Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus

Kekuatan Cinta Sejati Yang Tulus
Bab 44 Cemburu Part 2


__ADS_3

Hari berganti hari waktu pun berlalu, tak terasa Rosa dan temannya sudah melewati ujian akhirnya. Rizal berencana mengajak Rosa makan bareng karna mereka telah lama gak makan bareng.


Karna kesibukan Rosa mengikuti ujian akhir dan laporan pertanggung jawaban sangat menyita waktu gadis itu dan Rizal memahami hal itu.


Dia menemui Rosa di tempat kursus. Langkahnya terhenti ketika melihat pemandangan kedekatan Wahyu dan gadisnya itu.


Matanya menatap nanar ketika melihat Wahyu mengacak rambut Rosa yang sering di lakukannya, melihat Rosa merengek manja yang membuat hatinya tak menentu. Dia benar-benar takut Rosa akan berpaling darinya karna Rizal tau Rosa bisa jadi sosok gadis yang manja ketika dia merasa nyaman dengan seseorang termasuk dengan dirinya.


Baru dia membalikkan badan. "Mas Angga!! Tunggu!!" teriak Rosa berlari menghampiri Rosa. "Mas Angga mau kemana?" tanyanya menatap mata elang lelakinya. Rizal balik menatap gadisnya. Tatapan yang penuh cinta untuk dirinya


"Rencananya tadi mau ngajak Ara makan, tapi kaya'nya sedang sibuk, Mas ganggu, jadi mau pulang," lirih Rizal. "Kok gitu," rajuk Rosa menatap manja Rizal dan cemberut dan merangkul lengan Rizal.


Rizal mendesah, hatinya selalu kalah ketika mata gadisnya menatap seperti itu dan Rosa sangat tau itu. "Selalu aja seperti ini," lirihnya.


"Mau pulang sama Rizal?" tanya Wahyu mendekati Rosa dan Rizal. Rosa mengangguk. "Tolong bilang sama Mama yach A'," ucap Rosa.


"Beres," balas Wahyu mengacungkan jempolnya. "Titip Rosa," ujarnya menatap Rizal.


Rizal hanya mengangguk. "Aa' pulang, jangan pulang terlalu sore," ujar Wahyu mengacak rambut Rosa.


"Ya Aa' kaya' gak tau Mama aja, jam 5 teng kan harus di rumah," rajuk Rosa cemberut yang membuat Wahyu tertawa kemudian dia berlalu menuju mobilnya.


Rizal mendesah menatap Wahyu. 'Apa iya hubungan mereka hanya sebatas kakak adek? Sedangkan Rosa sepertinya terlihat nyaman sekali deket dengan Kak Wahyu,' gumamnya dalam hati. "Kita mau kemana Mas?" ujar Rosa menatap Rizal.


Rizal masih terpaku. "Maaas!!!" rengek Rosa menatap bergelayut manja di lengan Rizal yang membuat Rizal tersentak. "Suka gitu dech, Ara ngomong gak diperhati'in," rajuk Rosa cemberut.

__ADS_1


Rizal tersenyum menatap gemas Rosa. "Kita makan yach, udah lama gak makan bareng, Mas kangen," ujarnya mencium pelipis Rosa. "Makan di mana?" tanya Rosa.


"Terserah, Ara mau makan di mana, yuk kita pergi," ajak Rizal merangkul bahu Rosa. Rosa menggenggam tangan Rizal yang berada di pundaknya.


🌷🌷🌷🌷🌷


Diperjalanan. "Kaya'nya Ara deket banget dengan A' Wahyu Ay," ujar Rizal. "Iya Mas, Ara seneng bisa punya Kakak seperti dia, kata Papa A' Wahyu itu udah gak punya keluarga lagi, jadinya dia udah menganggap Papa itu ortunya sendiri dan kami adalah adek-adeknya," ujar Rosa.


"Biasanya kalo Kakak adek angkat itu bisa jatuh cinta loh Ay," sindir Rizal menatap Rosa. Rosa menemukan kegelisahan di mata elang lelakinya.


"Iya sich, banyak kejadian seperti itu, tapi itu gak mungkin terjadi dengan Ara," ujarnya. "Bisa jadi Ay, apalagi kalo sering bersama," sinis Rizal


"Kok Mas Angga bilang gitu? Mas Angga gak percaya dengan Ara?" selidik Rosa menatap tajam Rizal. Rosa menemukan kegelisahan di mata Rizal. Rizal menundukkan kepalanya. "Maafin Mas Ra, Mas bener-bener takut kehilangan Ara,"lirih Rizal.


"Mas, perlu Mas ketahui, disaat ada orang yang berusaha menanamkan cinta di hati Ara, Ara akan menjaga cinta itu dan dia akan memetik cinta tulus di hati Ara, ditambah dia slalu memberi pupuk kesetiaan dan kasih sayang dengam Ara, itu semua belum ada yang memberikan kecuali Mas Angga," ujat Rosa menatap mata elang Rizal dan menggenggam tangannya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Rizal mengiringi Rosa. "Ay, bukankah kita pernah berjanji gak akan pernah ada ketertutupan antara kita?" ucap Rizal menatap Rosa. Dia menemukan kesedihan di mata gadis itu.


"Ay," ujar Rizal menatap Rosa setelah memesan makanan. Dia melihat kesedihan yang tersirat di mata gadisnya. "Bukankah kita pernah berjanji gak akan pernah ada ketertutupan di antara kita?" sambungnya.


Rosa menundukkan kepalanya. "Ara gak tau, apakah masih ada cinta di hati Mas untuk Ara ketika Ara pulang nanti karna terlalu jauh jarak yang kita tempuh," lirihnya suaranya bergetar, matanya pun berkaca-kaca.


"Denger Mas, ini, di sini," ujar Rizal menggenggam tangan Rosa dan meletakkannya di dadanya. "Semuanya milik Ara," sambungnya menatap Rosa. Rosa menemukan kesungguhan di mata lelaki itu.

__ADS_1


"Mas akan slalu jadi tempat Ara kembali, akan slalu jadi bulan untuk Ara, akan slalu jadi pantai tempat Ara kembali ketika pergi jauh," ujar Rizal. "Udah gak usah sedih, Mas jadi ikut sedih," sambungnya mengacak rambut Rosa.


"Tuch makanan udah dateng, kita makan dulu," ajaknya lagi. Rosa pun pindah duduk di samping Rizal. "Loh kok pindah?" ujar Rizal.


"Ara mau makan disuapi dengan Mas," rengek Rosa menatap manja Rizal. Rizal tertawa. "Ini yang ntar Mas kangenin dari My Sweety," ujarnya merangkul bahu Rosa dan mencium rambutnya.


🌱🌱🌱🌱🌱


Ketika usai latihan, Rizal termenung memandang rerumputan. "Ada masalah Kak? Kok kaya'nya tadi pas latihan gak konsentrasi?" ujar Rian mendekati Rizal. Rizal mendesah. "Kakak takut Yan, takut banget," ujarnya menatap Rian. Terlihat kegelisahan di matanya.


"Kakak takit kehilangan Rosa," lirih Rizal. "Kenapa Kakak berfikiran seperti itu?" ujar Rian.


"Kedekatannnya dengan A' Wahyu Yan, kemaren Kakak liat dia bermanja-manja dengan A' Wahyu, tau sendiri kan Rosa? Dia akam bersikap seperti itu ketika dia merasa nyaman dengan seseorang," lirih Rizal. "Ya emang Rosa nyaman dengan A' Wahyu Kak, masalahnya A' Wahyu emang udah deket dengannya dari dia kecil," ujar Rian.


"Yang jadi masalahnya, Papa menitipkan Rosa itu dengan A' Wahyu Yan, Kakak bener-bener takuy dalam waktu tiga tahun, seiring kebersamaan mereka, Rosa akan berpaling, kan elo tau deket dengan Rosa itu harus deket di hatinya?" ujar Rizal.


"Rosa bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta, ketika dia memilih mencintai, dia akan setia dengan yang dipili walau banyak yang mendekato, Kakak kan tau sendiri? Mendapatkan hati Rosa iu sangat sulit dan butuh proses?" tanyaΒ  Rian.


"Iya juga, tapi bukannya cinta bisa tumbuh seiring kebersamaan?" tanya Rizal. "Gak mungkin Kak, gue tau sayang Rosa terhadap Kakak itu sangatlah besar," ujar Rian.


"Semoga, mungkin Kakak yang terlalu parno karna Kakak terlalu takut,kehilangan Rosa, karna Kakak gak yakin ada gadis yang bisa mencintai kakak sebesar rasa cinta Rosa untuk Kakak," lirih Rizal.


"Gue ngerti kok Kak," ujar Rian menepuk bahu Rizal. "Sudahlah, yuk kita pulang," ajak Rizal merangkul Rian. Mereka pun pulang.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹

__ADS_1


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β™₯️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


__ADS_2