Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 53 Sosok Rosa


__ADS_3

Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like,♥️,vote, hadiah dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


🌻🌻🌻🌻🌻


Seperginya Rosa. "Udah lama elo pacaran dengan Rosa," ujar Fikri. "Lumayanlah, dua tahun masuk tiga tahun, tahun ini," ujar Rizal.


"Pantes Rosa gak pernah sedikit pun dia tertarik menjalin hubungan dengan lelaki manapun," ujar Fikri. "Rosa adalah gadis yang tulus dan tak tersentuh, makanya gue suka dia," ujar Rizal.


"Maksudnya? Bukannya dia itu gadis yang supel dan ramah, dewasa lagi, makanya gue heran liat dia tadi pas bercengkrama dengan kalian kok kekanak-kanakkan banget" ujar Fikri.


"Makanya kata gue tak tersentuh tadi, dia hanya bisa mengeluarkan sisi manjanya ketika orang itu deket di hatinya, bahkan dia deket dengan orang tak pernah memandang apa dan siapa orang itu, dia deket dengan orang itu dari hati, itu yang membuat gue jatuh hati dengannya," ujar Rizal.


"Dia gak perduli dengan ketenaran, elo mau tau Fik, sekian banyak cewek berusaha menarik perhatian gue karna ketenaran gue di sekolah, dia malah menghindari gue ketika gue tau, gue idola di sekolah," ujar Rizal.


"Kok bisa? Bukannya elo dengan dia deket? Masa dia gak tau kalo elo tenar di sekolah?" ujar Fikri. "Iya kan gue deket sebelum dia masuk sekolah SMP, gue jatuh cinta pada pandangan pertama dan ternyata kebetulan dia teman adik sahabat gue yang membuat gue semakin gencar mendekatinya, dia gadis yang pemalu bukan gadis yang agresif ketika suka dengan seseorang," ujar Rizal.


"Pemalu? Setau gue dia orang yang ramah, dewasa dan bijaksana, dia bahkan tak segan membantu menyelesaikan masalah teman-temannya," ujar Fikri. "Kaya'nya elo tau banget dengan Rosa," ujar Rizal.


"Zal, siapa yang gak kenal dengan Rosa, Rosa itu gadis yang energik, supel, ramah, dia gak pernah menganggap remeh teman-temannya, bahkan dia membuat forum belajar untuk teman-temannya yang suka gak ngerti pada pelajaran, dari kelas 1 sampai kelas dua dia dikenal, bahkan di kalangan para guru pun dia terkenal," ujar Fikri.


"Wah, berarti Rosa termasuk gadis poluler donk disekolah," ujar Rizal. "Iya, banyak temen-temen cowok yang berusaha deket dengan dia, tapi dia tak tersentuh, bahkan mundur secara teratur," ujar Fikri.


"Kok bisa?" ujar Rizal. "Karna setiap cowok yang deket dengan dia slalu diintrogasi oleh kakaknya bernama Wahyu, terkadang ketika Rosa les pun kakaknya bernama Wahyu itu sering nganter nasi ke sekolah ketika Rosa les, pokoknya kakaknya yang bernama Wahyu itu bener-bener over protektif banget dengan Rosa, cowok yang deket dengan Rosa itu cuma Andre dan Fatur, yang sering dipercaya pergi dengan Rosa juga cuma mereka berdua, itu pun jarang pergi terlihat pergi berdua, mereka sering pergi bersama dengan sahabat-sahabatnya Siti, Sofi dan Nurul," ujar Fikri.

__ADS_1


"Iya, A' Wahyu itu sangat sayang dengan Rosa, orang tuanya menitipkan Rosa dengannya, dia merasa tanggung jawab  atas Rosa, Rosa itu gak bisa terlalu capek, gak bisa telat makan, gak bisa terlalu banyak aktivitas, kalo terlalu capek dia akan drob dan sakit," ujar Rizal.


"Kaya'nya elo tau bener dengan Rosa," ujar Fikri. "Gue kenal Rosa bukan sehari atau dua hari, elo bener Rosa itu orangnya tak tersentuh, dia gadis yang tertutup, dia hanya jadi diri sendiri ketika dia deket dengan orang yang deket dihatinya, pada intinya kenyamanan lah, ketika dia nyaman pada seseorang, dia akan menjelma menjadi gadis yang manja," ujar Rizal.


"Maksud elo Rosa akan jadi kekanak-kanakkan ketika dia nyaman dengan orang tersebut?" ujar Fikri. "Iya elo bener, karna pada dasarnya emang sifat Rosa itu kekanak-kanakan, jangan-jangan elo juga pernah suka dengan Rosa?" ledek Rizal.


"Jujur sich pernah, tapi ketika melihat dia tak tersentuh dan slalu diawasi oleh Kakaknya bernama Wahyu itu, gue memilih mundur sebelum maju," ujar Rizki.


"Kalah sebelum perang donk," ledek Rizal. Fikri mengedikkan bahunya. "Mungkin, karna gue males berhubungan dengan orang yang slalu ada campur tangan orang lain," ujarnya.


"Elo gak risih apa menjalin hubungan slalu dibayang-bayangi orang terdekat Rosa seperti itu?" sambungnya. Rizal hanya mengedikkan bahunya.


"Gak juga, gue juga ngerti mereka sayang Rosa, jadi mereka hanya berusaha untuk jaga Rosa, gue gak mau egois menjauhkan Rosa dari orang-orang yang slama ini deket dengan dia, bahkan lebih dulu kenal dia sebelum gue," ujarnya.


"Elo mau tau? Rian itu pernah sampe ngamuk ketika dia berfikir gue menduakan Rosa, bahkan gue hampir ditonjok ma dia karna kesalahpahaman," sambungnya.


"Rosa beruntung dikelilingi sahabt seperti mereka," ujar Fikri. "Bukan Rosa yang beruntung, kami yang beruntung bisa deket dihatinya, termasuk gue, jujur, gue merasa sangat beruntung bisa dicintai gadis setulus Rosa dan gue gak akan menyia-nyiakan cinta tulusnya itu," ujar Rizal.


"Gue baru tau kalo Rosa menjalin hubungan dengan elo, gue fikir dia pacaran dengan Andre, karna dia slalu deket dengan Andre, apalagi semenjak kejadian dia ketika dengan Raka lelaki yang naksir dia, kemana-mana slalu dianter Andre karna kakaknya Wahyu lebih percaya dengan Andre ketimbang yang lainnya," ujar Fikri.


Rizal hanya tersenyum. "Iya, Andre salah satu teman dekatnya, dia banyak cerita tentang Andre di suratnya," ungkapnya. "Tapi gue menangkap kalo Andre itu suka dengan Rosa," ujar Fikri.


Rizal mendesah. "Iya Fik, gue menangkap semua itu, itu yang gue takutkan, gue takut Rosa berpaling dari gue karna Andre, gue bisa melihat ketulusan dari mata Andre, Andre tulus sayang Rosa, gue rasa karna itu juga A' Wahyu percaya kalo Andre yang pergi dengannyaRosa gak akan celaka," lirihnya.

__ADS_1


"Tapi gue yakin Rosa bisa mempertahankan hatinya untuk elo kok Zal, karna selama ini banyak lelaki yang berusaha mendekati hatinya dia tetap tak tersentuh, dia tetap bertahan untuk elo," ujar Fikri.


"Iya, sekarang masih bisa bertahan, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti hatinya berpaling karna kebersamaan kan?" ujar Rizal. "Sepertinya elo takut banget kehilangan Rosa," ujar Fikri.


"Iya Fik, Rosa segalanya bagi gue, gue gak pernah merasa dicintai orang sebesar rasa cinta Rosa ke gue, seandainya dia pergi, gue gak tau apakah ada cewek yang mencintai gue sebesar Rosa mencintai gue," ujar Rizal.


"Elo bisa tau dia cinta banget dengan elo?" ujar Fikri. "Rosa bukan tipe cewek yang bisa mengungkapkan rasa cintanya dengan kata-kata, dia jarang bilang cinta dan sayang ke gue, tapi dengan cara dia berusaha memahami gue, mengetahui apa yang gue suka, terkadang dia membuat kejutan yang tak pernah terfikirkan oleh gue," ucap Rizal.


"Tapi yang gue liat, kalian itu bukan kaya' pacaran loh, jadi gue kaget denger elo dengan dia pacaran," ucap Fikri. "Kaya' kakak adek yach? Begitu orang bilang," ucap Rizal.


"Iya, kaya' Kakak ade'," ucap Fikri. "Itu karna gue suka ngusilin dia, gue suka ketika dia merengek manja dengan gue Fik, karna Rosa kalo sedang manja gitu seksi," ujar Rizal sambil tertawa.


"Ach elo Zal, bisa aja, gue malah bersyukur gak jadi ikut barisan memperebutkan seorang Rosa, karna gue paling males dengan cewek manja, ribet," ujar Fikri. Rizal tertawa. "Ternyata selera kita berbeda yach tentang karakter cewek," ujarnya.


"Udah ach, becanda terus, ke lapangan yuk, liat lomba," ajak Fikri. Merekapun akhirnya ke lapangan.


💎💎💎💎💎


Diperjalanan ke lapangan. "Kalian udah dapet tempat nginep?" ujar Rizal. "Udah, tapi agak jauh dari sekolah, harus naik bis, jadi ya terpaksa bis, untung ada Rosa, dia yang nelpon sewa bis tadi," ujar Fikri.


"Iya, Om Pandu, orang tua Rian sahabatnya Rosa ada usaha travel, jadinya gampang bagi Rosa untuk mencari kendaraan gitu," ujar Rizal. "Oh gitu, tadi dia cerita, orang tuanya mau keluar kota, tapi belum tau kapan, jadi dia besok mau izin pulang ke rumah sebentar bertemu mamanya," ujar Fikri.


"Iya, emang ada rencana, tapi belum tau kapan, karna eyangnya sakit dan gue diminta tolong nginep dirumahnya karna adik-adiknya gak ada yang ikut," ujar Rizal. "Kaya'nya elo udah deket banget dengan keluarga Rosa," ujar Fikri.

__ADS_1


"Yach begitulah," ujar Rizal mengedikkan bahunya, kemudian mereka berbaur dengan yang lainnya.


Bersambung


__ADS_2