Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 3 Perpisahan Part 1


__ADS_3

Hari berganti hari, waktupun berlalu, tanpa terasa keberangkatan Susi telah tiba. Bayu yang tau keberangkatan Susi akhirnya menginap di rumah neneknya karna ingin ikut melepas kepergian sahabatnya.


"Kapan berangkatanya?" kata Rosa menatap Susi. "Bentar lagi, kata Papa agak siang." jawab Susi.


"Elo kapan berangkat?" ucap Rosa menatap Bayu. "Lusa kata Papa." jawab Bayu.


"Kata Papa rumah kita deketan Bay, gak satu komplek perumahan sich, tapi rumah nenek itu deket dengan perumahan yang elo tinggalin" ujar Susi. "Yang bener Si? Berarti enak donk, kita bisa satu sekolah lagi," jawab Bayu.


"Klo gitu, jaga Susi untuk gue yach Yu," kata Rosa. "Gak lo minta gitu juga akan gue jaga kok Sa, bukankah janji gue gitu sama Rian? Dan Rian akan jaga elo," jawab Bayu.


"Iya Sa, karna kami berdua janji suatu saat kita akan berkumpul lagi dengan kebahagiaan masing-masing," ujar Rian nongol didepan pager rumah Susi. "Elo tuch yach, kaya jailangkung, tiba-tiba nongol," gerutu Rosa mengacak acak rambut Rian. "Aduuuh, elo tuch yach, kebiasaan tau, berantakan lagi kan rambut gue?" gerutu Rian merapikan rambutnya.


"Iya lo Sa, gak ganteng lagi kan jadinya Rian," canda Bayu. "Bodo', yang namanya jelek ya tetep jelek gak akan jadi ganteng," cibir Rosa. Bayu dan Susi terbahak.


"Iya Sa, Rian bener," kata Bayu mengangkat kedua tangannya keatas "Karna," Belum selesai dia bicara. "Kita adalah satu," Teriak Rosa, Susi dan Rian ikut merentangkan kedua tangannya diudara dan menirukan gaya menembak kedepan."Dan kita harus bahagia," teriak mereka lagi sambil berangkulan bersama berempat. Akhirnya tertawa bersama.


"Janji sering kirim kabar," ujar Susi menunjukkan kelingkingnya. "Janji," teriak Rian, Bayu dan Rosa akhirnya saling menautkan kelingking.


"Gue kemaren buat ini empat buah, untuk kita berempat, satu orang dapet satu, ini adalah tanda persahabatan kita," kata Susi memberikan sahabatnya gelang satu persatu.


"Wah Si, elo bisa buat ginian gak ngajarin gue, keren lagi ada namanya," kata Rosa.


"Gue jg punya kenangan untuk elo," ujar Bayu memberikan sebuah jaket yang ada namanya. " Besar banget Yu, lo sengaja yach beli yang besar biar gue gak bisa pke?" protes Susi. "Ya biar awet Si, emang elo gak besar lagi apa?" jawab Bayu. Semua tertawa.


"Gue juga ada kenangan buat elo," kata Rosa memberikan sebuah boneka winnie the pooh kesukaannya. "Ini boneka kesayangan gue Si, elo jaga yach," sambungnya menatap Susi.


Susi menganggukkan kepalanya. "Ini boneka kesayangan gue, tolong dijaga yach," ujarnya menyerahkan sebuah boneka Garfield pada Rosa. "Elo tau khan betapa berharganya boneka ini untuk gue." Sambungnya menatap Rosa.


"Gue janji Si," ujar Rosa pelan, suaranya bergetar dan matanya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Gak boleh nangis," ucap Susi menatap Rosa dan membingkai wajah Rosa dan menghapus air mata di pipi Rosa yang mulai menetes.


Rosa memeluk Susi dan badannya bergetar tanpa sadar terisak dipelukan Susi.


"Sa, sudah donk, kasian Susi tambah sedih," ucap Rian merangkul bahu Rosa.


"Iya Sa, nanti klo liburan pasti kita ketemu lagi," ucap Bayu.


"Nah ini dari gue," kata Rian memberikan sebuah botol yang didalam botol itu ada sebuah perahu yang berisikan empat orang-orangan plastik yang sedang berdiri diatas perahu. "Ini ibaratkan persahabatan kita, yang gak akan pernah lekang oleh waktu," sambungnya.


"Bagus banget Yan, elo buat sendiri?" kata Susi. "Iya donk." Kata Rian. "Buatin gue Yan," rengek Rosa. "Iya tar gue buatin," ucap Rian mengacak gemas rambut Rosa.


"Gue pergi yach," kata Susi. "Hati-hati yach," Kata Rian, Rosa dan Bayu bersamaan.


Setelah semua beres. Mobil keluarga Susi pun menghilang dari pandangan sahabat-sahabatnya dan merekapun pulang.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Kapan berangkat?" kata Rosa mendekati Bayu. "Bentar lagi, kata Papa," jawab Bayu.


"Ntar kirim kabar yach," bisik Rian merangkul bahu Bayu sambil membantu membereskan barang-barang Bayu. "Beres, elo jaga Rosa yach," jawab Bayu membalas rangkulan bahu Rian.


"Ini jaket untuk kalian, kenang-kenangan dari gue," tutur Bayu memberikan jaket pada Rian dan Rosa yang ada nama temannya masing-masing. "Makasih, ini untuk elo," ujar Rian memberikan sebuah botol yang sama seperti dia berikan sama Susi.


"Riaaan, elo kok jahat banget sama gue?" cerocos Rosa tanpa titik koma dan cemberut. "Jahat kenapa?" jawab Rian.


"Tuch, Susi sama Bayu dibuatin, gue gak,"  rajuk Rosa tambah cemberut. Rian terbahak. "Jelek tau gitu," ledeknya menarik gemas bibir Rosa. Bayupun ikut terbahak.


"Sakit tau" gerutu Rosa mengusap bibirnya yang ditarik Rian. "Elo itu gak kemana-mana Sa, ntar aja gue buatinnya," ujar Rian.

__ADS_1


"Bener loh, janji," ucap Rosa memberikan kelingkingnya. "Janji, ntar gue buatin," jawab Rian menautkan kelingkingnya pada kelingking Rosa kemudian dia menyatukan jempolnya pada jempol Rosa dan bersalaman.


"Ini dari gue Bay, kenang-kenangan gue itu mahal loh, limitid edition, gak ada jualannya," canda Rosa tersenyum nakal kemudian memberikan siluet wajah Bayu dan lukisan wajah mereka berempat.


Bayu terbelalak kagum. "Ini elo buat sendiri Sa?" katanya menatap gambar siluet yang diberikan Rosa.


"Iyalah, emang Rian yang buatin?" canda Rosa. "Elo lupa Bay? Rosa kan pernah menang lomba lukis tingkat kecamatan?" ledek Rian.


"Gitu yach? Gue lupa Yan," ujar Bayu menggaruk kepalanya yang gak gatal.


"Dengan adanya lukisan ini, gue harap elo gak akan lupa dengan persahabatan kita, terutama kami berdua disini," tutur Rosa penuh harap.


"Gak akan, gue gak akan melupakan persahabatan kita, tapi kalian juga harus janji, saling menjaga agar semua bahagia," ucap Bayu.


"Tenang aja Bay, kami janji akan saling menjaga," ucap Rian. "Ya gak Sa?" sambungnya tersenyum menatap Rosa.


"Sok cool lo," ledek Rosa menoyor kepala Rian. "aduuuh, lama-lama habis nich kepala, tadi di uyek-uyek, sekarang ditoyor," gerutu Rian mengosok-gosok kepalanya.


"Bodo," ledek Rosa mencibir.


Bayu terbahak. "Gue pergi, jaga diri baik-baik," katanya menepuk bahu Rosa dan Rian.


"Iya, elo juga, jaga diri baik-baik," ucap Rian membalas menepuk bahu Bayu.


"Hti-hati Bay." kata Rosa menepuk bahu Bayu.


Setelah semua beres keluarga Bayu pun pergi. Perlahan mobilnya menghilang dari pandangan Rosa dan Rian. Akhriny Rian dan Rosa pun pulang kerumah mereka masing-masing.


💎💎💎💎💎

__ADS_1


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, ♥️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Maaf cerita di akun saya yang bernama Andra Marantika Solihan pindah ke akun saya yang baru ini karna ada sesuatu dan lain hal. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


__ADS_2