
Mimi yang baru sampe dengan RianΒ kaget ketika melihat ruang OSIS rame, "Loh klian ngapain disini?" tanyanya. "Nunggu yang lainnya lah, katanya mau rapat tentang mading, kok bisa lupa sich?" gerutu Winda.
"Iya yach, kok gue bisa lupa?" ujar Mimi cengengesan, "Elo itu slalu aja gitu, mana Indra?" tanya Winda. "Gak tau gue," jawab Mimi mengedikkan bahunya.
"Elo nunggu Mas Angga tercinta elo?" ledek Rian duduk disamping Rosa. Rosa mengangguk dan mendelik dan menoyor kepala Rian. Rian tertawa mengacak rambut Rosa. "Mas Angga di dalam, lagi nyari data, katanya mau buat proposal, gue disuruh nunggu di sini," jawab Rosa.
"Loh rame toh diluar," ujar Rizal ketika keluar dari ruangan ketua OSIS. "Iya, kami nunggu Indra, mau rapat masalah mading, tapi sampe sekarang lom nongol," jelas Winda.
"Gue gak harus ikut kan?" tanya Rizal. "Iya, gak papa kok Zal elo gak ikut, gak ada urusan juga, itu bagian kami kok," jawab mimi.
"Iya, gue mau nganter Rosa pulang atau pulang sama Rian ya Ay? Gak papa pulang sama Rian?" tanya Rizal menatap Rosa. Rosa hanya mengangguk.
"Ntar elo pulang sama gue," kata Rizal menatap Mimi. "Pulang sendiri napa Sa? Manja banget," ledek Winda tertawa.
"Gak, Rosa gak gue suruh pulang sendiri, ntar ada apa-apa dijalan," tegas Rizal.
"Gue nunggu Kak? Lama gak?" tanya Rian. "Gak, paling bentar, elo mau nunggu jg gak papa, mau pulang juga gak papa," jelas Mimi.
"Gue pulang duluan klo gitu, yuk Ay kita pulang," ajak Rizal merangkul bahu Rosa.
"Klo gitu, gue nunggu diluar aja kak yach, gue makan dulu dikantin," ujar Rian. Mimi menganggukkan kepalanya.
π»π»π»π»π»
__ADS_1
Seperginya Rosa dan Rizal, "Kaya'nya Rizal sayang banget sama Rosa, sampe over protektif gitu sm Rosa, gak risih apa Rosa digituin?" tanya Winda. "Biasa aja, malah Rosa suka cowok gitu, Rian juga gitu sama Rosa, kalo dia gak suka sama Rosa deket dengan orang, pasti Rosa dimarahin sm Rian," jelas Mimi.
"Tuch contohnya, Indra, Rian gak suka banget Indra deketin Rosa, karna dia tau Indra klo pacaran kaya' ganti baju, gonta ganti, dia paling gak bisa liat Rosa nangis, terlalu sakit katanya, sama, seperti Rizal, Rizal itu gak bisa liat Rosa nangis, bisa-bisa dia menjelma jadi orang tersadis dan gak ada perikemanusiaan dengan orang yang nyakitin Rosa dan buat Rosa nangis, elo tau sendiri kan kejadiannya gimana ketika Rosa disakiti oleh Indra? Habis Indra babak belur, itu pun karna ada Rosa yang nenangin Rizal, klo gak, mungkin Indra masuk ruang ICU karna ulah Rizal," jelasnya lagi.
"Rosanya mau digituin? Diatur-atur?" tanya Winda. "Ya menurut Rosa, klo itu memang baik untuk dia apa salahnya dicoba," jelas Mimi.
"Berarti Rizal suka sama cewek yang suka diatur-atur sama dia, diapain Rosa Rizal bisa jadi laki-laki y perhatian gitu?" tanya Winda.
"Sebenernya Rizal itu memang perhatian klo kita udah kenal deket, makanya Rosa suka dengan Rizal, dia deket dengan Rian juga karna itu, Rian itu suka negur dia klo salah, klo belum kenal sama Rizal ya emang dia itu cuek, dia gak pernah peduli keadaan sekeliling, dia juga orang yang dingin makanya sering di juluki beruang kutub atau kulkas tapi pada dasarnya dia orang yang baik dan perhatian loh klo kita bisa ngambil hatinya," jelas Mimi.
"Oh ya? " Ujar Winda. "Iya, gue itu deket dengan dia dari kelas satu Win, jadi gue tau Rizal," jelas Mimi.
"Gue aja gak tau gimana caranya bisa deket di hati dia, elo tau ndiri perjuangan gue memenangkan hatinya, dari kelas 1 loh, sampe sekarang aja gak berhasil, terkadang gue iri sama Rosa baru deket udah bisa menangin hati dia, tapi yach mau gimana lagi, cinta gak bisa dipaksa," jelas Winda angkat bahu.
"Elo bener juga Mi, bisa-bisa lom sampe sebulan gue udah putus sama dia, elo tau ndiri, gue paling gak mau di atur, gue fikir elo suruh jauhi Rizal karna elo suka dia, gak taunya karna elo tau tipe cowok gue," ujar Winda. Akhirnya mereka tertawa.
ππππ
Dikoridor kelas, Rizal dan Rosa bertemu Indra, melihat Indra, Rosa langsung mencengkram lengan Rizal, bersembunyi dibelakang Rizal dan menundukkan kepalanya.
"Ndra, elo ditunggu Winda dan Mimi di ruang OSIS," ujar Rizal. "Iya, gue jg mau kesana," ujar Indra kemudian dia ke ruang OSIS.
"Kenapa Ay?" selidik Rizal menatap Rosa dengan cemas karna wajahnya berubah pias.
__ADS_1
Rosa hanya menggeleng. "Ara masih takut sama Indra?" selidik Rizal seraya bisa membaca fikiran Rosa. Rosa hanya mengangguk.
"Denger Mas, sweety gk perlu takut, selagi ada Mas disamping sweety, Mas gak akan biarin orang menyakiti My Sweety, Mas janji akan slalu jadi pelindung Sweety," ujar Rizal menatap Rosa dan memegang kedua pipi Rosa. Rosa menangkap kesungguhan dmata Rizal.
"Makasih Mas," lirih Rosa. "Makanya, mulai sekarang, Ara gak boleh pergi sendirian, Mas gak mau ada apa-apa dengan Ara, karna Mas yakin, di luar sana atau disekolah ini terutama, ada yang gak rela My Sweety jadian dengan Mas dan pasti mrk akn berusaha untuk mencelakai Sweety, Bobby dan Indra adalah salah satu contohnya," jelas Rizal.
"Maksudnya?" tanya Rosa bingung. "Siapa sich yang rela gadis manis yang jadi inceran slama ini dimiliki laki-laki lain?" goda Rizal tersenyum nakal.
Rosa tambah menggeleng gak mengerti. "sudahlah, seiring waktu Ara akan mengerti kok, pokoknya Ara gak boleh pergi sendiri, gak Mas yang nganter, Rian yang nganter, " tegas Rizal menggenggm tangan Rosa.
"Makasih Mas," lirih Rosa."Perasaan Makasih terus dengan Mas, sepanjang jalan ini aja, udah berapa kali ngomong makasih ke Mas," ujar Rizal mengacak rambut Rosa.
"Mas gak mau gadis manis Mas ini nanti dicelakai laki-laki yang gak bertanggung jawab," Sambungnya tersenyum menarik hidung mancung Rosa. Rosa cemberut.
"Jangan gitu ach, bibir elo itu gemesin klo gitu, ntar Mas khilaf, tak kecup baru tau rasa," goda Rizal tersenyum nakal sambil menarik gemas bibir mungil Rosa.
"Nyebelin ich, sakit tau," rengek rosa memukul pelan lengan Rizal. Rizal tertawa. "Mas suka Ara yang begini, jangan berubah yach," godanya mengacak gemas rambut Rosa dan mencium kening Rosa.
"Yuk pulang, Ara mau kemana?" sambungnya menatap Rosa. Rosa hanya menggeleng bingung.
"Kerumah yuk, Mama mau kenal sama Ara," ajak Rizal. "Ara pulang dulu ganti baju," ujar Rosa menatap Rizal. Rizal mengangguk kemudian mereka pulang ganti baju dan ke rumah Rizal.
πΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β₯οΈ, β, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all πππ.