
Waktu terus berlalu tibalah dimana quena akan wisuda. Quena lulus dengan nilai terbaik, itu membuat semua keluarga sangat bangga dengannya. Tapi mereka juga sedikit sedih karena sebentar lagi quena akan pergi jauh dari mereka. Tak hanya itu pernikahan Kenzo dan Naura juga di percepat atas saran dari sang Oma yaitu orang tua Arya.
Awalnya Delia ragu untuk menyetujui pernikahan di percepat. Mengingat keadaan quena yang kadang traumanya kambuh saat ada perayaan besar. Kemudian dengan keputusan dari quena juga akhirnya Delia setuju jika pernikahan Kenzo dan Naura akan di laksanakan sebelum Kenzo pergi menemani quena ke London. Agar nanti Naura juga bisa ikut dengan Kenzo.
Pasalnya Kenzo di sana tidak hanya sebentar, Oma gina berpikir tidak mungkin Naura harus menunggu selama itu. Meski dia tau Naura tidak keberatan akan hal itu. Dan untuk masalah hotel dan perusahaan di sini Arya dan Delia akan kembali turun tangan selama Kenzo menemani quena di sana.
"Mommy". Teriak quena dari lantai atas, gadis itu saat ini sedang sibuk bersiap untuk pergi bersama Naura dan Kenzo.
"Ada apa lagi quen?". Tanya Delia saat putrinya sudah turun dan berada di depannya.
"Dimana Abang mom?". Kata quena mencari sang kakak.
"Bukannya ada di kamar?". Kata Delia balik bertanya pada quena. Pasalnya dia juga tidak melihat Kenzo turun dari tadi.
"Nggak ada mom". Kata quena dengan muka yang sedikit di tekuk.
"Kalau gitu mommy juga nggak tau sayang, soalnya selama mommy di bawah tidak melihat Abang keluar. Jika pun Abang pergi pasti izin mommy atau meninggalkan pesan pada pelayan". Kata Delia panjang lebar.
Quena hanya bisa menghela nafas panjang, setelah itu ia pergi ke ruang tv. Cukup lama ia menunggu Kenzo di ruang tv.
"Haish, Abang ni kemana sih. Di telfon nggak di angkat, ini juga nggak muncul-muncul sebenarnya jadi nggak sih ngajak aku pergi". Kesal quena karena bete menunggu sang kakak yang tak kunjung datang.
"Kamu masih di rumah quen?". Tanya Arya yang baru saja kembali dari lokasi pernikahan Kenzo dan Naura.
"Lalu quen harus kemana, dad?". Bukannya menjawab quena malah kembali bertanya pada sang Daddy. Dia sudah sangat bete saat ini malah sang Daddy bertanya seperti itu.
"Katanya kamu mau pergi dengan Abang". Kata Arya.
"Bagaimana mau pergi, quen saja tidak tahu kemana Abang saat ini". Kata quena lesu.
"Memang Abang nggak bilang sama kamu kalau Abang jemput kak Naura". Kata Arya, yang membuat quena langsung membulatkan matanya karena terkejut.
Dari tadi dia menunggu Kenzo dan yang di tunggu malah sudah di luar masion. Kenapa nggak sekalian aja gitu jemputnya pikir quena. Jadi sang Abang tidak usah bolak balik.
"Tapi mommy bilang tidak melihat Abang pergi dad?". Tanya quena.
"Abang mu perginya saat mommy mu masih di kamar, tadi barengan sama Daddy saat mau pergi". Jawab Arya, quena hanya manggut-manggut tanda mengerti.
__ADS_1
Pantas saja tidak ada yang tau kepergian Kenzo, soalnya itu masih pagi sekali. Tapi kenapa lama sekali kembalinya jika sudah dari tadi perginya.
"Maaf tuan saya mengganggu waktu anda bersama nona muda". Kata pelayan yang tiba-tiba datang.
"Tidak apa, ada apa?". Tanya Arya.
"Di depan ada tuan muda Kenzo, saya diminta untuk memanggil nona quena agar menghampiri tuan Kenzo di depan, tuan". Kata sang pelayan.
"Ya sudah bibi bisa lanjutin pekerjaannya nanti quena akan kedepan". Kata quena.
"Baik nona muda, kalau begitu saya permisi dulu tuan, nona muda". Pamit pelayan tersebut.
"Hm, makasih bi". Kata quena, sedangkan Arya hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Setelah kepergian pelayan quena pun pamit dengan Arya untuk menghampiri Kenzo. Sedangkan Arya dia pergi kekamarnya untuk membersihkan diri. Di depan masion Kenzo sedang menunggu sang adik dengan berdiri dan bersandar pada pintu mobil. Sedangkan Naura tidak ikut turun.
"Abang". Sapa quena saat sampai di depan Kenzo.
"Sudah siap pergi?". Tanya Kenzo sambil mengelus puncak kepala sang adik.
Setelah itu quena bersama kakak-kakaknya pergi ke sebuah mall milik keluarganya. Kenzo dan Naura akan mengantarkan quena membeli keperluannya untuk kuliah di London nanti.
"Mau kemana dulu quen?". Tanya Naura saat mereka sudah sampai di mall.
"Kita ke toko tas dulu yuk kak, sepertinya ada tas pengeluaran terbaru". Kata quena.
"Baiklah". Kata Naura, Kenzo hanya mengikuti langkah kedua wanita kesayangannya. Hari ini ia akan menyenangkan quena dan Naura.
Hampir menelusuri setiap toko yang ada di mall mereka tidak sadar jika sudah waktunya makan siang. Quena yang mulai merasakan lapar pun mengajak kakaknya untuk makan siang dulu.
Sedangkan di sisi lain Ajeng dan Avram datang bertamu ke masion Delia. Mereka datang untuk memberikan undangan pernikahan mereka secara langsung pada Kenzo sekeluarga. Mengingat Delia masih kerabat dekat mereka, dan juga sebagai ucapan terima kasih karena berkat Kenzo Ajeng dan Avram bisa kembali bersama.
"Kenapa kesini tidak bilang, jika kalian bilang Tante bisa minta supir jemput kalian di bandara". Kata Delia saat mereka sudah duduk di ruang tamu.
"Biar kejutan Tan, gimana kabar Tante dan yang lain?". Kata Ajeng.
"Kami baik, kamu dan keluarga di sana sendiri bagaimana kabarnya?". Kata Delia.
__ADS_1
"Kami juga baik Tan, Mamah titip salam untuk Tante, dan maaf belum bisa datang kemari". Kata Ajeng.
"Tidak apa, yang penting semua sehat disana". Kata Delia.
"Oh iya tan dimana om Arya, Kenzo dan quena?". Tanya Avram.
"Arya baru saja pergi ke masion utama, kalau Kenzo dan quena lagi pergi". Kata Delia.
"Kita nggak bisa lama-lama Tan, jadi kita nitip ini ya buat Kenzo dan juga buat Tante sekeluarga jangan lupa hadir ya tan". Kata Avram sambil memberikan sebuah undangan.
"Wah kalian akan menikah, Tante pasti usahain datang. Soalnya waktunya berdekatan dengan acaranya Kenzo". Kata Delia.
"Kita juga terkejut saat menerima undangan dari Tante waktu itu, soalnya pas banget dengan rencana awal kami". Kata Ajeng.
"Maksud kamu, tanggalnya awalnya sama dengan pernikahan Kenzo?". Tanya Delia yang di jawab anggukan kepala Ajeng dan Avram.
"Tapi kami memutuskan untuk mengundurnya saja, biar Kenzo dulu baru kita". Kata Ajeng.
"Ya ampun, Tante jadi nggak enak. Kak Rina juga gitu, mau menikahkan kamu disini tidak dikabari". Kata Delia tak enak hati.
"Tak apa tan, mama tidak masalah kok. Itu sudah keputusan kedua belah pihak. Keluarga Avram juga tidak masalah". Kata Ajeng.
"Tapi Tante masih tidak enak, sampaikan maaf Tante pada mamahmu ya". Kata Delia.
"Iya tan". Kata Ajeng.
"Sepertinya kami harus undur diri Tan, masih banyak yang harus kami urus". Pamit Avram.
"Kok buru-buru sih, tidak menunggu Kenzo dan quena dulu. Sekalian makan siang di sini". Kata Delia.
"Mungkin lain kali Tan, kita harus kembali ke Jerman sekarang juga". Kata Ajeng.
"Oh gitu, ya sudah. Makasih sudah menyempatkan datang kemari". Kata Delia.
"Iya tan kami pamit dulu". Kata Avram sambil mencium punggung tangan Delia.
Bersambung.
__ADS_1