kenzo sendiri tidak pernah akur dengan avram dari awal berkenalan. Tapi meskipun begitu mereka berdua sama-sama tidak ingin saling menyakiti. Jika dengan Harri kenzo bisa bersikap hangat layaknya kepada sang kakak. Meskipun Avram juga kakak baginya tapi jika ketemu pasti saling mengejek.
Setelah beberapa lama pertemuan itu kenzo mendengar kabar jika Avram dan Ajeng menjalin hubungan. Kenzo maupun keluarga lainnya merasa senang karena hal itu bisa membuat hubungan antara keluarga javas dan keluarga alexander. Avram yang saat itu juga kuliah di inggris sama seperti ajeng membuat mereka semakin dekat dan hubungan mereka harmonis. Di sana avram memiliki satu sahabat yang sudah dia anggap juga seperti saudara. Ia bernama Aulion Basiran Gayda. Tapi siapa sangka lelalaki yang kerap di panggil lion itu diam-diam menyukai ajeng. Dan merasa cemburu setiap melihat ajeng dan avram bersama.
Hingga suatu ketika Lion membuat rencana untuk menghancurkan hubungan mereka berdua. Dengan meminta bantuan dari Divsha Younne Yovela seorang model papan atas yang juga sedang kuliah satu kampus dengan mereka. Dan juga sudah menyukai avram sejak lama tapi selalu di tolak avram. Saat itu adalah hari di mana avram dan ajeng anniversary yang ke satu tahun. Avram berencana membuat kejutan untuk ajeng dengan meminta bantuan dari lion.
"Bagaimana dengan persiapan nanti malam yon?". Tanya avram pada lion, saat ini mereka sedang duduk di cafe.
"Kamu tenang saja vram, semua beres. Kamu tunggu saja di tempat acara, gue akan mengantarkan ajeng kesana". Kata lion.
__ADS_1
"Lo memang selalu bisa gue andalkan". Kata avram tersenyum.
"Tersenyum lah, karena setelah ini gue pastiin lo tidak akan bisa tersenyum lagi". Batin lion tersenyum miring.
"Ya sudah, gue kembali dulu. Mau siap-siap untuk nanti malam". Kata avram yang di balas anggukan kepala oleh lion.
Setelah avram pergi lion pun iku beranjak untuk menemui seseorang. Yang berada tidak jauh dari tempat mereka berbincang tadi.
"Sorry membuat lo menunggu lama". Kata avram lalu duduk di depan orang tersebut.
"Tidak masalah, lalu bagaimana selanjutnya?". Tanya orang tersebut.
"Sesuai rencana awal saja, gue akan beri kode ke lo saat sudah dekat dengan parkiran. Nanti lo bisa bawa avram keluar biar ajeng melihatnya". Kata lion.
"Baiklah". Kata orang itu.
"Tapi ingat Divsha jangan sampai lo mencari kesempatan dalam hal ini. Kita hanya ingin menghancurkan hubungan mereka, dan membuat ajeng membenci avram". Kata lion.
"Lo tenang saja, semua pasti berjalan sesuai kemauan lo". Kata divsha.
"Baiklah, gue pergi dulu". Kata lion.
"Hm". Kata divsha singkat.
"Setelah ini gue pasti bisa memiliki avram". Batin divsha senang.
Di sisi lain avram sudah memberi tahu ajeng bahwa nanti lion akan menjemputnya. Dan avram meminta ajeng untuk berias secantik mungkin karena ia ingin memberinya kejutan.
__ADS_1
Bersambung.