Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 20 Kejutan Part 1


__ADS_3

Ketika Rosa sedang menikmati es yang dia pesen, tiba-tiba. "Selamat ulang tahun, kami ucapkan, selamat panjang umur, kita kan doakan, selamat sejahtera, sehat sentosa, selamat panjang umur dan bahagia," nyanyi Rian dan lainnya sambil membawa kue ulang tahun dan boneka winnie the pooh yang besar.


Rosa yang kaget langsung berdiri. "Loh kalian? Disini juga?" tanyanya terbelalak kaget. "Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya, sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga," nyanyi Retno sambil menghidupkan lilin pada kue ultahnya. "Ayo Sa tiup lilinnya, keburu abis tuch," ucap Yoga menyenggol bahu Rosa yang masih diam terpaku.


Rosa tersentak kaget dan akhirnya meniup lilin.


"Ini boneka winnie the poohnya gede banget,"ucap Rosa mengambil boneka di pegang Vivi.


"Suka?" tanya Rizal mendekati Rosa. Rosa menganggukkan kepalanya. "Ini semua rencana Kakak?" tanyanya menatap Rizal.


"Eeits, Mas Angga, gak Kakak lagi." Kata Rizal tersenyum nakal. "Ciye, ciye, udah manggil Mas Angga tuch, kesampean nich jadi pacarnya Mas Angga," ledek Rian menyenggol bahu Rosa. Rosa hanya mendelik. Rian tertawa.


"Kuenya juga winnie the pooh, kok bisa?" tanya Rosa. "Bisalah ay, apa sich gak buat Araku tersayang," ujar Rizal tersenyum nakal, mengangkat alisnya satu.


Tiba-tiba Rosa memeluk erat Rizal. "Makasih, Mas, makasih, Ara gak tau lagi mau ngomong apa, Ara bener-bener seneng hari ini," bisiknya dipelukan Rizal. "Suka?" tanya Rizal membalas pelukkan Rosa.


Rosa menganggukkan kepalanya. "Suka, suka banget," balas Rosa menatap Rizal. Rizal dapat melihat binar dimata indah milik gadis itu.


"Dari kita pertama bertemu di persimpangan, inget?" jelas Rizal. Rosa mengangguk. "Mas udah jatuh hati sama Araku ini, sejak itu Mas berjanji dalam hati akan menjaga sepenuh hati dan akan slalu menjadi penjagamu, bukankah waktu kemah dulu Mas pernah berjanji? Mas akan slalu jadi tempat elo kembali, menjadi bulan yang slalu setia menunggu bintang kembali," jelas Rizal.


"Dalem tuch kata-kata, udah dunk romantis-romantisannya, gue laper nich," ujar Yoga. "Walah elo Ga klo urusan makan, slalu yang terdepan," canda Retno. Akhirnya semua tertawa.


"Kita foto-foto dulu, baru makan," ujar Rizal.


Rosa tiba-tiba memeluk Rian. "Loh, kok gue yang dipeluk? Bukannya Kak Rizal?" Kata Rian membalas pelukkan Rosa.


"Makasih Yan, andai elo gak berusaha meyakinkan gue tentang Kak Rizal, mungkin sekarang gue udah nerima Bobby untuk jadi pacar gue," tutur Rosa.


Rian menatap Rosa. "Denger gue, dari dulu, kita slalu bersama karna kita adalah satu, sakit elo sakit gue, begitupun sebaliknya, darah gue mengalir dalam diri elo, bahkan golongan darah kitapun sama, gak akan pernah gue biarkan elo terpuruk sendirian karna kita adalah satu tubuh Sa," ujarnya membingkai wajah Rosa. Rosa menemukan ketulusan dan kesungguhan di mata Rian.


"Nah, kue suapan pertama untuk Kak Rizal Sa," ujar Untari memberikan kue yang telah dipotongnya. Rosapun mengambilnya.

__ADS_1


"Awas, jangan lupa fotonya," ujar Rizal. "Takut banget gak kefoto Kak," canda Gavin.


"Iyalah, tiap moment kan lain-lain cerita pasti, jadi harus di abadikan, apalagi moment sekarang, moment bersejarah," kata Rizal.


Setelah acara suap-suapan kue ultah dan foto-foto merekapun duduk menunggu pesenan mereka.


      Ketika sedang duduk menunggu makanan. "Baju elo bagus banget Sa, beli di mana? Ada gambar winnie the pooh lagi," tanya Vivi. "Iya, Kak Rizal tadi beli'in, pas nunggu makanan tadi, gue disuruh ganti baju, ya ini baju yang dibeli Kak Rizal," balas Rosa menatap baju yang ia kenakan.


"Seneng tuch dapet barang yang di suka," ledek Rian. Rosa hanya menjulurkan lidahnya. Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang.


🌻🌻🌻🌻🌻


       "Minta Yan, gue dulu," Kata Rosa mengambil sendok ditangan Rian yang akan menyuap somaynya. "Elo ini, kebiasaan, asal suka nyerobot aja," gerutu Rian.


" Gue cuma icip-icip, pelit banget sich," gerutu Rosa sambil mengunyah makanannya. "Abisin makan dalam mulut baru ngomong, jorok lo," ujar Rian menoyor kepala Rosa. Rosa hanya mencibir.


"Mulai dech klo duo R udah kumpul, rame satu kampung," ledek Gavin. "Duo R? Siapa tuch?" tanya Rizal bingung. "Rian sama Rosa Kak, jadi duo R," jawab Retno.


Rosa melotot. "Gak, duo R itu cuma untuk gue sama Rian," ujarnya. "Oooh, gue tau, klo Kak Rizal dengan Rosa itu, duo A Angga dan Ara, betul gak Sa?" ledek Rian menyenggol bahu Rosa.


"Ide bagus tuch, Kakak suka, betul Ay?" tanya Rizal merangkul bahu Rosa.


Rosa hanya mengedikkan bahunya sambil meneruskan makan somay Rian. "Rosa, somay gue jangan dihabisin," gerutu Rian merampas sendok ditangan Rosa. "Pelit lo, ama sodara aja pelit," gerutu Rosa.


"Pesen lagi aja Ay, Mas pesenin yach," ucap Rizal memanggil pelayan mau pesen somay seporsi lagi. "Gak ach Mas, ntar gak abis, sayang somaynya, Ara cuma mau ngerecokin Rian aja," balas Rosa.


"Gak papa, ntar Mas yang bantuin makannya, Mas suapin, seperti biasa," tawar Rizal.


"Ciye, ciye, udah sering suap-suapan," ledek Retno. "Ternyata belum jadian aja udah mesra," canda Gavin. Rosa hanya mendelik. Semua akhirnya tertawa. Merekapun makan sambil bercanda tawa.


"Kami pulang duluan yach," ujar Untari. "Loh gak bareng?" tanya Rosa. "Gak lah, takut ganggu orang yang kasmaran" bisik Untari.

__ADS_1


"Sialan lo," ujar Rosa menoyor kepala Untari. Rizal tertawa mengacak gemas rambut Rosa.


       Setelah menghabiskan somay yang dia pesen tadi akhirnya Rosa dan Rizalpun pulang.


💎💎💎💎💎


       Sesampai dirumah, Rosa bingung melihat banyak batu koral, adukan semen dan pasir di depan rumah. "Loh Ay, Papa bangun rumah lagi?" tanya Rizal. Rosa hanya mengedikkan bahunya. Dia melihat Arya sedang mengaduk  semen di depan rumahnya dan Rosapun mendekatinya.


"Buat apa Pa?" Katanya. "Oh ini, untuk tempat bunga, bukannya Kak Rosa pengen taman bunga? Jadinya Papa buat dulu di depan jendela kamar Rosa dulu, nanti klo udah kering, baru kita isi tanah dan di isi sama bermacam-macam bunga, tugas Kak Rosa nanti nyiram tiap pagi sama sore yach, sama kasih pupuk juga," jelas Arya.


"Yang bener Pa?" tanya Rosa. "Iya, ntar klo bunganya udah penuh disini, baru kita pindah kedepan rumah, Papa buatin taman bunga, tapi tanggung jawab Kak Rosa yang merawat dan kasih pupuk loh, Papa nanti ajarin semuanya," jelas Arya.


"Rosa janji Pa, kpn kita mulai tanam bunganya?" tanya Rosa. "Ya nanti sayang, tunggu satu minggu lagi yach, sekarang ini belum kering," kata Arya.


"Makasih Pa," ujar Rosa memeluk Arya. "Selamat ulang tahun sayang, tetap jadi anak kebanggaan Papa, ini kado dari Mama dan Papa," bisik Arya menepuk pelan pucuk kepala Rosa dan menciumnya.


"Rosa janji Pa," ujar Rosa. "Ini siapa? Ayo temannya diajak masuk, kasih minum dulu, Mama pasti udah masak camilan," ujar Arya.


"Kak Rizal Pa," balas Rosa. Rizal mencium punggung tangan Arya. "Ini yang namanya Rizal, udah jadian nich kaya'nya," ledek Arya.


"Papa suka gitu dech, Rosa kan jadi malu," rengek Rosa cemberut.


Arya tertawa. "Yuk nak Rizal masuk dulu " Katanya merangkul bahu Rizal. "Iya Om," ujar Rizal.


"Santai aja, gak usah tegang gitu, panggil Papa aja sama seperti temen-temen Rosa yang lain," ujar Arya merangkul bahu Rizal. Merekapun masuk ke rumah.


Setelah ngobrol banyak dengan Arya. Rizal pun pulang.


🌺🌺🌺🌺🌺


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, ♥️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2