Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 49 Mengagumi


__ADS_3

Hari berganti hari waktupun berlalu, tanpa terasa Rosa sudah melewati cawu satu di Bandung. Ketika Rosa sedang duduk di taman. "Kak, kapan belajar berhitung lagi?" ujar Anggi tiba-tiba duduk di samping Rosa. "Loh De' Anggi?" ujar Rosa.


"Iya, Anggi ada pr lagi," ujar Anggi. "Yuk kita pulang, Kakak ajari prnya," ajak Rosa merangkul Anggi. Merekapun pulang dan tenggelam belajar bersama.


"Makasih Kak, pr Anggi udah selesai," ujar Anggi dengan Rosa. "Anggi pulang Kak," pamitnya mencium punggung tangan Rosa.


"Belajar yang bener De', Ade' pinter, jadi harus jadi juara," ujar Rosa mengacak gemas rambut Anggi. "Anggi janji Kak, nanti klo Anggi juara pasti Anggi akan tunjukkin ke Kakak kalo Anggi bisa," ujar Anggi.


"Anak pintar," ujar Rosa menepuk pelan kepala Anggi. Anggi pun berlalu pulang ke kontrakan yang berada di samping rumah Wahyu.


Rosa mendesah menatap Anggi, kasian Anggi, dia kurang kasih sayang, kemana Kakaknya?" gumamnya dalam hati menatap Anggi yang sedang menenteng makanan yang diberikan Rosa.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Siapa Sa?" ujar Andre yang baru datang. Rosa terlonjak kaget. "Elo Ndre, ngagetin," gerutu Rosa menepuk bahu Andre pelan.


Andre hanya terkekeh. "Elo liatin anak kecil kaya' serius banget, sampe-sampe gue dateng gak sadar," ledeknya. "Itu, Anggi tetangga sebelah, dia minta ajarin PR, sekalian aja gue kasih makan karna gue yakin dia belum makan," lirih Rosa.


"Emang keluarganya kemana?" tanya Andre. Rosa angkat bahu. "Dia tinggal dengan Kakaknya disini, tapi Kakaknya juga jarang keliatan, terkadang A' Wahyu sering ngajak dia makan dirumah dan tidur dirumah kalo malem dia sendiri, gue kasian liat dia gak ada yang ngurus, udah kelas 6 SD, sayang kalo berhenti sekolah," jelasnya.


Andre terdiam, diam-diam dia tambah mengagumi pribadi Rosa yang peduli dengan keadaan sekeliling. "Masuk yuk," ajak Rosa. Andre mengiringi Rosa.


"Elo dari mana?" ujar Rosa. "Dari rumah, suntuk gue di rumah, tadi mau ngajak Fatur jalan, eh dia lagi jalan dengan Nurul, jadinya kesini, rencananya mau ngajak elo nemenin gue beli baju," ujar Andre.


"Oooh, boleh kok, gue juga gak ada kerjaan, gue ganti baju dulu," ujar Rosa beranjak dari duduk setelah membeli Andre minum.


"Gue kira elo ngajar privat," ujar Andre. Rosa menggeleng. "Gak, gue ngajar cuma tiga hari kok dalam seminggu," jawabnya.


Mereka pun pergi setelah pamit dengan Wahyu dan Novi.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Suatu hari, sepulang sekolah. "Sa elo dicari Andre," ujar Sofi. "Andre? Ngapain nyari gue?" ujar Rosa dengan kening berkerut.

__ADS_1


Sofi mengangkat bahu. "Mungkin mau ngajak elo kerumah Siti, perwakilan kelas, Andre tadi minta sumbangan sekelas dengan teman satu kelas, elo kan wakilnya," ujarnya.


"Kenapa Siti? Gak sekolah lagi?" ujar Rosa. "Elo ini gimana sich, Siti gak masuk tiga hari gak tau, padahal dia duduk di belakang elo," sewot Sofi.


Rosa hanya cengengesan menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Dasar Rosa," gerutu Sofi menatap Rosa yang menemui Andre.


🌺🌺🌺🌺🌺


"Temenin gue yuk nganterin sumbangan dari kelas kita untuk Siti," ajak Andre. "Emang Siti kenapa gak sekolah?" ujar Rosa.


"Ibunya sakit, jadi Siti gak bisa sekolah," lirih Andre sambil menyetir. "Apa hubungannya dengan ibunya sakit?" ujar Rosa.


"Sa, Siti anak yatim, bapaknya udah gak ada, jadi biaya keseharian dia bergantung pada warungnya, selain itu dia masih punya tiga orang adik yang masih kecil-kecil, kalo ibunya sakit dan warung gak buka, mereka mau makan dari mana?" ujar Andre.


"Dia sekolah gimana?" ujar Rosa yang tau kalo biaya sekolahnya termasuk mahal. "Dia dapet beasiswa," ujar Andre.


"Gue bener-bener bukan sahabat yang baik Ndre, kesulitan teman sendiri gak tau," lirih Rosa menundukkan kepalanya. "Makanya gue ajak elo sekarang, biar elo tau keadaan Siti karna cuma elo yang belum pernah gue ajak," ujar Andre. "Kok gitu?" ujar Rosa.


"Iya, Fatur punya inisiatif pas liburan kemaren untuk mengadakan penggalangan buat warung Siti, ditambah uang sumbangan gue, Nurul, Fatur dan Sofi mengumpulkan uang, Alhamdulillah terkumpul dan bisa membuat warung sederhana untuk Siti," ujar Andre.


"Kalian curang, gak ngajak gue," protes Rosa. "Kan elo pulang kampung Sa, lagian juga gue gak yakin A' Wahyu ngizinin elo ikut penggalangan dana karna kondisi elo yang mudah capek," ujar Andre.


"Ya seenggak-nggaknya kan gue bisa nyumbang Ndre," rajuk Rosa cemberut. Andre terbahak melihat Rosa cemberut. "Elo bisa ngambek juga ternyata yach," ledeknya mengacak gemas rambut Rosa.


"Habisnya kalian bener-bener gak nganggep gue, padahal kita kan slalu bersama," gerutu Rosa tambah memanyunkan bibirnya. Andre terkesiap sesat. "Elo ngambek begini bikin gue gemes Sa, perasaan gue elo gadis yang dewasa bukan manja gini, apa elo mulai nyaman dengan gue?" gumamnya.


" Ndre, lampu hijau tuch, orangcpada ngelakson di belakang," tegur Rosa menyenggol lengan Andre yang membuat Andre tersentak kemudian menjalankan mobilnya menuju rumah Siti. "Berarti beasiswa gue cawu kemaren mau gue berikan sama Siti aja," lirih Rosa.


"Elo yakin? Bukannya elo jauh dar orang tua? Uang itu kan untuk kebutuhan mendesak elo?" ujar Andre. "Siti lebih membutuhkan Ndre, lagian juga, Papa slalu ngirim uang ke gue tiap bulan di rekening, belum gaji ngajar privat dan uang nitip kue ke kantin," ujar Rosa.


Andre terdiam. Dia semakin kagum dengan ketulusan Rosa. 'Rosa, andai elo tau, tanpa sadar gue udah jatuh cinta karna ketulusan elo,' gumamnya dalam hati. Tanpa sadar merekapun nyampe rumah Siti.


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Sesampai di rumah Siti, Siti kaget melihat Andre dan Rosa sampai di rumahnya. "Loh kalian? Kok gak ngabarin mau kesini?" ujarnya. "Elonya gak ada kabar, jadinya gue kehilanga teman berdebat dalam belajar," lirih Rosa. Siti tersenyum. "Kan ada Andre dan lainnya Sa," ujarnya membelai lengan Rosa.


"Gak ada yang seasyik elo kalo diajak bedebat, mereka gampang nyerah," gerutu Rosa. "Ach elo terlalu berlebihan Sa," lirih Siti.


"Ibu sakit apa?" ujar Rosa mendekati Arini. "Ibu udah tiga hari panas Sa, gue gak tau panasnya gak turun-turun," lirih Siti.


"Kita bawa ibu ke rumah sakit, beresin barang elo sekarang, kalo nanti disuruh opname ya di opname juga gak papa," ujar Rosa. "Tapi Sa," lirih Siti.


"Gak ada tapi tapian," tegas Rosa. "Ayo Ndre bantu ibu Arini ke mobil elo, kita langsung ke rumah sakit," ujar Rosa. Andre pun membantu Arini masuk ke mobil.


🌹🌹🌹🌹🌹


Sesampai di rumah sakit, Arini langsung masuk ke IGD. "Tuch kan Sit, penyakit ibu udah parah, sampe masuk UGD," ujar Rosa. Mereka menunggu di depan ruang UGD. Setelah ditangani oleh dokter Arini pun dirawat di rumah sakit.


"Gue bayar rumah sakit dulu," pamit Rosa pada Andre. "Elp ada uang?" ujar Andre. "Gue temenin yach," tawarnya.


Rosa menggeleng. "Gak usah Ndre, elo temenin siti aja, siapa tau dia butuh apa-apa, gue sendiri aja," ujar Rosa berlalu pergi. 'Rosa, hati elo bener-bener tulus, sampe rela memberikan tabungan elo untuk Siti,' gumam Andre dalam hati.


"Sit, ini titipan dari teman satu kelas," ujar Andre memberikan amplop coklat pada Siti. "Apa ini Ndre?" ujar Siti bingung mengambil amplop coklat yang diberikan oleh Andre.


Dia membuka isi amplop tersebut. Matanya terbelalak lebar. "Ndre ini banyak banget," ujarnya memegang banyak lembaran uang dalam amplop tersebut. "Gue gak bisa menerimanya Ndre," lirinya mengembalikan pada Andre.


"Ini semua titipan dari teman-teman Sit, jadi mereka udah ikhlas menyumbang untuk elo," ujar Andre. "Ini dari gue Sit, elo gak usah fikirkan adik-adik elo, biar dia tinggal di rumah gue selagi ibu di opname," ujar Rosa memberikan uang tabungannya.


"Sa, ini banyak banget, dari teman-teman lebih dari cukup kok, elo udah bayarin rumah sakit, masa ngasih gue uang juga, bukankah elo jau dari orang tua? Takut elo ada keperluan mendadak," ujar Siti mengembalikan uang yang diberikan oleh Rosa.


Rosa menggeleng. "Untuk saat ini elo lebih membutuhkan, gue masih punya A' Wahyu, lagian juga kalo ada keperluan mendadak kan gue bisa langsung telpon Papa," ujat Rosa memberikan uang yang dikembalikan oleh Siti.


Akhirnya Siti memeluk Rosa terisak. "Makasih Sa, makasih gue gak tau lagi harus bagaimana membalas kebaikan elo," ujarnya. Rosa membalas pelukkan Siti. "Kita sahabat, bahkan sudah terikat dalam persaudaraan, jadi semua akan kita lalui bersama," bisiknya. Setelah itu mereka pun pulang.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like,β™₯️,vote, hadiah dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2