
Ketika sedang makan es campur di waktu istirahat sehabis pelajaran olahraga. "Kaya'nya makin deket aja sama Kak Rizal, udah jadian yach?" tanya Vivi mendekati Rosa. Rosa menggeleng. "Gue cuma jalan bareng aja kok," jelasnya.
"Jadi elo belum jadian?" tanya Retno. Rosa menggeleng. "Kak Rizal gak pernah nembak gue," katanya. "Lagian juga gue gak terlalu berharap, deket begini udah cukup kok," sambungnya pelan.
Vivi dan Retno berpandangan. "Elo suka yach sama Kak Rizal?" tanya Untari.
Rosa mengedikkan bahunya. "Gue gak ngerti dengan perasaan gue sendiri," ucapnya. "Gue yakin elo suka dia Sa, bukankah Kak Rizal itu memenuhi kriteria cowok impian elo?" tanya Vivi.
"Gue ngerti, Mas Angga yang sering Rian goda dengan elo itu Kak Rizal," ucap Retno. "Iya Ret, Mas Angga itu Kak Rizal," balas Vivi.
"Berarti elo bener-bener suka sama Kak Rizal," selidik Untari. "Gue gak ngerti perasaan gue Tar," ujar Rosa.
"Gue tenang banget klo deket dengan Kak Rizal, tapi terkadang deg-degan klo deket dia, gue gak tau dan gak ngerti dengan perasaan gue," ujar Rosa pelan.
"Berarti elo itu udah suka dengan Kak Rizal Sa," selidik Untari. Rosa mendesah. "Gue juga gak tau Tar, lagian juga gue gak mau terlalu berharap banyak, gue takut kecewa, Kak Rizal kan udah punya pacar," ujar Rosa.
"Iya Sa? Setau gue belum," ucap Retno. "Iya walau belum tapi kan dia udah ada cewek yang dia suka Ret," ujar Rosa.
"Elo tau darimana?" ucap Retno. "Kan kemaren gue udah cerita, gue nemenin dia beli arloji?Terus dia bilang itu untuk sesorang yang spesial di hatinya, siapa lagi coba kalo cewek yang dia taksir." Kata Rosa.
Vivi dan yang lainnya tersenyum berpandangan karna mereka tau arloji yang di beli Rizal untuk Rosa dan Rosa tak menyadarinya.
Ketika sedang asyik bercerita, tiba-tiba. "Ayo cerita apa, jadian yach sama Kak Rizal, gue denger tadi sebut-sebut nama Kak Rizal." Kata Rian memukul pelan kedua bahu Rosa dari belakang.
Rosa terlonjak kaget, es campurnya terlepas dari tangannya dan tumpah mengenai baju olahraganya.
"Riaaaan, elo ini nyebelin banget sich, es campur gue tumpah kan jadinya!!!" teriak Rosa mengacak-acak rambut Rian. "Aduuuh, duh, sakit tau," ujar Rian menghindar.
"Nyebelin ich, es campur gue habis semua kan," ujar Rosa cemberut.
"Mulai-mulai kalo udah ketemua duo R ini, heboh seperti satu kampung," ledek Retno. Yoga tertawa.
"Elo tuch yach, jadi cowok manis sehari aja untuk gue bisa gak?!" teriak Rosa. "Gue? Jadi cowok manis untuk elo? Gak denger suara elo teriak-teriak donk, gak lengkap donk hari gue " ledek Rian merangkul bahu Rosa.
__ADS_1
"Ganti es gue!!!" teriak Rosa. "Tukang jualannya gak ada lagi, udah diusir satpam," ujar Rian.
"Yach kan, padahal gue lagi enak-enaknya makan es campur," ucap Rosa cemberut.
"Ntar besok gue ganti pas kita kursus b Inggris," ujar Rian.
"Bener yach? Gue tagih loh besok," ujar Rosa menunjuk Rian.
"Janji," ucap Rian menyodorkan kelingkingnya. "Janji," ujar Rosa menautkan kelingkingnya ke kelingking Rian kemudian menyatukan jempolnya ke jempol Rian dan bersalaman.
"Elo jadian sama Kak Rizal?" selidik Rian. Rosa menggeleng. "Dia gak nembak gue, elo bohong sam gue yach, Kak Rizal kan udah punya pacar pake ngomong suka gue," sambungnya menunjuk Rian.
"Gak Sa, gue gak bo'ong, tunggu aja sampe dia nembak elo, percaya gue," ujar Rian memegang kedua tangan Rosa. Rosa mencibir.
"Bukannya kata elo Kak Rizal bilang sayang dengan elo? Berarti udah nembak elo donk," ujar Yoga.
"Gak lah, klo bilang sayang, Rian juga sering, berarti gue pacaran dunk sama Rian, gak mungkin kan? Gak mau gue punya pacar kaya' Rian, bisa naek darah terus gue tiap hari," jelas Rosa.
"Klo Kak Rizal? Kak Rizal tipe cowok elo banget kan?" canda Rian tersenyum nakal merangkul bahu Rosa.
"Kenapa Sa? Malu? Biasa aja kali, kami udah biasa liat kemesraan kalian, belum jadian aja udah gini, apalagi klo udah jadian," ujar Gavin.
"Bukan gitu, gue gak mau buat masalah, ntar dilabrak orang," lirih Rosa.
"Loh kenapa? Bukannya gosipnya elo udah pacaran ma Kak Rizal?" tanya Gavin.
"Iya, ada yang gak terima," lirih Rosa. "Kak Rizal juga pake ngaku-ngaku jadi pacar Rosa," gerutu Rosa.
Rizal tertawa mengacak gemas rambut Rosa. "Kenapa baju elo? Kok kotor semua?" katanya.
"Tuch kerjaan Rian," gerutu Rosa. "Kenapa?" ucap Rizal. Rosapun menceritakan kejadiannya dengan Rian yang menyebabkan bajunya basah dengan gayanya tanpa titik koma.
Rizal tertawa. "Kok tertawa? Emang ada yang lucu?" rajuk Rosa cemberut.
__ADS_1
"Elo yang lucu, gemesin tau gak?" ujar Rizal mengacak gemas rambut Rosa. Rosa menatap Rizal, pandangan mereka bertemu, ada getaran aneh dalam dada mereka berdua. Rosa mengerjapkan matanya tanda salah tingkah.
Semua mata menatap mereka berdua dan saling senggol. "Ciyee, ciyee, yang cintanya sedang bersemi," ledek Rian membuat mereka tersadar.
Rosa melotot menoyor kepala Rian kemudian melenggang pergi.
"Hei mau kemana?!" teriak Rian. "Ke kelas, males gue deket elo, naekin darah terus!!" teriak Rosa.
Rizal menatap Rosa tak berkedip. "Rosa itu emang gemesin," katanya.
Seperginya Rosa. "Jadi besok kak?" tanya Rian. "Jadilah, ntar sore kerumah ambil arloji sama bonekanya, kuenya besok aja diambil, kami pergi duluan ke sana, ntar kalian nyusul," jelas Rizal.
"Dimana?" tanya Rian. "Di tempat biasa kami makan, ntar elo yang minta tolong sama pramusaji untuk anterin arlojinya yach," ucap Rizal.
"Mau ngapain sich?" tanya Untari. "Ooh gue tau, mau nembak Rosa pasti ini, besok kan Rosa ultah," ucap Vivi.
"Anak pinter, inget aja klo besok Rosa ultah," kata Rian menepuk pelan pucuk kepala Vivi.
"Berarti kita makan-makan dunk," kata Yoga. "Walah Ga, Ga, elo itu klo masalah makan, langsung cepet," ledek Retno. Semua tertawa .
"Sepertinya Rosa emang nunggu dech Kakak nembak dia," ucap Retno. "Iya Kak, Rian tadi dibilangin tukang bo'ong sama Rosa karna Kakak gak nembak-nembak dia," ucap Gavin.
"Oh ya? Emang dia cerita apa aja dengan kalian tadi?" tanya Rizal. Vivi dan yang lainnyapun menceritakan apa yang dirasakan oleh Rosa slama ini ketika dekat dengan Rizal.
"Iya Kak, berarti bener kata Rian dia suka sama Kakak," ucap Yoga.
"Rosa menghindari Kakak itu karna dia mau berusaha menghapus rasanya terhadap Kakak, biar gak sakit ketika tau cintanya bertepuk sebelah tangan karna dia sadar diri Kakak siapa dan dia siapa dan dia merasa gak pantas untuk Kakak," jelas Vivi.
"Pokoknya rencana besok jadi, kakak percayakan pada kalian, rencananya seperti yang tlah di rencanakan, atur semuanya Yan," jelas Rizal.
"Gue mau ganti baju ach, udah istirihat, bentar lagi masuk," ujar Retno. "Gue ikut!!!" teriak Vivi dan Untari bersamaan. Merekapun mengikuti langkah Retno. Akhirnya diikuti oleh yang lainnya
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, ♥️, ⭐, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.