
Hari berganti waktupun berlalu, tanpa terasa Rosa dan teman-temannya sudah kelas sembilan SMP. Rosa menjabat jadi wakil OSIS dan Rianpun ketuanya. Rizal pun sudah kelas sebelas di SMA unggulan di daerahnya.
Hubungan dengan Rosa pun semakin dekat, Rizal slalu berusaha meluangkan waktu untuk gadisnya tersebut.
Pada suatu hari. "Siapa yang mau ikut Papa?" tawar Arya. "Kemana Pa?" tanya Rosa.
"Bandara," jawab Arya. "Jemput Siapa?" tanya Sinta.
"A' Wahyu, mau maen ke Surabaya," ujar Arya. "Ikuuuut," teriak Sinta dan Rosa bersamaaan.
"Dirga juga ikut Pa," ujar Dirga. "Ayi siap-siap sana," ujar Arya. Merekapun berangkat ke bandara.
Arya sangat tau Wahyu sangat dekat dengan anak-anaknya karna Wahyu adalah sosok Kakak yang mereka jadikan panutan terutama Rosa.
Wahyu adalah bawahan Arya di kantor, Wahyu sangat dekat dengan keluarga Arya termasuk anak-anaknya karna bagi Wahyu Arya adalah sosok orang tua yang mengayomi.
Wahyu menemukan kasih sayang sebuah keluarga ketika berada dengan keluarga Arya karna dia sendiri hidup sebatang kara.
Rosa tak menyadari kedatangan Wahyu ke Surabaya untuk mengurusi beasiswa yang didapat olehnya.
Tanpa sepengetahuan Rosa, Arya mengajukan beasiswa ke Bandung dan di bantu oleh Wahyu.
π»π»π»π»π»
Ketika di bandara, Rosa dan yang lainnya menyambut Wahyu. "Wah, adek-adek Aa' udah gede semua ini," ujar Wahyu merangkul mereka bertiga. "Ya iyalah A', dikasih makan," canda Dirga yang membuat semua tertawa.
"Pa Kabar Yu?" sapa Arya menatap Wahyu yang sedang mencium punggung tangannya. "Baik Pa," jawab Wahyu membalas pelukan Arya.
Ketika sedang berjalan pulang, tanpa sengaja Rosa melihat Rizal yang sedang merangkul seorang gadis. "Kak Rizal? Kak Rizal mempunyai pacar selain gue?" gumamnya menatap nanar Rizal yang sedang berangkulan dengan seorang gadis.
"Gadis itu emang lebih sgalanya dari gue," gumamnya matanya mulai memanas membentuk air di kelopak matanya yang sebentar lagi tumpah.
Rosa tak tau klo gadis itu adalah Iin sepupu Rizal yang baru datang dari Semarang untuk bersekolah di Surabaya.
"Kak ada apa? Liat apa sich?" ujar Dirga menyenggol bahu Rosa. Rosa tersentak kemudian menghapus air mata yang hampir tumpah. "Gak papa De', kita susul papa dan Kak Wahyu yuk," ajak Rosa mengalihkan pembicaraan.
Dirgapun mengangguk akhirnya menyusul Arya dan yang lainnya.
__ADS_1
πππππ
Semenjak kejadian di bandara, hari-hari Rosa dilalui dengan kemurungan. Dia lebih sering menyendiri daripada berkumpul dengan teman-temannya. Rian menyadari hal itu.
Rosa juga berusaha menghindari Rizal yang membuat Rizal tambah uring-uringan, dia lebih memilih di antar jemput oleh Wahyu daripada menunggu Rizal.
Di rumahpun dia lebih sering mengurung diri di kamarnya sambil memainkan aquarium kesayangannya yang diberikan oleh Rizal.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Suatu hari usai latihan latihan. "Yan, Kakak minta tolong dong," ujar Rizal. "Gue juga mau nanya Kak," ujar Rian.
"Kakak bingung," ujar Rizal mencari tempat duduk. "Masalah Rosa?" ujar Rian.
"Iya Yan, Kakak merasa Rosa menghindari Kakak, ada apa dengan dia?" lirih Rizal. "Gue juga belum tau pasti Kak, dia juga sering melamun di kelas sambil memainkan aquarium yang di beri sama Kakak, bahkan ketika istirahat pun dia akan tetap di kelas, terus klo gue tanya, dia slalu menggeleng dan ninggalin gue sendiri, kata Dirga juga klo dirumah sering mengurung diri di kamar," ujar Rian.
"Apa dia punya yang lain?" lirih Rizal menerawang ke langit tatapan matanya kosong. "Maksud Kakak," ujar Rian bingung.
"Iya, pengganti Kakak, karna Kakak dua kali melihat dia berjalan dengan cowok ketika di toko buku, ketika di dekati, dia pasti lari menarik tangan lelaki itu, lelaki itu sepertinya sangat dewasa, gak sebaya dengan kita, kemungkinan sebaya dengan Sir Arga dan Rosa memanggilnya dengan sebutan Aa'," ujar Rizal.
"Oooh itu, itu A' Wahyu Kak, bisa dibilang Kakak angkat Rosa lah, dia bawahan Papa di kantor dulu, sering main ke rumah sebelum mutasi ke Bandung tanah kelahirannya, dia sering main kesini, gak mungkin klo Rosa berpaling dengan A' Wahyu, gue juga kenal kok dengan A' Wahyu," jelas Rian.
"Jadi Kakak harus gimana?" ujar Rizal. "Ntar gue tanya dengan Rosa," ujar Rian.
Rizal mendesah. "Kakak takut Yan, Kakak takut kehilangan Rosa, Kakak bener-bener sayang dia, tapi klo memang dia lebih memilih lelaki yang bernama Wahyu, Kakak juga rela asal dia bahagia," lirihnya suaranya bergetar menatap nanar ke arah langit. Rian tercenung, dia tak menyangka sebesar itu rasa cinta Rizal untuk Rosa.
"Gak Kak, gue yakin cinta Rosa hanya untuk Kakak, gue yakin pasti ada kesalahpahaman, gue janji akan cari tau," ujar Rian. "Makasih Yan," ujar Rizal merangkul bahu Rian. Rian hanya tersenyum membalas rangkulan Rizal.
"Udah sore, yuk kita pulang," ajak Rizal. Merekapun beranjak dari duduknya dan pulang.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Pada suatu sore. "Sa, main sepeda yuk, gak bosen apa di kamar terus?" ajak Vivi nongol ke deket pintu kamar gadis itu. Rosa yang sedang melamun terkejut kemudian menghapus air matanya.
"Elo kenapa sich? Gue perhatikan akhir-akhir ini berubah?" selidik Vivi menatap Rosa yang sedang memainkan aquarium pemberian Rizal. Rosa hanya menggeleng. "Udah lama dateng?" tanyanya menatap Vivi. Vivi menangkap kesedihan di mata Rosa.
"Sa cerita dong, semua orang itu uring-uringan liat elo gini, terutama Kak Rizal, dia bingung elo hindari," ujar Vivi menatap Rosa. Rosa menggelengkan kepalanya. "Semuanya telah berakhir Vi," lirihnya menundukkan kepalanya. "Maksud elo? Kalian putus? Kalo kalian putus kenapa Kak Rizal uring-uringan elo hindari?" selidik Vivi.
__ADS_1
"Kak Rizal udah punya pacar lain," lirih Rosa pelan menundukkan kepalanya. "Gak mungkin Sa, elo tau dari mana?" ujar Vivi.
"Gue liat dengan mata kepala gue sendiri Vi, ketika gue menjemput A' Wahyu di bandara," ujar Rosa. "Gadis itu cantik, lebih cantik daripada gue, putih, tinggi, dan rambutnya panjang," ujar Rosa menatap nanar ke langit, tatapan hampa dan kosong.
Matanya memanas, tak pelak bulir-bulir air mata jatuh dari sudut mata indahnya.
"Rosa," ucap Vivi memeluk Rosa.
Rosa semakin terisak dipelukan Vivi. "Elo yang sabar yach, gue janji nanti gue cari tau," bisik Vivi membalas pelukan Rosa.
Rosa hanya menggelengkan kepalanya yang masih berada dipelukan Vivi.
"Tapi Kak Rizal malah merasa elo yang menduakan dia karna dia,pernah liat elo jalan dengan cowok yang gak kenal dia dan elo manggilnya Aa'," ujar Vivi. "Maksudnya? A' Wahyu? A' Wahyu itu Kakak gue Vi, sampe sekarang pun akan tetap jadi Kakak gue, diapun tau seberapa besar gue sayang Kak Rizal," ujar Rosa.
"Gue harus cari tau, akan gue ceritakan dengan Rian," gumamnya dalam hati.
πΉπΉπΉπΉπΉ
Ketika istirahat di sekolah, Rian mendekati Dirga yang sedang makan di kantin.
"Mana Kak Rosa De'?" Biasanya bareng sama Kak Rosa jajannya," tanyanya mendekati Dirga. "Kak Rosa di kelas Kak, dia males jajan katanya," jawab Dirga.
"Tau gak kenapa Kak Rosa uring-uringan akhir-akhir ini?" selidik Rian. Dirga menggeleng. "Setau Dirga, Kak Rosa berubah sepulang kami jemput A' Wahyu, sepertinya dia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut dan Dirga gak tau itu apa, Sinta juga nanyain, tapi Kak Rosa tetap bungkam," ujar Dirga.
"Yach udah kalo gitu, Kakak ke kelas nemuin Kak Rosa," ujar Rian. Dirga menganggukkan kepalanya. Rian pun berlalu menuju kelas.
π₯π₯π₯π₯π₯
Rian mencari Rosa yang ternyata berada di samping kelas. "Sa, ada apa?" ujar Rian mendekati Rosa.
Rosa terkejut menghapus air matanya. "Sejak kapan elo disana?" tanyanya. "Sejak elo mandangin aquarium itu," ujar Rian duduk disamping Rosa dan merangkul bahunya.
Tanpa sadar Rosa pun menjatuhkan kepalanya di bahu Rian. Diapun terisak. Mengalirlah cerita dari mulutnya tentang Rizal sambil sesegukan.
"Elo salah liat kali Sa," ujar Rian. Rosa menggeleng. "Gue gak tau Yan, tapi gue bener-bener liat dengan mata kepala gue sendiri," isak Rosa.
"Gue janji akan cari tau Sa, tapi elo jangan gini terus yach, inget ntar typus elo kambuh, kan elo gak bisa kecapekan," ujar Rian. "Yuk masuk, bentar lagi bel," ajaknya merangkul bahu Rosa. Rosa hanya mengangguk kemudian mengiringi Rian.
__ADS_1
πππππ
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β₯οΈ, β, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all πππ.