Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 33 Sweet Seventeen Part 1


__ADS_3

Hari berganti hari, waktupun berlalu, tanpa terasa ultah Rizal yang ke 17 semakin dekat, Rosa berencanaΒ  memberi kejutan pada Rizal, dia membuat sweater dan syal dengan tangannya sendiri dengan perpaduan warna kuning emas dan jingga dengan gambar Michael Jordan karna dia tau Michael Jordan adalah toko idola Rizal, selama sebulan lebih dia membuat sweater dan syal tersebut. Dia juga berencana membuat kue ulang tahun bergambar Michael Jordan.


Hari ultah Rizal tlah tiba, dengan semangat Rosa menghampiri Rizal ke sekolahnya karna ingin memberikan kejutan padanya. 'Mas Angga pasti suka, gue jadi gak sabar,' gumamnya dalam hati semakin cepat melangkahkan kakinya ketika gerbang sekolah Rizal kelihatan.


Langkahnya terhenti ketika melihat Rizal dirangkul oleh seorang cewek. 'Mas Angga? Siapa cewek itu? Apakah pacar dia yang baru? Terus hubungan kami gimana?' gumamnya dalam hati tanpa sadar matanyanya memanas yang menjadikan lautan air mata di kelopak matanya dan pada akhirnya membalikkan badannya mengurungkan niatnya untuk memberikan kejutan.


"Loh Rosa? Disini? Dengan siapa? Sendiri? Biasanya dengan Rian," sapa Mimi yang heran dengan kehadiran Rosa seorang diri karna biasanya slalu bersama dengan adiknya.


Rosa hanya tersenyum, mengusap matanya dan mengerjapkan matanya berusaha agar air matanya tak tumpah.


"Kok gak jadi masuk? Mau ketemu Rizal? Rizal masih di dalem tadi," ujar Mimi. Rosa menggeleng. "Gak usah Kak, ntar ganggu Kak Rizal," ujar Rosa menatap nanar Rizal yang sedang dirangkul oleh seorang cewek.


Mimi mengikuti arah mata Rosa. Diapun terbelalak ketika melihat Renata yang sedang merangkul Rizal. "Itu gak seperti yang elo liat Sa, yuk masuk sama Kakak," ajak Mimi menarik tangan Rosa pelan.


Rosa menepiskan pelan tangannya dengan pelan dan menggelengkan kepalanya. "Gak usak Kak, Rosa pulang aja,"lirihnya. "Rosa titip ini untuk Kak Rizal yach," ucap Rosa memberikan bingkisan yang dia bawa dari rumah dan berlari ke jalan.


Mimi dengan kesal akhirnya mendekati Rizal dan Renata.


🌻🌻🌻🌻🌻


Di halaman sekolah, Rizal masih berusaha melepaskan rangkulan Renata yang semakin erat memeluknya. "Lepasin gue Re, apa-apaan sich elo," gerutunya. "Iya, tapi gue mau pulang bareng elo yach," rengek Renata menarik tangan Rizal.


"Gak, gue bilang gak, ya gak, elo ngerti gak sich?" bentak Rizal. "Kenapa sich elo kasar banget dengan gue Zal? Bukannya elo cinta sama gue?" selidik Renata.


Rizal melotot, matanya membulat sempurna. "Cinta elo bilang? Jangan ngimpi," ejeknya menunjuk kening Renata.


"Apa-apaan ini? Lepas-lepas," murka Mimi melepaskan tangan Renata yang sedang bergelendotan manja di lengan Rizal.


"Apa-apaan sich elo Mi? Elo cemburu dengan kedekatan kami? Elo suka Rizal?" Ejek Renata.


"Gue gak suka elo deket-deket dengan Rizal, puas elo?" murka Mimi berkacak pinggang dan melotot.


"Elo juga Zal, mau-maunya dideketin cewek ganjen kaya' dia," gerutu Mimi. "Tau, ini anak gak bosen-bosennya ganggu gue," gerutu Rizal.


"Rosa jadi salah paham kan? Jadi pergi dia," omel Mimi. "Rosa kesini? Mana dia?" Tanya Rizal kaget.

__ADS_1


"Iya, dia nitip ini ke gue, tadinya mau masuk, liat elo pelukan sama cewek gatel ini jadi dia pergi, kaya'nya,sambil nangis," ujar Mimi.


Renata menekuk wajahnya. "Siapa Rosa Zal?" Tanyanya. "Bukan urusan elo," gerutu Rizal langsung menyusul Rosa.


"Ini bingkisannya?" teriak Mimi. "Titip dulu," teriak Rizal.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Seperginya Rizal. "Elo itu kenapa sich Mi? Seperti gak suka banget klo gue deket dengan Rizal?" sinis Renata. "Iyalah, gue gak suka, gue gak suka Rizal deket dengan cewek keganjenan kaya' elo," sinis Mimi.


"Elo gak suka klo Rizal suka gue?" sinis Renata. "Mimi tertawa mengejek. "Rizal? Suka elo? Jangan kepedean, elo bukan tipe cewek yang Rizal cari," ejeknya.


"Loh kenapa? Apa yang salah? Liat aja sebentar lagi dia nembak gue, kemaren, gue ketemu dia di toko perhiasan, dia telah memesan kalung dan gelang inisial R, pangkal nama gue, gue yakin perhiasan itu pasti untuk nembak gue," ucap Renata.


Mimi tambah tertawa."Jangan terlalu pede lo, elo mau tau? Kalung gelang itu untuk siapa? Itu untuk pujaan hatinya Rosa, R-O-S-A Rosa, dan pangkal namanya R yang sedang dia kejar sekarang gara-gara salah paham akibat ulah elo, jangan berkhayal ketinggian, nanti jatuhnya sakit loh," ejeknya meninggalkan Renata yang kesal dan menyusul Rizal yang sedang mencari Rosa.


🌺🌺🌺🌺🌺


Diperjalanan pulang menuju halte. 'Mas Angga sudah punya kekasih lain, trus hubungan kami gimana? Rasanya gue gak sanggup harus kehilangan dia karna,gue udah sayang banget dengannya,' gumam Rosa dalam hati.


Ketika Rosa ingin menyebrang. "Ara!! Awaaas!!" teriak Rizal menarik tangan Rosa kepinggir jalan karna ada mobil yang melintas. Merekapun terjatuh di jatuhΒ  dan terguling.


Rosa berusaha berdiri sambil meringis kesakitan memegang siku dan lengannya yang berdarah.


"Kalo jalan itu liat-liat, gak usah pake melamun untung ada Mas, kalo gak udah di lindes mobil tadi," gerutu Rizal. Rosa hanya terdiam mengerjapkan matanya tanda dia salah tingkah dan bingung.


"Mas Angga kok disini?" tanya Rosa. "Pake nanya Sa, ya nyusulin elo lah," ujar Mimi yang baru datang menyusul mereka berdua.


"Bukannya Mas Angga tadi?" belum selesai Rosa bicara. "Kan udah Kakak bilang tadi Sa, elo itu salah paham," potong Mimi. "Dasar Renata aja tambeng, sama kaya' Amel dulu," gerutunya.


"Iya Ay, Mas sama Renata tadi gak ada apa-apa, tadi dia yang maksa Mas, sebetulnya Mas sedang berusaha melepaskan diri kok," jelas Rizal. Rosa masih terpaku.


"Ini, disini, hanya milik Ara," ujar Rizal menggenggam kedua tangan Rosa dan menaruhnya di dadanya. Rosa menemukan kesungguhan dari mata lelaki itu.


"Nich bingkisan dari Rosa yang elo tiitp ke gue tadi," ujar Mimi memberikan bingkisan yang dititip Rizal tadi.

__ADS_1


Rizal menerimanya. "Makasih Mi," ucapnya. Mimi hanya tersenyum. "Gue pulang yach," ujarnya menepuk bahu Rizal. "Met kencan, ngerayain sweet seventeen, kaya'nya tuch bingkisan spesial untuk sweet seventeen," bisik Mimi yang membuat Rizal mendelik.


"Kita pulang yuk, apa mau makan dulu," tawar Rizal. "Terserah Mas ajalah," lirih Rosa. Akhirnya merekapun makan di tempat favorit mereka.


🌸🌸🌸🌸🌸


Ketika sedang nunggu pesenan makanan. Rizal membuka kue ulang tahun yang dibuat Rosa. Matanya membulat sempurna ketika melihat kue ulang tahun itu bergambar Michael Jordan.


"Michael Jordan? Ini kan tokoh basket kesukaan Mas? Ara buat sendiri?" tanya Rizal. Rosa mengangguk.


" Ini apa isinya Ay? Mas buka yach?" ujar Rizal membuka kado yang diberikan Rosa. Dia semakin terkejut ketika melihat sweater dan syal perpaduan warna kesukaannya dan ada gambar tokoh kesayangannya. "Ini? Ara buat sendiri juga?" tanyanya. Rosa mengangguk.


"Berapa lama?" tanya Rizal. "Hampir dua bulan, kan buatnya pas malem aja mau tidur, masalahnya klo buat siang ntar Ara ketauan orang, gak jadi kejutan lagi karna ada orang yang tau," lirih Rosa.


Tanpa kata Rizalpun memeluk Rosa. "Makasih Ay, ini kado dan kejutan terindah yang pernah Mas dapet," bisiknya. "Syukurlah klo Mas suka," ujar Rosa membalas pelukannya.


"Kita makan yuk," ajak Rizal. "Mas suapin," tawarnya. Kemudian merekapun makan bersama. Usai merayakan ultah bareng, merekapun pulang.


🌹🌹🌹🌹🌹


Ketika Rizal sedang merebahkan tubuhnya di kasur. Willy mendekati anak sulungnya. "Zal, lagi tidur nak?" tanyanya membelai pelan tangan Rizal. "Gak, Pa," ujar Rizal akhirnya duduk.


"Anak Papa hari ini tujuh belas tahun yach," ujar Willy membelai rambut Rizal. Rizal hanya cengengesan menggaruk kepalanya yang gak gatal.


"Papa dan Mama ada sesuatu," ujar Willy. "Apa Pa?" tanya Rizal penasaran.


"Ini hadiah dari Mama dan Papa," ujar Willy memberikan sebuah kunci. "Apa ini Pa? Kunci mobil?" ujar Rizal.


"Iya, ini hadiah dari Papa dan Mama, Rizal kan udah tujuh belas, jadi Papa percaya Rizal bisa menggunakannya dengan benar," ujar Willy.


"Yang bener Pa? Hadiah untuk Rizal mobil?" tanya Rizal. Willy mengangguk tersenyum. "Tapi janji di bawanya klo udah ada SIM," ujarnya.


"Dan besok Rizal udah ikut kursus menyetir untuk mendapatkan SIM," jelas Willy. "Makasih Pa, makasih," ujar Rizal memeluk Willy.


Setelah mendapatkan SIM, baru Rizal boleh bawa mobil termasuk ke sekolah.

__ADS_1


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β™₯️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


__ADS_2