KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 82


__ADS_3

Dan ternyata memang benar quena datang ke makam qila untuk menceritakan semua beban yang ada dipikirannya. Bukan dia tidak bahagia dengan pernikahan sang kakak, dia sangat bahagia malah. Tapi yang membuat dia sangat sedih kenapa disaat bahagia sang kakak, satu kakaknya tidak bisa hadir.dia juga menceritakan tentang kepergiannya nanti, dia berjanji jika ada waktu luang akan mengunjungi qila. Cukup lama ia berada dimakam qila. Hingga cuaca sudah sangat panas ia memutuskan pergi dari sana.


Quena kembali ke hotel, dan saat sampai di lobi ternyata Reyhan baru saja kembali dan berpapasan dengan quena di lobi.


"Kamu dari mana quen?". Tanya Reyhan yang berada di belakang quena. Quena yang mendengar namanya di panggil pun berhenti dan berbalik ke arah asal suara.


"Quen dari makam kak qila, kak". Jawab quena. Reyhan percaya dengan perkataan quena karena ia melihat mata adiknya itu sembab.


"Kenapa tidak izin dengan mommy atau Daddy kamu?". Tanya Reyhan.


"Tadi quen lihat mommy dan yang lain sedang sibuk kak, jadi quen langsung pergi saja". Jawab quena.


"Lain kali jika mau kemana-mana bilang dengan om Arya atau yang lainnya biar kita tidak khawatir. Kamu tidak kasihan dengan mommy mu dia sangat sedih karena semua orang tidak tahu kamu pergi kemana, apalagi kamu pergi tanpa perlawanan". Kata Reyhan.


"Maaf kak". Kata quena tertunduk.


"Sudah tidak apa, lebih baik sekarang kita temuin om dan Tante mereka sangat khawatir dengan keadaan kamu". Kata Reyhan yang di jawab anggukan kepala oleh quena.


Ia merasa bersalah karena pergi tidak pamit dengan orang-orang, setelah sampai di depan kedua orang tuanya quena langsung meminta maaf atas kesalahannya. Apalagi dia melihat sang mommy menangis itu sangat menyakiti hatinya.


"Maafin quena mom". Kata quena sambil mencium punggung tangan sang mommy lalu memeluknya.


"Lain kali pamit dulu dengan mommy atau yang lain jika mau kemanapun, biar kita tidak khawatir sayang. Kamu tau setelah kepergian kak qila mommy tuh merasa takut jika kamu pergi tanpa pengawalan". Kata Delia sambil mengelus puncak kepala quena.


"Sekali lagi quena minta maaf mom, dad". Kata quena setelah melepas pelukannya.


"Tidak apa, yang penting kamu baik-baik saja. Lebih baik kita semua istirahat sekarang karena nanti malam masih ada acara resepsi Kenzo". Kata Arya yang di jawab anggukan kepala oleh semua orang.


Setelah itu semua pergi menuju kamar inap masing-masing. Karena memang hotel tersebut saat ini hanya di buka untuk tamu keluarga javas.


"Rey, beritahu Chris dan yang lain untuk kembali ke hotel. Bilang jika quena sudah ketemu". Kata Arya sebelum pergi.


"Iya om". Jawab Reyhan.


Setelah kepergian Arya, Reyhan langsung mengabari Chris. Dan setelah itu ia pergi ke kamarnya karena dia juga merasa lelah saat ini. Sedangkan disisi lain tepatnya di kamar pengantin baru mereka saat ini sedang terlelap tidur. Karena memang mereka sangat lelah hingga selesai mandi langsung tidur. Delia yang sudah berada di kamarnya hanya duduk melamun di tepi ranjang, Arya yang melihat istrinya sedang melamun pun menghampirinya.

__ADS_1


"Sedang memikirkan apa, hm?". Tanya Arya lembut.


"Kapan kamu datang, aku tidak mendengarnya?". Bukannya menjawab Delia malah berbalik tanya.


"Bagaimana kamu mau menyadari kehadiranku jika kamu sedang melamun, kenapa?". Kata Arya.


"Aku memikirkan quena, apa mengizinkan dia melanjutkan kuliah di sana keputusan yang benar?". Kata Delia.


"Itu sudah keinginan quena, kamu ingat sendiri kan bagaimana perkataan Rico. Semakin quena nyaman dan senang itu akan membuat rasa traumanya sembuh". Kata Arya sambil menggenggam tangan Delia.


"Tapi aku masih khawatir jika harus jauh dari dia". Kata Delia.


"Dulu kita juga pernah jauh bukan dari dia?". Tanya Arya.


"Tapi itu beda, dulu dia jauh karena ada mamah, papah, dan juga qila yang berada disampingnya. Tapi sekarang hanya Kenzo dan Naura yang nantinya akan mengawasinya. Aku tau Kenzo sangat menyayanginya begitupun Naura, tapi kamu tau sendiri bagaimana Kenzo jika dia sudah marah atas sebuah kesalahan". Kata Delia.


Arya berfikir apa yang dikatakan Delia ada benarnya juga, Kenzo jika marah memang tidak peduli itu siapa, apalagi jika kesalahannya sangat fatal. Tapi dia dan Delia juga tidak bisa membiarkan quena disana sendiri, ia juga tidak bisa meninggalkan orang tuanya yang sudah tua. Kemarin dia sempat bicara dengan suami kelyn agar mereka pindah kesini, tapi tidak bisa karena pekerjaan disana tidak bisa ditinggal. Mau membawa orang tua mereka ke sana juga tidak bisa karena mereka sudah tua. Mau tidak mau memang Arya yang mengalah karena memang dia anak pertama.


"Percaya dengan aku, Kenzo dan Naura akan bisa menjaga quena. Lagi pula kita akan berkunjung ke sana jika ada waktu luang, atau mereka yang kembali kesini". Kata Arya menenangkan delia.


Tak terasa waktu sudah sore, tapi sepasang pengantin baru itu masih saja terlelap di dalam kamarnya. Padahal sang MUA sudah pada datang dan menunggu di kamar khusus untuk merias mereka nantinya. Para anak-anak perempuan sudah selesai di rias, tapi yang menjadi pusat perhatian hari ini belum menunjukkan batang hidungnya.


"Del, hubungi Kenzo. Mereka harus bersiap sekarang". Kata flora.


"Oh iya aku sampai lupa jika Kenzo dan Naura belum bersiap". Kata Delia.


"Kamu itu baru juga jadi mertua, belum jadi nenek sudah pelupa". Kata Lia menimpali.


"Nggak gitu Li, tadi aku pikir Naura sudah ada disini jadi aku langsung kesini tanpa mengecek kamar pengantin baru itu". Kata Delia.


"Ngeles aja kamu itu Del". Kata flora.


Anak-anak yang mendengar perdebatan orang tua mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah para orang tua yang dari dulu tidak pernah berubah. Di kamar pengantin Kenzo yang bangun lebih awal dari Naura menatap Naura dengan senyum yang terukir di bibirnya. Dia bahagia akhirnya bisa bersama dengan wanita yang sangat dia cintai.


"Sayang, bangun yuk sudah sore". Kata Kenzo sambil mengusap pipi Naura.

__ADS_1


"Eeegghhhmm". Guman Naura mulai membuka matanya.


"Bangun yuk, kita harus bersiap untuk acara nanti malam". Kata Kenzo.


"Jam berapa sekarang Ken?". Tanya Naura.


"Sudah jam 4 sore". Jawab Kenzo.


"Ya ampun Ken, kenapa tidak bangunin dari tadi sih". Kata Naura langsung bergegas ke kamar mandi.


"Bagaimana mau bangunin, aku aja juga baru bangun". Guman Kenzo tersenyum melihat tingkah Naura.


Saat Kenzo sedang menunggu Naura mandi, ia di kejutkan dengan bunyi ponsel Naura.


"Sayang, Rena telfon". Teriak Kenzo setelah melihat siapa yang menghubungi Naura.


"Angkat saja, bilang sebentar lagi aku datang". Kata Naura menyakiti dari dalam kamar mandi.


"Halo". Sapa Kenzo saat panggilan sudah terhubung.


"Loh kok kamu Ken yang angkat, Naura kemana?". Tanya Rena disebrang sana.


"Naura lagi mandi". Jawab Kenzo.


"Jangan bilang kalian baru bangun". Hardik Rena yang mendengar suara Kenzo seperti baru bangun tidur, apalagi saat Kenzo bilang Naura baru mandi.


"Memang kenapa sih Ren jika kita baru bangun". Kata Kenzo.


"Lo masih tanya kenapa, ini itu acara resepsi untuk Lo dan Naura. Kita semua sudah siap tapi pengantinnya malah baru bangun". Kata Rena, dan terdengar suara cekikikan di sebrang sana.


"Yayaya, Lo tenang aja. Bentar lagi Naura kesana". Kata Kenzo, dan saat Rena akan berbicara lagi Kenzo langsung mematikan panggilannya.


Di sebrang Rena sedang mengumpat Kenzo dengan kesal, dan di tertawakan para orang tua dan juga adik-adiknya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2