
Ketika istirahat, tiba-tiba nama Rosa dipanggil dari load speaker. Rosa langsung berlari ke kantor. "Nah Rosa, sini, duduk sini," titah Margareth menyuruh Rosa duduk di sampingnya. "Ada apa Mam?" tanya Rosa duduk disamping Margareth.
"Begini, sebentar lagi kita mengadakan PENSI untuk anak kelas 3, semua sudah ada yang akan ditampilkan, Mam butuh satu orang lagi untuk jadi protokol dalam bahasa Inggris untuk pasangan Rian," jelas Margareth. "Loh gak ada yang lain Mam? Rosa belum pernah menjadi protokol dalam satu acara, takut nanti salah malu-maluin," lirih Rosa.
"Gak usah merendah, Mam tau kok, selain kemaren menang speech english, Rosa juga sering mewakili speech English untuk tempat kursus Rosa kan bahkan pernah menang tingkat kecamatan kan? Berarti Rosa udah biasa speech english di depan orang, " ujar Margareth.
"Tapi Mam," belum selesai Rosa bicara. "Gak ada tapi tapian, coba baca teksnya dulu, nanti Mam baru bisa memutuskan Amel atau Rosa yang jadi pasangan Rian," jelas Margareth.
"Amel Mam?" ujar Rosa kaget. "Iya, Amel, kemaren Amel udah duluan dipanggil, dia udah Mam tes baca acara, hari ini Rosa yang akan di tes baca, kalo bacaannya pas berarti Rosa yang akan jadi pasangan Rian pensi nanti," jelas Margareth.
"Ayo baca teks ini," titah Margareth. Rosapun membaca teks yang diberikan oleh Margareth. "Pas banget, kaya'nya pas Rosa penekanan bacaannya dari pada Amel, berarti Rosa yang jadi pasangan Rian nanti yach," ucap Margareth setelah mendengar Rosa membaca.
"Tapi Mam, Rosa gak enak sama Amel," lirih Rosa menundukkan kepalanya. "Biar Mam nanti yang bicara dengan Amel," ucap Margareth mengusap bahu Rosa pelan. Setelah itu Rosapun keluar dari kantor.
"Kenapa gak Amel aja Mam? Amel udah biasa bawa acara dan pasti udah paham dengan penguasaan panggung," kata Rosa. "Mam hanya ingin menampilkan yang terbaik, karna nanti kan banyak wali kelas 3 yang akan menyaksikan pertunjukan, kalo penguasaan panggung itu bisa dilatih," tutur Margareth.
🌻🌻🌻🌻🌻
Sepulang sekolah. "Kenapa tadi elo dipanggil ke kantor?" tanya Rian. "Pasti kerjaan elo kan?Pake ngadu-ngadu segala dengan Mam Margareth kalo gue pernah menang tingkat kecamatan speech english," gerutu Rosa menunjuk Rian.
"Loh emang kenapa?" tanya Rizal. "Iya nich, gara-gara Rian ngadu sama Mam Margareth Ara pernah menang speech english, jadinya Ara dipilih jadi pasangan Rian untuk protokol bahasa Inggris," gerutu Rosa. Lah Rian gak cerita juga Miss Margareth pasti tau lah Sa, lah elo pernah berapa kali menang speech English mewakili sekolah," ujar Retno.
"Iya Sa, elo ini aneh," ujar Vivi. Rian tertawa. "betul tuch kata Vivi dan Retno, bagus donk, daripada gue berpasangn dengan Amel mending pasangan dengan elo, kan chemistry kita udah dapet, bisa nyambung cepet, bukankah kita berdua udah cocok dan sehati? Dengan tatapan mata aja udah bisa menyelami isi hati masing-masing," katanya merangkul bahu Rosa menatap gadis itu sambil menaikkan alisnya.
"Mana saingannya Amel lagi, gue yang gak enak sama dia," gerutu Rosa. "Bodo', biar dia tambah gondok dengan elo," ujar Rian.
"Elo tuch yach, seneng banget klao gue berantem," gerutu Rosa menggetok kepala Rian.
"Jangan kepancing emosi lah Ay, Ara kan tau Mas ini paling gak suka liat sweetynya berantem," ujar Rizal menatap Rosa.
Rian tertawa. "Iya ach, Mas kan sayang sweety," ledeknya. "Riaaaan!!!! elo tuch yach," teriak Rosa melepaskn sepatunya.
Rian tertawa berlari menghindari Rosa yang yang tai sebentar lagi sepatu akan melayang.
"Udh ach,becanda melulu," ujar Rizal mengacak rambut gadisnya. "Habisnya Rian nyebelin, ngeledek melulu, awas aja kalo dia punya pacar, akan Ara ledekin jg," gerutu Rosa cemberut.
Rizal tertawa. "Mas suka Rosa yang begini," katanya mencium rambut Rosa.
"Ya kalo gini takutnya Amel tambah gondok sama Ara Mas, ntar mancing-mancing emosi Ara lagi," ucap Rosa menatap Rizal. "Pokoknya Mas gak mau tau, Ara gak boleh berantem lagi karna Ara gak suka," tegas Rizal. "Yuk kita pulang," sambungnya merangkul Rosa kemudian mereka pulang.
💎💎💎💎💎
Hari berganti hari tanpa terasa pensi pun tiba. Rosa disuruh menggunakan gaun dan Rian disuruh menggunakan jas. Rosa pergi diantar oleh Arya karna kebetulan hati sabtu dan Arya libur.
Semua siswa yang akan mengisi acara berkumpul di belakang panggung termasuk Rizal. "Sebentar lagi mulai acara, ayo cepet siap-siap," titah Margareth selaku penanggung jawab acara.
__ADS_1
Ketika Rizal siap-siap menyiapkan gitarnya dia melihat Rosa menggunakan gaun kemudian mendekati Rosa. Dia bener-bener terpesona dengan kecantikan Rosa mengunakan gaun dan berpoles make up. "Mas mau nyanyi bawa gitar?" tanya Rosa.
Rizal masih terdiam menatap Rosa menikmati pesona Rosa yang berbalut gaun dan make up. "Mas, liatin apa sich?" tanya Rosa melambaikan tangan ke depan wajah Rizal dan menatpnya.
Rizal tersentak, Rian tertawa. "Pasti pangling tuch liat elo cantik bgt," ledeknya.
"Iya Ay, Ara hari ini cantik banget, gue gak nyangka kalo my sweetty bisa secantik ini," ucap Rizal merangkul pinggang Rosa tanpa sadar mendekati bibinya kebibir Rosa.
"Maaas, rusak make up Ara, malu tau diliat orang," gerutu Rosa cemberut menitup muka Rizal. Rizal tersadar dan akhrnya tertawa.
"Sweety sich cantik banget hari ini, hampir Mas khilaf," godanya tersenyum nakal. "Maksdnya? Baru hri ini Ara cantik? Kemaren-kemaren gak?" rajuk rosa cemberut.
"Ngambek tuch kak," ledek Rian. Rizal tertawa. "Gak lah Ay, Sweety adalah gadis tercantik yang Mas miliki sampe kapanpun akan tetap cantik karna cantiknya my sweety itu dr sini," ucap Rizal menunjuk dada Rosa.
"Elo gak tau? Kata Kak Rizal itu "you are my sweet girl" gak ada yang lain tetap satu yaitu Rosa," goda Rian. Rosa hanya mencibir.
Rizal tertawa. "Siapa yang nyulap my sweet girl jd cantik gini?" tanyanya menatap Rosa.
"Mama y dandanin Ara pake make up Mama, kata Mama kalo udah acara disuruh langsung cuci muka pake sabun muka, takut ntar muka Ara rusak jadi jerawatan, karna pake make up orang dewasa," jelas Rosa.
"Kalo gitu nanti sebelum cuci muka, kita foto berdua dulu yach," ajak Rizal menatap Rosa. Rosa hanya mencibir. "Tolong ambilin kamera ditas Kakak Yan, Kakak mau foto sama Rosa, mumpung masih pake jas belum ganti baju kaos," ucap Rizal.
Rian pun mengambilkan kamera ditas Rizal kemudian memfoto Rizal dan Rosa. "Mas Angga nanti mau ganti baju kaos? Disusunan acara Mas nyanyi, mau nyanyi apa?" tanya Rosa.
"Ya Kakak, Rosa kan MC, dia gak akan jauh dari panggung," ujar Rian. "Bisa nyanyi??? Kok Ara gak tau??" ucap Rosa menatap Rizal. Rian tertawa. "Elo ini Sa ada-ada aja, lupa yach?bukannya pas kemah kemaren kita nyanyi bersama?? Bukannya elo terpesona dengan permainan gitar Kak Rizal??lelaki pujaan elo bener gitu?" ledeknya. "Iya Yan? Gue aja lupa," ucap Rosa.
"Kak Rizal juga sering menang lomba nyanyi di sekolah masa gak tau? Mangkanya Kak Rizal elo itu digandrungi banyak car karna dia multi talent sama kaya elo, makanya gue milihin dia jd pacar elo karna kalian berdua itu sama, multi talent," ucap Rian. "Gitu yach? Gue gak nyadar," ujar Rosa.
"Ya iyalah gak nyadar, lah elo sibuk ngindari Kak Rizal," ucap Rian. "Iya Ay?? Sweety pernah ngindari Mas? Kenapa?" tanya Rizal. "Karna dia merasa gak pantes deket Kakak dan dia sedang berusaha menghapus rasa untuk kakak," ujar Rian.
"Gak pantes? Maksudnya?" tanya Rizal. "Ya gak pantes Mas, Ara ini hanya terlahir dari keluarga yang sederhana, apa pantes berdampingan dgn Mas Angga yang anak pengusaha, ketua OSIS, jago basket, terus belum taekwondonya, masih banyak lagi talent yang lain, jangankan jadi pacar jadi temen aja Rosa udah gak pantes," lirih Rosa pelan.
"Suka gitu dech, Mas gak suka, tapi bukannya sweety udah bisa buktiin klo pantes bersanding sama Mas? Satu sekolah aja pada ngomong kalo Sweety emang pantes u/Mas," ungkap Rizal. "Iya elo ach, gak ush didenger omngan Amel," ucap Rian.
"Mana handycamnya Kak?"ujar Yoga mendekati Rizal. "Di tas Kakak, minta tolong dari pertama Kakak tampil yach," ucap Rizal. "Beres," ucap Yoga mengacungkan jempolnya.
"Untuk apa sich? Bukannya dari pihak sekolah udah nyiapin rekaman video acara dari awal sampai akhir?" tanya Rosa. "Ntar Ara tau sendiri, " goda Rizal berkedip nakal pada Rosa kemudian bersiap karna acara pertama dia akan mengisi kita sambutan kemudian mereka naik kepanggung karna acara pensi akan segera dimulai.
Acara-acara berlalu dgn lancar sampai akhirnya Rizal naik kepanggung dengan penampilannya. Rizal membawa gitar untuk bernyanyi. "Terima kasih saya ucapkan, lagu yang berjudul kaulah sgalanya ini saya persembahkan untuk seorang gadis, gadis yang slalu mewarnai hari saya, yaitu Rosa," ucap Rizal. Semua bersorak ketika Rizal bernyanyi.
"Sa, Kak Rizal romantis yach, gue gak salah pilih kan memilihkan Kak Rizal untuk elo, bener-bener pangeran berkuda putih idaman elo," goda Rian merangkul bahu Rosa. "Iya Yan, gue bener-bener gak menyangka Kak Rizal bisa mengarang lagu untuk gue seperti itu," ujar Rosa menatap Rizal yang sedang bernyanyi tanpa berkedip.
"Elo mau tau Sa? Hampir satu tahun dia mengarang lagu itu " ucap Rian. "Oh ya? Kok gue gak tau?" ucap Rosa. "Emang Kak Rizal sengaja mau memberikan kejutan dengan elo," ujar Rian.
Ketika mulai memasuki nada lagu reffnya Rizal menarik tangan Rosa mengajak ke panggung sambil menggenggam tangan Rosa dan mengajak Rosa bernyanyi diatas panggung.
__ADS_1
Semua penonton bersorak. Rosa bener tak bisa mengungkapkan perasaannya saat itu. Dia bener-bener bahagia menatap Rizal. Rizal terus bernyanyi sambil menatap Rosa.
Dia bener-bener melihat mata rosa yang berbinar indah saat itu. "Karna kaulah segalanya," nyanyi Rizal mengakhiri nyanyiannya kemudian mencium tangan Rosa lama.
Rosa menatap Rizal yang mencium tangannya, dia tak menyadari kalo Rizal mengambil setangkai bunga mawar dikantong balik rompinya dan memberikannya pada Rosa dengan posisi kaki kiri ditekuk seperti gaya berlutut dan badan setengah membungkuk.
Rosa bener-bener tak bisa berkata-kata lagi, kedua tangannya menutup mulutnya yang terbuka, akhirnya tanpa sadar memeluk rizal.
"Makasih Mas makasih," bisiknya kemudian mencium pipi Rizal dan menatap Rizal sambil memegang kedua tangan rizal. Rizal melihat mata rosa berbinar bahagia. Semua bersorak dan bertepuk tangan.
"Terima kasih," ucap Rizal menggenggam tangan rosa kemudian membungkukkan badannya dan mengajak Rosa turun panggung.
Rosapun kembali ketempatnya untuk melanjutkan tugasnya menjadi protokol.
🌺🌺🌺🌺🌺
Usai acara."elo bnr2 beruntung dpt pacar seprti Rizal Sa, Kakak baru percaya kalo Rizal memang bener-bener romantis," ujar Winda ketika Rosa turun panggung. "Rosa jg gak tau klo dia sudah menyiapkan semuanya Kak," ucap Rosa sambil menatap bunga mawar yang diberi Rizal diatas panggung tadi.
Ketika acara selesai, Rizal mendekati rosa yang sedang menatap mawar yang diberikannya dipanggung tadi. "Sweety suka bunga mawar?" tanyanya. "Ara suka harumnya tapi gak suka durinya karna sering menyakiti. "ucap Rosa, matanya gak beralih dari bunga mawar yang diberi Rizal.
"Sweety mau tau knp Mas pilih mawar bukan bunga lain?" tanya Rizal duduk disamping Rosa. "Kenapa?" tanya Rosa menatap Rizal dan menatapnya.
"Karna sweety itu ibarat mawar," ungkap Rizal."Maksdnya?? Ara gak ngerti," tanya Rosa menatap Rizal.
"Iya, hati gadis Mas ini bagai bunga mawar," ujar Rizal merangkul bahu rosa. "Hanya bisa deket dan baik dengan siapa saja sama seperti bunga mawar yang harumnya bisa dinikmati semua orang tapi hanya orang yanh tau caranya bisa memiliki bunga mawar tersebut sama seperti hati my sweety, hanya orang yang tau caranya bisa memiliki hati dan deket dihati my sweety," sambungnya tambah merangkul bahu Rosa.
Rosa menjatuhkn kepalanya dipundak Rizal. "Karna Mas tau cara mengambil hati gadis Mas ini jadi Mas bisa mendapatkan hati My Sweety, bukankah bunga mawar seperti itu," ujar Rizal. "Mas ingin membuat taman mawar dihati My Sweet Girl dan hanya Mas yang bisa memetik mawar dihati gadis Mas ini," sambungnya lagi menatap Rosa dan menggenggam tangannya.
Rosa menatap Rizal. "Ara a janji Mas, akan menjaga taman itu di hati Ara untuk Mas Angga," ujarnya.
Rizal tersenyum. "Makasih Ay," ujarnya memeluk Rosa. "Rosa yang seharusnya bilang makasih ke Mas Angga," ujar Rosa menatap Rizal.
"Untuk apa?" tanya Rizal menatap Rosa. "Atas kejutan hr ini, Araa bener-bener gak tau lagk mau ngomong apa, Araa bener seneng hari ini," ujar Rosa menatap Rizal.
Rizal tersenyum. "Mas bener suka liat mata My Sweety berbinar sperti di panggung tadi, mata my Sweet girl bener-bener indah ketika berbinar seperti tadi, itu kebahagiaan Mas yang gak bisa Mas ungkapin dengan kata-kata," ungkapnya menatap Rosa. "Makasih untuk semuanya Mas," ujar Rosa.
"Udah ach, dari tadi makasih melulu," ujar Rizal mengacak rambut Rosa. "Sekarang, Ara bener-bener gak bisa kehilangan Mas Angga," lirih Rosa pelan menatap Rizal.
Rizal tersenyum. "Mas gak akan ninggalin Sweety, karna you are My Sweet Girl, yang pertama dan terakhir dihati Mas," ucapnya menggenggam tangan Rosa dan menatapnya. Rosa menemukan kesungguhan di mata lelaki itu.
"Yuk pulang, Rian nunggu didepan," ajaknya menatap Rosa. Rosa mengangguk kemudian mereka pulang.
🌸🌸🌸🌸🌸
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, ♥️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.
__ADS_1