
3 hari kemudian.
Baru juga tiga hari kenzo berdiam diri di masion tapi dia benar-benar sudah merasa bosan. Setiap hari dia hanya di kamar, jika tidak begitu di ruang keluarga, dan juga taman. Itu pun dia sambil mengerjakan pekerjaan kantor dan beberapa tugas kampus yang chris kirim.
Luka pada dirinya juga sudah mulai mengering, tapi sang mommy masih belum mengizinkan ia beraktivitas seperti biasanya. Hubungan kenzo dan naura juga sudah semakin dekat, meskipun sama-sama belum menyadarinya. Naura juga sering mengirim pesan kepada kenzo meski hanya sekedar untuk menanyakan kabar kenzo. Ia juga pernah ingin menjenguk kenzo tapi di larang oleh sang empunya.
Hari ini qila dan quena tidak berangkat ke kampus karena tidak ada jadwal ngampus. Sedangkan kenzo ia sedang berada di taman belakang mengerjakan pekerjaan kantor. Arya sendiri sedang ke rumah melvin untuk berkumpul bersama rico dan andra. Tapi tidak dengan istri mereka, meskipun sudah menjadi orang tua mereka tidak melupakan kebiasaan berkumpul meski hanya sebentar. Tidak hanya para ayah, para ibu juga kadang seperti itu. Tak jarang juga mereka berkumpul bersama dengan anak-anak mereka juga.
Tapi si kenzo jarang ikut, alasannya dia sedang sibuk. Jika tidak begitu dia tidak ingin buang - buang waktu. Delia sebagai seorang ibu juga merasa heran dengan sikap putranya. Sulit sekali di ajak hidup mewah, sampai-sampai para sahabatnya berfikir putra mereka tertukar dengan anak orang lain.
"Bang". Panggil qila saat menghampiri sang kakak di taman belakang.
"Hm". Jawab kenzo tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kita ke malaysia yuk". Ajak qila. Kenzo pun menatap sang adik.
"Ngapain?". Tanya kenzo mengreyitkan dahinya. Karena tidak biasa adiknya itu mengajaknya pergi, apalagi ke malaysia.
"Tidak tahu, hanya ingin ke sana saja bersama abang". Jawab qila.
"Kenapa tidak ajak mommy saja? Lagi pula kuliah kamu belum libur twins". Kata kenzo.
"Qila inginnya bersama abang, bukan mommy". Kata qila cemberut.
"Abang masih sibuk sayang, nanti saja jika abang sudah tidak sibuk kita ke sana oke". Kata kenzo mengelus rambut qila.
"Hanya beberapa hari saja bang, ya". Bujuk qila.
"Abang beneran tidak bisa twins, kamu tahu sendiri abang ambil cuti 1 minggu. Atau kamu ke sana bersama quena, nanti abang akan kabari uncel atau aunty di sana". Kata kenzo.
"Tapi qila inginnya abang juga ikut". Kata qila dengan wajah cemberut, lalu pergi begitu saja meninggalkan kenzo.
Kenzo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu. Lalu ia kembali melanjutkan pekerjaannya. Di kampus rena, naura, dan gavril sedang ngobrol di kantin. Mereka baru saja usai kelas, karena masih ada waktu beberapa jam sebelum naura bekerja rena mengajak mereka ke kantin terlebih dahulu.
"Gimana keadaan ibu lo ra?". Tanya gavril pada naura.
"Sudah mendingan sih, tapi masih harus sering cek up ke dokter". Jawab naura.
__ADS_1
"Kenapa tidak di rawat inap saja, ra?". Tanya rena.
"Biayanya pasti mahal ren, kemarin saja gue harus jual motor gue untuk tambahan biaya". Kata naura.
"Apa gue minta bantuan papah ya?". Batin rena.
"Lo mikir apa ren?". Tanya gavril membuyarkan lamunan rena.
"Tidak ada, kalau gitu lo berangkat dan pulang kampus bareng kita aja ra". Kata rena.
"Tidak ren, itu akan merepotkan kalian nantinya. Selama ini gue sudah banyak ngerepotin kalian". Kata naura.
"Kita tidak merasa di repotkan kok ra, kita malah senang bisa bantu lo. Hitung-hitung lo ngirit biaya transportasi. Jadi uang transportasi lo bisa di tabung". Kata gavril.
"Tapi...". Ucapan naura terpotong.
"Kita tidak terima penolakan naura". Kata rena memotong perkataan naura.
"Betul sekali. Tapi untuk hari ini gue tidak bisa anterin lo pulang dulu ra, jadi lo bareng rena saja ya". Kata gavril.
"Emang lo mau kemana gav?". Tanya rena.
Rena dan naura hanya ber oh ria. Setelah semua sudah habis, mereka memutuskan untuk pulang. Gavril pergi terlebih dahulu karena saat rena akan memasuki mobilnya ia mendapat panggilan dari sang mamah. Flora meminta rena untuk mampir ke rumah delia terlebih dahulu untuk mengambil sesuatu. Setelah itu rena pergi meninggalkan area kampus.
"Oh iya ra, lo tidak apa kan iku gue kerumah tante delia terlebih dahulu?". Tanya rena.
"Tidak apa ren, lagi pula waktu kerja gue masih sedikit lama". Jawab naura.
"Ya sudah, soalnya rumah lo dengan tante delia kan lebih dekat tante delia gitu loh. Biar tidak bolak-balik". Kata rena, sedangkan naura hanya mengangguk tersenyum.
Setelah itu hanya ada keheningan di dalam mobil tersebut hingga suara ponsel naura memecah keheningan. Saat naura melihatnya ternyata pesan dari kenzo.
^^^@Kenzo.^^^
^^^Lagi dimana? Apa sudah selesai kelasnya?.^^^
Naura tersenyum membaca pesan tersebut, rena yang melihat naura tersenyum pun jadi penasaran. Akhirnya ia memutuskan untuk mengintipnya. Setelah tahu naura sedang berkirim pesan dengan siapa rena ikut tersenyum.
__ADS_1
"Gue harap lo beneran bisa bersatu dengan naura ken, dia gadis yang baik, sopan, dan juga mandiri. Sangat sesuai dengan apa yang lo cari selama ini". Batin rena.
"Lo kenapa melamun, ren?". Tanya naura membuyarkan lamunan rena.
"Ah tidak, gue hanya mikir saja sepupu gue itu dia anak orang kaya tapi malah lebih suka hidup sederhana". Kata rena.
"Mungkin saja dia punya alasan kenapa seperti itu ren". Kata naura.
"Kamu benar ra, dia itu ingin mendapatkan wanita yang bisa menerimanya apa adanya. Bukan karena hartanya, kamu tahu sendiri sekarang banyak orang yang hanya melihat orang lain dari apa yang dia punya". Kata rena, saat naura akan menjawab, lagi-lagi ponselnya berbunyi.
^^^@Kenzo.^^^
^^^Kenapa tidak di balas? Apa masih sibuk? Tidak mungkin sibuk bekerja kan, ini belum waktunya lo bekerja.^^^
"Balas saja dulu, gue tidak apa kok". Kata rena tersenyum, dan naura hanya mengangguk.
@Naura.
Gue udah selesai kelas dari tadi, ini gue lagi perjalanan pulang bersama rena. Tapi kata rena mau berkunjung dulu ke rumah tantenya.
Di sisi lain kenzo yang baru saja membaca pesan dari naura mengreyitkan dahinya. Tantenya rena? Siapa? Setahu dia tante rena yang di sini itu iya cuma mommynya sama aunty lia. Begitulah pikir kenzo.
"Atau jangan-jangan". Guman kenzo melototkan matanya.
Setelah itu ia buru-buru masuk ke dalam masion untuk mencari sang mommy.
"Twins, di mana mommy?". Tanya kenzo saat melewati quena di ruang keluarga.
"Sepertinya di dapur bang, tumben abang cari mommy". Kata quena.
Tanpa menjawab perkataan sang adik kenzo pergi ke dapur, di depan masion rena baru saja memasuki gerbang. Naura merasa takjub melihat masion milik delia.
"Ren, ini rumah atau istana sih". Kata naura sambil menatap sekitar.
"Ya rumah lah ra, ini itu belum seberapa dengan masion utama milik keluarga om arya. Kalau ini kan masion milik tante delia sendiri. Makannya tadi di depan tulisannya hanya nama marga tante delia". Kata rena.
"Oh begitu, tapi bagus sih. Terlihat mewah dan indah, nyaman juga tuh". Kata naura.
__ADS_1
Bersambung.