
Pada suatu hari, Rian pergi latihan taekwondo. Pelatihnya merubah jadwal dadakan latihan karna ada kerjaan.
"Kak, ntar klo Rosa kesini bilang Rian latihan yach," ucap Rian bersiap-siap menunggu Rizal di depan rumah. Mimi hanya menganggukkan kepalanya.
π»π»π»π»π»
Ditempat lain, Rosa yang sedang bersiap-siap pergi kursus, setelah tau dari Vivi kalo Rian akan latihan. "Coba bilang dari tadi klo gak kursus, gue kan gak akan kelabakan kaya' gini, nungguin dia sampai telat," gerutu Rosa.
Diapun buru-buru pergi setelah pamit dengan mamanya.
Dipersimpangan jalan, karna terburu-buru Rosa menabrak seorang lelaki ternyata Rizal yang sedang menuju rumah Rian.
Rizal sangat terkejut sekali begitupun Rosa.
Mata mereka bertemu yang membuat desiran aneh dalam hati mereka masing-masing.
Rizal langsung terpana ketika bertatapan langsung dengan mata indah Rosa, kepolosan wajah Rosa, kesederhanaan Rosa dan bibir mungil Rosa. Rosa mengerjap pelan karna salah tingkah.
"Gadis ini begitu manis dan sederhana, dimana rumahnya? Apakah anak komplek ini juga? Kok gue gak pernah liat?" gumamnya dalam hati karna sepertinya dia benar-benar jatuh cinta pada Rosa.
"Aduuuuh, siapa cowok ini? Kenapa jantung gue berdegup kencang seperti ini." gumam Rosa dalam hati menatap Rizal tanpa berkedip.
"Maaf, gak sengaja," ucap Rizal membuyarkan lamunan Rosa.
Rizalpun buru-buru membereskan buku Rosa yang berhamburan sambil menikmati pesona wajah yang alami.
Rosapun tersadar tanpa sadar mengerjapkan matanya karna menutupi salah tingkahnya. "Gue yang salah, gak hati-hati, seharusnya gue yang minta maaf," ujarnya buru-buru membantu Rizal membereskan buku-bukunya yang berantakan.
__ADS_1
"Sepertinya gue jatuh cinta, cewek ini bener-bener gemesin kalo sedang salah tingkah, apalagi ketika matanya mengerjap seperti tadi, bener-bener gadis yang manis, pasti anaknya manja ini," gumam Rizal dalam hati menatap Rosa tak berkedip. "Makasih yach," kata Rosa beranjak pergi.
"Hei tunggu dulu," ucap Rizal ketika beranjak pergi. "Ada apa?" Kata Rosa bingung.
"Kenalkan, gue Rizal," ucap Rizal mengulurkan tangannya. "Rosa," kata Rosa menyambut uluran tangan. "Maaf, gue buru-buru," sambungnya melepaskan tangannya dari tangan Rizal.
"Oh ya, kalo perlu, ini kartu nama gue," ucap Rizal memberikan kartu namanya. "Makasih," Kata Rosa tersenyum mengambil kartu nama Rizal.
Rizal terpaku menatap senyuman yang terukir dari bibir mungil Rosa. "Sampai ketemu lagi," ucap Rosa menyadarkan kebekuan Rizal yang terpesona dengan senyuman yang terukir dari bibir gadis itu kemudian berlalu meninggalkan Rizal.
Rizal tersenyum melangkah ringan kerumah Rian untuk menjemput sahabatnya.
πππππ
Ketika sedang istirahat dari latihan taekwondonya, Rizal termenung duduk di rerumputan sambil memandang danau taman tempat mereka latihan.
"Ketauan, kaya'nya bau-baunya sedang jatuh cinta nich." Kata Rian. "Mungkin," ucap Rizal mengangkat bahunya sambil menengadahkan kedua tangannya.
"Yang bener kak? Sama siapa?" cecar Rian. "Kakak juga gak tau Yan, Kakak gak kenal, berharap nanti ketemu lagi dengan gadis itu," tutur Rizal berbaring direrumputan sambil memandang langit yang biru.
"Maksudnya?" tanya Rian.
Rizal mendesah dan memejamkan matanya membayangkan senyum yang terukir indah dari bibir mungil Rosa.
Rian ikut berbaring di samping Rizal sambil menunggu cerita dari Rizal.
Mengalirlah cerita pertemuannya dengan Rosa di persimpangan jalan ketika menuju rumah Rian tanpa membuka matanya sambil membayangkan senyuman indah dari bibir mungil Rosa. "Tunggu-tunggu, siapa tadi? Rosa?" potong Rian bangun dari pembaringan. "Iya Yan, elo kenal?" tanya Rizal beranjak dari pembaringannya menatap Rian keheranan.
__ADS_1
"Gak tau sich, bukannya nama Rosa banyak?" ucap Rian. "Elo bener juga Yan, nama Rosa banyak, tapi tadi Kakak udah beri kartu nama," ujar Rian.
"Tapi kalo bener Rosa yang Kakak cari itu adalah Rosa yang gue kenal, gue minta tolong jangan sakiti dia Kak, karna dia sgalanya bagi gue, sakit dia adalah sakit gue dan gue paling gak suka liat air mata dari matanya, klo sampe itu terjadi, kakak akan berurusan dengan gue," kata Rian menatap Rizal.
Rizal menemukan keseriusan diwajah Rian. "Iya Yan, kakak janji," kata Rizal merangkul bahu Rian.
"Rosa itu sudah jadi bagian dari hidup gue Kak, kami sudah dari kecil slalu berdua, bahkan di darahnya mengalir darah gue dari asi, jadi klo Rosa sakit, gue bisa merasakan sakitnya disini Kak, sekeras apapun dia menutupi luka di hatinya, gak akan pernah bisa membohongi gue krn gue tau klo dia sedang terluka," lirih Rian menunjuk dadanya dan menatap Rizal.
"Maksud elo sedarah? Kalian berdua sedarah?" kata Rizal. "Iya Kak, gue dan Rosa saudara sesusuan, kami dibesarkan bersama-sama, jadi mama dan papa sering saling titip, lahir kami juga sama cuma beda 1 jam duluan gue, makanya gue sering panggil dia my twin bahkan golongan darah gue dan Rosa juga sama," ucap Rian.
"Kakak janji Yan, Kakak gak akan nyakitin Rosa." Kata Rizal.
"Kakak mau tau? Salah satu alasan gue ikut taekwondo karna Rosa Kak, karna gue ingin jadi pelindung Rosa sampai dia menemukan lelaki yang tepat untuk bisa melindungi dia, itu yang slalu Mama bilang ke gue, karna dulu ketika masih remaja, Papa Arya slalu jaga Mama sampai Mama menikah, dan mereka nikah juga karna campur tangan Papa Arya, makanya sekarang Mama tuch sayang banget dengan Rosa, apalagi Rosa anak yang baik dan sopan." Kata Rian.
"Oh jadi ceritanya gitu," ucap Rizal.
"Gue percaya Kakak gak akan menyakiti Rosa," ucap Rian merangkul bahu Rizal.
"Kakak janji Yan gak akan nyakitin Rosa, klo perlu Kakak akan jadi pelindungnya seperti yang elo lakukan terhadapnya," ucap Rizal merangkul bahu Rian.
"Besok kami kursus B Inggris, biasa abis kursus suka nongkrong dulu di kantin, Kakak ikut kami nongkrong aja," ujar Rian.
"Ok, Kakak temui kalian di kantin, tapi jangan pulang duluan yach," ucap Rizal. Rian menyatukan telunjuk dan jempolnya membentuk huruf O. "Gue tunggu di kantin besok Kak ya," katanya.
Rizal mengangguk. "Kita latihan lagi yuk, tuch pelatih memanggil kita untuk melanjutkan latihan," katanya. "Ayo, tar telat kita disuruh push up lagi," ujar Rian berlari kecil ikut ke rombongan latihan mereka kemudian mereka pun latihan. Setelah latihan selesai mereka pun langsung pulang.
πΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β₯οΈ, β, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Maaf cerita di akun saya yang bernama Andra Marantika Solihan pindah ke akun saya yang baru ini karna ada sesuatu dan lain hal. Makasih atas partisipasinya. Love all πππ.