
Setelah kejadian itu avram pun memutuskan kembali ke jerman. Dan saat itu ia menjadi sosok yang pendiam dan suka menyendiri. Harri yang memang saat itu sudah mendirikan perusahaan sendiri, meminta sang papah untuk memberikan kepemimpinan perusahaan keluarga pada avram. Agar avram bisa menyibukkan diri pada pekerjaan dan melupakan semua masalahnya dengan ajeng.
Kenzo sendiri merasa curiga dengan kandasnya hubungan kedua kakak sepupunya itu. Ia bertekat untuk mencari tahu kebenaran tentang kandasnya hubungan kedua kakaknya itu. Tapi saat itu karena ia masih terlalu muda jadi ia menundanya hingga nanti ia dewasa. Dan benar saja saat dia sudah lulus kuliah ia mencari tahu semua kejadian di inggris beberapa tahun lalu. Setelah ia menemukan semua bukti, ia pun memberi tahu harri dan Ryhan. Tapi ia tidak memberitahu keluarga yang lain.
Harri merasa marah mengetahui adiknya di fitnah oleh orang yang sudah adiknya anggap saudara. Tapi kenzo dan ryhan menenangkannya agar tidak bertindak gegabah. Mereka mencari waktu yang tepat untuk membongkar semuanya.
"Biarkan dia berbahagia dulu kak, sebelum nantinya dia akan bersedih. Aku pastikan dia akan merasakan lebih terpuruk dari yang kak avram rasakan". Begitulah kata kenzo saat menenangkan Harri.
Flashback Off
"Jadi wanita itu ingin mengingkari janjinya". Guman kenzo tersenyum miring.
Dia pun memutar arah mobilnya, dan di perjalanan ia menghubungi sultan.
"Ya halo tuan". Sapa sultan di seberang sana.
"Berapa jam lagi acara akan di mulai?". Tanya kenzo to the point.
"Acara akan di lakukan nanti malam tuan, tadi setelah saya beritahu tuan ryhan dan tuan harri bahwa nona divsha belum sampai mereka membuat alasan agar acara di tunda sampai nanti malam". Jawab sultan.
"Bagaimana mau sampai jika wanita itu tidak berangkat ke sana". Kata kenzo.
"Maksud tuan nona divsha masih di jerman?". Tanya sultan.
"Ya kamu benar, tadi aku tidak sengaja melihat wanita itu sedang bersenang-senang di restoran". Kata kenzo.
"Lalu sekarang bagaimana tuan?". Tanya sultan merasa panik.
__ADS_1
"Jika acara masih nanti malam, masih ada waktu untuk aku membawa wanita itu". Kata jenzo.
"Tuan akan datang? Bukannya tendernya di mulai besok?". Tanya sultan.
"Kak avram menundanya, jadi kamu beritahu kak avram jika acaranya di tunda nanti malam. Tapi jangan bilang jika aku juga akan datang. Cukup beri tahu informasi yang saya bilang tadi pada kak ryhan dan kak harri". Kata kenzo.
"Baik tuan muda saya akan melakukan sesuai perintah tuan muda". Kata sultan.
Setelah itu panggilan pun terputus. Kenzo sampai di depan restoran tempat dia melihat divsha tadi. Kemudian kenzo menyuruh beberapa bodyguard yang menjaganya untuk mencari divsha di dalam.
"Kalian cari wanita ini di dalam sana, jika menemukannya langsung bawa saja ke bandara. Jika wanita itu menolak paksa saja dia". Kata kenzo sambil menunjukkan foto divsha.
"Baik tuan muda". Kata sang bodyguard.
Kenzo langsung meluncur ke apartemennya untuk mengambil beberapa barang berharga. Tidak lupa ia mengabari william dan chris untuk ikut terbang ke malaysia. William yang saat itu sedang di kantor mendapat pesan dari sang bos pun langsung pergi menuju ke bandara untuk menyiapkan segalanya. Sedangkan chris, pria itu langsung pulang ke masionnya setelah itu ke bandara.
"Tuan". Sapa william.
"Bagaimana? Apa semua sudah siap?". Tanya kenzo mereka saat ini sedang berjalan menuju pesawat pribadi keluarga javas.
"Sudah tuan, kita tinggal langsung berangkat saja. Tapi mengapa tuan tiba-tiba ingin datang ke sana? Bukannya acaranya beberapa jam lagi?". Tanya william.
"Nanti kamu juga tahu sendiri will, kita tunggu saja satu orang lagi". Jawab kenzo.
Sementara kenzo masih menunggu para pengawalnya, di sisi lain avram sudah di dalam perjalanan menuju ke sana. Sama halnya dengan kenzo, avram juga menggunakan pesawat pribadi keluarga. Karena itu akan lebih menghemat waktu.
Di sisi lain, ajeng yang mendapat kabar bahwa acaranya ditunda sampai nanti malam merasa heran. Pasalnya semua sudah siap kenapa harus di tunda. Saat ini ia sedang berdiri di dekat jendela, tiba-tiba bayangan kenangan tentangnya dan avram dulu kembali muncul. Seandainya kejadian itu tidak terjadi mungkin saat ini avram lah yang berada di posisi lion. Meskipun ajeng berkata sudah tidak mencintai avram lagi, tapi sebenarnya di lubuk hatinya yang paling dalam masih tertulis nama avram.
__ADS_1
"Sayang". Panggil rina membuyarkan lamunan ajeng.
"Oh mamah kirain siapa". Kata ajeng.
"Kamu pasti sedang memikirkan kenapa tunangan mu di tunda kan? Sampai mamah datang tidak menyadarinya". Tanya rina sambil membelai lembut rambut sang putri.
"Tapi kenapa sih mah harus di tunda, bukannya semua sudah siap?". Bukannya menjawab ajeng malah balik bertanya.
"Kamu tahu kan, adik mu ryhan itu mudah tahu sesuatu. Maksud mamah dia itu bisa menyimpulkan sesuatu hanya dengan melihat ekspresi kamu". Kata rina.
"Tapi ajeng sudah menunjukkan bukan, jika ajeng sangat bahagia dengan pertunangan ini". Kata ajeng menatap sang mamah.
"Mamah tahu sayang, tapi adikmu bukan orang yang mudah kamu tipu. Sekecil apapun perasaan yang kamu simpan dia akan tahu. Itu sebabnya dia menunda pertunangan mu agar kamu berpikir lagi, jika kamu ingin membatalkan pertunangan ini mamah tidak masalah". Kata rina menasehati.
"Ajeng sudah yakin mah, bukannya mamah tahu hubungan kita sudah lama mana mungkin ajeng bisa meragukan lion". Kata ajeng menundukkan pandangannya.
"Dari cara bicara mu mamah yakin apa yang di katakan ryhan benar, jika di hati mu masih ada rasa ragu dengan pertunangan ini. Apa kamu masih memiliki perasaan pada avram?". Tanya rina, pertanyaan rina sontak membuat ajeng menatap sang mamah dengan tatapan sendu.
"Jujur mah, avram memang masih memiliki tempat pada hati ajeng. Tapi tidak di pungkiri juga ajeng masih sakit hati mah dengan apa yang sudah avram lakukan. Meskipun begitu ajeng harus sadar jika saat ini ajeng sudah ada lion mah, lion orang yang selalu ada di saat avram menyakiti ajeng". Kata ajeng.
"Apa kamu yakin avram melakukan kejadian beberapa tahun itu?". Tanya rina.
"Ajeng sebenarnya tidak yakin mah, tapi ajeng melihat sendiri avram tidur dengan wanita itu". Jawab ajeng.
"Ya sudah, kamu tidak usah pikirkan perkataan mamah tadi. Sekarang tenangkan diri kamu, sebentar lagi orang MUA akan datang untuk merias kamu. Mamah keluar dulu mau menemui yang lain". Kata rina yang di balas anggukan kepala oleh ajeng.
Rina keluar dari kamar ajeng, setelah itu ajeng pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dan benar saja tak berapa lama ajeng keluar dari kamar mandi ada yang mengetuk pintu kamarnya. Ternyata pelayan yang mengantar orang MUA yang di tugaskan untuk mengriasi ajeng.
__ADS_1
Bersambung.