KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 70


__ADS_3

Sebenarnya selain untuk merayakan anniversary mereka yang ke satu tahun. Avram berencana ingin melamar ajeng, tentunya rencana itu tanpa sepengetahuan lion. Ia juga sudah membeli cincin yang dia pesan khusus di toko milik keluarganya.


Malam pun tiba, ajeng sudah siap dengan memakai gaun berwarna hitam selutut. Ia terlihat begitu sangat cantik malam itu. Lion sudah siap di depan apartemen ajeng dengan senyum yang merekah. Dan merasa terpesona dengan penampilan ajeng malam ini.


"Malam lion, maaf membuat mu menunggu lama". Sapa ajeng dengan tersenyum manis.


"Malam juga, tidak terlalu lama juga kok. Apakah kamu sudah siap berangkat? Atau masih ada yang ketinggalan?". Tanya lion basa basi.


"Tidak ada, kita bisa pergi sekarang. Pasti avram sudah menunggu di sana". Kata ajeng.


"Baiklah, silahkan masuk tuan putri". Kata lion sambil membukakan pintu mobil bagian belakang.


Ajeng hanya menjawabnya dengan senyuman lalu masuk ke dalam mobil. Di sisi lain avram sudah sampai di tempat acara. Entah kenapa ia merasa gelisah malam ini, bukankah seharusnya ia merasa gugup karena akan melamar sang pujaan hati. Tapi yang dia rasakan berbeda, ia merasa akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.


Sambil menunggu ia memesan minuman terlebih dahulu, karena memang acara itu di buat di restoran. Dan tanpa lion tahu ternyata restoran tersebut di bawah naungan keluarga kenzo. Pesanan avram datang, untuk menghilangkan rasa gelisahnya, ia pun mulai meminumnya. Dari kejauhan ada wanita yang sedang mengamatinya dengan tersenyum smirik.

__ADS_1


"Habiskanlah vram, karena setelah kamu menghabiskannya kamu akan jadi milikku selamanya". Guman wanita itu yang tak lain adalah divsha.


Setelah meminum minuman pesanannya, entah kenapa avram merasa mengantuk. Melihat avram mulai bereaksi divsha pun mendekatinya. Tadi saat pelayan akan mengantarkan minuman untuk avram, divsha memanggil pelayan tersebut dan berpura-pura meminta bantuan. Saat pelayan tersebut membantunya, ia memasukkan obat tidur pada minuman avram.


Avram pun telah tertidur, divsha membawanya ke mobil untuk dia bawa ke hotel terdekat. Ia tidak menunggu lion datang, ia merubah semua rencana lion. Tapi meskipun di rubah, akhir dari semua rencana itu sama. Lion yang baru sampai di parkiran melihat mobil divsha meninggalkan area resto. Lion mengreyitkan dahinya melihat divsha pergi sebelum intruksi darinya.


"Wanita itu kenapa sudah meninggalkan resto, padahal gue belum memberi kode". Batin lion.


Karena tidak ingin pusing memikirkan itu, lion pun turun untuk membukakan pintu mobil ajeng. Setelah ajeng keluar lion mengajak ajeng ketempat dimana avram menunggunya. Tapi lion bingung saat sampai di lokasi, kenapa avram tidak ada. Kira-kira begitulah batin lion.


"Wah tempatnya bagus banget, apa avram menyiapkan ini semua untuk aku lion?". Tanya ajeng melihat dekorasi di tempat itu.


"Lalu dimana avram ?". Tanya ajeng.


"Mungkin dia belum sampai, kamu tunggu saja disini. Aku akan coba hubungi avram". Kata lion dan di balas anggukan oleh ajeng.

__ADS_1


Lion pergi meninggalkan ajeng, ia mencoba menghubungi avram tapi tidak diangkat. Lalu ia menghubungi divsha tapi juga tidak di angkat. Cukup lama ajeng menunggu kedatangan avram. Tiba-tiba ada pesan masuk di ponselnya, ternyata dari nomor yang tidak di kenal. Di pesan tersebut tertulis jika ajeng ingin bertemu avram bisa datang ke hotel xx. Setelah membaca pesan tersebut pikiran ajeng langsung tidak tenang, bukankah tadi avram bilang dia ingin bertemu di restoran kenapa sekarang dia berada di hotel.


Ajeng keluar dari resto dengan perasaan gelisah, ia sampai lupa jika lion masih di parkiran menunggunya. Ia pergi menggunakan taksi, lion yang melihat ajeng pergi terburu-buru pun mengikutinya. Ia berpikir apakah divsha merubah rencana mereka. Setelah beberapa menit ajeng sampai di hotel, ia pun langsung masuk untuk hotel tersebut milik tantenya jadi ia bisa mencari kamar yang di maksud dalam pesan tadi dengan mudah tanpa harus melewati sesi tanya jawab dengan sang resepsionis.


Lion yang dari tadi mengikuti ajeng merasa yakin jika divsha merubah rencana mereka. Dia memilih menunggu di dalam mobil dan melihat apa yang terjadi nantinya dari kejauhan. Ajeng dengan mudah menemukan nomor kamar yang dia cari karena memang ia sudah tahu setiap lokasi kamar di hotel milik tantenya itu. Dengan ragu-ragu ajeng membuka pintu kamar tersebut dengan kunci cadangan yang dia minta tadi dari resepsionis. Saat memasuki kamar tersebut, betapa terkejutnya ajeng melihat avram yang sedang berada di atas tempat tidur dengan seorang wanita. Avram yang memang sudah sadar merasa terkejut melihat ajeng masuk. Dia tadi hanya sedikit meminumnya jadi efeknya hanya sebentar. Dia juga merasa terkejut saat bangun sedang berada satu ranjang dengan divsha. Seingat dia tadi ia menunggu ajeng di restoran.


Ajeng merasa sesak melihat pemandangan di depan matanya itu, butiran-butiran air mulai mengalir dari matanya. Dia bingung dan juga kecewa pada seseorang yang saat ini berada di depannya itu. Dia bingung harus percaya atau tidak dengan apa yang dia lihat, karena di tahu betul avram bukan orang seperti itu. Tapi kenyataannya dia melihat avram sedang bersama wanita dengan kedua bola matanya sendiri.


"Sayang aku bisa jelasin, ini semua tidak seperti apa yang kamu lihat". Avram bangkit dari ranjang dan menghampiri ajeng.


Tapi semakin avram mendekat ajeng malah semakin mundur. Ajeng benar-benar merasa kecewa dan sakit hati dengan avram.


"Jangan mendekat lagi, sudah tidak ada yang perlu di jelaskan lagi. Aku sudah melihat semua dengan mata kepala ku sendiri. Aku benar - benar tidak menyangka kamu bisa melakukan hal serendah itu avram. Jadi ini kejutan yang kamu bilang tadi, kejutan yang kamu siapkan untuk anniversary kita. Sebuah rasa sakit dan kekecewaan, aku benci kamu avram". Kata ajeng dengan air mata yang terus mengalir. Saat avram akan mendekatinya, ajeng pun pergi meninggalkan avram.


Avram ingin mengejar ajeng tapi dia hanya sedang memakai celana bokser. Di sisi lain ajeng meninggalkan hotel dengan air mata yang terus mengalir, dia masih tidak habis pikir avram tega melakukan itu kepadanya. Lion yang melihat ajeng keluar dan pergi menggunakan taksi tersenyum bahagia karena pasti rencananya berhasil. Ajeng memutuskan untuk kembali ke apartemennya. Saat ini ia hanya ingin menenangkan diri.

__ADS_1


Setelah kejadian itu, ajeng memutuskan untuk melanjutkan kuliah di malaysia. Dia juga menjauhi avram dan tidak mau menemui avram. Avram yang memang merasa bersalah pun memilih untuk menyerah, apalagi setelah kejadian itu hubungan ajeng dan lion semakin dekat. Avram hanya coba mengikhlaskannya, meskipun dia sendiri masih sangat mencintai ajeng.


Bersambung.


__ADS_2