Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 36 Indahnya Kebersamaan


__ADS_3

Hari berganti hari tanpa terasa liburan telah tiba. Rizal berencana mengajak Rosa, Vivi dan Rian ke pantai. Dia siap-siap menjemput mereka di rumah Rosa. "Udah siap? Yuk kita pergi sekarang," ajak Rizal membuka bagasi mobilnya.


Rian dan yang lainnya pun bersiap, setelah pamit dengan orang tua Rosa merekapun pergi ke pantai.


🌻🌻🌻🌻🌻


Sesampai di pantai. "Kita kesana yuk Sa," ajak Vivi menarik tangan Rosa. Rosa hanya mengiringi langkah Vivi ke tepian pantai.


Rosa memejamkan matanya sambil membentangkan kedua tangannya menghirup nafas panjang dan menghembuskannya diikuti oleh Vivi.


"Ternyata udara di tepian pantai begini seger yach Sa," ujar Vivi. "Iya Vi, makanya gue suka banget dipinggir pantai," ujar Rosa.


Ketika Rosa sedang menikmati menghirup udara di tepian pantai. "Ayooo, lagi ngapain?" canda RianΒ  mencipratkan air ke wajahnya yang membuat Rosa terlonjak.


"Riaaaaan!!! Nyebelin ich!!!!" teriak Rosa membalas mencipratkan air pada Rian. Merekapun akhirnya bercanda tawa saling membahasi badan dengan air.


Rizal tersenyum melihat pemandangan itu. "Rosa, kenapa gue bener bahagia melihat keceriaan dia," gumamnya dalam hati kemudian melangkahkan kakinya mendekati tiga sahabat tersebut.


Diapun memeluk gadisnya dari belakang. "Ara bahagia?" bisiknya meletakkan dagunya di bahu Rosa. Rosa hanya mengangguk. "Makasih Mas," lirihnya.


Vivi dan Rian berpandangan. "Mulai dech Vi dramanya, kita menjauh yuk biar gak ganggu orang yang lagi kasmaran," ledek Rian. Vivi tertawa. "Alah bilang aja kalian mau pacaran juga," teriak Rosa pada Rian yang mulai menjauh dari mereka. Rian hanya tertawa.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Seperginya Rian dan Vivi. "Lihatlah pantai ini,Β  pantai dan ombak, mereka terus bersatu, meski kadang ombak berkelana, tapi ia akan terus kembali ke pantai, Mas ingin jadi pantai untuk Ara, sejauh ombak pergi, dia akan setia menunggu ombak tersebut kembali, Tak ada pantai tanpa ombak, begitupun kita, Mas ingin kita slalu bersama," lirih Rizal. Rosa hanya terdiam.


Rizal membalikkan badan Rosa dan menatapnya. "Mas akan slalu jadi bulan yang menantikan bintang, Mas akan slalu jadi pantai tempat kembalinya ombak dan Mas akan slalu jadi tempat Ara kembali.


Kemanapun Ara pergi, Mas akan tetap disini menunggu Ara kembali," ucap Rizal menatap teduh mata Rosa. Rosa menemukan kesungguhan di mata lelaki itu. Akhirnya diapun memeluk Rizal. "Makasih Mas, makasih," lirihnya.


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Sejam kemudian. "Udahan yuk Sa, udah basah semua, kita ganti baju yuk," ajak Vivi mendekati Rosa dan Rizal yang sedang bercengkrama. "Iya, matahari udah tinggi, bentar lagi siang, kita istirahat dulu, bentar lagi makan siang," ujar Rizal.


Usai berganti baju, mereka duduk di pondok deket pantai dan memesan dua buah kelapa muda. "Kalian berdua, kami berdua," ujar Rizal memberikan satu buah kelapa muda. "Makannya mau pesan apa?" tanya Rian memberikan masing- masing sebuah menu.


Ketika sedang makan. "Ini enak Ay, biasanya suka," ujar Rizal menyuapi ikan bakar yang dipesannya. Rosa membuka mulutnya. "Iya Mas, enak, Ara minta sambelnya Mas, pengen cocol," ujarnya.


Rizal mendekatkan piring sambalnya. Mereka makan sambil bercanda tawa, sesekali Rizal menyuapi Rosa.


Rian dan Vivi berpandangan melihat tingkah laku mereka. "Mulai kalo udah berdua, dunia milik berdua yang lain ngontrak," ledek Rian. "Iya, kita yang pacaran berdua aja gak gitu-gitu amat," ledek Vivi. "Syirik aja lo," ujar Rosa mencubit lengan Rian.


"Aduuh, dicubit beneran, sakit tau," gerutu Rian menggosok bekas cubitan Rosa. Rosa hanya mencibir.


Rizal tertawa mengacak gemas rambut Rosa. "Makannya dihabisin dulu," ujarnya. "Iya, Rian tuch nyebelin," rengek Rosa dengan tatapan manjanya.


"Ngadu, ngadu, dasar tukang ngadu," gerutu Rian yang akhirnya membuat Rizal tertawa terbahak. "Kalian itu, kalo udah ketemu klop dah, kaya' anjing sama kucing," ujarnya. Menjelang sore merekapun pulang.


🌸🌸🌸🌸🌸


Hari berganti tanpa terasa liburan telah tiba, Susi telah lama menunggu moment ini, pasti Rinto akan liburan di Lembang ke rumah neneknya.


Walau liburan terkesan sebentar, tapi mereka slalu menghabiskan liburan bersama. Seperti sore ini, Susi mengajak Rinto jalan-jalan ke tempat-tempat rekreasi di Lembang.


"Besok kita mau kemana bu guide?" canda Rinto. "Kita ke puncak mau? " Tawar Susi


"Boleh juga tuch, kalo rame lebih seru lagi kali yach," ujar Rinto. "Iya yach, gue ajak Bayu dan yang lainnya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Keesokan harinya, merekapun pergi ke puncak dengan yang lainnya. "Sepertinya ada cinta terpendam nich," ledek Bayu. Susi mendelik. Bayu tertawa. "Apa sich tertawa? Kok gak ngajak-ngajak gue kalo ada yang lucu," ujar Rinto mendekati Bayu dan Susi.


"Gak ada kok Rin, kami lagi liat pemandangan dari atas ini bagus," ujar Susi mengalihkan pembicaraan. "Oh ya? Gue bisa ikutan donk," kata Rinta berdiri di samping Susi. Susi diam mematung. "Aduuh, jantung gue, kenapa jadi deg-degan gini?" gumam Susi menatap Rinto tak berkedip.

__ADS_1


"Elo bener Si, pemandangannya terlihat indah dari sini," ujar Rinta tanpa sadar merangkul bahu Susi yang membuat Susi tersentak. "Ehem, terpesona tuch," bisik Bayu. Susi hanya mendelik.


Mereka akhirnya bercanda tawa gembira. Menjelang sore, merekapun pulang.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


"Di Jakarta"


Hari berganti hari tanpa terasa liburan pun tlah usai. Rinto tlah kembali ke kota kelahirannya yaitu Jakarta. "Ngapain Vi?" kata Rinto tiba-tiba nongol depan pagar.


Vivi yang sedang asyik dengan tanamannya terlonjak kaget. "Elo Rin, ngagetin aja," gerutu Vivi. Rinto terbahak melihat kelakuan sahabatnya yang dicintainya dalam diam tersebut.


"Lagi ngapain," tanyanya mendekati Sofi. "Gue lagi mindahin bunga ini, mau ditaruh di sana," ujar Vivi menunjuk arah bunga yang akan ditaruhnya.


"Gue bantuin yach," tawarnya. "Boleh, gak ngerepotin emang?" tanya Sofi. Rinto hanya mengedikkan bahunya.


"Elo gak liburan Vi?" tanya Rinto sambil membantu Vivi memindahkan bunga. "Liburan, rumah nenek, tapi cuma satu minggu, terus pulang lagi," ujar Vivi.


"Kapan elo pulang ke sini?" tanya Vivi. "Kemaren sore, gue bawa ini untuk elo," ujar Rinto memberikan makanan khas Lembang dan sebuah topi yang cukuo lebar.


"Topi Rin? Elo tau aja topi kesukaan gue," ujar Vivi terbelalak kemudian memakai topi yang diberikan Rinto sambil bergaya. Rinto terbahak melihat kelakuan sahabatnya itu.


"Betah yach di Lembang sampe lupa pulang," ledek Vivi. "Ya, kepalang liburan Vi, dinikmatilah, gue kenaren sekalia ke puncak, seru loh, kami pergi rame-rame, selain Susi ada juga Bayu sahabat Susi," ujar Rinto.


"oh ya? Jadi pengen gue ikut liburan ke Lembang, tapi apa boleh sama Mama? Elo tau ndri Mama kan cerewet" gerutu Vivi. Rinto tertawa. Elo ini, gak boleh bilang gitu, Mama itu sayang sama elo, takut terjadi apa-apa sama elo bukan cerewet," ujar Rinto mengacak gemas rambut Vivi. Vivi hanya cemberut.


Merekapun bercanda tawa sampai menjelang petang.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β™₯️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2