Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 55 Ketulusan


__ADS_3

Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya kalo ceritanya membosankan dan typo bertebaran dimana-mana, tolong kritik dan sarannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β™₯️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


🌻🌻🌻🌻🌻


Di ruang UKS, Sofi memandang Andre. ''Apakah elo tau Ndre? Gue sangat mencintai elo, tapi sepertinya elo mencintai Rosa, gue juga gak tau apa yang pernah terjadi diantara kalian, sepertinya ada yang disembunyikan dari gue,' gumam Sofi dalam hati menatap sendu Andre yang sedang tertidur pulas.


Dia membelai rambut Andre, Andre terjaga karna belaian Sofi, dia memegang tangan yang berada di dahinya. Sofi tersentak langsung menarik tangannya yang dipegang Andre.


"Maafin gue Ndre," lirihnya. Andre hanya tersenyum. "Gue dimana?" ujarnya berusaha duduk sambil meringis memegang kepalanya.


"Masih pusing? Berbaringlah kembali," ujar Sofi membantu Andre berbaring. Mata mereka beradu. Andre menemukan ketulusan di mata Sofi.


Sofi menundukkan kepalanya karna salah tingkah. Pipinya bersemu ketika Andre menatapnya dengan lekat. 'Sofi, kenapa gue merasa dia menyukai gue', gumamnya dalam hati.


"Makasih udah nemenin gue di sini," ujarnya menggenggam tangan Sofi yang membuat Sofi tersentak. "Kenapa elo gak bilang tadi gak sempet sarapan? Di mobil tadi kan elo bisa makan roti yang gue bawa," ujar Sofi.


"Ntar ngurangin jatah elo Fi, kan elo ada maag, roti itu kan untuk elo jaga-jaga kalo maag elo kambuh," ujar Andre. "Kan udah gue bilang Ndre, gue bawa banyak, elo tau sendiri kalo gue pasti bawa lebih, " balas Sofi.


"Selalu saja Rosa yang elo pinta pertolongan," lirihnya menundukkan kepalanya. "Maksudnya?" ujar Andre.


"Iya, kalian itu gak pernah menganggap gue ada, gak Siti, gak elo dan yang lainnya, slalu Rosa yang kalian pinta pertolongan kalo kalian susah, slalu Rosa yang kalian ceritakan kalo ada masalah, gue ini sebenenrnya siapa sich dimata kalian, apa karna gue anak yang manja jadi kalian gak pernah menganggap gue ada?" lirih Sofi, suaranya bergetar matanya mulai berkaca.


Andre menggenggam tangan Sofi. "Gue gak pernah menganggap elo gak ada Fi, maafin gue kalo elo merasa begitu, gue cuma gak mau Rosa kesepian karna posisi dia disini jauh dari keluarga," jelasnya menatap Sofi lekat. Dia menemukan cinta tersirat di mata gadis itu untuknya.


Sofi tertunduk karna salah tingkah. Pipinya bersemu ketika matanya bertabrakan dengan mata Andre. 'Sofi, gue menemukan ketulusan di mata elo, kenapa slama ini gue gak mengadari? Apa karna hati gue ditutupi cinta gue dengan Rosa?" gumam Andre dalam hati.


"Elo mau makan bubur? Gue suapin?" tawar Sofi memegang semangkok bubur dan menyuapi Andre. Andre membuka mulutnya menatap lekat Sofi yang sedang menyuapinya yang membuat Sofi salah tingkah.-


"Kenapa elo liatin gue begitu? Ada yang salah?" ujarnya. "Gak, makasih yach, elo udah rela nemenin gue di sini," ujar Andre.


"Elo ini makasih melulu dari tadi, bosen gue dengernya," rajuk Sofi cemberut yang membuat Andre tersenyum miring. Sofi bener-bener gemesin kalo begitu,' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


"Apa lagi liatin gue gitu?" ujar Sofi menahan salah tingkahnya. "Elo cantik kalo lagi ngambek, gue baru nyadar," goda Andre yang membuat Sofi merona. "Andreeeee, suka gitu ich," rajuk Sofi tambah salah tingkah yang membuat Andre tertawa. Tanpa terasa bubur di tangan Sofi pun habis.


"Siapa yang beli bubur?" ujar Andre. "Fatur tadi, ikut Kak Rizal ketika ngambil pesenan snack untuk rombongan kita," ujar Sofi.


Andre berusaha duduk. "Hati-hati, udah agak mendingan?" ujar Sofi membantu Andre untuk duduk. "Gue mau minum Fi," ujar Andre. Sofi mengambilkan minum dan membantu Andre minum.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Ketika Sofi dan Andre sedang bercanda tawa tanpa sadar mereka pun berpegangan tangan. "Ciyeee, ciyee, ciyee, yang makin dekat," ledek Fatur mendekati Sofi dan Andre.


Sofi mendelik reflek menarik tangannya yang berada digenggaman Andre. "Gue ke toilet dulu," pamit Sofi berlari keluar untuk menutupi salah tingkahnya.


"Kaya'nya gue tau dech cewek yang elo maksud tadi," goda Rosa menyenggol bahu Andre. "Apaan sich Sa, elo ini mulai gosip dech, ketularan Fatur yach suka godain orang," ujar Andre menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Emang bener yach Sa, dia aja gak nyadar," goda Fatur merangkul bahu Rosa. "Betul itu, kalo gue sich udah tau dari dulu kalo sebenarnya," ujar Rosa mendekati Andre. "Sofi suka elo," bisiknya.


Mata Andre membulat sempurna. "Tau dari mana?" ujarnya. "Tau lah dari gerak gerik dia, Ndre, gue cewek jadi gue tau gerak-gerik cewek yang sedang memendam cintanya pada cowok," ujar Rosa.


"Bukannya gitu, ntar gue salah penafsiran lagi, gue fikir suka gue, gak taunya cuma nganggep temen," ujar Andre. "Gue yakin kok, Sofi itu suka elo, dia sering nanyain elo dengan gue," ujar Rosa.


"Iya Ndre, dari matanya pun gue bisa tau kok dia itu cemburu ketika liat kedekatan elo dengan Rosa, bahkan dia curiga kalian itu pacaran karna slalu berdua," ujar Fatur. "Kok bisa?" tanya Andre.


"Karna,dia nanya dengan gue lah, nanya juga sama Nurul, gue bilang aja gak tau, emang yang lain tau kalo elo nembak Rosa?" selidik Fatur. "Iya Sa? Siapa yang tau Andre nembak elo?" sambungnya menatap Rosa.


Rosa angkat bahu. "Gue gak pernah cerita dengan siapa pun," ujarnya. "Ya kalo bisa, jangan ada yang tau lah Tur, takutnya kalo ada yang tau diantara kita membuat kerenggangan diantara kita," ujar Andre.


"Iya, elo bener Ndre, ada baiknya mereka gak ada yang tau," ujar Rosa. "Dan elo Tur, jangan sampe yang lain tau termasuk Nurul kekasih elo," ujar Andre.


"Beres, ach elo Ndre, kaya' gak tau ama gue aja, gue kalo ada apa-apa kan ceritanya cuma dengan kalian berdua bukan dengan Nurul," gerutu Fatur. "Siapa tau keceplosan," ujar Andre.


Fatur cengengesan menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Sofi juga tadi bilang dengan gue, kita gak pernah menganggap dia ada, gue jadi merasa bersalah padahal gue sadar, dia emang orangnya juga tulus," lirih Andre.

__ADS_1


"Jangan bilang kalo elo juga sudah suka dia," selidik Rosa. Andre mengedikkan bahu. "Gue juga gak tau dengan apa yang gue rasakan Sa, yang pasti gue udah merasa nyaman dengan keberadaan dia deket dengan gue," lirih Andre.


"Semoga perasaan elo berlanjut Ndre dan bisa move on dari Rosa karna Sofi itu gue tulus sayang elo," ujar Fatur menepuk bahu Andre. "Iya Ndre, gue juga suka kalo elo jadian dengan Sofi," ujar Rosa mendekati Andre dan menepuk bahu Andre.


"Makasih, kalian memang sahabat terbaik gue," ujar Andre merangkul Rosa dan Fatur. "Kalian ngapain? Kok pelukkan kaya' teletubbies?" ledek Nurul.


"Iya Rul, gue curiga loh, gerak-gerik mereka bertiga ini semenjak di sini lain, seperti ada yang di sembunyikan," ujar Sofi. "Gue juga curiga, apa sich yang kalian rahasiakan?" selidik Siti.


"Mau tau aja," ujar Rosa, Andre dan Fatur bersamaan yang membuat akhirnya tertawa bersama. "Ngomong-ngomong kalian pada di sini semua udah gak ada lagi kegiatan apa?" ujar Andre mengalihkan pembicaraan.


"Gak, baru aja tadi istirahat, Rosa sama Fatur tadi duluan selesai, karna mereka tadi tugasnya berdua, jadi istirahat duluan, ini gue bawa snack jatah elo," jawab Siti menunjuk snack dan memberikannya pada Andre. "Makasih Sit," ujar Andre.


🌺🌺🌺🌺🌺


Di saat selesai break dan melanjutkan acara lagi. "Fi, ini minyak kayu putih elo, makasih yach," ujar Andre memberikan minyak kayu putih pada Sofi. "Pegang aja dulu Ndre, siapa tau elo butuh, apa elo udah mendingan?" jawab Sofi.


"Gak kok, gue udah mendingan, sehat malah, makasih yach udah merawat gue," ujar Andre mengacak gemas rambut Sofi. Sofi menganggukkan kepalanya. 'Andre, andai elo tau, gue sangat mencintai elo,' gumamnya menatap punggung Andre yang kian menjauh.


"Kalian jadian?" selidik Nurul. "Gak Nurul," ucap Sofi salah tingkah. "Jangan-jangann elo...." belum selesai Siti bicara.


"Suka Andre," sambung Nurul setengah berteriak. "Jangan besar-besar napa? Ntar Andre denger, gue malu tau," lirih Sofi salah tingkah, pipinya bersemu merah.


"Ciye, ciye, ciye," goda Rosa menyenggol bahu Sofi. "Ini satu, kok malah ikut godain sich," gerutu Sofi.


"Elo udah tau yach kalo Sofi suka Andre," selidik Nurul dan Siti. Rosa hanya cengengesan menggaruk kepalanya yang gak gatal.


"Curang lo Sa!" teriak Siti dan Nurul memukul bahu Rosa yang dibalas derai tawa Rosa menghindari pukulan sahabat-sahabatnya.


Rizal tersenyum menatap Rosa yang sedang bercengkrama dengan sahabat-sahabatnya. 'Syukurlah kalo Ara bisa ceria lagi,' gumamnya dalam hati.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2