
2 Minggu kemudian.
Sudah dua Minggu Kenzo dan Naura menikah, dan mereka juga baru saja kembali dari pernikahan Ajeng dan Avram. Baru juga beberapa hari di tanah air, kenzo beserta adik dan istrinya lusa harus kembali terbang ke London untuk menemani quena kuliah.
"Kalian jadi berangkat lusa, bang?". Tanya Arya pada sang putra, saat ini mereka sedang sarapan.
"Jadi, dad. Soalnya Minggu depan quena sudah harus berangkat ke kampus". Jawab Kenzo.
"Apa semua yang kalian butuhkan disana sudah siap semua?". Tanya Arya.
"Sudah, dad. Kemarin Chris sudah memilih pelayan dan penjaga untuk bekerja di masion yang ada disana". Jawab Kenzo.
"Chris jadi ikut kamu disana bang?". Tanya Delia.
"Jadi mom". Jawab Kenzo.
"Lalu yang mengelolah perusahaan disini siapa jika Chris ikut kamu kesana. Ingat bang, disini perusahaan pusat tidak mungkin kan kamu mempercayakannya pada orang baru". Kata Arya.
"Aku akan memindahkan tugas Will ke sini dad. Perusahan di Jerman biar Will seleksi orang baru untuk mengelolanya. Aku tidak mungkin meninggalkan Chris dan merekrut orang baru lagi untuk menggantikannya. Jadi aku memutuskan untuk meroling tempat kerja mereka". Kata Kenzo.
"Tapi perusahaan di Jerman juga tidak bisa kamu percayakan pada orang sembarangan bang, meskipun disana hanya perusahaan cabang". Kata Delia.
"Abang tau mom, itu sebabnya perusahaan yang disini aku percayakan dengan Will. Karena jika perusahaan di Jerman ada masalah itu tidak mungkin berakibat fatal bagi perusahaan pusat. Tapi jika di perusahaan pusat ada masalah pasti cabang yang lain akan kena dampaknya. Lagi pula keamanan di perusahaan kita tidak mungkin diragukan lagi kan mom. Aku juga tidak mungkin meminta sultan yang mengganti Chris disini, karena perusahaan di Malaysia juga penting seperti perusahaan pusat". Jawab Kenzo panjang lebar.
"Ya sudah Daddy dan mommy percaya dengan keputusanmu". Kata Arya.
"Kenapa kamu dari tadi diam saja quen?". Tanya Delia.
"Nggak papa mom, quena sudah selesai. Apa boleh quena kembali ke kamar mom?". Pamit quena.
"Ya sudah, mungkin kamu kecapekan, Istirahatlah". Kata Delia.
Quena pun pergi meninggalkan meja makan, Delia dan yang lain hanya memandang punggung quena yang mulai menghilang dengan bingun. Kemarin quena masih baik-baik saja, tapi setelah kembali dari acara pernikahan Ajeng entah kenapa ia kembali menjadi pendiam seperti dulu saat dia kehilangan qila. Delia khawatir jika trauma quena kambuh, karena beberapa pesta besar beberapa Minggu ini.
Di kamar quena hanya duduk di bangku yang berada di balkon sambil menatap laptopnya. Ia melihat beberapa video dan foto kenangannya bersama qila.
__ADS_1
"Aku rindu kak dengan kakak". Lirih quena dengan air mata yang mulai mengalir.
Saat sedang asik menonton kenangannya bersama qila, ponsel quena berdering. Setelah melihat siapa yang menghubunginya qunena langsung mengangkatnya.
"Hallo kak". Kata quena saat panggilan sudah tersambung.
"Apa kamu sibuk, quen?". Tanya orang di sebrang sana to the point.
"Tidak, memang ada apa kak?". Kata quena.
"Kakak ingin bertemu dengan mu, itupun jika kamu ada waktu". Kata orang tersebut.
"Memang kak Aska masih di indo?". Tanya quena, ya orang yang menghubungi quena adalah Aska.
"Iya, rencananya malam ini kakak akan kembali ke Inggris. Jadi kakak berniat menemui mu dulu sebelum kakak kembali ke Inggris, ada yang mau kakak berikan padamu". Kata Aska.
"Ya sudah, nanti jam makan siang kita ketemu di tempat biasa kak". Kata quena.
"Baiklah, kalau begitu kakak tutup dulu telfonnya". Kata Aska yang di jawab deheman oleh quena.
Setelah panggilannya selesai pun quena langsung membereskan laptopnya dan masuk ke dalam kamar. Sedangkan di kamar pengantin baru Kenzo sedang fokus dengan perkerjaannya, sedangkan Naura membereskan baju-baju dan perlengkapan yang akan mereka bawa nanti. Meskipun di sana sudah disiapkan semua, tapi mereka tetap harus membawa beberapa barang yang menurut mereka penting. Naura memilih membereskannya sekarang karena nanti mereka akan menginap di rumah orang tua Naura.
"Aku tau, tapi setidaknya ada beberapa barang penting yang harus kita bawa kan". Kata Naura.
"Iya juga sih, ya sudah terserah kamu saja. Hari ini jadi menginap di rumah mamah?". Tanya Kenzo yang kembali fokus pada pekerjaannya.
"Iya, nanti agak sorean saja kita kesananya". Kata Naura. Yang di jawab deheman oleh Kenzo.
Saat sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing mereka mendengar suara ketukan pintu. Naura pun bergegas membukanya.
"Ada apa ya bi?". Tanya Naura saat melihat pelayan di depannya.
"Maaf nona, di bawah ada tuan Chris katanya mau bertemu tuan muda". Jawab pelayan tersebut.
"Tolong minta Chris menunggu dulu ya bi, saya akan beritahu Kenzo". Kata Naura.
__ADS_1
"Baik nona, saya permisi dulu". Pamit pelayan tersebut yang di jawab anggukan kepala oleh Naura.
Naura pun kembali masuk kedalam kamar untuk memberitahu Kenzo.
"Siapa nay?". Tanya Kenzo.
"Bibi, dia bilang ada Chris di bawah. Apa kamu ada janji sama Chris?". Kata Naura.
"Iya, tadi aku memintanya untuk datang. Ada beberapa pekerjaan yang harus kita selesaikan sebelum pergi nanti". Kata Kenzo.
"Ya sudah kamu turulah. Aku akan membereskan ini sebentar". Kata Naura.
"Jangan terlalu kecapekan. Kamu harus banyak istirahat, karena beberapa acara beberapa Minggu ini membuat istirahatmu terganggu". Kata Kenzo.
"Iya, ini tinggal beberapa saja kok. Habis itu aku istirahat". Kata Naura.
"Hm. Aku turun dulu". Pamit Kenzo yang di balas anggukan kepala oleh Naura.
Setelah itu Kenzo pun pergi menemui Chris. Sedangkan Naura kembali membereskan barangnya. Saking asiknya dia membereskan barang, Naura sampai tidak menyadari jika waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
"Bang". Panggil Delia saat menghampiri sang putra di ruang keluarga.
"Ya mom". Jawab Kenzo.
"Naura kemana, tumben sudah jam makan siang belum turun?". Tanya Delia merasa heran pada sang menantu, biasanya menantunya itu akan turun awal darinya saat jam makan. Karena Naura ikut membantu masak.
"Mungkin masih membereskan barang-barang, mom. Soalnya kan malam ini kita mau menginap dirumah mamah, takutnya besok tidak keburu". Kata Kenzo.
"Oh gitu, ya sudah jika pekerjaan kalian sudah selesai kalian ke meja makan saja dulu. Mommy akan panggil Daddy, dan istrimu". Kata Delia.
"Biar aku saja yang panggil Naura mom, sekalian aku mau meletakkan berkas di kamar". Kata Kenzo.
"Baiklah, mommy akan panggil Daddy dulu". Kata Delia yang di jawab anggukan kepala oleh Kenzo.
"Lo ke meja makan aja dulu, gue mau panggil Naura dulu". Kata Kenzo.
__ADS_1
"Oke". Kata Chris.
Bersambung.