
Hari berganti hari tanpa terasa Rosa dan kawan-kawan telah memasuki kelas 2 SMP dan Rizal memasuki kelas 1 SMA. Hubungan Rian dan Vivipun semakin dekat semenjak kejadian d tempat kursus itu. Tanpa mereka sadari sebenarnya telah tumbuh benih-benih cinta tapi mereka masih berusaha untuk memendamnya karna sama-sama takut kehilangan dan Rosa menyadari perubahan dari sahabat-sahabatnya tersebut.
Rian mengajak Vivi ke taman ketika tau gadis itu sedang galau. Dia mendesah menatap Vivi dari kejauhan. 'Vivi, apakah elo tau klo gue mencintai elo?' gumamnya dalam hati. "Yan, kok bengong?" selidik Vivi menatap Rian.
Rian tersentak ketika tersadar mata Vivi bertemu dengan matanya. Mereka merasakan getaran dan degup jantung mereka tak beraturan.
"Kita duduk di sana yuk," ajak Rian merangkul bahu Vivi yang membuat Vivi tersadar. Vivi hanya mengiringi langkah Rian mengajaknya duduk disalah satu bangku taman.
Vivi menggenggam tangan Rian yang berada di bahunya tanpa sadar menjatuhkan kepalanya di bahu Rian. 'Rian, andai elo tau, gue galau karna elo, apakah elo merasakan hal yang sama Yan? Kenapa gue bener-bener nyaman berada di dekat elo?' gumamnya dalam hati memejamkan matanya menikmati belaian Rian.
Rian membelai rambut Vivi yang berada di pundaknya. "Udah mendingan?" tanyanya. Vivi mengangguk. "Makasih yach, udah nemenin gue," lirih Vivi menatap Rian.
"Sama-sama, gue juga klo sedang galau dan suntuk sering juga kesini," ucap Rian. Vivi menatap Rian. 'Kenapa gue? Rasanya ingin dekat terus dengannya? Apakah gue jatuh cinta dengannya?' gumamnya.
"Kenapa liatin gue gitu? Naksir?" canda Rian menutupi kegugupannya. Vivi menggeleng. "Gue baru tau klo elo bisa galau juga," lirihnya.
"Nyebelin lo Vi, gue kan cuma manusia biasa, juga bisa labil," gerutu Rian memukul pelan bahu Vivi. Vivi hanya tertawa. "pulang yuk, udah sore," ajaknya. Merekapun beranjak pulang.
Baru akan melangkahkan kakinya. "Loh kalian? Ngapain di sini?" tanya Rosa tiba-tiba karna berada di taman juga dengan Rizal. "Emang taman ini punya elo? Kami juga boleh donk maen kesini," gerutu Rian.
"Kalian jadian yach?" bisik Rosa di telinga Rian. Rian cengengesan menggaruk kepalanya yang tak gatal karna salah tingkah. "Ciyeee, jadi nembak nich," ledek Rizal menyenggol bahu Rian.
"Berisik ach Kak, ntar Vivi tau, jauhin gue," gerutu Rian pelan. Rizal tertawa. "Apaan sich, ketawa gak ngajak-ngajak, ngomong apa hayo?" selidik Rosa.
Rian mengangkat bahu meninggalkan Rosa dan Rizal. "Yuk pulang," ajaknya menarik tangan Vivi yang terlihat bingung. "Gak pulang bareng Rosa dan Kak Rizal?" tanya Vivi.
"Gak, ngapain pulang klo dengan orang kasmaran, ntat kita, jadi obat nyamuk," ledek Rian. "Gak kebalik tuch? Bukannya elo gak mau diganggu krn lagi pdkt?" ledek Rizal. Rian mendelik kemudian menarik tangan Vivi kemudian pergi meninggalkan Rosa dan Rizal. Akhirnya mereka pun pulang.
π»π»π»π»π»
Diperjalanan pulang. "Kenapa Mas tadi tertawa?" tanya Rosa. "Mas seneng aja goda Rian, Rian tuch udah mulai suka sama Vivi bahkan cinta, tapi dia gak berani untuk mengungkapkan semuanya karna dia takut Vivi menjauh darinya dan dia juga belum bisa memastikan apakah Vivi ada perasaan yang sama," kata Rizal.
__ADS_1
"Iya, sebenernya Ara juga udah menduga itu Mas, gimana cara mereka biar jadian yach? Ara ingin banget mereka berdua jadian," lirih Rosa.
"Iya, ntar kita cari cara gimana mereka bisa jadian," ujar Rizal. "Iya Mas, Ara pengen liat Rian bahagia seperti yang dia lakukan slama ini ke Ara yang slalu berusaha buat Ara bahagia," tutur Rosa.
"Iya, Mas ngerti kok," ucap Rizal menggenggam tangan Rosa. "Makasih Mas," lirih Rosa yang membuat Rizal tersenyum. Tanpa disadari merekapun sampai dirumah Rosa, setelah pamit dengan Arya dan Linda, Rizalpun pulang kerumahnya.
πππππ
Rosa mendekati Rian yang sedang termenung. "Yan, kenapa? Kok akhir-akhir ini gue liat elo sering melamun?" selidik Rosa. Rian mendesah menatap mata indah Rosa. "Gue gak tau Sa, gue bingung," lirihnya.
"Tentang Vivi?" ujar Rosa. Rian mengangguk. "Gue gak berani mengungkapkannya Sa, rasanya gue gak sanggup liat dia deket sama cowok-cowok lain, gue pengen marah, sama seperti disaat Kak Rizal liat elo deket dengan cowok-cowok lain, tapi gue gak punya keberanian untuk mencegahnya karna gue bukan siapa-siapa dia," lirihnya.
"Kenapa elo gak berusaha mengungkapkannya?" tanya Rosa. "Gue takut Sa, gue takut dia menjauh, elo tau sendiri kan kedekatan Firman dan dia gimana dulu? Semua berubah ketika dia mengungkapkan isi hatinya pada Vivi, Vivi menjauh dari Firman dan gue gak mau semua terjadi dengan gue," lirih Rian.
"Elo salah Yan, sebenernya Vivi menunggu ungkapan itu dari mulut elo, elo tau ndiri kan gimana Firman dengannya? Bukankah elo ndiri yang bilang ke dia klo elo gak suka dia terlalu deket dengan Firman? Dan dia ikuti itu walau pada saat itu sebelum kejadian itu dia belum punya rasa dengan elo," ujar Rosa.
"Jadi gue harus gimana?" tanya Rian menatap Rosa. "Berusahalah ungkapkan yang ada pada diri elo untuknya, gue janji akan bantu elo," ucap Rosa menatap Rian.
"Makasih Sa," ucap Rian. Rosa tersenyum. "Bukankah kita adalah satu?" ucapnya. "Dan kita harus bahagia," sambung Rian merangkul bahu Rosa.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Di Minggu yang cerah, disaat Rosa sedang merebahkan tubuhnya di kamar. "Sa, ngapain? Ada kerjaan gak?" sapa Vivi nongol depan pintu kamarnya. "Gak Vi, lagi nyantai aja, masuk aja," ujar Rosa setengah berteriak. Vivipun ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Rosa.
"Dari mana? Kok rapi banget," tanya Rosa. "Dari makan sama Rian, tadi gue minta temenin beli buku, terus diajak Rian makan bareng," ujar Vivi memejamkan matanya.
"Elo jadian dengan Rian?" tanya Rosa beranjak dari tidurnya. "Gak, pengen jalan aja, gak tau yach Sa, kok makin kesini, gue makin nyaman ketika deket dengan Rian, akhir-akhir ini Rian begitu perhatian dan gue menikmatinya, apa gue mulai suka dia yach?" ujar Vivi menatap Rosa.
"Kenapa elo gak ngomong langsung aja sama dia?" tanya Rosa. "Vivi menggeleng. "Ntar gue aja yang suka, Rian gak, jadinya gue diledekin sama dia," lirihnya pelan.
"Gak dech, elo mau tau Vi? Rian itu suka dengan elo, kalian itu saling suka, tapi lebih memilih memendamnya, kenapa sich? Gak tersiksa apa?" selidik Rosa.
__ADS_1
Vivi mengedikkan bahunya. "Sudahlah, lupakan, kita maen yuk," ajaknya. Rosapun bersiap-siap kemudian mereka bermain.
πΈπΈπΈπΈπΈ
"Di Lembang"
Hari berganti hari, tak terasa liburan tlah tiba, Susi sangat senang ketika menyambutnya karna dia akan ketemu Rinto lelaki pujaannya tapi Rinto tak menyadarinya.
"Hai Si, apa kabar?" sapa Rinto ketika melihat Susi sedang menyiram bunga di pean rumah. "Loh Rinto? Kapan datang?" tanya Susi mendekati Rinto.
"Semalem sekitar jam 8 malem," jawab Rinto. "Ooh, udah malem nyampenya yach," ucap Susi.
"Iya, ketaman yuk, udah lama kita gak cerita-cerita," ajak Rinto. Susipun mengikuti langkah Rinto.
πΉπΉπΉπΉπΉ
Ditaman mereka bercanda tawa bersama. 'Rinto, apakah elo tau gue suka elo?' gumamnya menatap Rinto. Rinto yang di perhatikan jadi salah tingkah. "Apa liatin gue gitu, gue tau elo kangen gue, gue ganteng yach," canda Rinto terkekeh merangkul bahu Susi.
Susi hanya menggeleng dan menundukkan kepalanya. Menjelang sore merekapun pulang.
π₯π₯π₯π₯π₯
"Di Bandung"
Hari berganti hari tanpa terasa liburan tlah usai, Rintopun tlah kembali ke Bandung karna diapun sekolah. "Hai Rin, udah pulang? Kapan nyampenya?" tanya Sofi tetangganya sekaligus sahabat Rinto dari kecil. Rinto pun tlah lama memendam rasa dengan Sofi sahabatnya sendiri.
"Iya, yuk bareng ke sekolah," ajaknya. Merekapun pergi ke sekolah bareng sambil bercanda tawa.
Rinto menatap Sofi. 'Sofi, elo cantik banget klo sedang tertawa lepas gitu, gue bener-bener suka elo, andai elo tau apa yang gue rasa, apa elo masih mau deket dengan gue?' gumamnya dalam hati.
"Rin, udah nyampe, gue ke kelas yach," ucap Sofi menyenggol bahu Rinto. Rinto tersentak. "Iya," ucapnya gugup kemudian diapun masuk ke kelasnya.
__ADS_1
πππππ
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β₯οΈ, β, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all πππ.