KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN

KEKASIHKU SEORANG BANGSAWAN
EPISODE 50


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana arya dan delia akan mengumumkan siapa putranya yang akan menjadi pewaris perusahaan miliknya. Karena chris sedang ikut kenzo jadi yang menyiapkan konversi pers adalah andra. Konversi pers akan diadakan di hotel milik arya.


"Sayang kita harus pulang dulu untuk bersiap-siap". Kata arya pada delia.


"Tapi qila dan quena bagaimana?". Kata delia.


"Kamu tenang saja, del. Kan disini ada mamah dan yang lainya". Kata nyonya gina.


Ya, nyonya gina, tuan addi, kelyn, dan putrinya yang bernama kayla baru saja sampai di indonesia semalam. Rencananya mereka akan kembali menetap lagi di indonesia.


"Benar kata mamah kak, kak delia tidak perlu khawatirkan twins. Nanti kita akan kabarin kakak jika ada sesuatu". Kata kelyn.


"Tapi aku masih tidak tenang meninggalkan mereka, key". Kata delia.


"Acaranya kan tinggal 1 jam lagi, jika kalian pulang dulu itu makin buang banyak waktu. Lebih baik kalian langsung saja ke hotel, nanti bersiap di sana". Kata tuan addi.


"Bagaimana sayang, kita masih ada waktu 30 menit kamu bisa gunain untuk menemui twins". Kata arya.


"Baiklah, aku akan menemui twins dulu". Kata delia.


Setelah itu delia masuk ke dalam ruang rawat ke dua putrinya. Di bawah rena sedang berdebat dengan penjaga yang bertugas menjaga lift. Karena penjaga melarang gavril dan naura masuk karena mereka orang asing. Kemarin mereka tidak jadi menjenguk qila dan quena karena tiba-tiba ada jam tambahan.


"Pak mereka itu teman-teman saya buka orang asing, mereka juga tidak akan mencelakai nona kalian kok". Kata rena.


"Maaf nona rena, kami beneran tidak bisa memberikan izin mereka untuk ikut nona". Kata pengawal.


"Sudahlah ren, jika tidak boleh kita pulang saja. Lain kali saja kita menjenguk mereka". Kata naura.


"Pak, apa tuan rico di sini?". Tanya rena pada pengawal tanpa memperdulikan perkataan naura.


"Tuan rico sedang berada di ruang kerjanya, nona". Jawab pengawal.


"Bagus, kalian berdua ikut gue ke ruangan papah dulu yuk". Ajak rena pada naura dan gavril lalu ingin melangkah pergi.

__ADS_1


Tapi karena mendengar suara lift terbuka rena menghentikan langkahnya lalu diikuti naura dan gavril. Dan ternyata arya dan delia yang baru saja keluar dari lift.


"Om arya, tante delia". Panggil rena senang, bagaimana tidak dengan begini dia tidak perlu meminta bantuan orang tuanya untuk naik ke atas.


"Loh rena, kamu ngapain di sini?". Tanya delia.


"Ini loh tan, kami kan mau menjenguk qila dan quena, tapi mereka tidak mengizinkan naura dan gavril masuk. Kata mereka orang asing di larang naik ke atas". Kata rena.


"Mereka benar sayang, bukan salah mereka juga karena mereka juga belum mengenal naura dan gavril". Kata delia.


"Biarkan mereka naik, mereka berdua juga teman nona muda kalian. Kami mengenal mereka". Kata arya.


"Baik tuan arya". Kata pengawal.


"Om dan tante mau kemana?". Tanya rena.


"Kita mau menghadiri acara konversi pers, kamu jangan lupa datang ya. Ajak sekalian naura dan gavril". Kata delia.


"Kamu sudah menemui papah kamu belum?". Tanya arya


"Belum om, salah sendiri semalam papah tidak pulang. Padahal sudah aku tunggu di masion". Jawab rena.


"Papah mu sedang sibuk mengurusi kedua adikmu". Kata arya dan rena hanya mengangguk.


Setelah itu arya dan delia pun pergi ke tempat acara, sedangkan rena dkk langsung masuk ke dalam lift. Di tempat acara andra dan lia sedang mondar mandir mengatur jalannya acara.


"Apa arya dan delia sudah datang, yah?". Tanya lia.


"Belum, bun. Tapi tadi arya mengabari jika mereka sudah dalam perjalanan". Jawab andra.


Mereka pun kembali mengecek persiapan, 30 menit lagi acara mau di mulai. Para awak media dan beberapa tamu undangan sudah pada datang. Arya membuat acara konversi pers ini dengan meriah dan besar-besaran. Meskipun pada awalnya kenzo meminta agar tidak terlalu meriah tapi arya tidak mendengarkan komentar kenzo. Arya berpikir saat konversi pers ke dua putrinya saja secara besar-besaran, mengapa untuk putranya dia harus melakukan secara sederhana.


Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya arya dan delia sampai juga. Mereka tidak jadi bersiap di kamar hotel, karena tadi delia berpikir itu akan membuat banyak opini dari tamu yang hadir. Karena pasti mereka akan menggunakan pintu utama untuk masuk.

__ADS_1


"Selamat siang tuan dan nyonya". Sapa andra saat arya dan delia sudah turun dari mobil.


"Semua sudah siap, ndra?". Tanya arya.


"Sudah tuan, mari saya antarkan ke tempat acara". Kata andra dan arya mengangguk.


Saat sampai di aula tempat acara berlangsung arya dan delia langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan. Arya melihat jam tangannya masih 15 menit lagi acara baru di mulai. Terlihat banyak orang yang sudah datang, mereka semua adalah tamu-tamu yang sudah di undang oleh arya.


"Apa kabar del?". Tanya lia saat sampai di dekat delia.


"Seperti yang kamu lihat, li". Jawab delia.


"Maaf ya, aku dan andra belum bisa jenguk twins. Kamu tahu sendiri akhir-akhir ini andra sibuk banget". Kata lia.


"Tidak apa kok, aku juga minta maaf karena kenzo kamu harus jauh dari putramu". Kata delia.


"Tidak masalah del, itu kan memang sudah tugas chris yang harus selalu di dekat kenzo". Kata lia.


Saat mereka akan melanjutkan ngobrolnya lagi, andra sudah memberi tahu jika acara sudah bisa di mulai. Akhirnya lia pindah duduk di dekat andra, andra duduk di samping kanan arya karena posisinya dulu adalah tangan kanan arya.


"Selamat pagi semua, sebelumnya saya ucapkan terima kasih pada seluruh tamu undangan, dan awak media yang sudah berkenan hadir di acara konversi pers ini. Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terima kasih pada orang-orang yang sudah berpartisipasi dalam acara ini. Baiklah, karena saya tidak memiliki banyak waktu. Jadi langsung saja saya menyampaikan apa tujuan dilakukannya konversi pers ini. Pasti sudah ada yang mendengar jika konversi pers ini di lakukan untuk mengumumkan identitas putra saya yang selama ini saya sembunyikan". Kata arya panjang lebar.


"Tuan arya, siapakah nama tuan muda dari keluarga javas tersebut?". Tanya salah satu wartawan.


"Pertanyaan yang bagus, langsung saja saya beri tahu jika putra saya bernama...". Kata arya terpotong.


"Kenzo Jonathan Aprilio Javas". Kata seseorang memotong perkataan arya.


Semua orang pun melihat ke arah asal suara, terdengar suara. Arya dan yang lain merasa terkejut melihat kenzo sedang berjalan ke arah mereka dengan di ikuti chris di belakangnya. Semua tamu dan awak media yang melihat tubuh kenzo yang gagah, rahang keras, hidung mancung, dan juga paras yang tampan merasa terpesona. Karena kenzo tidak menggunakan maskes atau kaca mata, jadi semua bisa melihat wajah kenzo yang jika di lihat dengan seksama akan mirip dengan arya.


"Kenzo". Kaget naura, gavril, dan juga teman-teman kampusnya yang lain. Yang ikut orang tuanya menghadiri acara tersebut.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2