
Sesuai perkataannya kenzo membawa naura ke masionnya, naura sendiri merasa bingung kenapa kenzo malah membawanya ke masion.
"Bapak bisa langsung kembali ke rumah sakit nanti saya kesana naik mobil sendiri saja". Kata kenzo pada sang supir saat mau turun.
"Baik tuan muda". Kata sang supir.
Lalu kenzo mengajak naura turun, naura hanya mengikuti setiap perkataan kenzo. Walau dalam benaknya banyak sekali pertanyaan.
"Bik". Panggil kenzo pada pelayan.
"Iya tuan muda". Kata pelayan.
"Tolong buatkan nona ini minum ya, lalu anterin ke kamar saya". Perintah kenzo.
"Baik tuan muda". Kata pelayan.
"Ayo nay, ikut gue". Ajak kenzo pada naura.
"Kita mau kemana ken?". Tanya naura mengikuti langkah kenzo.
"Ke kamar gue". Jawab kenzo. Membuat naura menghentikan langkahnya.
"Lo tidak ada niat mau ngapa-ngapain gue kan?". Tanya naura.
"Jika lo tidak mau ya sudah, gue anterin pulang sekarang". Kata kenzo.
"Yayaya, gue ngalah". Kata naura.
Lalu mereka masuk ke dalam lift yang menuju kamar kenzo. Sesampainya di lantai tempat kamar kenzo berada, naura merasa tercengang melihat interior yang berada di tempat tersebut. Meski sederhana tapi tidak meninggalkan kesan mewah. Dan juga di sana sudah seperti kamar hotel, banyak sekali kamar dan juga sudah ada namanya. Kamar kenzo terletak di tengah, karena kamar dekat lift itu kamar oma dan opanya, lalu kamar orang tuanya, kemudian kamar auntynya kelyn, baru setelah itu kamarnya, dan terakhir kamar ke dua adiknya dan sepupunya kayla.
Untuk kamar tamu sendiri terletak di lantai 2, untuk lantai 3 semua berhubungan dengan pemilik masion. Sesampainya di depan kamar kenzo, naura hanya mengamati setiap gerak gerik kenzo. Melihat kunci kamar kenzo menggunakan sandi kemudian naura melihat pintu-pintu yang lain. Semua pintu menggunakan kunci yang berbeda, batin naura.
__ADS_1
"Masuklah". Kata kenzo setelah pintu terbuka, naura hanya mengangguk. Lalu dia melangkahkan kakinya masuk ke kamar kenzo walau sebenarnya ia merasa takut.
Naura merasa tercengang melihat kamar kenzo yang rapi, bersih, dan juga nyaman. Kenzo membuka korden pintu balkon dan juga cendela. Sedangkan naura masih mengamati sekitar kamar kenzo.
"Lo pasti berpikir kenapa gue minta agar kita bicara disini, lo tahu sendiri gue baru membuka identitas gue. Jadi pasti banyak awak media yang ingin mencari tahu kehidupan pribadi gue. Itu sebabnya gue minta lo agar bicara disini". Kata kenzo, dan naura mengangguk tanda mengerti.
Saat naura akan berbicara, ada yang mengetuk pintu kamar kenzo. Lalu kenzo menyuruh naura untuk duduk di sofa, dan dia pergi membukakan pintu. Ternyata pelayan yang mengantarkan minuman untuk mereka.
"Maaf tuan, tadi nyonya menelpon. Nyonya berpesan, jika tuan ingin kembali ke rumah sakit di suruh membawakan pakaian ganti untuk nyonya besar dan yang lainnya , tuan bisa mengambilnya di masion utama kata nyonya". Kata pelayan.
"Baik bi". Kata kenzo, setelah itu pelayan pun pamit undur diri.
"Minumlah nay, tidak perlu sungkan di sini". Kata kenzo.
"Ken, gue minta maaf atas kejadian waktu itu". Kata naura tanpa memperdulikan perkataan kenzo.
"Gue udah lupain itu, nay". Kata kenzo.
"Gue hanya tidak ingin terlalu mengengkang perasaan lo, nay. Gue tahu lo masih memiliki perasaan pada zen, jika gue tetap disini lo akan bimbang dengan perasaan lo". Kata kenzo.
"Gue dan zen hanya masa lalu ken, sekarang gue sadar jika yang ada di hati gue itu lo. Bukan zen, gue merasa kesepian tidak melihat lo di kampus. Dan setelah gue bertanya pada rena, dan dia bilang lo pindah kuliah gue merasa kehilangan ken. Tapi sekarang gue tahu ken gue tidak pantas untuk lo, karena status kita sudah berbeda. Gue hanya ingin lo tahu yang sebenarnya, dan gue tidak berharap lebih dari itu. Gue sadar diri ken, lo itu atasan gue". Kata naura.
"Rena pasti sudah menceritakan kenapa gue menyembunyikan identitas gue buka, dan lo juga sudah tahu wanita seperti apa yang gue harapin nay. Jujur dulu gue pernah menyukai jesi, tapi karena gue miskin dia menolak gue. Tapi setelah gue bertemu lo, gue merasa ada yang berbeda dalam diri lo. Hingga lama-kelamaan gue mengenal lo, gue merasa lo itu seperti mommy yang lemah lembut, tidak memandang apa yang gue punya. Meski saat itu lo tahu gue tidak punya apa-apa lo tetap mau dekat dengan gue". Kata kenzo.
"Tapi gue tidak sederajat dengan lo ken, apa keluarga lo nantinya mau menerima gue jika kita tetap melanjutkan semua ini". Kata naura.
"Percaya dengan gue ra, keluarga gue pasti menerima lo. Tapi jika memang lo mau melanjutkan semua ini, apa lo bisa jauh dari gue?". Tanya kenzo memegang tangan naura.
"Maksud lo ken?". Tanya balik naura.
"Lo tahu sendiri gue sudah pindah kuliah ke malaysia, apa lo bisa nunggu gue selama itu tanpa berpaling ke pria lain?". Tanya kenzo.
__ADS_1
"Apa lo tidak bisa pindah lagi ke sini?". Tanya naura.
"Kuliah gue yang di sana saja baru di mulai lusa, nay. Jadi gue tidak bisa pindah, meskipun orang tua gue pasti izinin. Tapi gue tidak ingin membebani mereka terus". Kata kenzo.
"Gue hanya takut gue tidak bisa menjalani semua ini, ken". Kata naura.
"Gue tidak memaksa lo, nay. Seandainya nanti gue kembali dari malaysia kok lo sudah bersama orang lain, gue tidak akan mengganggu lo. Ini gue pergi juga tidak mengikat lo dalam suatu hubungan, tapi kita cukup tahu perasaan masing-masing. Dan untuk kedepannya nanti kita berjodoh atau tidak, kita cukup mengikuti takdir". Kata kenzo.
"Tapi lo selalu kasih kabar ke gue kan?". Tanya naura.
"Gue bisa kasih kabar lo, tapi tidak sering. Karena gue di sana bukan hanya kuliah, tapi juga mengurus perusahan mommy". Kata kenzo.
Naura yang memang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi pun menangis, dan kenzo dengan sigap langsung memeluknya. Kenzo sendiri tidak tega melihat naura sedih seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, dia memang tidak bisa merubah keputusannya kali ini.
"Sudah jangan menangis lagi, oh iya aku punya sesuatu untuk kamu". Kata kenzo.
"Apa?". Tanya naura sambil menghapus air matanya.
"Tunggu sebentar". Kata kenzo lalu bangkit dari duduknya dan menuju ruang ganti.
Setelah beberapa menit kenzo kembali dengan membawa sebuah kotak yang ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Naura pun menerimanya lalu membukanya, betapa terkejutnya ia tenyata isinya sebuah gelang yang memang terlihat sederhana tapi harganya sudah pasti mahal. Kenzo memesannya khusus, dengan nama naura dan juga ada GPSnya. Dan gelang itu hanya ada satu di dunia, selain kenzo memesannya khusus dia juga merancang desainnya sendiri.
"Apa kamu menyukainya?". Tanya kenzo.
"Ini pasti mahal ken". Kata naura.
"Tidak juga, semahal apapun itu jika untuk kamu aku akan membelikannya". Kata kenzo lalu memasang gelang tersebut di pergelangan tangan naura.
"Terima kasih". Kata naura tersenyum, kenzo hanya menanggapinya dengan senyuman lalu mereka berpelukan.
Bersambung.
__ADS_1