Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 19 Surat Cinta Part 2


__ADS_3

Hari pun berlalu tanpa terasa hari yang sudah dinantikan tiba. Hari dimana Rosa ulang tahun dan Rizal akan mengutarakan hatinya untuk menjadi pacar gadis itu.


      Sepulang sekolah. "Sa, ikut kakak yuk, kita makan dulu," ujar Rizal. "Makan dimana kak? Gak pulang dulu? Nanti mama bingung cari Rosa," balas Rosa menatap Rizal. Dia tak menyadari klo Rizal dan teman-temannya telah menyiapkan kejutan untuk ultahnya.


"Gak usah kok, Kakak udah izin ke rumah klo hari ini pulang telat," balas Rizal. "Makan dimana?" tanya Rosa. "Ditempat kita makan seperti biasa," ujad Rizal. Rosapun mengiringi langkah Rizal.


      Sesampainya di tempat makan. "Sa, elo mau makan apa?" tanya Rizal. Rosa memesan nasi ayam bakar kesukaannya dan es cappucinno.


Mereka makan sambil bercanda tawa, sesekali Rizal menyuapi Rosa dengan makannya. "Sebenernya ada apa sich kok tumben Kakak ngajak makan," seledik Rosa. "Gak papa, pengen aja, emang gak boleh? Kan kita biasa suka makan bareng gini," balas Rizal.


"Gak sich, Rosa heran aja kok pulang sekolah langsung mau ngajak makan," ujar Rosa. Rizal tersenyum. "Kakak ada sesuatu untuk elo," kata Rizal mengeluarkan paper bag yang berisikan satu setel baju yang ada gambar winnie the poohnya, tokoh kartun kesukaan Rosa.


"Apa ini kak?" tanya Rosa membuka bungkusan baju. Matanya terbelalak sempurna ketika melihat baju bergambarkan tokoh kartun kesukaannya. "Bagus banget Kak, makasih," ujarnya menatap Rizal dengan mata berbinar.


Rizal tersenyum. "Syukurlah klo elo suka, ganti baju sana ke toilet," tuturnya mengacak gemas rambut Rosa.


"Sekarang Kak? Ngapain? Kan udah ini mau pulang?" tanya Rosa. "Kakak mau elo pake'nya sekarang, buruan ganti sana," balas Rizal mengacak rambut Rosa. Rosa hanya mengangguk kemudian ketoilet untuk beganti baju.


🌺🌺🌺🌺🌺


          Seperginya Rosa ketoilet, Rizal memberi kode pada Rian untuk menyiapkan arloji yang di beli kemaren sesuai dengan rencananya. "Kak, bagus banget, Rosa suka," ujar Rosa nyerocos tanpa titik koma sambil berputar. Rizal tertawa mengacak gemas rambut Rosa. "Elo suka? Pas di badan yach?" tanyanya Rizal.


Rosa mengangguk. "Enak, nyaman dipake di badan, pas banget " ujarnya. "Makasih Kak," Sambungnya menatap Rosa.


Rizal tersenyum. "Kakak suka liat mata elo berbinar gitu Sa," ujarnya menatap Rosa.


"Loh Kakak pesen makanan lagi?" ujar Rosa bingung ketika melihat ada piring bertutupkan tudung besi. "Buat elo, buka aja," ucap Rizal memberikan piring berisikan arloji tersebut pada Rosa.


Rosapun membukanya. Matanya membulat sempurna ketika tau didalam tudung tersebut adalah arloji yang slama ini diimpikannya. "Ini kan?" belum selesai Rosa bicara. "Iya Sa, arloji yang elo impikan kan?" potong Rizal.


"Berarti cewek yang berarti dalam hidup Kakak itu," belum selesai Rosa bicara. "Ya elo," potong Rizal menatap Rosa.

__ADS_1


Rosa terdiam menatap Rizal mengerjapkan matanya perlahan. 'Kak Rizal? Suka gue?' Gumamnya.


Rizal menarik tangan Rosa dengan pelan dan menggenggam tangannya. "Kakak suka elo, sayang elo, cinta elo, mau kan jadi pacar kakak," tuturnya. Rosa terpaku dan terdiam, dadanya sesak, panas dingin, dan jantungnya berdegup kencang. Kata-kata yang slama ini dia tunggu keluar dari mulut Rizal untuk dirinya akhirnya jadi nyata.


"Sa, mau kan jadi pacar Kakak?" tanya Rizal mengulangi katanya sambil menggenggam erat tangan Rosa. Tanpa sadar Rosa menganggukkan kepalanya.


Rizalpun memeluk Rosa. "Makasih Sa udah nerima cinta Kakak, Kakak janji akan buat elo bahagia dan slalu ada untuk elo," bisiknya mencium rambut Rosa. Rosa terdiam menikmati pelukan Rizal.


'Gue jadian dengan Kak Rizal? Apa iya? Rasanya gue gak percaya dia suka gue dan gue jadi pacarnya,' gumamnya dalam hati.


"Kakak pake'in arlojinya yach," tawar Rizal mengambil arloji dalam kotak arloji.


Rosa menganggukkan kepalanya dan mengambil surat yang berada di bawah arloji tersebut. Dan beginilah kira-kira isi surat tersebut:


Dear Rosa,


Jujur, disaat pertama kita bertemu di persimpangan jalan, Kakak bener-bener terbayang slalu akan wajah elo Sa, mata indah elo yang slalu mengerjap ketika salah tingkah, senyum manis elo, rengekan manja elo, cemberut dari bibir mungil elo ketika elo ngambek, tawa lepas elo bener-bener jadi candu dalam hidup Kakak.


Sungguh bahagia bisa bersama kamu, bercanda, tertawa bersama.


Kakak sungguh merasa nyaman ada didekat elo,


Kakak coba beranikan diri untuk mengungkapkan perasaan ini tapi lidah ini kelu


Kakak sangat mencintai elo Sa, terserah mau mikir gimana tapi yang Kakak harapkan, kita bisa menjalin hubungan yang serius untuk kedepan nya,


Dan Kakak berharap semoga cinta ini berbalas, I Love You


Lam Manis,


Rizal Erlangga

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸


       Rosa menatap Rizal yang sedang menghabiskan minumnya kemudian menjatuhkan kepalanya di pundak Rizal. Rizal tersenyum mengacak gemas rambut Rosa yang berada dipundaknya.


"Suka arlojinya?" tanya Rizal memandang Rosa yang senyum-senyum sendiri sambil memencet tombol lampu yang ada pada arloji.


Rosa menganggukkan kepalanya. "Suka banget, Kakak mau tau? Ini arloji kesukaan Rosa, dari sebulan yang lalu Rosa menginginkannya bahkan sekarang Rosa sedang menabung untuk beli arloji ini," cerocosnya tanpa titik koma.


Rizal tertawa mengacak gemas Rambut Rosa. "Elo itu gemesin tau gak," katanya. Rosa hanya cemberut.


"Mulai sekarang, klo ada apa-apa ngomong sama Kakak, janji yach janga ada rahasia-rahasiaan," ucap Rizal. Rosa mengangguk.


'Kakak janji Sa, Kakak akan jaga elo, mulai sekarang, Kakak akan berusaha belajar memahami elo seperti Rian memahami elo,' gumam Rizal dalam hati membelai rambut Rosa yang berada di pundaknya.


"Rosa bener-bener gak pernah merasakan bahagia seperti ini, makasih kak," kata Rosa menggenggam erat tangan Rizal.


Rizal tersenyum. "Mulai sekarang, elo milik Kakak dan Kakak milik elo, jadi apapun yang terjadi Kakak harap elo bisa cerita ke Kakak yach, terutama ketika ada cowok yang suka elo karna Kakak gak suka klo milik Kakak di deketin orang lain," jelas Rizal menatap Rosa. Rosa hanya menganggukkan kepalanya.


"Kakak juga akan panggil elo ayang atau sweety cause you are my sweet girl," jelas Rizal. "Atau Ara, nama salah satu rasi bintang di langit, karna elo adalah bintang di hati Kakak. Bolehkan?" sambungnya tersenyum nakal.


Lagi-lagi Rosa hanya menganggukkan kepalanya.


"Gak mau manggil Kakak Mas Angga heeem?" kata Rizal. Rosa terbelalak. "Kakak tau dari mana Rosa lebih suka manggil Kakak dengan sebutan Mas Angga," ujarnya.


"Taulah Sa, apa yang gak Kakak tau tentang my sweety ini," ucap Rizal tersenyum nakal merangkul bahu Rosa. Lagi-lagi Rosa hanya cemberut yang membuat Rizal terbahak.


"Kakak ke toilet dulu," ucapnya mengacak rambut Rosa. Diapun menemui Rian dan teman-teman Rosa yang telah menyiapkan kejutan untuk Rosa.


🌹🌹🌹🌹🌹


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, ♥️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2