Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 6 Awal dari Kebersamaan


__ADS_3

Di hari Minggu yang cerah Rizal menepati janjinya menjemput Rosa untuk menemani Rosa ke toko buku. "Kita tunggu taksi yach," kata Rizal. "Kok taksi Kak? Naek angkot aja gak papa kok," kata Rosa.


"Kakak gak suka klo elo deket-deket sama cowok laen klo naek angkot, klo naek taksi kan elo cuma deket sama Kakak," kata Rizal tersenyum menatap Rosa. Rosa terpana. "Senyum Kak Rizal manis banget," Gumamnya dalam hati.


"Kenapa?" tanya Rizal heran ketika Rosa menatapnya. Rosa menggeleng. "Kakak sama seperti Rian, slalu jagain Rosa dari cowok, itulah kenapa Rosa gak bisa jauh dari Rian," ucapnya peln.


"Ooh, itu taksi dateng, yuk pergi," kata Rizal. Merekapun pergi ke toko buku.


Usai belanja membeli buku, "Kita mau kemana Kak?" kata Rosa menatap Rizal. "Kita cari makan dulu yach, soalnya Kakak laper," kata Rizal.


"Terserah," kata Rosa berjalan mendahului Rizal. Rizal menatap Rosa. "Apakah gue bisa memenangkan hatinya dan mendapatkan cintanya?" gumamnya dalam hati.


"Lama banget sich jalannya, katanya mau makan, Rosa juga sudah laper," kata Rosa berbalik menyusul Rizal kemudian merangkul lengan Rizal dan menggamitnya.


Rizal hanya terdiam ketika Rosa merangkul lengannya. "Rosa, bisa-bisanya dia merangkul gue begini, buat jantung gue berdebar kencang gini," gumamnya dalam hati.


"Kita makan dimana Kak," kata Rosa. "Kaaak," teriaknya menarik lengan Rizal pelan karna gak ada respon.


Rizal tersentak. "Kita makan es cream yach, elo tinggal pilih es cream kesukaan elo," kata Rizal tersenyum.


Rosa terpana dengan senyuman Rizal. "Kak Rizal manis sekali senyumnya," gumamnya dalam hati.


"Kenapa? Kok diem?" kata Rizal. Rosa menggeleng. "Tenang aja, disana juga ada jualan nasi kok, elo bisa pesen nasi, sekarang kan udah waktu mkn siang," kata Rizal.


🌻🌻🌻🌻🌻


Ketika sedang makan. "Makasih Kak, udah nemenin Rosa hari ini," Kata Rosa. "Gak papa kok, klo ada apa-apa ntar telpon aja, kakak temenin, masih nyimpen kartu nama Kakak kan?" kata Rizal.


"Gak ngerepotin kak?" kata Rosa. "Gak kok, apalagi klo nemenin gadis manis seperti elo, "Kata Rizal. "Kak Rizal suka gitu." Kata rosa pelan menundukkan kepalanya.


Rizal tertawa mengacak gemas rambut Rosa. "Elo itu gemesin kalo gitu," Katanya. Rosa terdiam mengaduk es cream cappucinnonya.

__ADS_1


"Kaya'nya elo suka banget yach sama cappucinno," Kata Rizal sambil mengaduk sotonya yang sudah di campur dengan emping. "Iya Kak, tapi klo Rosa lagi stress dan galau Rosa lebih memilih minum coklat hangat," tutur Rosa.


"Kok bisa gitu?" tanya Rizal. "Gak tau, perasaan Rosa coklat hangat itu nenangin banget, apalagi klo habis berantem, emosi Rosa lebih cepet turun kalo minum coklat hangat," tutur Rosa.


"Ini enak loh, mau coba?" ucap Rizal menyuapi soto yang dia makan.


Rosa membuka mulutnya sambil menatap Rizal begitupun sebaliknya Aduuh, jantung gue mau copot," gumamnya dalam hati dan Rosa pun terbatuk karna salah tingkah.


"Hati-hati Sa," ucap Rizal memberikan minum pada Rosa. "Makasih kak," lirih Rosa menatap Rizal.


Rizal tersenyum. "Pelan-pelan minumnya," katanya membersihkan sisa minuman dibibir mungil Rosa dengan telunjuknya.


Jantung Rosa semakin berdegup kencang. "Aduh, jantung gue," gumam Rosa dalam hati. "Kenapa?" kata Rizal.


Rosa menggelengkan dan menundukkan kepalanya kemudian melanjutkan makannya.


Usai makan, Rosa minum sisa esnya sambil memainkan pipetnya, matanya memandang takjub ke arah hamparan hijau di samping tempat makannya tanpa sadar menyandarkan kepalanya di bahu Rizal.


Rizal tersentak mengatur kegugupannya. "Rosa seperti ini, buat jantung gue berdebar gini, jangan sampe dia tau," gumamnya memejamkan mata menikmati harum rambut Rosa.


"Kaaaak, kok diem sich?" kata Rosa menatap Rizal yang membuat Rizal tersadar. "Iya Sa, ada apa?" ucapnya menutup kegugupannya.


"Kakak kenapa? Kok kaya' orang gugup gitu?"tanya Rosa menatap Rosa yang membuat Rizal semakin gugup.


"Gak papa kok, di habisin makannya," Kata Rizal tersenyum mengacak rambut Rosa dan menciumnya. "Kaaak, kebiasaan dech, suka cium- cium Rosa di tempat umum, sama kaya' Rian," cerocos Rosa tanpa titik koma dan cemberut.


Rizal tertawa. "Elo itu yach, gemesin tau," Katanya mengacak gemas rambut Rosa.


Rosa terdiam. "Kak Rizal, kok gue tenang banget ada di deketnya, ketenangan itu lain yang gue rasakan ketika berada di dekat Rian, kenapa gue?" gumamnya memejamkan mata menikmati belaian Rizal.


"Udah belum makannya?" kata Rizal merangkul bahu Rosa. Rosa tersentak dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kita pulang yuk, udah sore " ajak Rizal. Rosa hanya mengangguk. Setelah makan akhirnya merekapun pulang.


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Ditempat kursus, ketika Rosa dan Vivi sedang asyik bercanda tawa berdua dijalan ketika sepulang kursus.


"Hai, pulang bareng yuk," kata Firman teman kursus Vivi dan Rosa yang menyukai Vivi tapi Vivi tak menyadarinya.


"Iya, gue juga ikutan donk pulang bareng, bukannya rumah kita searah yach?" kata Raihan yang ternyata menyukai Rosa tapi Rosa tak menyadarinya.


"Boleh kok, ya Vi?" tanya Rosa menatap Vivi. Vivi hanya mengangguk. "Tumben gak bareng Rian Sa, biasanya elo bareng sama Rian," kata Raihan.


"Rian tadi latihan, ada jadwal dadakan dari pelatihnya, jadi dia gak kursus hari ini," jawab Rosa.


"Oh gitu," ucap Raihan. Merekapun bercanda tawa bersama.


Disini awal dari keakraban mereka mulai terjalin.


🌺🌺🌺🌺🌺


"Hai Sa, sendiri?" tanya Bobby teman satu kelas Rosa yang suka dengannya duduk disamping Rosa. "Iya, tadi kan disuruh jawab pertanyaan sama kak Winda, siapa yang bisa jawab, dia bisa keluar,"jawab Rosa.


Berarti Rian belum keluar? Biasanya udah keluar?" tanya Bobby. "Udah, tadi Kak Mimi minta tolong angkat barang untuk kegiatan MOS kita," jawab Rosa.


"Kaya'nya Rian itu suka elo yach?" tanya Bobby. "Ach masa iya? Gak mungkinlah, kita deket dari kecil, dia gak bilang gitu sama gue," jawab Rosa.


"Iya, sepertinya protektive banget jaga elo, kaya'nya juga dia itu gak suka klo elo deket sama cowok," ujar Bobby. "Perasaan elo aja kali, tapi perasaan biasa aja." ucap Rosa.


"Gitu yach?" ujar Bobby. "Ya iyalah Bob, gak mungkin dia suka gue, dia itu udah kaya' saudara sendiri," ucap Rosa.


Merekapun tertawa dan bercanda tawa bersama sambil makan makanan yang mereka pesen. Dari situlah awal kedekatan Rosa dan Bobby berteman.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β™₯️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Maaf cerita di akun saya yang bernama Andra Marantika Solihan pindah ke akun saya yang baru ini karna ada sesuatu dan lain hal. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


__ADS_2