
Ketika Rosa sedang duduk sendiri dibawah pohon disamping kelas. "Sendirian Sa?" tanya Amel duduk disamping rosa. "Amel?? Ngapain elo kesini??" Ujar Rosa beranjak dari duduknya. "Tunggu Sa," ujar Amel menarik tangan Rosa dengan pelan.
"Elo ngindar dari gue? Gue sadar kok orang kaya' gue gak pantes jadi temen elo karna gue terlalu jahat dengan elo," sambungnya pelan menundukkan kepalanya.
Rosapun berbalik. "Bukan gitu Mel, gue cuma gak mau buat masalah aja dengan elo, bukan gue ngindari elo, gue lelah slalu berantem dengan elo tapi setiap didekat elo, elo slalu mancing emosi gue," lirih Rosa menatap Amel.
"Gue sadar kok Sa, gue yang salah, jujur gue iri dengan elo, gue iri elo slalu unggul dari gue, gue iri elo slalu mendapatkan apa yang gue inginkan, gue iri dengan elo slalu dikelilingi teman-teman yang slalu membela elo bahkan semua orang slalu membela elo disetiap kita berantem yang membuat gue tambah benci dengan elo," lirih Amel menatap Rosa.
"Elo mau tau Mel? Ingin disukai setiap orang itu kita harus berubah dari sini," ujar Rosa menunjuk dada Amel. "Kita harus berusaha memberi yang terbaik untuk orang dideket kita dari hati sehingga orang menyadari kebaikan kita itu bener-bener dari hati bukan dibuat-buat," sambungnya menatap Amel dan memegang kedua tangan Amel.
"Maafin gue Sa, gue sadar gue salah, gue sadar elo bukanlah itik buruk rupa yang sering gue bilang ke elo, elo emang pantes jadi putri raja dan kak Rizal adalah pangerannya, memang elo bener-bener pantes untuk Kak Rizal, sekarang gue sadar kenapa Kak Rizal lebih memilih elo jadi pacarnya daripada gue, Tere, Kak Ilona dan Kak Winda, bener kata-kata orang, elo itu bener-bener tulus dan baik, slama ini sebenernya gue menyadari itu tapi karna ego dan rasa iri dalam diri gue dengan elo, gue juga slalu ingin unggul dari elo gue jadi berusaha menepiskan semua itu," ujar Amel pelan menatap Rosa dan memegang kedua tangan Rosa.
Rosa tersenyum dan akhirnya memeluk amel. "Syukurlah kalo elo sadar atas semua kesalahan elo, karna semua yang kita inginkan gak semuanya bisa kita paksa untuk kita miliki, apalagi tentang perasaan, kita gak bisa memaksakan perasaan orang untuk mencintai dan suka dengan kita kalo orang yang kita suka gak menyukai kita," ujarnya. "Ya, gue sadar itu, cinta Kak Rizal gak bisa dipaksakan untuk gue walau gue cinta dia karna Kak Rizal hanya cinta dengan elo, slama ini gue berusaha menepiskannya karna ego gue yang ingin memiliki Kak Rizal," kata Amel.
"Gue bisa kok liat dari cara dia menatap elo, dari cara dia memperlakukan elo, dari cara dia juga elo selama kita bersama terutama ketika kita ke kabupaten dan ke kecamatan kemaren, apalagi perlakuan romantis dia disaat pensi kemaren yang membuat gue semakin sadar bahwa sebenernya kalian itu memang cocok sama-sama pinter, bintang sekolah seperti Romeo dan Juliet, bener kata siswa di sini, kalian itu Romeo dan Juliet SMP N 1 Surabaya, gue juga baru sadar, mungkin benar kata Kak Winda, gue gak cinta dengan Kak Rizal, itu hanya sebuah ambisi gue untuk menaklukannya karna dia adalah salah satu cowok yang popular di sekolah ini," sambungnya menatap Rosa.
__ADS_1
"Sekarang kita berteman kan? Gue mau memperbaiki hubungan gue dengan semuanya terutama dengan Bayu," sambungnya lagi.
Rosa menganggukkan kepalanya.
"Makasih Sa," bisik Amel memeluk Rosa. Rosa tersenyum membalas pelukan Amel. "Semoga kita bisa lebih dari teman biasa," bisiknya.
"Maksudnya?" ujar Amel bingung melepaskan pelukannya dan menatap Rosa. "Ya lebih dari temen, sahabat mungkin, atau sodara sama seperti hubungan gue dengan Rian dan yang lainnya," ujar Rosa mengangkat alisnya satu.
"Emang mereka mau nerima gue yang udah bener-bener jahat dengan sahabat tersayangnya?" ujar Amel. "Gue rasa mereka mau kok, asal emang elo bener-bener nunjukkin klo elo emang mau berubah," ucap Rosa.
"Makasih Sa, sekali lagi makasih, sekarang gue bener-bener percaya kalo elo emang bener-bener anak yang baik seperti yang mereka bilang," bisik Amel memeluk erat Rosa. Rosa hanya tersenyum membalas pelukan Amel.
Ketika Rosa dan Amel berpelukan, Rizal dan Rian yang melihat pemandangan berpandangan. "Sejak kapan Amel dan Rosa akur Yan?" tanya Rizal. "Gak tau Kak, kita samperin yuk," ajak Rian mendekati mereka berdua. "Ehem, akur niyeee," ledek Rian. Rosa dan Amel pun reflek melepas pelukan mereka.
"Gue kesana dulu yach, sekarang kita temen kan? "kata Amel menunjukkan jari kelingkingnya dengan Rosa. "Iya, teman, "ujar Rosa menautkan kelingkingnya ke kelingking Amel. Amel tersenyum kemudian pergi.
__ADS_1
"Tumben akur," ledek Rian merangkul bahu rosa. "Dia minta maaf ke gue, masa' gue gak maafin," ujar Rosa menatap Amel dari kejauhan. "Ternyata memang Mas gak salah pilih pacar," ujar Rizal merangkul bahu Rosa mencium rambutnya.
"Yakin elo maafin dia? Ntar dia pura-pura aja baik sama elo mau ngerebut Kak Rizal dari elo, kan elo tau ndiri Amel suka kak Rizal," ledek Rian. "Gak boleh berburuk sangka dengan orang, gue percaya kok Amel mau berubah," ujar Rosa.
"Ntar kejadian loh Kak rizal direbut dia," ledek Rian menunjuk Rosa.
"Itu akan terjadi kalo kedua-duanya mau tapi kalo cuma salah satu yang mau itu gak akan terjadi kok dan gue percaya Mas Angga gak gitu," ucap Rosa." Ya kan Mas, Mas Angga gak akan ninggalin Ara karna Amel?" tanyanya menatap Rizal penuh harap. Rizal tersenyum.
"Cinta yang Ara berikan untuk Mas itu lebih besar daripada cinta Amel untuk Mas karna Ara mencintai Mas itu dari sini," katanya menunjuk dada Rosa. "Dan Mas gak yakin Amel cinta Mas sebesar Ara mencintai Mas karna itu Mas gak akan ninggalin Ara untuk cewek lain, gak akan pernah," sambungnya menatap Rosa.
Rosa menemukan kesungguhan dimata Rizal. Rosa memeluk Rizal. "Makasih Mas," bisiknya.
"Gak perlu bilang makasih karna hati Mas sudah Mas berikan untuk Ara tanpa sisa. Pikiran dan napas ini hanya untuk Ara. Sebesar itu Mas mencintai Ara, jadi gak usah terus bilang terima kasih dan gak perlu takut kehilangan," bisik Rizal membalas pelukan Rosa dan mencium rambutnya lama.
"Mulai dech, dunia milik berdua, lupa ada gue," ledek Rian yang membuat Rosa dan Rizal akhirnya melepaskan pelukannya yang membuat mereka akhirnya tertawa bersama. Tak lama bel masuk berbunyi, mereka pun masuk ke kelas masing-masing.
__ADS_1
💎💎💎💎💎
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, ♥️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.