
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like,β₯οΈ,vote, hadiah dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all πππ.
π»π»π»π»π»
Hari berganti, waktupun berlalu, tanpa terasa Rosa dan teman-temannya sudah tiga hari studi banding di Surabaya.
Ketika istirahat siang, Rosa sedang memandang taman bunga dibelakang ruang OSIS tiba-tiba ada yang merangkul bahu Rosa. "Hai Sa," sapa Bobby. Rosa terlonjak kaget. "Bobby? Ngapain elo di sini?" ujarnya terbelalak kaget.
"Elo masih seperti dulu, cantik," bisik Bobby di telinga Rosa. "Apalagi mata elo yang terbelalak seperti tadi, indah," bisiknya lagi mendekatkan bibirnya ke leher Rosa.
"Apaan sich lo," gerutu Rosa melepaskan rangkulan Bobby dan berbalik meninggalkan Bobby tapi dengan cepat Bobby menarik tangan Rosa sehingga Rosa terjatuh dipelukan Bobby.
Rosa berusaha melepaskan rangkulan itu. "Lepasin gue Bob," ujarnya. "Gue akan lepasin elo kalo gue boleh mengecup bibir elo yang seksi," goda Bobby tersenyum nakal dan merapatkan tubuh Rosa ke dinding.
"Jangan Bob, LEPASIN GUE!! " teriak Rosa memberontak. Bobby masih mencoba mengecup bibir Rosa. Rosa mulai terisak. "BOBBY LEPASIN GUE!!" teriaknya semakin terisak. "Bob, lepasin gue, sakit," ujar Rosa berusaha mendorong Bobby.
Andre yang tak sengaja lewat ruang panitia mendengar teriakan Rosa, dia langsung ke asal suara.
Andre kaget melihat Rosa yang sedang berusaha melepaskan diri dari pelukan seorang lelaki dan akhirnya memukulnya. Bobby yang tak siap dengan pukulan Andre terjatuh.
Rosa terduduk terisak. "SIAPA ELO?! ELO APAIN ROSA!" teriak Andre memukul wajah Bobby. "ELO GAK TAU APA-APA, KENAPA IKUT CAMPUR HAAAH?!" teriak Bobby membalas pukulan Andre. Andre membalas pukulan bobby.
"Gue gak peduli hubungan elo sama Rosa siapa yang pasti gue gak suka kalo Rosa disakiti," ujar Andre memukul Bobby tanpa ampun hingga babak belur. Bobby lari menjauh dari Rosa dan Andre.
Andre mendekati Rosa yang sedang duduk terisak memeluk kedua lututnya. "Elo gak papa Sa?" ujar Andre membantu Rosa berdiri. Rosa menggeleng, masih terdengar isak tangisnya dengan wajah dibenamkan di kedua lututnya. "Sa, yuk kita ke dalam aja," ajak Andre membantu Rosa berdiri.
Rosa masih terdiam, lututnya masih gemetar ketakutan karna trauma. "Siapa tadi Sa? Kenapa dia kasar banget dengan elo?" tanya Andre membantu Rosa berdiri. Rosa hanya terdiam.
"Bisa jalan? Gue bantu," tawar Andre merangkul bahu Rosa. "Gue takut Ndre, gue takut, anter gue nyari Mas Angga," isak Rosa memeluk Andre, jantungnya berdegup kencang karna ketakutan dan Andre merasakan itu.
"Cowok itu suka elo sama seperti Kak Raka suka elo?" tanya Andre. Rosa mengangguk masih dalam pelukan Andre. "Sudahlah, elo udah gak papa," ujar Andre membelai rambut Rosa.
"Gue temenin cari Kak Rizal yuk," ajaknya. Rosa menganggukkan kepala yang masih berada di pelukan Andre.
πππππ
Rizal yang curiga dengan Bobby babak belur mencari Rosa karna dia merasa ada yang tak beres, dia menanyakan keberadaan Rosa dengan sahabat-sahabatnya, termasuk Rian dan yang lainnya. Sofi dan lainnya pun ikut nyari Rosa.
__ADS_1
"Kakak tau Rosa dimana," ujar Rizal. "Gue juga tau," ujar Rian. Rian dan Rizal berpandangan seolah tau sesuatu. Mereka berdua pun berlari kebelakang ruang OSIS karna dibelakang ruang OSIS ada taman bunga dan Rosa tau itu.
Langkahnya terhenti ketika melihat Rosa berpelukan dengan Andre. "Rosa?" lirihnya menatap nanar gadisnya yang berpelukan dengan Andre. "Kenapa Kak?" ujar Rian ikut melihat kearah pandangan Rizal.
"Pasti ada yang terjadi kalo Rosa sampe nangis gitu Kak, ayo kita deketin," ajak Rian. "Iya Kak, bukankah dia biasa gitu kalo dengan Rian?" ujar Vivi.
Rizal pun mendekati Andre dan Rosa. "Kak Rizal Sa," bisik Andre ketika menyadari Rizal mendekati mereka. Rosa melepaskan pelukan Andre kemudian menghambur kepelukan Rizal yang sedang melangkah ke arahnya dan Andre yang membuat Rizal terhuyung ke belakang. Tangisnya kembali pecah.
"Ara takut Mas, Ara takut," isaknya. "Sweety," ujar Rizal memeluk erat Rosa yang masih terisak dipelukannya. "Kenapa? Bobby? lagi?" ujar Rizal mencium rambut Rosa.
Rosa menganggukkan kepalanya yang masih berada dipelukan Rizal. "Tapi gak papa kan?" ujar Rizal memegang kedua pipi Rosa dan menghapus air mata gadisnya.
Rosa menggeleng. "Kepalanya dibenturin berapa kali? Gak ada yang luka kan?" ujar Rizal melihat sekeliling kepala Rosa.
Rosa menggeleng. "Dimana yang sudah disentuh Bobby? Disini?" ujar Rizal mencium kening Rosa. "Disini?" sambungnya mencium kedua pipi Rosa. "Atau disini?" sambungnya lagi mengecup lembut bibir Rosa.
"Gak ada bekasnya lagi, udah Mas hapus," lirihnya memeluk Rosa. "Ara hanya milik Mas, gak ada yang boleh menyentuh milik Mas selain Mas sendiri," bisiknya semakin erat memeluk Rosa.
Retno dan yang lainnya berpandangan. "Sampe segitunya Kak Rizal ama Rosa," ujar Untari. "Iya, gue baru tau, ternyata kelemahan Kak Rizal adalah Rosa," ujar Gavin.
"Sekarang gue baru ngerti kenapa Rosa bener-bener sayang Kak Rizal," ujar Andre menatap Rosa dan Rizal yang sedang berinteraksi.
"Makasih Ya, Rosa memang trauma dengan kejadian seperti ini, dari SMP dia sering dapat perlakuan seperti ini, apalagi kemaren baru mengalaminya di Bandung," ujar Rizal memapah Rosa. "Kakak tau kejadian dengan Kak Raka?" ujar Andre.
Rizal mengangguk. "Rosa cerita semua apa yang terjadi pada dirinya di Bandung, bahkan banyak juga cerita tentang kalian, yuk kita ke ruang OSIS, sekalian ngobati luka Andre," ajak Rizal merangkul bahu Rosa.
"Gak usah Kak, cuma memar dikit kok," ujar Andre memegang rahang dan pelipisnya yang memar. "Walau memar tetap harus diobatilah Ndre," ujar Rosa. Merekapun ke ruang panitia.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Diruang panitia."Loh Ndre kenapa muka elo babak belur gitu" ujar sofi panik karna dia benar-benar mencemaskan keadaan Andre. "Ciye, ciye, yang panik pujaan hati terluka," goda Rosa menyenggol bahu Sofi.
"Apaan sih elo, denger Andre gak enak tau, ntar dia jauhin gue," bisik Sofi . Rosa hanya tertawa.
"Apaan sih tertawa gak ngajak-ngajak," ujar Nurul. Rosa mengedikkan bahu. "Makasih yach Ndre, untung ada elo tadi," ujarnya menatap Andre.
Andre hanya tersenyum."gak papa kok, namanya sesama temen saling tolong, kalo elo ada apa-apa ntar gue juga yang susah laporan dengan A' Wahyu," ujar Andre mengacak rambut Rosa. "Laporan? Maksudnya?" ujar Rizal mengambil kotak obat.
__ADS_1
"Iya Kak, Fatur sama Andre itu satpamnya Rosa di Bandung, pasti kalo ada acara-acara gini A' Wahyu nitipnya sama mereka berdua,"canda Siti. "Oooh, berarti sama seperti Rian, kalo ada apa-apa pasti Papa nitip Rosa dengan Rian dan Kakak," ujar Rizal.
"Pantes kemaren gue mau panggil Sweety untuk Nurul gak boleh, gak taunya panggilan sayang Kak Rizal toh Sweety," ledek Fatur merangkul bahu Rosa sambil berkedip nakal. "Elo tuch yach, nyebelin banget," ujar Rosa menoyor kepala Fatur. Fatur tertawa.
"Sini Kak, biar gue aja ngobati luka Andre," tawar Sofi mengambil kotak obat dari tangan Rizal. "Udah ini, kemana-mana jangan sendiri kaya' tadi, nanti pasti Bobby mengulangi perbuatan kaya' tadi, Mas takutnya Indra juga ikut-ikutan ngelakuin hal sama dengan Bobby," ujar Rizal mengacak rambut Rosa dan merangkul bahu Rosa.
"Kak Indra sekolah sini juga?" ujar Rosa menatap Rizal. "Iya,makanya setelah ini my sweety ini harus hati-hati yach kalo gak ada kerjaan, kesini aja, Mas slalu ada disini kok," ujar Rizal. Rosa hanya mengangguk kemudian menjatuhkan kepalanya dipundak Rizal. Rizal mengacak gemas rambut Rosa dan menciumnya.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Nurul memberi isyarat melihat kemesraan Andre dan Sofi. "Aduh, duh Fi, sakit, pelan-pelan napa," keluh Andre memegang tangan Sofi. "Ini udah pelan Ndre," ujar Sofi menatap Andre.
Mata mereka bertemu. Jantung mereka berdua berdegup kencang. 'Kenapa gue? Kenapa gue jadi gini? Kok Andre menatap gue gitu, apa dia suka gue?' gumam Sofi dalam hati. 'Aduuuuh, kok jantung gue berdegup kencang gini, apa iya gue udah cinta Sofi? Padahal ketika suka Rosa dulu gak pernah sampe gini,' gumam Andre dalam hati.
"Kaya'nya bentar lagi ada yang jadian nih," bisik Nurul sama Rosa. Rosa menarik tangan Fatur yang tau Fatur akan menjahili Sofi dan Andre kemudian menggelengkan kepalanya. "Jangan suka usil napa, suka banget ganggu orang," gerutunya melotot.
Fatur cengengesan menggaruk kepala yang tak gatal. "Iya ih," ujar Nurul. "itu, kalo elo mau tau kelakuan pacar elo yang asli Rul," ujar Rosa. Fatur tertawa, tawanya yang menggelegar membuat Sofi dan Andre tersadar dari bertatapan.
"Elo Tur, ganggu orang lagi chemistry aja, gak seru tau," gerutu Rosa mendorong Fatur. "Sorry kelepasan," ujar Fatur mendekati Andre.
"Kaya'nya bentar lagi kita dapet traktiran nich," goda Fatur merangkul Andre menaikkan alisnya satu. "Apaan sich elo," gerutu Andre melepaskan tangan Fatur dari bahunya menutupi salah tingkahnya. Akhirnya semua tertawa.
πΉπΉπΉπΉπΉ
Rosa beranjak dari duduknya. "Mau kemana Sa?" tanya Fatur. "Toilet, ikut?" ledek Rosa.
"Boleh," canda Fatur merangkul bahu Rosa. "Elo tu ya," gerutu Rosa memukul pelan dahi Fatur dengan pena.
"Aduh, elo ini, ganas banget sih," gerutu Fatur menggosok-gosok dahinya. "Bodo'," ujar Rosa mencibir.
Rosa menghindari Fatur yang akan memukulnya yang membuat pukulan Fatur meleset. "Gak kena," ledek Rosa menjulurkan lidahnya kemudian lari karna kebelet pipis.
Rizal hanya tertawa melihat tingkah Rosa. "Kalian tau?? Kelakuan Rosa yang seperti itu yang suka buat gue kangen dengannya dan kenapa gue milih manggilnya Sweety karna she is my sweet girl forever," ujarnya menatap Rosa hilang dari pandangan.
"Tuh kalian kalo mau tau asli Rosa, makanya gue ketawa ketika kalian bilang Rosa dewasa, Rosa itu usil, bahkan bisa lebih usil dari gue kalo otak usilnya lagi kambuh dan dia akan tertawa puas kalo target kena keusilannya," ujar Fatur.
"Gue baru tau kalo Rosa itu gitu," ujar Nurul. "Iya, Fatur bener, Rosa itu usil kalo lagi kambuh usilnya, di sini yang suka dia usilin tuch Rian, sehari aja kalo ketemu mereka itu gak berantem harinya gak lengkap," jelas Rizal.
__ADS_1
"Maksud Kakak, Rosa itu biasa gitu?" ujar Andre. "Iya, kalian gak liat baru ketemu kemaren aja mereka udah kejar-kejaran di lapangan?" ujar Rizal. "Iya Kak, gue ingat, kemaren dia kejar-kejaran di lapangan dengan Rian," ujar Sofi.
Bersambung