Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 16 Kejadian dalam Kelas


__ADS_3

Rosa berlari keluar kelas tapi dengan sigap Indra menarik tangan Rosa. "Elo mau kemana hah?" teriaknya mendorong Rosa ke dalam kelas. Rosa tersungkur. Indra mendekati Rosa dan merapatkan tubuh Rosa ke dinding. Rosa masih berusaha memberontak.


"Lepas Kak, sakit," ujar Rosa memberontak. Indra menarik kuat tangan Rosa sehingga Rosa jatuh ke pelukan Indra.


Dia berusaha mengecup bibir Rosa. "Lepasin Rosa Kak, sakit," isak Rosa. Indra semakin kuat menekan tubuh Rosa dan berusaha mencium bibir Rosa.


"Lepasin Rosa Kak, Rosa mohon.l," isak Rosa. "Diam kata gue!" bentak Indra. "Gak mau," isak Rosa.


          Rizal yang melewati kelas Rosa karna habis beres-beres ruang OSIS melihat kejadian itu. "Loh, Indra? Rosa? Ngapain Kalian?" tanyanya yang melihat Rosa dan Indra berpelukan.


Indra tak menghiraukan pertanyaan Rizal dan terus berusaha melecehkan Rosa. Rizal pun berlalu dengan fikiran tak menentu.


"Indra dan Rosa jadian? Kok Rian gak cerita? Berarti gue gak ada kesempatan lagi untuk nembak Rosa," gumamnya dalam hati.


"Hei kok melamun?" tanya Mimi menepuk bahu Rizal. Rizal tersentak kaget. "Ach elo Mi, ngagetin aja, mana Rian?" tanyanya.


"Rian ke toilet," jawab Mimi. "Rosa dan Indra jadian yach?" tanya Rizal. "Gak mungkinlah Zal, lah Rosa kan suka dengan elo bukan Indra, dia udah cerita ke gue kok semuanya," jawab Mimi.


"Tapi tadi gue liat mereka berdua berpelukan di kelas," ujar Rizal. "Apa?!" teriak Mimi melotot.


"Kenapa Mi?" selidik Rizal. "Pasti ada yang gak beres, elo tau sendiri Indra kan?" tanya Mimi.


"Maksud elo? Indra mau melecehkan Rosa?" selidik Rizal terbelalak.


"Iyalah, apa lagi? Elo susul Rosa, takut ntar Indra  keburu udah ngapa- ngapain Rosa, kan sekolah udah sepi, gue cari Rian dulu," ucap Mimi. Rizal pun berlari kembali mencari Rosa ke kelas.


Baru beberapa langkah keluar dari kelas tiba-tiba


      "braaaak"


Rizal ditabrak Rosa yang sedang berlari menghindari Indra. "Maaf," ucap Rosa buru-buru membereskankan bukunya.


Dia tak menyadari klo yang ditabrak adalah Rizal. Rizalpun ikut membantu membereskan buku yang berserakan.


"Loh Rosa?" kata Rizal menatap Rosa ketika dia sadar klo Rosa yang menabraknya. "Kak Rizal?" ujar Rosa terbelalak kaget.


"Kenapa elo nangis?" tanya Rizal menatap Rosa membingkai wajah gadis yang masih terdengar sesegukan. "Tolong Rosa Kak, Rosa takut," isak Rosa memegang kedua tangan Rizal, air matanya jatuh tanpa permisi dari sudut matanya yang indah.


Rizal menemukan ketakutan di wajah gadis itu. Dia merasakan sakit melihat air mata gadis yang dia cintai.


"Kenapa? Ada apa?" tanya Rizal. Belum sempat Rosa bicara tiba-tiba. "Ikut gue," murka Indra menarik kasar tangan Rosa.

__ADS_1


"Gak mau, lepasin Rosa Kak, sakit," ksak Rosa memberontak.


       Melihat gadis yang dia cintai di perlakukan kasar di depan matanya membuat Rizal semakin sakit. Emosinya memuncak, tangannya mengepal geram keatas hingga buku kukunya memutih, nafasnya pun memburu.


"Lepasin Rosa!" teriaknya menendang Indra dari belakang yang membuat Indra tersungkur ke depan dan Rosapun terlepas.


Tubuh Rosa gemetar dan terduduk lemas, dia menangis terisak menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya.


"Apa yang akan elo lakukan dengan Rosa haaah!" murka Rizal mengangkat kerah baju Indra sehingga Indra berdiri dan menatapnya.


Mereka bertatapan, terlihat emosi dalam mata mereka masing-masing.


"Gue gak akan pernah melepaskan Rosa," ujar Indra. "Dan gue gak akan pernah biarin Rosa tersakiti, perlu elo tau itu," balas Rizal memukul wajah Indra.


"Apa hak elo ngelarang gue untuk mendekati Rosa?" ujar Indra membalas pukulan Indra.


"Gue? Gue pacar Rosa, perlu elo tau, Rosa itu milik gue, hanya milik gue dan gue gak akan pernah melepaskan Rosa untuk seorang cowok brengsek seperti elo," balas Rizal memukul Indra dengan membabi buta. Matanya memerah menandakan kalo dia benar-benar gak bisa mengendalikan emosinya.


Indra kewalahan menerima serangan dari Rizal. "Omong kosong!" teriak Indra membalas pukulan Rizal. "Sampe gue liat dan denger elo nyakitin Rosa seperti ini, gue habisin lo," teriak Rizal semakin membabi buta memukul Indra.


"Kak sudah, kasian Kak Indra," lirihnya Rosa menatap Rizal dan menarik tangan lelaki itu. Rizal mematung menatap mata teduh Rosa, emosinya mulai stabil. "Klo gak karna Rosa sudah gue habisin lo," Katanya menendang Indra yang tak berdaya dan meninggalkannya.


"Elo gak papa? Ada yang sakit?" tanya Rizal menatap Rosa yang tertunduk sedang membelai tangannya, masih terdengar isak tangisnya.


"Kenapa tangannya? Sakit? Diapain Indra tadi?" tanya Rizal menarik tangan Rosa yang memerah.


Rosa masih terdiam sambil sesegukan, apa yang dialaminya benar-benar membuat dia trauma, badannya belum bisa merespon karna masih syok.


"Gak papa kok, ini cuma merah aja, bentar juga sembuh," ucap Rizal membelai pelan lengan Rosa.


Tiba-tiba Rosa memeluk Rizal dan pecahlah tangisnya. "Rosa takut Kak, Rosa takut," isaknya.


Tubuh Rizal menegang karna gugup, dia berusaha menetralkan hatinya dengan memejamkan matanya sejenak ketika mendengar degup jantung Rosa yang tak beraturan karna ketakutan.


"Elo gak perlu takut lagi, ada Kakak disini," bisik Rizal membalas pelukan Rosa. Rosa terdiam memejamkan mata merasakan pelukan Rizal. "Kak Rizal, kenapa gue bisa tenang banget berada dalam pelukannya? Sama seperti gue berada di pelukan Rian," gumamnya.


"Menangislah Sa klo itu bisa membuat elo puas, dada ini akan slalu jadi tempat elo bersandar," bisik Rizal.


Rosa bingung menatap Rizal mengerjapkan matanya pelan tanda dia bingung dan salah tingkah.


"Ini, disini, akan slalu siap untuk jadi tempat elo bersandar dan hanya milik elo," kata Rizal menggenggam tangan Rosa dan menaruh di dadanya.

__ADS_1


"Mulai sekarang, klo gak pulang dengan Rian, elo harus pulang dengan Kakak, klo ada apa-apa telpon aja ke rumah, ntar Kakak temenin karna Kakak gak suka klo ada air mata mengalir ke sini," sambungnya membingkai wajah Rosa.


Rosa terdiam menatap Rizal. Dia menemukan kesungguhan dari matanya.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Sialan Rizal, ternyata memang gue kalah cepat dari dia, sejak kapan dia dekat dengan Rosa?" gerutu Indra menatap Rizal dan Rosa dari kejauhan.


"Loh Ndra, kenapa elo?" tanya Winda ketika melihat Indra babak belur. "Rizal, karna Rizal gue gini," jawab Indra dengan mata masih menatap Rosa dan Rizal dari kejauhan.


Winda mengikuti ekor mata Indra. "Elo tadi nyakitin Rosa?" tanya Winda. "Iya, gue gak terima dia nolak gue dan ketauan Rizal, jadi Rizal marah, ternyata gosip itu semua benar, mereka pacaran, gue gak nyangka ternyata seorang Rizal gerak cepat juga padahal terkenal dengan beruang kutubnya dengan cewek," gerutu  Indra berdecak sebal.


"Iyalah, Rizal mendekati Rosa di luar sekolah, mereka satu tempat kursus, Rosa dan Rizal emang udah deket dari sebelum Rosa masuk ke sekolah ini, bahkan mereka sering melakukan kegiatan bersama," jelas Winda. "Ya gue juga sebenernya gak percaya klo Rizal gak mengakuinya tadi," ucap Indra.


"Maksud elo?" tanya Winda. "Rizal tau ngakui klo Rosa pacarnya dan hanya milik dia, sama seperti yang Mimi bilang ke gue waktu perkemahan kemarin, gue fikir Mimi hanya becanda, tapi Rizal? Apa iya dia becanda? Masa seorang Rizal mau mengakui Rosa pacarnya kalo dia gak pacaran? Terus Rosa juga gak membantahnya, jadinya kan kemungkinan mereka emang bener-bener pacaran," ucap Indra.


"Elo bener Ndra, Rizal gak mungkin dengan mudah mengakui semua itu kalo gak ada hubungan antara mereka," lirih Winda.


💎💎💎💎💎


"Elo gak papa Sa?" tanya Rian mendekati Rosa yang sedang berdua dengan Rizal. Rosa menggeleng. "Elo kemana sich? Kok ke toilet lama banget," lirihnya kembali terisak suaranya bergetar serak.


Rian yang mengerti kegundahan Rosa langsung memeluk Rosa dan akhirnya tangis Rosa pecah lagi. "Gue takut Yan, gue takut banget," isak Rosa di pelukan Rian.


"Sekarang elo tau kan alasan gue kenapa gue gak suka klo elo deket sama Kak Indra? Kak Indra itu sama seperti Reihan dan Bobby, dia gak tulus sayang elo Sa, gue cuma percaya Kak Rizal jadi pacar elo dan dia akan slalu jaga elo," jelas Rian menatap Rosa. Rosa menemukan kesungguhan di mata Rizal.


"Sepertinya Rosa bener-bener trauma Mi," tutur Rizal. "Iya Zal, Rosa paling takut klo dia dilecehkan begitu," jelas Mimi menatap Rian yang menenangkan Rosa.


"Iya, Rosa tadi badannya lemes, berjalan aja masih gemeter karna dia takut gue membuat Indra semakin babak belur," ujar Rizal. "Elo buat Indra babak belur?" Kata Mimi.


"Iya Mi, gue reflek tadi, gue gak rela liat Rosa diperlakukan seperti tadi, hati gue bener-bener sakit," jelas Rizal. "Sepertinya elo udah sayang banget dengan Rosa," kata Mimi.


Rizal mengedikkan bahunya. "Gue juga gak ngerti, apa ini hanya perasaan cinta monyet aja seperti yang sering kita rasa seperti teman-teman yang seumuran kita atsu cinta yang sebenrnya yang pasti gue sakit melihat Rosa diperlakukan seperti tadi," ucapnya menyusul Rosa dan Rian.


"Kita pulang yuk," ajak Rizal merangkul bahu Rian dan Rosa. "Rosa laper Kak, dia mau makan dulu, Kakak temenin dia yach," tutur Rian.


"Boleh, kita makan di tempat favorit kita yach," ajak Rizal. Rosa menganggukkan kepalanya kemudian mereka pulang.


🌺🌺🌺🌺🌺


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, ♥️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2