Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 11 Sebuah Arloji


__ADS_3

Hari berganti hari waktupun berlalu, tanpa terasa ultah Rosa pun semakin dekat. Rizal berencana mengajak Rosa ke toko arloji yang untuk membeli arloji yang slama ini Rosa impikan.


Dia ingin memberikannya untuk sebuah kado di saat gadis itu ulang tahun dan sekalian langsung mengutarakan isi hatinya pada Rosa agar mau jadi pacar Rosa.


Sepulang sekolah, ketika Rosa baru keluar dari kelas. "Hai Sa," kata Rizal tiba-tiba nongol depan pintu kelas. Rosa kaget. "Kak Rizal, ngagetin ich," rengek Rosa cemberut.


Rizal tertawa mengacak gemas rambut Rosa. "Pulang yuk, bareng Kakak, temenin Kakak nyari sesuatu," ucapnya. "Kemana?" tanya Rosa menatap Rizal.


"Ke toko arloji, Kakak mau beli arloji untuk cewek, Kakak pengen elo yang memilihnya," jawab Rizal. "Untuk siapa?" tanya Rosa. "Pacar Kakak yach?" sambungnya menatap sendu Rizal.


"Mau tau aja," Kata Rizal tersenyum nakal. "Berarti bener Kak Rizal udah punya pacar, gue aja mungkin yang terlalu berharap dengannya, mungkin kata-kata dia janji akn slalu ada untuk gue dan sayang dengan gue hanya sebates adiknya karna dia gak punya adik perempuan sama seperti Rian yang menjaga gue seperti sodaranya sendiri," gumam Rosa dalam hati.


"Sa, Ada apa?" tanya Rizal. Rosa menggeleng. "Rosa mau pulang dulu Kak, ganti baju terus pamit sama Mama, kata Mama pulang sekolah gak boleh keluyuran," Katanya.


"Yach udah, kita pulang dulu, baru ke toko arloji," ujar Rizal menggenggam tangan Rosa. Rosapun membalas genggaman tangan Rizal dan menatap Rizal. Rizal hanya tersenyum.


Merekapun menyetop taksi kemudian pulang kerumah untuk bersiap-siap pergi ke toko arloji.


🌻🌻🌻🌻🌻


Sesampai di toko arloji. "Loh kok toko arloji? Ini kan toko arloji yang jual arloji inceran gue," gumam Rosa dalam hati terpaku di depan toko.


"Loh kok bengong? Yuk masuk." ucap Rizal,menarik pelan lengan Rosa dan menggenggam tangan gadis itu.


Rosa menatap arloji yang telah lama ia impikan. "Arlojinya tinggal satu, uang gue belum cukup lagi," gumamnya menatap arloji itu tak berkedip.


"Mau pilih yang mana Sa?" Kata Rizal menatap Rosa. Rosa masih terpaku menatap arloji itu.


"Tolong ambilin yang itu Mbak," kata Rizal menunjuk arah mata Rosa menatap arloji.


Pegawai toko pun mengambilkan arlojinya.


"Ini kaya'nya bagus Sa, elo suka?" tanya Rizal memberikan arlojinya pada Rosa.


Rosa mengambil arloji tersebut dari tangan Rizal. "Ini arloji yang pengen gue beli udah lama banget, tapi apa iya gue pilih ini? Apa iya nanti cewek yang akan Kak Rizal kasih itu suka sama arloji ini?" gumamnya dalam hati.


Rizal menatap Rosa yang sedang menimang arloji bermotif winnie the pooh dan memainkan lampunya. Dia bisa menangkap Rosa sangat menginginkan arloji itu dari sorot matanya.


"Yach udah, yang ini aja klo gitu, elo suka kan?" tanya Rizal mengambil arloji tersebut dari tangan Rosa. Rosa tersentak kaget. "Apa mau yang lain?" tanya Rizal.


Rosa menggeleng menundukkan kepalanya. "Sa? Ada apa?" tanya Rizal menatap Rosa. "Emang arloji itu untuk siapa sich?" tanya Rosa. "Untuk seorang cewek yang sangat spesial di hati Kakak," jawab Rizal.


"Di ganti aja Kak arlojinya, itukan arloji kesukaan Rosa, nanti takutnya orang yang mau Kakak kasih arloji itu gak suka," ujar Rosa pelan menundukkakn kepalanya. Dia tak menyadari klo arloji tersebut dibeli untuk dirinya.

__ADS_1


"Gak kok, dia pasti suka, Kakak yakin itu," ujar Rizal. "Yuk makan, Kakak laper," ucap Rizal merangkul pinggang Rosa. Rosapun menggenggam tangan Rizal yang berada di pinggangnya.


Rizal tersenyum. Rosa menatap Rizal.


"Apakah setelah ini hubungan kami akan baik-baik saja? Ternyata Kak Rizal udah punya pacar," gumamnya dalam hati.


Baru beberapa langkah mereka berjalan dari toko arloji, tiba-tiba. "Apa-apaan ini, kenapa rangkul-rangkulan," ujar Tere melepaskan rangkulan Rosa dan Rizal.


Rosa dan Rizal kaget. "Apaan sich Tere, kenapa elo ada di sini?" kata Rizal. "Kak Rizal kok bisa jalan dengan itik buruk rupa ini?" tanya Tere menunjuk Rosa.


Rosa melotot. "Sudah Sa, gak usah diladeni, yuk kita cari makan, Kakak lapar," ujar Rizal menarik tangan Rosa dan menggenggamnya ketika melihat emosi Rosa akan naik.


"Kakak mau kemana? Makan dengan gue aja, yuk gue temenin," ujar Tere merangkul lengan Rizal. "Gak, gue pergi dengan Rosa dan pulang juga dengan Rosa," ujar Rizal melepaskan rangkulan tangan Tere.


"Apa ini Kak?" Kata Tere merampas kantong arloji yang ada di tangan Rizal kemudian membukanya. Dia terbelalak ketika melihat arloji motif winnie the pooh tersebut.a


"Wah, jam ini bagus banget, untuk siapa Kak? Mau beli'in gue yach? Ini kan arloji kesukaan gue," katanya.


Rosa yang mendengar ucapan Tere langsung melotot dan berlari meninggalkan Tere dan Rizal.


"Ternyata Kak Rizal beli arloji itu untuk Tere. Kak Rizal jahat, kenapa juga harus minta temenin gue, kenapa gak minta temenin Tere aja," gumamnya dalam hati matanya memanas, dia langsung mengusap matanya agar air matanya tak turun.


"Sini tas gue," ujar Rizal merampas tas dari tangan Tere kemudian pergi meninggalkan Tere dan menyusul Rosa.


"Kita kan mau makan, makan dulu yach," mohon Rizal. Rosa menggeleng. "Rosa pulang aja sendiri, Kakak pergi aja sama Tere," ujarnya pelan menundukkan kepalanya.


"Gak Sa, kita pergi berdua, jadi pulangnya harus berdua," tegas Rizal menarik tangan Rosa akhirnya Rosa pun menurut mengikuti langkah Rizal.


Rizal menggenggam tangan Rosa. "Gue janji Sa, gak akan melepaskan genggaman tangan ini agar elo tau klo gue bener-bener sayang elo dan akan jaga elo," gumam Rizal dalam hati.


Baru mereka berjalan beberapa langkah, tiba-tiba Rosa terjatuh karna didorong seseorang.


Rosa berdiri, diat terbelalak kaget ketika tau Tere yang mendorongnya. Akhirnya dia kembali mendorong Tere.


"Mau elo itu apa sich? Gue gak pernah merasa ganggu elo.!" teriaknya mendorong balik Tere yang membuat Tere terjatuh. "Gue gak suka elo deket-deket denganΒ  Kak Rizal, dia itu milik gue!" teriak Tere menjambak rambut Rosa. "Elo pengen gue jauhi Kak Rizal haaah, bilang sama Kak Rizal suruh jauhi gue, lagian juga elo siapa? Bisa-bisanya mau ngatur hidup gue?" teriak Rosa menyerang Tere dengan membabi buta. Tere kewalahan.


"Sa sudah, gak usah diladeni," ucap Rizal menarik tangan Rosa. "Gak, orang gini harus diberi pelajaran!!" teriak Rosa menepis tangan Rizal.


Rizal yang tau Rosa sedang dikuasai emosi akhirnya memeluk Rosa dari belakang seperti yang sering Rian lakukan.


"Sa, elo tenang yach, kasian Tere," bisiknya. Rosa mulai tenang, emosinya mulai stabil. "Tenang, Sa, tarik nafas, elo harus tenang," Bisik Rizal. Rosa semakin tenang. "Kita pergi dari sini." Kata Rizal menarik tangan Rosa dan menggenggamnya.


Baru berjalan beberapa langkah. "Kak Rizaaal, tunggu, kenapa gue ditinggal?!" teriak Tere menarik tangan Rizal dan bergelayut di lengannya. Rosa terbelalak dan berusaha melepaskan tangannya yang digenggam erat oleh Rizal. "Lepasin gue Ter, jangan ganggu gue lagi." Kata Rizal menepiskan tangan Tere.

__ADS_1


"Kakak gak kasian sama gue? Gue udah babak belur begini karna Rosa," ucap Tere. "Itukan salah elo sendiri, denger gue, jangan pernah ganggu Rosa lagi, sampe gue denger dan liat elo nyakitin dia, elo berurusan dengan gue karna Rosa sekarang pacar gue, cam kan itu," ucap Rizal menunjuk kepala Tere.


"Yuk Sa, kita pergi," sambungnya menarik tangan Rosa. Mereka pun pergi ketika taksi datang.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Ketika sedang menunggu pesenan makanan. "Sini, Kakak obati lukanya tadi," ujar Rizal menari tangan Rosa.


Dia mulai mengobati luka Rosa.


"Aduuh, sakit Kak, pelan-pelan," ringis Rosa. "Ini udah pelan sayang," goda Rizal.


Rosa tertegun denga apa yang diucapkan Rizal.


"Kak Rizal memanggil gue sayang?" gumamnya menatap Rizal. "Kenapa liatin Kakak gitu?" tanya Rizal balik menatap Rosa.


Rosa menggeleng. "Kakak kok baik banget dengan Rosa?" tanyanya. "Kakak kan pernah bilang, Kakak sayang elo Sa, Kakak akan slalu jadi bulan untuk elo dan jadi tempat kembalinya elo," jawab Rizal menatap Rosa.


Rosa menemukan kesungguhan di mata Rizal. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali yang membuat Rizal tertawa. "Elo itu gemesin yach," ujarnya mengacak gemas rambut Rosa.


"Tuch pesenannya udah datang.


Ketika sedang makan. "Kakak pacaran yach sama Tere?" tanya Rosa sambil makan.


"Gak, dia aja yang suka sama Kakak, sama seperti Amel dan Ilona," jawab Rizal sambil mengaduk-aduk sotonya.


"Tapi kok kaya'nya marah banget pas liat kita jalan?"


Rizal mengedikkan bahunya. "Tere itu kan sama dengan yang lainnya, udahlah,Β elo gak usah ladeni mereka." Katanya.


"Kalo gitu kita gak usah sering jalan bareng gini lah Kak" ucap Rosa. "Loh kenapa?" tanya Rizal.


"Rosa takut ntar pacar Kakak marah, terus berantem lagi kaya' Rosa sama Tere dan Amel, Rosa lelah slalu berantem terus,"


"Kakak gak punya pacar Sa,"


"Terus, arloji itu untuk siapa? Bukannya untuk seseorang yang spesial di hati Kakak?"


Rizal tersenyum. "Nanti elo, nanti elo tau sendiriΒ  arloji itu untuk siapa," katanya mengacak rambut Rosa. Rosa cemberut.


Rizal terbahak. "Elo itu gemesin tau, makannya cepet habisin, setelah itu kita pulang," katanya. Setelah makan mereka pun pulang.


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β™₯️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


__ADS_2