KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 54


__ADS_3

Satu bulan berlalu.


Satu bulan sudah kenzo meninggalkan tanah kelahirannya, selama satu bulan ini hubungan kenzo dan naura sangat baik. Hingga sudah beberapa hari ini hubungan mereka menjadi sangat renggang karena kesibukan masing-masing. Naura yang sibuk dengan tugas kuliah dan pekerjaannya. Dan begitupun kenzo yang juga sibuk dengan tugas dan pekerjaan kantornya.


Disisi lain zen selalu dekat dengan naura dan naura menanggapinya dengan baik. Karena naura pikir tidak ada salahnya mereka berteman. Hampir kemana pun naura bepergian selalu di antar zen. Hal itu membuat anak-anak di kampus mengira mereka berpacaran. Kenzo yang mengetahui hal itu merasa marah, untuk melampiaskan rasa marahnya ia menjauhi naura dan mengabaikan setiap panggilan atau chat dari naura. Rena dan gavril yang melihat kedekatan naura dan zen pun bertanya pada naura.


"Kalian balikan lagi, ra?". Tanya rena pada naura, saat ini mereka sedang menikmati makan siang di kantin.


"Tidak, gue hanya menganggap dia teman". Jawab naura yang mengerti maksud pertanyaan rena.


"Tapi kedekatan kalian itu sudah bukan seperti teman ra, anak-anak di kampus sudah mendengar gosip kalian pacaran". Kata gavril.


"Tapi gue emang tidak ada hubungan apa-apa dengan zen selain teman ren, gav". Kata naura.


"Mending lo mulai sekarang sedikit menjauh dari zen, lo tau qila dan quena belum memaafkan lo karena masalah kenzo. Jangan sampai karena hal ini mereka semakin membenci lo". Kata rena.


Yah, qila dan quena memang sudah sadar seminggu setelah operasi. Saat mereka sadar hal pertama yang mereka tanyakan adalah kenzo. Mau tidak mau delia pun menjelaskan semuanya mengenai kenzo yang pindah ke malaysia untuk sementara waktu. Delia juga menjelaskan apa alasan kenzo pindah waktu itu. Setelah mengetahuinya qila dan quena menjadi kurang suka dengan naura. Karena mereka mengira naura lah penyebab mereka jauh dari abang mereka.


"Lalu bagaimana hubungan lo dengan kenzo?". Tanya gavril.


"Awalnya hubungan kami baik, tapi semenjak banyak tugas hubungan kita renggang. Hingga zen kembali hadir di hidup gue membuat kenzo semakin jarang hubungi gue. Terkadang gue telpon tidak di angkat, gue chat juga tidak di balas". Jawab naura.


"Jelas dia mengabaikan lo, kenzo pasti sudah tahu mengenai kedekatan lo dan zen". Kata rena.


"Tapi dari mana dia tahu, gue tidak pernah bilang". Kata naura.


"Lo lupa siapa kenzo? Dia putra dari pengusaha yang berpengaruh di negara ini. Untuk mencari informasi seperti itu hal yang mudah baginya. Seharusnya lo ingat tanpa qila dan quena pergi membawa pengawal pun keamanan mereka tetap terjaga". Kata rena membuat naura berpikir akan kalimat terakhir rena.

__ADS_1


"Tunggu ren, gue masih belum mengerti maksud kalimat lo yang terakhir?". Tanya gavril.


"Maksud gue, kenzo menyuruh orang untuk mengawasi kedua adiknya itu, begitu pun lo ra. Kenzo pasti sudah menyuruh anak buahnya untuk mengawasi lo dari jauh". Kata rena.


Naura pun paham, kenapa dia baru ingat ya. Saat naura sedang asik memikirkan semuanya ada seseorang yang memanggilnya, naura pun tersadar dari lamunannya. Dan ternyata zen yang memanggilnya, dia baru ingat hari ini ada janji dengan zen untuk pergi ke toko buku. Mau di batalin juga tidak enak, mau tidak mau naura ikut. Ia pun berpamitan dengan rena dan gavril. Mereka hanya menjawab dengan anggukan kepala. Saat akan melangkah pergi ia melihat qila, quena, dan vania berjalan ke arah meja yang tadi buat mereka kumpul. Qila dan quena hanya tersenyum sinis saat melewati naura dan zen. Naura tahu mereka pasti mengira yang tidak-tidak tentangnya.


"Kalian sudah selesai?". Tanya rena saat mereka sudah duduk di hadapannya.


"Sudah kak, kak vania lapar. Vania makan dulu ya baru kita pulang?". Tanya vania.


"Iya sudah, kamu makan dulu. Twins kalian mau makan sekalian tidak?". Tanya rena.


"Tidak kak, tiba-tiba kita tidak selera makan". Jawab qila dingin.


Rena hanya menghembuskan nafasnya kasar, semenjak kenzo pindah qila sangat dingin pada siapa pun. Quena juga seperti itu, tapi hanya pada orang-orang tertentu. Naura tahu mereka seperti itu karena dia, lalu ia pun secepatnya pergi dari sana dengan perasaan sedih. Zen yang melihat naura berlari keluar pun mengejarnya, qila hanya tersenyum miring melihatnya.


"Twins jangan seperti itu tidak baik, jika abang tahu dia pasti marah dengan kalian". Kata rena menasehati.


"Kita lebih baik di marahi abang dari pada harus jauh lagi dari abang kak". Kata quena.


"Alasan kita kembali dari inggris hanya karena ingin dekat dengan abang, tapi apa? Gara-gara wanita itu abang pergi meninggalkan kita". Kata qila.


"Tapi sayang...". Ucapan rena terpotong.


"Kita duluan kak, kak rey sudah menunggu kita". Pamit qila.


"Kalian tidak ingin bareng kak rena saja?". Tanya rena.

__ADS_1


"Lain kali saja kak, kita sudah ada janji dengan kak rey". Kata qila, lalu menarik tangan quena.


Rena hanya memandang kepergian qila dan quena dengan perasaan yang sulit untuk di ungkapkan. Sedangkan vania hanya diam sambil menikmati makan siangnya. Memang semenjak keluar dari rumah sakit qila dan quena di larang mengendarai mobil sendiri dulu, mengingat keadaan mereka masih dalam pemulihan. Awalnya mereka menolak, karena itu akan membuat mereka sulit bepergian sesuka hati mereka. Tapi setelah ray menjelaskan bahwa itu perintah dari kenzo baru mereka menurut. Jadi mereka kadang di jemput arya, rey, terkadang juga nebeng dengan rena.


"Maaf nunggu lama kak". Kata qila dan quena serempak saat sampai di depan ray.


"Kakak juga baru sampai kok, kalian sudah makan siang?". Tanya ray sambil mengelus pucuk kepala mereka. Yang membuat siapa pun yang melihatnya merasa iri.


"Belum kak". Jawab quena menggelengkan kepalanya.


"Kita makan siang dulu baru kakak antar kalian pulang, okey". Kata ray.


"Oke kak". Jawab mereka serempak.


Lalu saat ray menyuruh mereka masuk ke dalam mobil ada yang memanggilnya. Hal itu membuat qila dan quena mengurungkan niatnya untuk masuk.


"Ada apa?". Tanya ray pada orang tersebut.


"Gue nebeng ya kak?". Tanya balik orang tersebut, rey hanya mengangkat sebelah alisnya.


"Bukannya lo tadi bawa mobil sendiri?". Kata ray.


"Tadi waktu berangkat tidak sengaja nabrak kak, jadi gue suruh pengawal membawanya ke bengkel". Jawab orang tersebut.


"Dezon sudah berapa mobil yang lo masukin ke bengkel seminggu ini? Jika papah tau lo rusakin mobil lagi sudah kakak pastikan fasilitas lo bakal di cabut". Kesal ray.


Ya, orang yang memanggilnya tadi adalah dezon adiknya. Dia merasa bingung dengan adiknya itu, kenapa setiap mengendarai mobil sendiri selalu saja berujung di bengkel. Memang awalnya di antar jemput supir, tapi seminggu ini melvin memberinya izin mengendarai mobil sendiri. Dan melvin di buat bingung karena mobil yang di bawa dezon selalu di antar orang bengkel.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2