
Hubungan Vivi dan Rian semakin dekat, begitupun hubungan Rizal dan Rosa. "Rosa bentar lagi ultah loh Kak, udah siap kado?" tanya Rian. "Udahlah Yan, kalung dengan gelang yang dipesen kemaren kan udah jadi?" ujar Rizal.
"Oh ya?" ujar Rian. "Iya, udah Kakak ambil kok, tapi lom dibungkus karna belum cari kotaknya," ujar Rizal.
"Yuk kita cari kotaknya sekalian gue mau beli sesuatu untuk Vivi," ajak Rian. "Kapan? Sekarang?" tanya Rizal.
"Iyalah Kak, kapan lagi, kan ultah Rosa lusa," ujar Rian. "Yach udah, gak papa, yuk berangkat," ajak Rizal merangkul bahu Rizal. Akhirnya merekapun berangkat ke mall mencari barang yang diinginkan.
π»π»π»π»π»
Ketika sedang asyik memilih tempat untuk kalung dan gelang Rosa, Rizal terpaku dengan sebuah mainan berbentuk aquarium berada di atas sebuah kotak yang membuat aquarium berbentuk bola tersebut tak bisa menggelinding dengan bebas.
Di dalam aquarium tersebut terdapat dua sejoli yang sedang duduk berangkulan duduk diatas bangku.
Dikotak tersebut terdapat sebuah tombol, Rizal mencoba memencetnya dan muncullah serbuk putih menutupi dua sejoli yang duduk dalam aquarium tersebut ketika digoyang-goyangkan.
Dia memencetnya sekali lagi dan muncullah serbuk hitam menutupi dua sejoli tersebut hingga kembali turun kebawah.
Dia tersenyum menatap mainan tersebut. "Kaya'nya bagus untuk Rosa," gumamnya meraih mainan itu dan membayarnya ke kasir.
πππππ
Hari berganti waktupun berlalu, tanpa terasa ultah Rosa pun tiba. "Rizal berencana mengajak gadisnya makan, dia tlah menyiapkan semuanya untuk memberikan kejutan padanya.
"Ay, makan yuk, udah lama gak makan bareng, kangen," ujar Rizal mendekati Rosa yang sedang menunggu angkot. "Loh Mas Angga udah dari tadi toh di sini?" tanya Rosa.
"Gak kok, baru aja nyampe," jawab Rizal.
"Kak Rizal lebay ach, baru juga kemaren ketemu udah kangen aja," ledek Gavin. Rosa mendelik melempar kerikil ke arah Gavin.
"Aya, gak boleh gitu, ntar kena orang," ujar Rizal. "Habisnya Gavin nyebelin," rengek Rosa.
__ADS_1
"Mulai, manjanya, klo udah deket pujaan hati," ledek Yoga. Rosa mencibir.
Rizal tertawa mengacak gemas rambut Rosa."Mau kemana? Sedang nunggu angkot?" tanyanya. Rosa mengangguk.
"Kan udah pernah Mas bilang, tunggu Mas jemput, baru pulang, gak usah naek angkot," ujar Rizal. "Gak papa kok Mas, udah biasa, lagian juga deket ini, paling lima belas menit nyampe klo naek angkot," ujar Rosa.
"Ya tapi Mas yang gak suka Ara berdesak-desakan di angkot, apalagi pasti di angkot ada cowoknya, tambah Mas gak suka Ara desak-desakan sama cowok," ujar Rizal. "Kak Rizal lebay ich," ledek Yoga.
"Iya Mas Angga lebay, lagian juga desak-desakan juga dengan Gavin dan yang lainnya, udah biasa dari kecil," ledek Rosa.
Rizal tertawa mengacak gemas rambut gadisnya. Kami duluan yach," ucapnya. "Iya Kak," ujar Retno dan yang lainnya.
Rosa menjatuhkan pantatnya di jok mobil Rizal."Kita mau makan dimana Mas?" tanyanya. "Terserah, mau makan apa? Ayam bakar, ikan bakar, K*C, atau d*nkin?" tanya Rizal menatap gadisnya.
Rosa tak menyadari kalau Rizal tlah menyiapkan kejutan untuknya. Diapun bingung karna tempat makan yang disebutkannya itu adalah makanan kesukaannya semua.
"Ara pengen makan nasi bakar yang ada di belakang sekolah Mas, tapi Ara juga pengen makan es cappucinno, jadinya gimana dunk?" ujar Rosa yang tau ke dua tempat itu berlawanan arah.
"Apa sich yang gak buat Ara Mas ini," ujarnya mengacak rambut Rosa. Rosa menundukkan kepalanya wajahnya bersemu merah.
Rizal tersenyum menatap gadisnya. "Ara, lagi bersemu gitu semakin gemesin, buat gue makin cinta," gumamnya dalam hati. "Apa sich liatin Ara gitu?" ujar Rosa salah tingkah.
"Emang mandangin pacar ndri gak boleh," goda Rizal. Rosa cemberut.
Rizal terbahak. "Tumben Ara Mas ini mau makan nasi bakar," ujarnya. "Pengen aja, sebenernya dari kemaren mau makan nasi bakar, tapi gak ada yang nganter kesana," ujar Rosa.
"Kok gak nelpon Mas?" tanya Rizal. "Mas kan latihan dengan Rian? Nunggu sore, lah kedainya keburu tutup," ujar Rosa.
"Oh iya yach, Mas lupa," ujar Rizal mengacak gemas rambut Rosa.
"Kita nelpon Mama dulu Mas, nanti nyari lagi," ujar Rosa. Rizalpun menurutinya menelpon rumah.
__ADS_1
Sesampai di kedai makan. Rizal membukakan pintu mobil untuk Rosa dan merangkul bahunya menuju kedai.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Ketika makan, Rizal menyuapi Rosa. "Enak?" ujarnya. Rosa hanya mengangguk kemudian melanjutkan makannya.
Ketika Rosa sedang menyereput es jeruk yang dia pesen. Rizal menarik tangan Rosa"Met ulang tahun Ay, moga tambah sayang dengan Mas," godanya memberikan sebuah kotak.
Rosa terpaku, dia tak menyangka akan dapet kejutan seperti ini karna dia sendiripun lupa kalo sekarang ulang tahunnya.
"Hei, kok bengong, dibuka kado dari Mas," ujar Rizal menyenggol bahu Rosa. Rosa membuka kotak yang diberikanoleh Rizal.
Rosa terbelalak ketika melihat isi kotak yang diberikan Rizal. Matanya membulat sempurna tanpa sadar kedua tangannya menutup mulutnya yang terbuka.
"Mas, ini kan kalung dan gelang yang pengen Ara beli, karna uang tabungan Ara gak cukup jadinya, gak jadi beli," cerocosnya. "Terus?" ujar Rizal tersenyum nakal mengangkat alisnya satu.
"Mas Angga!!!" teriak Rosa memeluk Rizal. "Makasih Mas, makasih," bisiknya. "Ara suka?" bisik Rizal membalas pelukan Rosa.
"Suka Mas, suka banget, makasih," ujar Rosa menatap Rizal. Rizal menatap binar di mata indah Rosa.
"Mas paling suka liat mata Ara berbinar seperti sekarang," ujar Rizal menatap sayang Rosa. Rosa menjatuhkan kepalanya di pundak Rizal.
Rizal membelai sayang rambut Rosa yang berada di pundaknya. "Ara sgalanya buat Mas, jadi apapun akan Mas lakukan agar bisa melihat binar indah dimata Ara," ujarnya. "Makasih Mas, sekarang Ara batu sadar Ara bener-bener gak bisa kehilangan Mas," ujar Rosa menggenggam tangan Rizal erat.
"Ara gak akan kehilangan Mas kok, karna Mas akan slalu jadi bulan yang setia menunggu sang bintang dan slalu jadi pantai yang selalu datang menantikan ombak," ujar Rizal merangkul Rosa.
"Bener Mas? Mas gak akan ninggalin Ara?" ujar Rosa menatap Rizal. "Iya, sayang, Mas janji, tapi Ara juga harus janji, jaga hati Ara untuk Mas, hanya untuk Mas, karna Mas gak suka milik Mas dimiliki orang lain," ujar Rizal.
Rosa hanya mengangguk. "Makasih," bisik Rizal. "Kita ke kedai es cream yach," ajak Rizal. Rosa hanya mengangguk kemudian mereka pergi ke kedai es cream.
πΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol β,β€ follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all πππ.