
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya kalo ceritanya membosankan dan typo bertebaran dimana-mana, tolong kritik dan sarannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β₯οΈ, β, vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all πππ.
π»π»π»π»π»
Sepulang dari acara, Rosa pamit dengan Fikri ingin keluar dengan Rizal untuk melepas rindu.
Di taman, "Janji yach jangan lama, ntar Ara sakit," ujar Rizal merangkul bahu Rosa. Rosa hanya menganggukkan kepalanya kemudian berlari-lari kecil menyusuri jalan setapak si taman kemudian duduk di pondokan yang berada di taman.
Rizal hanya mengiringi gadisnya dari belakang. Dia duduk di samping Rosa dan merangkul gadis itu.
Rosa menjatuhkan kepalanya di pundak Rizal. Rizal membelai rambut Rosa yang berada di pundaknya.
"Tadi Fikri banyak cerita tentang Ara," ujarnya. "Oh ya? Emang cerita apa?" ujar Rosa mendongakkan kepalanya.
"Banyak, termasuk cerita tentang gadis Mas ini yang tetap aja jadi primadona sekolah, tapi Ara masih tetap bertahan karna Mas," ujar Rizal. "Makasih yach," sambungnya mencium rambut Rosa.
"Ara kan sayang Mas, Mas gak mau kehilangan Mas," ujar Rosa. "Tapi Fikri heran loh liat gadis Mas ini berubah seratus delapan puluh derajat," ujar Rizal.
"Maksudnya?" ujar Rosa bingung. "Iya berubah jadi kekanak-kanakkan, padahal di Bandung, gadis Mas ini, orangnya dewasa, tertutup, ceria dan supel," ujar Rizal.
"A' Wahyu pernah bilang dengan Ara, ketika kita hidup diperantauan, kita gak boleh cengeng, lemah dan mudah ngeluh, apalagi sama orang, karna gak semua orang baik dengan kita itu beneran tulus bantu kita keluar dari masalah, malah kebanyakkan memanfaatkan ketika kita punya masalah," ujar Rosa.
"Ara gak capek gak jadi diri sendiri?" ujar Rizal sambil memainkan rambut Rosa dengan jarinya. "Gak, kan udah ada A' Wahyu dengan Teh Novi, bagi Ara mereka berdua udah cukup untuk tempat berbagi," ujar Rosa.
__ADS_1
"Termasuk hubungan kita?" ujar Rizal. Rosa menganggukkan kepalanya. "Tapi akhir-akhir ini A' Wahyu sering bilang kalo Ara harus jujur dengan mereka, terutama tentang hubungan kita," ujarnya sambil meraba pipi Rizal.
"Ara tau kenapa A' Wahyu begitu?" ujar Rizal. Rosa menggeleng. "Karna A' Wahyu tau Andre suka dengan Ara," ujar Rizal.
"Kok bisa tau? Ara kan gak cerita?" ujar Rosa menatap Rizal. "Karna A' Wahyu cowok dan bahasa tubuh Andre mengatakan kalo Andre sayang Ara tulus dari hatinya, Mas aja bisa liat kok dari cara dia menatap Ara, makanya kenapa A' Wahyu cuma percaya dengan Andre dan Fatur untuk mengantar Ara kemana-mana, karna cuma mereka berdua yang tulus sama Ara," ujar Rizal.
"Mas bener, Andre emang baik banget sama Ara, dia slalu ada untuk Ara, ketika dia mengutarakan isi hatinya Ara sempet syok, karna Ara gak menyangka akan jadi begini, Ara fikir perhatian dia itu sama seperti Fatur perhatian dengan Ara, menganggap sahabat," lirih Rosa.
"Karna itu Ara merasa bersalah dengannya gak bisa jujur tentang hubungan kita dari awal?" ujar Rizal. Rosa mengangguk. "Andai Ara jujur dari pertama, Andre gak akan pernah sampe suka Ara," lirih Rosa sambil memainkan bibir Rizal.
"Gak ada yang salah kok, semua itu kan mengalir apa adanya," ujar Rizal memainkan rambut Rosa dan menciumi pipi Rosa berulang-ulang. Rosa terdiam menikmati perlakuan lembut Rizal.
"Mas kangen banget dengan Ara, biar seperti ini untuk sesaat," bisik Rizal memeluk erat lama memejamkan matanya menikmati harum tubuh Rosa yang slalu jadi candunya. Rosa terdiam dalam pelukan Rizal.
Rosa terlonjak. "Maaaaaas, nyebelin ich, sakit tau," rajuk Rosa cemberut. Rizal tertawa. "Karna itu A' Wahyu rela di bilang bodyguard Ara, karna dia tau Ara gak akan pernah peka menghadapi lelaki yang suka Ara," ujarnya merangkul erat tubuh Rosa dan mencium rambut gadis itu lama menikmati harumnya rambut Rosa.
Rosa memejamkan matanya menikmati rengkuhan Rizal sambil mendengarkan detak jantung lelakinya yang membuatnya tenang. Rizal semakin erat memeluk Rosa.
"Kenapa Ara menyembunyikan hubungan kita dari orang?" ujar Rizal. "Mereka gak nanya, ya Ara juga gak cerita," ujar Rosa.
"Bukan karna ingin mencari yang lebih dari Mas termasuk Andre?" ujar Rizal. "Maaaas, kok ngomong gitu sich? Nyebelin ich," rajuk Rosa cemberut melepaskan rangkulan Rizal kemudian berdiri.
Rizal terkekeh kembali merengkuh Rosa dari belakang meletakkan dagunya di bahu Rosa. "Mas bercanda Ay," goda Rizal menciumi pipi Rosa secara terus menerus dari belakang. Rosa berbalik. "Mas kan tau, Ara bener-bener gak bisa kehilangan Mas, bener-bener gak bisa, kok Mas bisa mikirnya gitu?" rajuknya memonyongkan bibirnya kemudian duduk di pondokkan.
__ADS_1
"I believe you, honey," ujar Rizal membingkai Rosa. "I can't lose you cause you are my life," lirih Rosa menyandarkan kepalanya di dada bidang Rizal.
"Mas, ada es cream, Ara mau beli es cream itu," ujar Rosa menunjuk es cream. Rizal masih bergeming mencium pipi Rosa tiada hentinya sambil memainkan rambutnya.
"Maaaas," rengek Rosa ketika tidak mendapat respon dari Rizal. "Heeeem," ujar Rizal masih mencium pipi dan rambut gadisnya secara berulang.
"Maaas, buruan ich, ntar es cream nya keburu jauh," rajuk Rosa cemberut. "Iya, iya, ich gadis Mas ini manja banget sich," goda Rizal menowel dagu Rosa.
"Habisnya lama banget, tukang es cream nya keburu jauh," ujar Rosa. "Yach udah Mas beli dulu," ujar Rizal berangkat dari duduk.
"Ikuuut," rengek Rosa. Rizal terbahak. "Dasar manja, janji sudah ini pulang," ujarnya mengacak gemas rambut Rosa.
"Suapin," ujar RosaΒ manja. Rizal tertawa. "Gadis Mas ini makin manja aja, pantes teman-temannya jadi heran semua," ujarnya mengacak gemas rambut Rosa.
Rosa hanya cemberut. "Gak papa kok, Mas suka, tapi hanya dengan Mas aja yach," godanya mengacak gemas rambut Rosa sambil menyuapi Rosa es cream.
"Awas hati-hati," ucapnya membersihkan sisa es cream di bibir mungil Rosa dengan telunjuknya.
Rosa tiba-tiba memeluk Rizal. "Ada apa?" ujar Rizal membelai rambut Rosa yang panjang itu. Rosa tambah erat memeluk Rizal.
Rizal tambah bingung. "Ay, ada apa?" ujar Rizal. Rosa hanya menggelengkan kepalanya dalam pelukkan Rizal, tak tau kenapa dia benar-benar takut kehilangan Rizal seperti mempunyai firasat Rizal akan pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Rosa, apakah dia tau kalo gue punya rencana mengikhlaskan dia dengan Andre aga dia gak dihantui rasa bersalah?' gumam Rizal membalas pelukkan Rosa. 'Mas Angga, kenapa gue bener-bener takut kehilangan dia? Apa dia akan pergi ninggalin gue?' gumam Rosa dalam hati.
__ADS_1
"Udah sore, pulang yuk, besok masih banyak kegiatan loh," ajak Rizal. Rosa mengangguk, kemudian mereka pun pulang.