
Sekolah Rosa kedatangan tamu dari SMP Negeri 2, Rizal yang menjadi ketua OSIS menjadi super sibuk, Rian dan teman-temannya sebagian menjadi panitia termasuk Rosa.
Ketika Rosa sedang mendekor panggung, "Hai Sa, pa kabar? Udah lama gak ketemu," kata Rezan menepuk pelan bahu Rosa. Rosa terlonjak kaget. "Loh Rezan? Elo sekolah di SMP Negeri 2?" katanya terbelalak.
Rezan hanya tersenyum. "Siapa aja yang masuk sini dari SD kita?" tanyanya.
"Cuma gue sama Rian," jawab Rosa.
"Lain yach yang punya pengawal setia," canda Rezan merangkul bahu Rosa. "Ach elo Zan, yang lalu jangan diungkit lagi, itik buruk rupa akan tetap jadi itik buruk rupa gak akan jadi tuan putri," lirih Rosa pelan menundukkan kepalanya.
Rezan tertawa. "Gak kok Sa, dimata gue elo tetaplah tuan putri yang tercantik seperti kata Bayu dan Rian," kata Rezan mengacak rambut Rosa. "Karna elo itu cantiknya dari sini," sambungnya menunjuk dada Rosa.
"Lebay elo ach," ledek Rosa menoyor kepala Rezan yang membuat Rezan tambah tertawa. "Gue bantu boleh?" Katanya.
"Boleh, tapi apa gak repot? Ntar elo dicari sama rombongan loh." kata Rosa. Rezan hanya mengedikkan bahunya kemudian membantu Rosa.
Rizal yang melihat Rosa bercanda tawa dengan Rezan terpaku. "Siapa itu? Sepertinya kenal, kok deket banget dengan Rosa?" gumamnya dalam hati, mau mendekati gadisnya pekerjaannya masih banyak.
๐ป๐ป๐ป๐ป๐ป
ย ย ย ย Ketika Rosa sedang bercanda tawa dengan Rezan, tiba-tiba. "Sa, elo gue daftarin lomba memasak," kata Rian mendekati Rosa yang membuat Rosa membelalakkan matanya.
"Elo tu yach, suka aja semau2nya dengan gue," gerutu Rosa mengacak-ngacak rambut Rian. Rian tertawa menghindar.
Rezan yang melihat semuanya tertawa. "Elo emang gak pernah berubah Sa," katanya. "Loh Rezan? Elo juga ikut lomba?" Kata Rian ketika sadar ada Rezan.
"Iya Yan," jawab Rezan. "Lomba apa?" tanya Rian. "Basket," jawab Rezan. "Wah hebat lo Zan, kesampean jadi pemain basket," kata Rian merangkul bahu Rezan.
Rezan hanya tertawa. "Gue denger-denger, liburan nanti kita akan reunian, kalian ikut?" tanyanya. "Bayu udah dikabari, katanya dia mau pulang bareng Susi, sekalian liat tuan putrinya udah bahagia belum dan nemuin pangeran berkuda putihnya," candanya melirik Rosa.
__ADS_1
"Ngeledek, ngeledek, cerita lama di ulang terus," gerutu Rosa memukul pelan bahu Rezan. Rezan tertawa.
"Ya terang aja udah nemuin donk Zan, lah siapa dulu pengawalnya," canda Rian membusungkan dadanya. Rosa hanya mencibir. Akhirnya mereka tertawa bersama.
"Klo gue jadi Elo Yan, gue gak mau ach jadi pengawal Rosa, maunya ya jadi pangeran," canda Rezan merangkul bahu Rian. "Elo suka Rosa yach, gue tau dulu elo suka curi-curi pandang dengan Rosa," ledek Rian.
Rezan tertawa. "Gak lah, gue cuma pengen deket aja, tapi minder," ucapnya. "Loh kenapa minder?" tanya Rosa. "Gue nyadar diri Sa siapa gue, hanya anak penjual mainan, masuk sekolah aja karna beasiswa," lirih Rezan.
"Elo sich Sa, jadi cewek galak banget, jadi Rezan takut," ledek Rosa. " Yeeee, gak gitu juga kali, lah Rezan juga gak pernah gue apa-apain," jawab Rosa.
"Buktinya juga kita masih deket di SD yach Zan? Gara-gara tugas kelompok,"sambungnya. Rezan hanya mengangguk. Mereka pun bercanda tawa.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
ย ย ย ย ย ย Ketika sedang asik bercanda tawa, Rizal yang dari tadi bercanda tawapun mendekati Rosa, tiba-tiba, "dooooor!!" teriak Rizal memukul bahu Rosa pelan. Rosa terlonjak kaget. "Mas Angga ngagetin dech," rengek Rosa memukul pelan lengan Rizal berulang-ulang. Rizal hanya tertawa mengacak gemas rambut Rosa dan menciumnya.
"Loh kalian udah saling kenal toh?" kata Rosa. "Ya kenallah Sa, siapa yang gak kenal Kak Rizal, kapten basket dari sekolah elo, gue aja banyak belajar trik basket dari elo," jawab Rezan.
"Baguslah klo gitu, gak usah dikenalin lagi berarti," kata Rosa.
"Udah makan belum? Udah waktunya makan siang loh, Mas udah ambilin nasinya diruang panitia," kata Rizal.
"Rosa aja nich yang ditawari, kami gak? canda Rian. "Punya elo ya di kelompok lah, sengaja Rosa Kakak sisihkan karna nanti dapet nasi rendang, kasian perut Rosa," jelas Rizal.
"Jadi Kak Rizal ini," belum selesai Rezan ngomong. "Iya, pangeran berkuda putihnya Rosa," potong Rian.
"Elo beruntung dapet pacar kaya' Kak Rizal, Kak Rizal itu orangnya baik, ramah, gak sombong lagi," Kata Rezan. Rizal hanya tersenyum. "Yuk Ay, kita makan," tawarnya merangkul bahu Rosa.
"Kami duluan yach makannya," kata Rosa. Kemudian mereka pergi.
__ADS_1
ย ย ย ย ย ย Seperginya Rosa dan Rizal, "Rosa bener-bener pacaran denga Kak Rizal Yan?" tanya Rezan sambil menatap Rizal dan Rosa. "Iya, Kak Rizal dan Rosa udah deket sebelum kita masuk sekolah disini, jadinya gosip mereka pacaran di sekolah ini udah tersebar sebelum mereka pacaran," Jawab Rian. "Kenapa? Elo patah hati?" Ledeknya pada Reza.
"Bukannya gitu, berarti Kak Rizal dengan Amel udah putus?" tanya Rezan. Rian mengerutkan dahinya, "Putus? Perasaanย Amel dan Kak Rizal gak pernah pacaran," ucapnya bingung.
"Loh Amel dan Kak Rizal gak pacaran yach? Berarti Amel bohong sama gue donk," Kata Rezan. Rian tertawa, "Elo dibohongi Amel, emang Amel suka sama Kak Rizal, bahkan mengejar-ngejar Kak Rizal tapi Kak Rizal gak suka dia," jelasnya.
"Dasar Amel, dari dulu jadi tukang bohong," gerutu Rezan. Rian tertawa. "Yuk kita makan, bentar lagi waktu istirahat habis," ajak Rian merangkul bahu Rezan. Merekapun makan.
๐๐๐๐๐
ย ย ย ย ย ย ย ย ketika Rosa, Rian dan Rezan sedang bercanda tawa, "Udah mau pulang belum?" tanya Rizal mendekati gadisnya. "Belum Mas, bentar lagi yach, nungguin Rezan dijemput dulu," jawab Rosa.
"Yach udah klo gitu, Mas beres-beres dulu di ruang panitia, ntar nyusul aja kesana," terang Rizal mengacak rambut gadisnya.
Rosa mengangguk, "Titip Rosa Yan," ujar Rizal. Rian membentuk jari telunjuk dan jempolnya dengan angka nol tanda dia setuju.
"Walah Sa, kaya' anak kecil aja dititipin," ledek Rezan. "Maklum Zan, tuan putri, jadi pangerannya takut lecet," canda Rian. Rosa hany cemberut diiringi derai tawa Rian dan Rezan.
"Elo beruntung punya pacar seperti Kak Rizal Sa," ujar Rezan menatap punggung Rizal yang kian menjauh. "Iya Zan, gue seneng banget punya pacar kaya' Kak Rizal, Kak Rizal itu orangnya perhatian banget, bener-bener cowok idaman gue," jelas Rosa.
Selang agak lama, Rezanpun dijemput, "Yuk, gue duluan, ditunggu loh ketemuan pas reunian nanti," kata Rezan. "Ok," Kata Rian.
"Elo datang khan Sa?" tanya Rezan menatap penuh harap. Rosa hanya mengedikkan bahu. "Gue belum tau Zan, mau dateng apa gak," lirihnya. "Gak enaklah Sa klo gak dateng, Bayu dan Susi aja y jauh dateng, masa' elo gak," kata Rezan. "Kita liat aja nanti," lirih Rosa.
"Pokoknya elo harus dateng," ujar Rezan menepuk bahu Rosa pelan. "Gue pulang, udah dijemput," sambungnya melambaikan tangannya dibalas oleh Rian dan Rosa kemudian Rian dan lainnya pun ikut pulang.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, โฅ๏ธ, โญ, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all ๐๐๐.
__ADS_1