KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 47


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana kenzo dan chris akan berangkat ke malaysia. Mereka berangkat menggunakan pesawat pribadi milik keluarga javas, itu atas permintaan kenzo sendiri. Pagi ini kenzo sedang berada di rumah sakit untuk berpamitan pada ke dua adiknya. Kemarin dia sudah berbicara dengan rayhan agar menjaga ke dua adiknya. Rayhan yang memang sangat menyayangi para adiknya pun menyetujui permintaan kenzo itu, padahal tanpa diminta pun ia akan menjaga adik-adiknya.


"Abang berangkat dulu twins, abang tau pasti kalian akan sedih jika mengetahuinya nanti. Tapi abang harus lakuin ini demi kebaikan keluarga kita. Abang janji akan segera menyelesaikan study abang dan kembali kemari". Kata kenzo yang saat ini sedang duduk di tengah-tengah brangkar ke dua adiknya.


"Bang, kamu tenang saja nanti saat mereka sudah siuman mommy akan langsung kabari kamu. Dan mommy akan coba memberi mereka pengertian jika bertanya soal kamu". Kata delia memegang pundak kenzo.


"Tapi mom, twins kembali dari inggris hanya karena ingin di dekat ken. Tapi sekarang malah ken yang harus pergi". Kata kenzo.


"Mommy mengerti, tapi ini sudah keputusan kamu kan? Jadi tidak perlu memikirkan masalah lain, kamu cukup fokus ke study kamu agar cepat selesai dan kembali ke tanah air". Kata delia.


"Ken, kita harus segera ke bandara sekarang". Kata chris yang tiba-tiba masuk.


"Abang berangkat dulu twins, cepatlah siuman agar mommy dan daddy tidak kesepian". Kata kenzo lalu mencium kening ke dua adiknya.


"Kamu hati-hati ya di jalan, maaf mommy tidak bisa mengantarkan mu ke bandara. Mommy tidak bisa meninggalkan adikmu sendirian soalnya". Kata delia.


"Iya mom, kan sudah ada daddy yang mengantar kenzo. Mommy juga jangan lupa jaga kesehatan juga ya?". Kata kenzo dan delia mengangguk.


Setelah berpamitan dengan delia, kenzo dan chris pun pergi meninggalkan rumah sakit. Sepanjang perjalanan kenzo hanya menatap ke luar jendela tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Arya yang melihat perubahan kenzo jadi merasa sedih.


"Bang". Panggil arya membuka suara.


"Iya, dad". Jawab kenzo.


"Jika kamu merasa berat meninggalkannya, daddy tidak masalah jika kamu ingin membatalkan semuanya". Kata arya.

__ADS_1


"Tidak dad, kenzo sudah yakin kok. Sayang biayanya jika di batalin, dad". Kata kenzo.


"Jika memang nanti kamu ingin pulang, pulanglah jangan di paksain". Kata arya dan kenzo hanya mengangguk.


Akhirnya mereka sampai di bandara, andra dan lia tidak bisa ikut mengantar mereka karena sedang ada urusan. Jadi hanya arya yang mengantarkan mereka ke bandara. Rena sendiri ada jam kuliah, jadi tidak bisa mengantarkan kenzo dan chris.


Di rumah sakit delia menangis sejadi-jadinya karena merasa bersalah telah membohongi kenzo. Sebenarnya keadaan qila dan quena saat ini sedang kritis. Baru tadi pagi dokter memberi tahunya, arya meminta agar semua itu di rahasiakan dari kenzo agar kenzo bisa tenang menghadapi studynya.


"Del". Panggil seseorang, delia mendongakkan kepalanya ternyata flora yang datang.


"Flo". Lirih delia langsung berhambur ke pelukan flora.


"Lo tenang saja twins pasti baik-baik saja kok, gue udah hubungi rico dia akan segera kembali secepatnya". Kata flora menenangkan delia.


Ya, tadi setelah kenzo pergi delia langsung menghubungi flora dan menceritakan semuanya. Setelah itu flora langsung menghubungi rico yang sedang dinas ke luar kota. Rico yang mendapat kabar kurang baik itu pun langsung buru-buru menyelesaikan pekerjaannya.


"Gue mengerti maksud arya, dia hanya tidak ingin menambah beban pikiran kenzo". Kata flora.


"Apa gue salah flo bersatu dengan arya. Andai saja dulu gue tidak bersatu dengan arya semua ini tidak akan terjadi". Kata delia.


"Jadi kamu menyesal karena telah menikah dengan ku?". Tanya seseorang tiba-tiba.


Delia melihat siapa yang berbicara dan ternyata arya yang sedang berjalan mendekatinya. Tadi dari bandara arya langsung kembali ke rumah sakit. Dan karena dia melihat delia sedang di menangis di pelukan flora jadi dia mengurungkan niatnya untuk mendekati mereka. Tapi saat ia mendengar perkataan delia, dia merasa sesak di dadanya.


"Aku tidak menyesal menikah denganmu, aku juga tidak menyesal mengenalmu. Tapi aku menyesal karena ego ku semua berakibat pada anak-anak ku". Kata delia.

__ADS_1


"Sudah aku katakan semua ini sudah takdir, del. Meskipun aku tidak menikah dengan mu pasti callie juga akan mencelakai anak-anak ku. Ingat twins juga anak ku bukan anak mu saja". Kata arya mulai meninggikan suaranya.


Dia merasa kesal dengan delia, ya mereka sudah tahu jika ini semua ulah callie karena kenzo langsung meminta orang untuk menyelidiki kecelakaan sang adik. Arya dan delia sendiri sudah menceritakan semuanya ke kenzo masalah masa lalunya dengan callie.


"Sudah kalian ini malah ribut, di sini tidak ada yang salah semua sudah takdir. Jadi berhentilah salah menyalahkan". Geram flora.


Sedangkan delia hanya menatap arya dengan tatapan yang tidak percaya. Bagaimana tidak, selama ini arya tidak pernah berbicara dengan nada tinggi dengannya. Tapi hari ini harya berbicara dengan nada tinggi padanya. Arya yang mulai menyadari kesalahannya pun menatap delia, benar dugaannya delia menatapnya dengan tatapan kecewa.


"Sayang". Lirih arya mendekati delia, tapi delia malah menjauh lalu pergi entah kemana. Arya hanya mengusap rambutnya kasar.


"Kejarlah, selesaikan masalah kalian. Biar qila dan quena gue yang jaga". Kata flora mengerti keadaan arya.


"Terima kasih, flo. Gue nitip twins ya". Kata arya yang di balas anggukan kepala oleh flora.


Setelah itu arya pergi mengejar delia, tapi dia sudah kehilangan jejak. Kemudian dia tanya pada perawat atau orang yang berlalu lalang disana. Dan untungnya ada yang melihat delia pergi ke arah taman rumah sakit. Arya pun buru-buru menyusul delia ke taman. Dan benar saja delia sedang menangis di bangku taman.


"Sayang". Panggil arya saat sampai di depan delia. Delia mendongakkan kepalanya lalu kembali menunduk tanpa menjawab panggilan arya.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud membentak kamu. Aku hanya terbawa emosi saja dengan kata-kata kamu, aku mohon jangan seperti ini". Bujuk arya.


"Seharusnya kamu bisa mengontrol emosi mu, kamu tahu sendiri aku paling tidak bisa di bentak". Kata delia.


"Iya aku tahu aku salah, aku minta maaf ya". Kata arya memeluk delia. Delia hanya menanggapinya dengan anggukan.


Ya seperti itulah setiap kali mereka bertengkar, tidak akan berlangsung lama. Arya yang memang lebih dewasa dari delia berusaha memahami istrinya itu dari dulu. Kadang dia yang mengalah kadang juga delia yang mengalah. Itu sebabnya rumah tangga mereka selalu harmonis dan bahagia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2