KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 40


__ADS_3

Di tanah air tepatnya di masion arya, ia sedang berdiri di balkon kamarnya sambil memandang ke depan. Entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini hanya arya lah yang tahu.


"Kamu sedang apa sayang?". Tanya delia tiba-tiba datang.


"Tidak ada, aku hanya sedang memikirkan anak-anak saja". Jawab arya lalu duduk di bangku yang ada di sana.


"Memang anak-anak kenapa?". Tanya delia mengreyitkan dahinya.


"Aku baru saja mendapat kabar dari andra jika callie kembali, aku takut dia akan membalaskan dendamnya pada anak-anak kita, terutama kenzo. Sedangkan anak-anak belum tahu masalah di masa lalu kita". Jawab arya.


"Kamu tenang saja, setelah kenzo kembali nanti kita jelaskan pada mereka pelan-pelan". Kata delia mengelus lengan arya.


"Aku hanya khawatir dengan keselamatan mereka sayang". Kata arya, dan delia hanya tersenyum.


Delia pun masuk ke dalam kamar, arya hanya melihatnya sekilas lalu kembali memandang ke depan. Di bawah qila dan quena baru saja kembali dari kampus. Qila keluar dari mobilnya lalu masuk ke dalam masion begitu saja tanpa memperdulikan panggilan quena dan juga sapaan para penjaga. Quena pun langsung bergegas mengejar qila, sedangkan para penjaga saling pandang melihat tingkah kedua nona mudanya.


"Kak tunggu, quena minta maaf. Bukan maksud quena membela wanita itu". Kata quena di belakang qila.


"Jika kamu tidak membelanya seharusnya kamu membiarkan kakak memberinya pelajaran quen". Kata qila menghentikan langkahnya.


"Quena hanya tidak ingin abang tahu, kak. Bukannya kakak sudah janji dengan abang akan kontrol emosi kakak". Kata quena.


"Tapi dia sudah menghina mommy, quen". Kata qila.


"Ada apa kalian ribut?". Tanya seseorang mengalihkan pandangan mereka.


"Daddy, mommy". Pekik mereka yang melihat arya dan delia berjalan ke arah mereka. Lalu arya pun duduk di sofa ruang tamu, kemudian di ikuti delia dan ke dua putrinya.


"Kenapa kalian bertengkar sayang?" tanya delia lembut.


"Kak qila tuh mom, tadi dia hampir ribut di kampus. Quena menghalanginya eh malah quena di tuduh membela wanita yang ribut dengan kakak". Jawab quena.


"Apa alasan kamu marah kak?". Tanya arya.


"Dia sudah menghina mommy, dad". Jawab qila dingin.


"Tapi kakak kan tidak harus emosi seperti itu, jika abang tahu pasti kakak langsung di kirim ke luar negeri. Quena tidak mau berpisah dengan kak qila itu sebabnya quena menghalangi kak qila". Kata quena panjang lebar. Saat delia akan berbicara, tiba-tiba ponselnya berdering. Setelah melihatnya ternyata kenzo yang menelponnya.


@Abang_Ken Calling...


"Halo bang". Kata delia saat panggilan sudah tersambung.

__ADS_1


"Mom, apa twins di masion?". Tanya kenzo di sebrang sana, mendengar pertanyaan sang putra delia pun menatap ke dua putrinya.


"Mereka baru saja kembali bang. Memang ada apa?". Tanya delia.


"Tidak apa mom, ken tadi menghubungi ponsel mereka tapi tidak ada yang menjawab. Apa mereka baik-baik saja mom?". Tanya kenzo.


"Mereka baik bang". Jawab delia.


"Ya sudah jika mereka baik-baik saja, mom. Tadi ken dapat kabar jika qila bertengkar di kampus". Kata kenzo.


"Iya bang, kamu kapan pulang bang?". Tanya delia mengalihkan pembicaraan.


"Mungkin minggu depan mom". Jawab kenzo.


"Ya sudah jaga diri kamu baik-baik di sana, jangan lupa jika mau pulang berkunjung ke rumah para oma mu". Kata delia.


"Iya mom, udah dulu ya mom. Ken masih ada urusan". Kata kenzo.


"Iya bang". Kata delia.


Setelah itu panggilan pun terputus, arya dan ke dua putrinya yang sejak tadi hanya diam menyimak pembicaraan delia pun mulai bertanya-tanya.


"Kenapa mom?". Tanya arya.


"Abang tidak marah mom?". Tanya quena girang.


"Tidak sayang, abang pasti mendapat informasi lengkap itu sebabnya dia tidak marah". Jawab delia.


"Lagi pula qila kan membela mommy jadi abang tidak akan marah, tapi jika qila bertengkar karena abang itu pasti akan membuat abang marah". Kata arya.


"Kan niat qila membela abang, dad". Kata qila.


"Daddy tahu sayang, tapi abang mu hanya tidak ingin para adiknya terluka karena dia. Karena sepatutnya abang menjaga kalian bukan membuat kalian celaka, kalian mengerti maksud daddy bukan?". Kata arya panjang lebar.


"Iya, dad". Jawan qila dan quena serempak.


"Sekarang kalian ke kamar bersihkan diri kalian, lalu istirahat". Kata delia, dan dianggukin mereka.


Di tempat naura gadis itu sedang melamun di teras rumahnya karena hari ini ia libur bekerja. Entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini. Tiba-tiba ponselnya berdering dan membuyarkan lamunannya. Setelah melihatnya ternyata kenzo yang menghubunginya melalui panggilan video. Lalu ia pindah ke kamarnya.


@Kenzo_Calling...

__ADS_1


"Hello nay". Sapa kenzo di sebrang sana saat panggilan tersambung.


"Masih ingat gue ternyata lo?". Kata naura kesal.


"Jangan ngambek gitu dong, nay. Maaf kemarin-kemarin gue sibuk, jadi tidak sempat pegang ponsel". Kata kenzo tersenyum, karena mereka sedang melakukan panggilan video jadi kenzo merasa gemas melihat muka naura yang ngambek.


"Lo tahu tidak gue itu khawatir banget sama lo. Tiba-tiba menghilang entah kemana". Kata naura.


"Iya-iya maaf, keluarga gue sedang ada masalah jadi gue harus kembali ke rumah". Kata kenzo.


"Lalu lo kapan kembali masuk kampus?". Tanya naura.


"Entahlah belum tahu juga gue, emang kenapa? Lo udah kangen ya?". Goda kenzo.


"Percaya diri sekali anda, jika lo tidak kembali ke kampus secepatnya gue akan cari gandengan baru". Canda naura.


"Silahkan saja, tapi gue pastikan laki-laki itu tidak akan hidup tenang". Kata kenzo serius, naura yang mendengar jawaban kenzo hanya menelan ludahnya kasar.


"Lo ini lagi di mana, ken?". Tanya naura mengalihkan pembicaraan.


"Di balkon kamar, kenapa?". Tanya balik kenzo.


"Tidak ada hanya bertanya". Jawab naura.


"Entah kenapa gue merasa kamar kenzo mewah ya". Batin naura, yang tidak sengaja melihat ruangan kamar kenzo sekilas. Karena kenzo duduk tepat di tengah pintu balkon.


"Ra tunggu bentar ya". Kata kenzo lalu berjalan masuk ke dalam kamar dan menuju pintu, karena tadi dia mendengar ada yang mengetuk pintu.


"Ada apa bi?". Tanya kenzo setelah membuka pintu kamarnya ternyata kepala pelayan yang datang. Kenzo yang memang membawa ponselnya membuat naura mendengar semua percakapan mereka. Karena kenzo juga lupa menonaktifkan microfonnya.


"Maaf mengganggu tuan muda, di bawah ada tuan alfa dan nyonya binar ingin bertemu anda". Kata bibi sri.


"Minta chris untuk menemuinya dulu, nanti ken menyusul". Kata kenzo.


"Tuan chris sedang keluar, tuan". Kata bibi sri.


"Kemana?". Tanya ken mengreyitkan dahinya, karena setahu dia tidak ada kerjaan diluar sekarang.


"Saya kurang tahu tuan, tadi tuan chris hanya berpesan jika tuan bertanya suruh jawab bahwa beliau sedang ada urusan di luar". Jawab bibi sri.


"Ya sudah, bibi bilang saja pada uncel untuk menunggu sebentar". Kata kenzo.

__ADS_1


"Baik tuan muda". Jawab bibi sri.


Bersambung.


__ADS_2