Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 50 Dicintai Part 1


__ADS_3

Diperjalanan pulang. "Elo laper gak Sa? Kita makan dulu yuk," tawar Andre. "Iya yach Ndre gue lupa, pantes kepala gue pusing," lirih Rosa melihat arloji kesayangannya telah menunjukkan pukul setengah tiga.


"Elo ini Sa, untuk diri elo sendiri sering lupa," ujar Andre. "Kita makan dulu yach," tawarnya. Rosa menganggukkan kepalanya. Merekapun mencari tempat makan.


Ketika usai makan, Andre menggenggam tangan Rosa. Rosa kebingungan. "Sa, gue mencintai elo, mau kan jadi pacar gue," ujar Andre.


Rosa terkejut mendengar ucapan Andre. Dia langsung menarik tangannya. "Maaf Ndre, gue gak bisa," lirihnya. "Kenap Sa? Gue fikir dengan kedekatan kita, elo mempunyai perasaan yang sama, karna sikap elo dengan gue lain dengan sikap elo terhadap orang lain," lirih Andre.


Rosa menggeleng. "Elo sahabat gue Ndre, sahabat terbaik gue, kenapa terkadang gue bersikap kekanak-kanakan hanya dengan elo, karna gue nyaman dengan elo," ujarnya. "Apa karna ada lelaki lain di hati elo?" ujarnya.


Rosa mengangguk. "Siapa Sa? Perasaan gue elo gak pernah jalan dengan lelaki selain gue dan Fatur?" ujar Andre. "Atau jangan-jangan Mas Angga yang sering mengirim surat dengan elo itu adalah pacar elo?" sambungnya.


Rosa mengangguk. "Iya Ndre, maafin gue Ndre," lirihnya menundukkan kepalanya. AndreΒ  mendesah. "Kenapa elo gak cerita dari dulu Sa, kalo gue tau, gue gak akan mengutarakan isi hati gue dengan elo," lirihnya.


Rosa hanya tertunduk. "Maafin gue Ndre," lirihnya."Sudahlah, gak usah dibahas, salah gue juga gak percaya omongan Fatur, gue fikir Fatur bercanda aja karna gak pengen gue jadian dengan elo," lirih Andre.


"Emang Fatur cerita apa?" ujar Rosa. " Ya cerita jangan terlalu berharap dengan elo takut gue patah hati, gak taunya bener, gue patah hati beneran," kekeh Andre.


"Tapi kita masih bisa jalan bareng kan?" sambungnya. Rosa mengangguk. "Dengan siapa lagi gue minta tolong nganter kemana- mana kalo gak dengan elo," rajuknya cemberut.


Andre tertawa mengacak gemas rambut Rosa. "Gue suka kalo elo nyaman dengan gue, jadilah diri sendiri, jangan sungkan, pantes Fatur suka banget jahilin elo Sa," ujarnya.


"Emangnya kenapa?" ujar Rosa. "Ternyata elo itu gemesin kalo kekanak-kanakannya kambuh," ledek Andre. "Andre suka gitu dech," rajuk Rosa lagi yang membuat Andre semakin terbahak. Usai makan mereka pun pulang.


🌻🌻🌻🌻🌻


Di depan pintu pagar, Wahyu mondar mandir dengan gelisah menunggu Rosa pulang, sesekali melirik arlojinya. "Kemana Rosa? Udah sore belum balik juga, apa dia udah makan?" lirihnya. Beberapa menit kemudian Andre dan Rosa sampai di rumah.


"Makasih Ndre?" ujar Rosa melambaikan tangannya. Andre hanya tersenyum menganggukkan kepalanya tanda menyapa Wahyu yang sudah di depan pintu pagar.

__ADS_1


"Dari mana De'? Kok sore banget pulangnya? Udah makan belum?" berondong Wahyu dengan pertanyaan. "Dari rumah sakit A', Rosa tadi udah makan kok diajak sama Andre," ujar Rosa. "Iya A', tadi makan dulu, makanya agak kesorean," ujar Andre.


"Kalo jalan dengan Rosa, tolong jaga makannya yach De', karna Rosa gak bisa telat makan," ujar Wahyu. "Iya A'," ujar Andre kemudian diapun pamit pulang.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Ketika Rosa sedang memainkan aquarium kesayangannya. "De', boleh masuk?" ujar Wahyu. "Masuk aja A'gk dikunci," ujar Rosa.


"Ngapain tadi ke rumah sakit?" ujar Wahyu. "Bawa Tante Arini, ibunya Siti ke rumah sakit, makanya adiknya Siti ikut kesini, gak ada yang jaga, bolehkan mereka disini untuk sementara A'?" ujar Rosa.


"Boleh kok, tapi gimana sekolahnya?" ujar Wahyu. "Kan satu sekolah dengan Anggi, jadi bisa bareng Anggi sekolahnya," ujar Rosa.


"Terserah Ade' lah, udah disiapin kamarnya?" ujar Wahyu. Rosa mengangguk. "Makasih A'," ujar Rosa memeluk Wahyu.


"Ibu Siti sakit apa?" ujar Wahyu. "Kaya'nya faktor umur karna sudah tua gak bisa capek lagi," ujar Rosa. "Rosa tadi juga yang bayarin rumah sakitnya, Rosa ambil uang di ATM rumah sakit," sambungnya.


"De', itukan uang tabungan Ade' ketika ada kebutuhan yang mendesak?" ujar Wahyu. "Biarlah A' Siti lebih butuh, lagian juga, Papa bentar lagi kirim uang kok, trus Rosa jugam asih asa gaji ngajar Privat," ujar Rosa menatap Wahyu.


"Maksudnya?" tanya Rosa bingung. "Jujur tentang pribadi Ade' , terutama hubungan Ade' dengan Rizal, siapa aja yang tau selain Fatur?" ujar Wahyu.


Rosa menggeleng. "Fatur juga gak cerita kok sama mereka tentang Kak Rizal," ujarnya. "Seharusnya Ade' cerita dengan mereka agar tidak terjadi kesalahpahaman," ujar Wahyu.


"Maksud Aa'?" ujar Rosa bingung. "De', Ade' adalah gadìs yang baik, supel dan pintar, tidak menutup kemungkinan banyak lelaki yang suka Ade' termasuk sahabat Ad' sendiri, Andre mungkin," ujar Wahyu. "Kok Aa' tau kalo Andre suka Rosa?" ujar Rosa. "Emang bener, tadi Andre mengutarakan isi hatinya," lirihnya.


"Ya taulah De', dari cara dia menatap Ade' itu dengan tatapan yang memuja dan kagum," ujar Wahyu. "Aa' sama kaya' Rian, kok bisa tau kalo ada lelaki suka Rosa?" ujar Rosa.


"Iya tau lah De', sesama lelakii itu, pasti tau kalo ada lelaki suka dengan cewek, dari cara menatap aja bisa ditebak," ujar Wahyu.


"Aa' dulu kan pernah ngajarin Rosa kalo hidup diperantauan jangan terlalu banyak berkeluh kesah dengan orang karna terlalu sering berkeluh kesah itu membuat kita jadi orang yang lemah, kita harus jadi orang yang kuat?" ujar Rosa menatap Wahyu.

__ADS_1


"Hal tentang lelaki, pacar atau gebetan kan sering diceritakan dalam persahabatan? Apalagi biasanya sesama lelaki atau sesama perempuan? Hal itu lumrah dalam persahabatan, Ade' harus lebih terbuka dengan sahabat-sahabat Ade', sepertinya Andre, Sofi, Nurul, Fatur dan Siti teman yang tulus, pertahankan persahabatan dengan mereka,"Β  ujar Wahyu.


"Jadi Rosa harus gimana?" ujar Rosa. " Berusahalah terbuka dari sekarang bersama sahabat-sahabat Ade', Aa' mandi dulu," pamit Rizal meninggalkan Rosa yang sedang termenung sendiri.


🌺🌺🌺🌺🌺


Hari berganti hari tanpa terasa cawu dua pun terlewati oleh Rizal di Surabaya tanpa Rosa. Ketika Rizal dan Iin pulang sekolah. "In, gue mau ngomong boleh?" ujar Boy. Iin kaget ketika melihat Boy lelaki yang selama ini menghilang muncul kembali. 'Kak Boy? Dia kembali, mau apa nemuin gue?' gumamnya dalam hati menatap Boy.


Iin menatap Rizal seraya memohon izin. Rizal yang mengerti masalah keduanya pun menganggukkan kepalanya mengizinkan Iin. "Gue percaya kok Boy lelaki baik," ujarnya mengacak rambut Iin. "Gue pergi dulu yach," pamit Iin.


"Gue percaya elo bisa jaga ade' gue, gue harap elo bisa jaga kepercayaan gue," ujar Rizal menepuk pelan bahu Boy. "Gue janji," ujar Boy.


🌸🌸🌸🌸🌸


Di perjalanan. "Kita mau kemana Kak?" ujar Iin. "Kita makan yach," ujar Boy.


Ketika Iin sedang minum sambil memainkan pipet, Boy menggenggam tangan Iin. Iin tersentak kaget. "Maafin gue, gue egois terlalu mendengarkan kata orang," lirih Boy.


"Maksudnya?" ujar Iin bingung. "Gue kira Rizal pacar elo yang dibilang orang," ujar Boy.


"Karna itu Kakak tiba-tiba menghilang dari gue?" ujar Iin. Boy mengangguk."Akhir-akhir ini gue baru tau kalo Rizal adalah sepupu," lirihnya.


"Gue gak sanggup liat elo berdua dengan lelaki lain," ujarnya lagi. "Kenapa?" ujar Iin.


"Karna gue mencintai elo In," ujar Boy menatap Iin. Iin menatap Boy, dia menemukan kesungguhan di mata Boy. "Mau kan jadi pacar gue?" ujar Boy memegang dagu Iin dan menatap Iin.


Iin menganggukkan kepalanya. Boy tersenyum. "Makasih In," bisiknya memeluk erat Iin. Menjelang sore merekapun pulang.


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like,β™₯️,vote, hadiah dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


__ADS_2