
Arya yang melihat putranya frustasi membujuk sang mommy pun ikut angkat bicara. Bukan karena arya tidak khawatir, tapi tadi dokter sudah bilang jika kenzo tidak apa hanya bagian lutut, siku, dan keningnya yang sedikit tergores.
"Sudahlah mom biarkan ken pergi ke kampus. Kita juga harus pulang untuk mengantar misha ke bandara". Kata arya.
"Benar tuh kata daddy mom, ya izinin ken pergi". Bujuk kenzo.
"Baiklah kalian tuh sama saja jika sudah menginginkan sesuatu. Tapi dengan syarat abang harus pulang ke masion untuk beberapa hari agar mommy bisa merawat abang. Dan kemanapun abang pergi tidak boleh mengendarai sendiri, bagaimana?". Kata delia tegas.
"Jika gue kemana-mana tidak boleh mengendarai sendiri itu artinya pakai supir dong. Jika pakai supir sudah di pastikan banyak yang akan bertanya-tanya jika melihat gue. Tapi gue juga tidak mau di sini lama-lama, akhhhh mommy mah bikin gue bingung saja". Batin kenzo berteriak.
"Bagaimana bang?". Tanya delia membuyarkan lamunan kenzo.
"Baiklah mom, ken terima syaratnya". Jawab kenzo pasrah.
"Ya sudah kamu tunggu sini, mommy akan menghubungi chris untuk menjemputmu". Kata delia dan kenzo mengangguk.
"Tidak masalah mommy menghubungi chris, setidaknya hari ini tidak akan jadi pusat perhatian di kampus". Batin kenzo.
Di saat delia menghubungi chris, arya mengurus atministrasi. Di sisi lain chris yang baru saja mendudukkan bokongnya di bangku kelas merasa kesal setelah mendapat panggilan dari delia. Tapi dia tidak berani protes, jika dia protes sudah di pastikan tidak hanya delia yang akan mengomel tapi bunda dan tantenya flora juga yang akan mengomelinya.
Kenapa seperti itu, karena dari dulu mereka bertiga sudah sepakat jika salah satu anak mereka buat masalah mereka akan menasehatinya, karena mereka bukan hanya menganggap keponakan anak satu sama lain. Tapi menganggapnya sebagai anak juga. Sesampainya di parkiran saat chris akan masuk ke mobilnya ada yang memanggilnya, karena mobil kenzo sudah di berikan kepada quena kuncinya.
"Chris". Panggil seseorang, chris yang merasa di panggil pun mencari asal suara tersebut.
"Ada apa?". Tanya chris pada orang tersebut yang ternyata rena dan naura.
"Lo mau kemana? Bukannya masuk malah mau pergi lagi. Mau bolos ya lo? Gue bilangin tante lia baru tahu lo". Kata rena dengan sederet pertanyaan.
"Ngarang lo kalau bilang, gue mau ke rumah sakit jemput si ken". Kata chris.
__ADS_1
"Kenapa ken di rumah sakit? Apa dia sedang sakit?". Tanya naura bingung.
"Minta saja rena jelasin gue buru-buru soalnya, oh iya nanti gue langsung ke restoran. Kalian berdua tolong arahin orang-orang disini ya. Jika sudah kumpul semua langsung suruh ke resto aja". Kata chris yang di balas anggukan oleh rena dan naura.
Setelah itu chris masuk mobilnya dan melesat pergi meninggalkan area kampus. Sedangkan rena dan naura mereka pergi ke kelas mereka karena sebentar lagi dosen masuk. Setelah beberapa jam akhirnya mata kuliah mereka selesai juga.
"Sepertinya yang lain belum selesai deh ren". Kata naura.
"Iya sih, kita ke taman saja yuk. Si gavril juga tidak masuk hari ini". Kata rena.
"Memang si gavril kemana?". Tanya naura saat ini mereka sedang berjalan menuju taman kampus.
"Dia ada urusan bisnis di luar kota makannya dia izin hari ini". Jawab rena.
"Oh iya, lo belum jelasin kenapa si kenzo di rumah sakit?". Tanya naura.
"Dia tadi pagi kecelakaan saat perjalanan mau jemput lo. Makannya tadi chris hubungi gue suruh jemput lo atas permintaan kenzo". Kata rena dan naura hanya ber oh ria.
"Permisi kak rena, kak naura". Kata mahasiswi tersebut, rena dan naura pun mendongak untuk melihat siapa yang memanggil mereka.
"Iya ada apa ya?". Tanya naura.
"Saya ingin memberi tahu jika qila sedang bertengkar dengan jesi dkk". Kata mahasiswi tersebut.
"Dimana?". Tanya rena panik.
"Di koridor dekat parkiran kak". Jawab mahasiswi tersebut, rena pun langsung berlari meninggalkan naura dan mahasiswi tersebut. Naura pun ikut membereskan barangnya dan mengejar rena, tapi sebelum itu ia mengucapkan terima kasih pada mahasiswi tersebut.
Di koridor qila sedang adu cekcok dengan jesi, sebenarnya yang ada masalah bukan qila tapi marya salah satu mahasiswi beasiswa yang berada di fakultasnya. Tadi marya tidak sengaja menabrak jesi karena terburu-buru. Ia juga sudah minta maaf, tapi emang jesinya saja yang suka buat masalah. Itu sebabnya qila merasa geram saat tidak sengaja lewat mau ke parkiran dan mendengar perdebatan mereka. Quena juga sudah menenangkan qila agar tidak terpancing emosinya, tapi memang qila sulit untuk di tenangkan saat sudah emosi dan hanya kenzo yang bisa menenangkannya.
__ADS_1
"Sudahlah kak, kita pulang saja. Tidak akan ada habisnya kakak meladeni dia". Bujuk quena.
"Benar kata quena, qil. Kita pulang saja ya". Kata vania ikut membujuk qila.
"Sudah sana pulang saja, ngadu pada orang tuamu agar mereka yang maju, dasar anak manja". Kata jesi dengan tawa mengejek.
"Ni orang maunya apa sih, kita sudah susah bujuk kak qila dia mancing terus emosi kak qila". Batin quena geram.
Qila yang sudah sangat emosi pun mengangkat tangannya ingin menampar jesi, tapi belum sempat tangannya mengenai jesi suara seseorang menghentikannya.
"Kak sudah lah, kita pulang saja. Kita juga harus mengantar kak misha ke bandara. Mommy dan daddy pasti sudah menunggu kita kak". Bujuk quena lagi.
"Qila berhenti". Teriak orang tersebut.
Semua yang melihat kejadian itu pun menoleh ke arah asal suara, ternyata rena yang datang bersama naura. Quena dan vania merasa lega melihat kedatangan kakak mereka.
"Turunkan tangan mu". Kata rena saat sudah sampai di dekat qila. Tapi qila tidak menurunkan tangannya dan tetap menatap jesi dengan tajam.
"Qila turunkan tangan mu". Kata rena sedikit membentak. Orang-orang di sana yang belum pernah mendengar rena berbicara kasar pun merasa terkejut dan takut. Karena selama ini rena selalu berbicara lembut pada semua orang. Tapi tidak dengan vania dan twins, mereka tahu jika rena sudah berbicara seperti itu dia sedang marah.
"Tapi dia sudah mengatai qila manja kak, dia juga sudah menghina marya. Qila tahu mayra salah, tapi dia sudah minta maaf kak. Tidak seharusnya kak jesi berbicara seperti itu pada mayra". Kata qila setelah mengatakan itu qila langsung pergi dari tempat itu. Quena yang melihat saudara kembarnya pergi pun menyusulnya. Sedangkan rena hanya menatap kepergian qila dan quena dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Untuk lo jesi berhentilah membesar-besarkan masalah". Kata rena.
"Gue tidak membesar-besarkan masalah, tapi....". Kata jesi terpotong.
"Cukup, gue tidak ingin mendengar alasan apapun. Melihat hari sudah siang gue minta panitia dan anggota yang kemarin berpartisipasi di acara pesta amal langsung kumpul di parkiran. Vania kamu ikut kakak saja, nanti biar kakak hubungi mamah untuk tidak usah mengirim supir". Kata rena panjang lebar.
Setelah itu semua bubar menuju tujuan masing-masing. Vania ikut dengan rena dan naura.
__ADS_1
Bersambung.